
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiing...
Bel tanda pulang berbunyi nyaring, saatnya semua murid SMA Garuda bersorak horai, para murid sudah terlihat berhambur keluar kelas pun deretan kelas kelas juga sudah terlihat sepi termasuk XII IPA 3.
Salwa dan Vina masih berdiri di depan pintu kelas, menunggu koridor sepi supaya bisa menuju gerbang utama dengan tenang. Matanya menyapu sekeliling koridor memperhatikan siswa siswa yang berhambur menuju gerbang utama.
"Duduk dulu aja Vin" Ucap Salwa lalu duduk di kursi panjang di samping pintu kelasnya. Vina manggut manggut saja lalu ikut duduk di samping Salwa
"Nanti jalan kaki lagi Sal?" Tanyanya setelah duduk.
"Belum tau vin" Jawabnya kemudian
"Gimana, kok belum tau" Ucapnya menatap Salwa sebentar, lalu mengeluarkan hp dari saku seragamnya
"Bus kota biasanya suka berhenti berhenti apa nggak Vin?" Tanyanya kemudian, sambil memperhatikan koridor kelasnya
Vina menurunkan hp dari genggamanya, berpikir sebentar lalu manggut manggut.
"Tergantung sih, penumpang di dalem bus nya banyak apa nggak. Kalo sedikit ya pasti sering berhenti soalnya cari penumpang dulu" Jawabnya panjang lebar
Salwa manggut manggut saja dengan bibir membentuk huruf O, terlihat paham dengan penjelasan Vina barusan.
Setelah obrolan singkat itu, mereka tak lagi berbicara. Vina masih terlihat sibuk dengan layar ponselnya sedangkan Salwa hanya menatap kearah koridor yang belum terlihat benar benar sepi itu
Tiba tiba dari kejauhan, terlihat seorang murid berjalan ke arah mereka, Salwa menyipitkan pandanganya. Kenapa murid itu berjalan ke arah sini, bukankah gerbang utama berada di arah berbalik. Dan Salwa juga merasa asing dengan wajah itu, apakah dia murid dari kelas lain. IPA 1 atau IPA 2 mungkin?
"Mm mungkin ada yang ketinggalan kali" Batinya bermonolog, pandanganya tetap menatap kearah koridor.
Tapi dugaan Salwa salah, murid dengan rambut lurus dan wajah oval serta mata bulat dengan bulu mata lentik itu berhenti tepat di hadapannya dan lalu tersenyum manis.
"Hai" Sapanya ramah.
Vina mendongak agak terkejut melihat ada orang yang sedang berdiri di hadapanya. Salwa lalu mengangguk dan tersenyum canggung menatap murid itu.
"Hai, lo siapa?" Suara Vina membuat murid itu beralih menatapnya
Murid itu tersenyum kikuk, lalu mengulurkan tanganya lebih percaya diri.
"Mm kenalin namaku Lisa, Aku murid kelas XII IPA 2" Jawabnya memperkenalkan diri
Salwa masih tersenyum canggung menatap Lisa, kepribadian Salwa yang pemalu lagi lagi membuatnya tidak berani buka suara sama sekali.
Vina mengernyit menatap cewek ini dari atas sampai bawah lanjut lagi ke atas kemudian matanya menyipit, heran.
"Ada perlu apa emangnya?" Tanyanya dengan nada sinis tanpa basa-basi.
Vina memang seperti itu, sifatnya memang seperti itu kepada orang yang belum terlalu akrab denganya, sebenarnya dia tidak jahat, tetapi memang sifat dan kepribadianya sedikit kasar terhadap seseorang yang memang belum di kenalnya.
Apalagi kalau Vina sudah tidak suka dengan, sudah pasti dia akan memperlihatkanya begitu kentara, karena menurut Vina dengan begitu orang yang tidak disukainya akan secara otomatis menjauh dan dia tak perlu repot repot untuk mengusirnya.
Dan tapi? Cewe di depanya ini termasuk kerasa kepala, wajah dan nada sinis Vina tadi seolah tidak membuatnya sadar kalau memang Vina tidak suka denganya.
"Aku cuma mau tanya ke kalian, apa kemarin kelas kalian ada kuis fisika?" Katanya mengutarakan maksud dan tujuannya memperkenalkan diri tadi
"Iya, kenapa?" Jawab Vina singkat, lalu bertanya lagi.
"Aku cuma di suruh Pak Budi untuk memberikan ini" Katanya kemudian, menyodorkan selembar kertas pada Salwa "Kamu Salwa kan?" Tebaknya terlihat hati hati.
__ADS_1
Salwa mengerjap, sedikit terkejut karena cewek manis ini ternyata sedang mencari dirinya. Dia hanya mengangguk sebentar lalu menerima sodoran kertas itu dan membacanya sekilas.
"Maaf tidak langsung memberikannya begitu saja, karena memang aku belum mengenal kalian" Ucap cewek ini, terlihat menyesal.
"Tidak enak jika harus menyodorkanya langsung tanpa memperkenalkan diriku sedangkan kalian juga belum mengenalku tadi" Jelasnya lagi sembari menatap Vina dan Salwa bergantian
Vina mengedikkan bahunya acuh, baru melihat cewek ini sekali, tapi rasanya dia sudah tidak suka dengan caranya berbicara yang terlihat sok lugu.
Bagi Vina itu malah terlihat menyebalkan..
Salwa lalu mengangguk tersenyum ke arah Lisa, sambil menyenggol Vina untuk memberinya kode supaya dia ikut tersenyum juga.
Vina akhirnya ikut tersenyum walau jelas senyum itu terlihat sangat dipaksakan
Setelah kuis selesai kemarin, Salwa memang sengaja mengikuti pak Budi sampai di depan ruang guru dan mohon izin untuk meminta panduan seputar SBMPTN. Dan akhirnya dia mendapatkan selembar kertas dengan judul TIPS&TRIK LOLOS SBMPTN. Dia sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Lisa.
"Mm makasih ya lisa" Kata Salwa ramah, mengangkat kertas itu.
"Sama sama" Jawabnya singkat.
Salwa lalu menatap Lisa dan menunggunya beberapa saat, tetapi sepertinya Lisa masih setia di tempatnya, ataukah masih ada yang ingin Lisa sampaikan padanya?
Lama mereka berdiri saling menunggu untuk pergi terlebih dahulu, tapi tiba tiba suara Lisa terdengar lagi
"Salwa, apa boleh kalau aku menjadi temanmu" Katanya hati hati, masih dengan senyum manis yang mengembang.
Salwa terkejut tentu saja, jarang sekali ada yang mengajaknya berteman, bahkan Vina sepertinya juga ikut terkejut kaget saat mendengarnya.
Lisa masih diam menunggu respon dari Salwa, sedangkan Vina memutar bola matanya malas menanggapi pertanyaan cewek di depanya.
Dalam hatinya Vina mendumel, Cewek ini sebenarnya buta atau bagaimana.
Oh ayolah yang benar saja! apakah dia tidak menganggap Vina ada disini? Ataukah dia dendam pada Vina karena sikap dingin Vina yang tadi. Sabar Vina tenanglah!
Sebenarnya Vina tidak sudi berteman dengan cewek lugu ini, sudah muak dengan sifat sok lugunya itu, tapi dia berusaha tenang, lagipula dirinya sendiri juga sudah paham dengan sifatnya yang tak mudah menerima orang baru.
Tak jarang firasatnya menilai seseorang terkadang juga tak pernah meleset. Tapi entahlah, dia tak terlalu mengenal cewek lugu ini.. Jadi dia putuskan untuk mengacuhkanya saja
Mereka memang serasi, jika Salwa tak mudah akrab karena pemalu, maka Vina adalah kebalikannya.
"Bagaimana?" Tanya Lisa lagi masih setia dengan ekspresi nya.
Salwa lalu tersenyum canggung dan mengangguk samar.
"Tentu saja" Jawabnya kemudian.
Lisa terlihat berbinar, dia beralih menatap Vina yang berada di samping Salwa lalu tersenyum kearahnya.
"Aku juga ingin menjadi temanmu, apakah kau mau?" Kata Lisa kemudian.
Vina manggut-manggut, raut wajah sinis nya sedikit berkurang, lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku
"Salwa temen gue, dia mau tuh temenan sama lo. Jadi gue juga bakal jadi temen lo sekalipun lo gak ngajakin gue, gak ada untungnya juga gue bilang gak mau" Jawabnya dengan raut wajah yang terlihat datar. Mengeluarkan semua unek unek yang sedari tadi dia pendam.
Salwa menyenggol Vina lagi, sedangkan Vina terlihat acuh tak merespon.
"Maaf kan Vina lis, sifatnya memang seperti ini. Harap maklum" Katanya dengan nada bercanda, untuk mencairkan suasana. Vina hanya memutar bola matanya malas menanggapi ocehan Salwa.
__ADS_1
"Iya tidak apa apa" Katanya
"Dan.. maafkan aku Vin, kurasa kau tidak akan mau jika kuajak duluan jadi aku tadi mengajak Salwa terlebih dahulu " Kata Lisa tersenyum manis
"Aku menyesal" Katanya lagi mengangkat dua jari membentuk huruf V.
Vina hanya mengngguk saja.
"Terimakasih" Lanjutnya dengan wajah berbinar
Vina mengangguk pelan masih dengan raut wajah datar.
Salwa tersenyum, lega rasanya melihat Lisa yang berusaha mencairkan hati Vina dan sepertinya itu terlihat berhasil
"Mm kalau begitu, ayok kita pulang, koridor udah sepi" Kata Salwa menunjuk kearah koridor kelas mereka.
Lisa dan Vina bersamaan memutar kepalanya melihat koridor kelas mereka. Dan memang benar kalau Koridor sudah terlihat sangat sepi.
"Lets go" Seru Vina dengan teriakannya, berjalan mendahului Salwa dan Lisa. Lihatlah Vina sudah kembali dengan sifatnya!
Akhirnya mereka bertiga bersama sama berjalan menyusuri koridor kelas bersiap menuju gerbang untuk segera pulang.
🌈🌈
Setelah sampai di gerbang, Vina tentu saja langsung menghampiri Verel yang sudah menunggunya.
Sedangkan Salwa tidak jadi naik bus kota ataupun jalan kaki, karena sepertinya Lisa mengajaknya untuk pulang bersama, kebetulan sekali rumah Lisa dan kontrakan Salwa searah jadi menurut Salwa itu tidak merepotkan, dia lalu setuju dengan niat baik Lisa.
Hari ini Salwa tidak bekerja, dia izin untuk libur selama dua hari. Bukan karena ingin istirahat, tapi karena memang kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan untuk bekerja, tangan kirinya memang belum benar benar sembuh. Jadi dia sudah meminta izin dengan mbak Erin untuk libur sementara.
Beberapa saat kemudian, Salwa terkejut karena melihat Lisa berjalan menuju mobil warna merah yang terparkir di halaman sekolah.
"Lisa naik mobil?" Batinya menebak.
Pikir Salwa dia akan pulang bersama Lisa dengan menaiki motor. Karena memang jarang sekali ada siswa yang berangkat menggunakan mobil pribadi. Tapi ternyata dugaannya salah!
Mobil mendekat, terlihat kepala Lisa yang melongok kearah luar jendela memanggilnya masih dengan senyum manis yang menghiasi wajah cantik itu.
"Sal, kenapa diam saja. Ayo naik" Serunya mengajak Salwa untuk segera masuk.
Salwa mengerjap dan tersenyum canggung, akhirnya melangkahkan kakinya dan masuk kedalam mobil Lisa
Salwa masuk mobil itu, ingin bertanya tapi masih ragu, bahkan ketika mobil itu melesat meninggalkan sekolah pun Salwa masih diam, hanya sesekali matanya melirik Lisa dengan tatapan penuh penasaran.
Sedikit aneh memang! Lisa gadis cantik dengan rambut lurus dan senyum manis yang menghiasi bibir tipisnya itu sekarang sudah menjadi temanya?
Dilihat dari mobilnya, Lisa sepertinya anak orang berada, dia juga baik dan ramah pada semua orang termasuk orang yang baru dia kenal.
Ya Lisa memang sangat baik, selalu tersenyum manis setiap kali berbicara pada orang lain. Dia juga cantik dan kaya tentu saja, kepribadian nya terlihat ramah pada siapa pun, dan juga mudah akrab dengan orang baru. Membuat Salwa sempat iri dengan kesempurnaan teman barunya ini, mungkin lain kali dia akan meminta Lisa untuk belajar kepadanya supaya bisa ramah pada semua orang dan tidak pemalu juga percaya diri seperti Lisa.
Hari ini Salwa sangat bersyukur bisa mendapatkan teman sebaik Lisa!!!!
...HAPPY READING🌈...
Yang udah mampir jangan lupa like, terimakasih!!
Selasa, 26 Januari 2021
__ADS_1
My Badroom📍