Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
DOSEN KAMPUS


__ADS_3

**


Seperti biasa Salwa duduk di tempat favoritnya. Dia kemudian melirik ke arah jendela, sepertinya kampus sudah mulai rame. Terlihat dari pintu gerbang sebuah motor sport berwarna merah melintas, Salwa kemudian tersenyum.


Abhian sudah datang, sebentar lagi dia pasti akan menghampirinya.


Benar saja. Tak berselang lama terdengar seorang memasuki ruangan ini.


Salwa yang sudah mengira itu Bhian sama sekali tidak menoleh dan masih asyik membaca novel sambil mendengarkan materi pembelajaran dari earphone yang setia di kedua telinganya.


Salwa sempat heran. Bhian kenapa tak kunjung menghampirinya, kemudian Salwa menoleh ke belakang.


Matanya menyipit dahinya berkerut memperhatikan seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu.


Salwa kemudian kembali menoleh ke depan ternyata bukan Bhian yang masuk. Dia kemudian mengedikkan bahunya acuh dan kembali dengan kegiatanya.


Dia memasang earphonenya dan kembali berkutat dengan buku buku tebal yang sedari pagi sudah menemani dirinya.


Namun beberapa menit kemudian Salwa sedikit terkejut karena cowok itu tiba-tiba duduk di sampingnya.


Pandanganya masih lurus ke depan tanpa melihat Salwa sedikitpun. Sedangkan Salwa yang masih sedikit terkejut lambat laun mulai mengacuhkan kehadiran cowok itu juga.


Keheningan menyelimuti mereka berdua hingga beberapa menit berlalu akhirnya mulai berdatangan para mahasiswa yang ikut materi bimbel di ruangan ini.


Namun Salwa lagi-lagi di kagetkan dengan sesuatu hal, cowo yang tadi duduk di sampingnya tiba-tiba berdiri. Mata Salwa sempat mengekor mengikuti kemana arah cowok itu melangkah, lagi-lagi Salwa terkejut.


Cowo itu melangkah menuju mimbar dosen, pandangan Salwa masih setia memperhatikan cowo itu.


Sebenarnya siapa dia?


"Selamat pagi" Sapanya memulai bimbel


"Pagi pak" Jawab para mahasiswa dengan kompak.


Salwa masih bengong, di dalam hatinya. Bagaimana mungkin cowo itu bisa menjadi dosen, lantas kemana pak Hasan yang seharusnya menjadi pembimbing bimbel hari ini.


"Perkenalkan nama saya Rendy" Katanya kemudian memperkenalkan diri.


Banyak mahasiswa masih saling pandang, mereka masih merasa bingung dengan kehadiran "Rendy" di ruangan ini.


Rendy yang menyadari hal itu kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Gini gini...." Ucapnya yang lagi lagi membuat para pandangan mahasiswa tertuju kepadanya lagi.


"Hari ini Bapak Hasan sedang ada urusan mendadak, untuk itu saya disini akan menggantikan beliau menjadi pembimbing bimbel kalian" Ucap Rendy menjelaskan panjang lebar.


Setelah mendengar kalimat itu banyak mahasiswa yang baru paham akan kehadiran Rendy, begitu juga dengan Salwa.


Beberapa menit kemudian bimbel di mulai. Semuanya diam dan hanya suara Rendy yang terdengar menjelaskan beberapa materi.


**


Rendy Mahardika..


Dosen muda di Universitas Indonesia yang terkenal baik hati, ramah dan tidak pernah sombong. Hidung mancung yang menghiasi wajahnya semakin membuat wajah oval itu terlihat tampan, badan tegap dan kulit putih juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswi di kampus ini.


Banyak sekali yang mengenal Rendy, tapi tidak banyak yang mengenal dia sebagai dosen. Hanya beberapa mahasiswa dari fakultas tertentu yang mengenal Rendy sebagai dosen karena memang Rendy jarang sekali mengajar.


Meskipun banyak yang tidak mengenalnya sebagai dosen, Rendy tidak mempermasalahkan hal itu. Dia justru lebih tenang ketika tidak disuruh mengajar, bagi Rendy ketika dia tidak mengajar dia tidak perlu repot-repot untuk menghadapi para mahasiswi yang selalu menggodanya.


Bukannya sombong atau gimana, tapi memang Rendy tidak tertarik akan hal hal seperti itu.


Setelah satu jam berlalu, bimbel akhirnya selesai. Pak Rendy akhirnya menutup bimbel dan berpamitan.


"Baik, selesai sudah bimbingan hari ini. Sampai jumpa di lain kesempatan. See u next time " Ucap Pak Rendy undur diri


Rendy kemudian keluar ruangan, dia berjalan melewati Salwa begitu saja.


Salwa tentu saja tetap acuh karena memang mereka mmang orang asing, walaupun sebenarnya Salwa masih sungkan mengingat kejadian pagi tadi.


Setelah Salwa membereskan semua barang barangnya dia kemudian keluar sambil melihat ponselnya.


"Tadi aku gak ke ruangan kamu"


Begitulah bunyi satu pesan dari Abhian. Setelah membacanya Salwa kemudian mengantongi kembali ponselnya, kemudian melanjutkan langkah kakinya.


Dengan santai Salwa berjalan saja melewati tembok pembatas antara gedung fakultas hukum dengan fakultas sastra. Namun dia terkejut ketika ada kaki yang menghadangnya di perbatasan tembok, Dia kemudian berhenti.


Sebentar kemudian keluar seseorang lelaki yang tak asing bagi dirinya.


Rendy.


Seseorang itu ialah Rendy, dosen muda yang memberinya materi bimbel pagi tadi.

__ADS_1


Salwa diam saja sambil memperhatikan Rendy. Begitu juga dengan Rendy, dia sama diamnya dengan Salwa.


Salwa bingung, raut wajahnya bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya dengan pria ini, kenapa dia diam saja, kalau memang tidak ada perlu mengapa dia menghalangi jalanya dengan cara tidak sopan seperti tadi.


Dengan senyum yang sedikit dia paksakan, Salwa kemudian memberanikan diri untuk bertanya.


"Mohon maaf pak, ini ada apa ya?" Ucap Salwa dengan nada sopan


Rendy masih tak bergeming, dia hanya menatap Salwa dengan tatapan datar. Sama sekali tidak seperti Rendy ketika memberi bimbel tadi pagi.


Dia lalu berdehem. "Maaf Saya salah orang" Sahutnya sambil berbalik badan dan pergi meninggalkan Salwa begitu saja.


Melihat kepergian Rendy itu Salwa hanya geleng geleng kepal sambil memasang tatapan cengo.


"Aneh banget" Gerutu Salwa begitu melihat punggung Rendy mulai menjauh.


**


Setelah insiden salah orang tadi, Salwa akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantin. Dan disinilah dia berada, duduk sendiri sambil memainkan ponsel sambil menunggu kedatangan Bhian.


Sudah hampir 30 menit berlalu namun Bhian tak kunjung datang.


Kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri, sesekali dia juga memperhatikan pintu masuk kantin.


Bhian kemana ya" Gerutunya dalam hati


Lama dia menunggu Bhian datang. Namun sepertinya tidak ada tanda-tanda munculnya seorang Abhian.


Akhirnya Salwa memutuskan untuk memesan makanan terlebih dahulu, perutnya sepertinya sudah mulai keroncongan karena sejak pagi tadi belum terisi makanan sama sekali.


Salwa berjalan dengan kaku melewati beberapa gerombolan laki-laki yang ada di pojok kantin. Sebenarnya dia tidak nyaman jika harus melewati jalan ini, namun tidak ada jalan lain lagi.


Kalau tidak pesan makanan perutnya pasti akan lapar. Jadi mau tidak mau Salwa harus nekat. Dengan hati-hati dia melangkah melewati gerombolan itu, namun beberapa laki-laki sudah menatapnya dan menggodanya dengan.


Tentu saja Salwa merasa tidak nyaman, akhirnya dia buru-buru mengayunkan kedua kakinya. Tanpa memperhatikan jalan dia kemudian menabrak punggung seseorang.


Bruukkkk....


"Aduh" Pekik Salwa dengan suara tertahan "Maaf-maaf" Sambungnya lagi


Dengan memegangi dahinya. Salwa kemudian meringis kesakitan, tanpa melihat orang yang dia tabrak Salwa hanya melewatinya saja sambil mengucapkan kata maaf berulang kali.

__ADS_1


Namun belum sempat Salwa mengucapkan maaf lagi. Seseorang yang dibtabraknya malah terkekeh melihat tingkah Salwa.


Langkah Salwa otomatis terhenti. "Kaya kenal?" Gumamnya di dalam hati..


__ADS_2