
Salwa berjalan sedikit gelisah, pikirnya ia akan sampai di kontrakanya lebih cepat dengan memilih jalan tikus yang ia lewati sekarang ini.
Tapi nyatanya, sekarang ia malah merasa ketakutan, berjalan tak tenang dengan merasakan angin yang berhembus pelan membuat bulu kuduknya semakin merinding
Kenapa jalan tikus yang biasanya ramai dengan abang bakso jadi sepi begini?
Gak biasanya!
Kalo begni, niatnya pulang lebih cepat dan bisa menyelesaikan tugas fisikanya sepertinya gagal, buktinya ia malah berjalan melambat, terus merinding dan beberapa kali menengok ke arah belakang karena jalan ini lebih sepi tidak seperti yang ia bayangkan.
Apa boleh buat? nasi sudah menjadi bubur, sudah separuh jalan juga Salwa mengayunkan kakinya berjalan menapaki aspal di jalan ini.
Rugi kalo harus putar balik hanya karena alasan ketakutan.
Dengan mengumpulkan semua keberanian, Salwa bertekad melangkahkan kakinya secepat yang ia bisa, tetap berusaha tenang dan yakin tidak akan terjadi apa apa.
Suasana yang awalnya hening, seketika berubah mencekam.
Terdengar suara deru motor melaju kencang dari arah belakang, sepertinya hanya satu motor saja, membuat dirinya semakin dilanda rasa takut.
Siapa yang lewat jalan sepi begini pakai motor? Salwa lebih mempercepat langkahnya, dengan nafas tertahan ia tetap mencoba menenangkan dirinya sendiri
Suara motor itu semakin mendekat, Salwa berjalan lebih cepat, keringat dingin mulai mengucur deras di pelipisnya.
Tapi syukurlah ternyata itu hanya perasaan takut saja.
Motor itu hanya melaju kencang melewati nya begitu saja, mungkin memang hanya kebetulan pengendaranya lewat jalan yang sama denganya! toh memang bukan dirinya saja kan yang tau jalan tikus ini.
Salwa bernafas lega dan melanjutkan langkahnya
Beberapa saat ia mulai gelisah lagi, rasa rasa nya ia sudah berjalan jauh tapi kenapa kontrakanya juga belum terlihat sama sekali.
Lagi lagi nafasnya kembail tertahan kala ia tendengar suara deru motor yang lebih nyaring di telinganya, Salwa berusaha tetap tenang.
Suara motor itu semakin dekat, dan ia tersentak kaget saat tiba tiba saja tas ranselnya di tarik oleh seseorang dari arah belakang.
Spontan saja Salwa berbalik badan dan memegangi tas nya kuat kuat, berharap orang itu mau melepaskan tas nya.
Orang dengan pakaian serba hitam itu membuat nyali Salwa menciut, ia tidak tahu apa yang di inginkan kedua orang itu, tapi tetap saja ia mnpertahankan cekalan pada tasnya
Tas itu ditarik semakin kuat, Salwa juga berusaha menarik tas nya lebih kuat. Sekarang ia tak mempedulikan dirinya sendiri. Bagi Salwa, isi dari tas itu lebih berharga dari hidupnya.
Di dalam tas itu ada seragam sekolah dan buku buku materi SBMPTN yang selalu membuatnya bersemangat menjalani hidupnya ia tidak akan melepaskan tasnya begitu saja.
__ADS_1
Tarik menarik dua orang itu tetap berlanjut, Salwa sampai jatuh terjerembab kala orang orang itu menambah kecepatan motornya.
Tapi Salwa tetap mencekal tas nya kuat kuat, bahkan saat dirinya terseret motor pun, ia tetap tak melepaskan tas nya.
Hampir sejauh sepuluh meter Salwa terseret motor pencopet itu, meringis dibawah motor sambil berteriak meminta tolong berulang kali berharap ada yang menolongnya di jalan sepi ini.
Tapi nihil! tak ada tanda tanda seorang pun yang terlihat akan datang ataupun sekedar lewat.
Salwa berteriak sekeras yang ia bisa, memohon mohon pada dua pencopet itu berharap agar mereka mau melepaskan tas nya.
Tapi apa boleh buat? copet tetaplah copet tidak segampang itu ia melepaskan mangsanya hanya karena kasihan bukan?
kini seluruh badanya sudah benar benar perih disaat tubuhnya terus menerus terseret dengan posisi tengkurap begini. Tanganya pun tak lagi kuat jika harus mempertahankan cekalanya.
Akhirnya ia pasrah juga dan membiarkan pencopet itu membawa tas nya kabur.
Di dalam tas itu memang tidak ada yang berharga. Uang di dalam tas itu juga tak seberapa, syukurlah hp dan dompet nya sudah ia kantongi di saku celana jeans yang ia kenakan.
Tapi seragam dan buku buku nya harus hilang
Kini tubuhnya sudah lunglai tak berdaya. Ia sungguh menyesal usahanya mempertahankan tas miliknya gagal.
Mukngin Salwa memang harus ikhlas.
Dengan nafas tersenggal ia bangkit dari tengkurap nya, beringsut duduk sambil menselonjorkan kakinya di tepi jalan lalu menghembuskan nafas nya kasar, Badanya sudah lemas tak bertenaga, Ia baru sadar kala matanya beralih menatap kedua kakinya, disana sudah banyak luka gores yang mengeluarkan darah.
Salwa berusaha berdiri, lagi lagi meringis merasakan sakit dan perih di bagian punggung kakinya
Sepertinya ia tidak bisa berdiri, kedua kakinya sangat perih hanya sekedar untuk di gerakan. Bagaimana ini?
Tubuhnya merasa dingin saat angin berhembus ke arahnya, suasana malam ini benar benar hening tak ada siapa pun yang terlihat juga tidak ada tanda tanda kendaraan akan lewat
Salwa memijit pelipisnya, kepalanya terasa pening!pikiranya berputar.
Adai tadi dia menerima tawaran mbak Ike untuk pulang bareng, dia pasti tak akan sial seperti sekarang.
Andai tadi dia menghiraukan lenggang nya jalan raya, sudah pasti tak akan memilih jalan ini.
Sekarang dia hanya bisa pasrah, kepalanya menengadah keatas langit, malam semakin larut, bagaimana dia bisa pulang kalau berdiri saja sudah tidak sanggup?
Dia mendongak menatap gelapnya langit, tak ada bintang yang terlihat juga tak ada bulan yang menghiasi langit gelap itu.
Sejujurnya ingin menangis memikirkan nasib sialnya ini. Akan tetapi dia tahan sekuat tenaga dan pertahananya tak berlangsung lama, pada akhirnya dia terisak juga.
__ADS_1
Salwa memang tak ingin menangis, tapi hatinya tentu tak sekuat keinginanya untuk tetap berusaha kuat.
Dalam gelapnya malam dan di tengah jalanan sepi ini Salwa terisak dalam diam. Meratapi nasib hidupnya.
Dia hanya lelah, lelah karena harus menjalani hidup yang sulit, lelah karena harus menanggung beban hidupnya seorang diri, dan lelah karena harus berusaha tegar setiap saat.
Kenapa begitu besar cobaan yang harus Salwa hadapi?
**
Salwa tetap pada posisi nya, terisak menahan perih di sekujur tubuhnya, berusaha sekuat apapun, tetap saja tak bisa berdiri.
Akhirnya dia pasrah.
Sekarang dia hanya berdo'a berharap di tengah malam begini masih ada yang akan melewati jalanan sepi ini dan mau membantunya, tetap yakin keberuntungan berpihak padanya.
Sudah hampir setengah jam Salwa duduk di tepi jalan, sesekali memegangi sikunya sambil meringis menahan perih.
Suara motor kembali terdengar, kali ini suaranya berbeda.
Tapi tetap saja Salwa berdebar. Jantungnya berpacu kian cepat, sekujur tubuhnya mendadak kaku takut pencopet itu kembali setelah tau apa isi tas ranselnya
Salwa mencoba menyipitkan matanya, menajamkan penglihatanya menilik motor yang semakin mendekat ke arahnya.
Okeee! itu bukan motor pencopet tadi! Salwa yakin
Salwa senang? tentu saja, do'anya terkabul. Ada yang datang, melewati jalan sepi ini.
Matanya berbinar melupakan rasa sakit di sekujur kaki dan tangannya, dia berusaha mengangkat tanganya tinggi tinggi, melambaikanya beberapa kali ke arah motor itu
Suara motor itu semakin dekat, dengan lampu motor menyorot ke arahnya, pandanganya Salwa menjadi silau. Tapi tanganya tetap ia lambai kan ke arah pengendara itu, berharap pemilik motor itu mau behenti dan membantunya
Akhirnya motoe itu berhenti beberapa meter darinya, Salwa ingin berteriak minta tolong. Tapi suaranya tertahan kala pemilik motor itu menatap tajam ke arahnya. dan..
"Salwaaa!!!...."
...Aku double up yes...
...Happy Reading^^...
...***Jangan lupa tinggalkan jejak kalian....
...Terimakasih🌈***...
__ADS_1
Kamis, 21 Januari 2021
My house📍