
Setelah masuk ke dalam pasar malam Abhian dan Salwa kemudian berencana untuk naik komedi putar. Mereka lalu antri di tempat antrian yang telah di sediakan.
Beberapa saat kemudian petugas karcis datang, dia lalu memberi Salwa dan Abhian sebuah karcis.
Abhian dan Salwa kemudian masuk ke dalam wahana komedi putar. Salwa begitu senang, matanya bahkan begitu berbinar kala memasuki komedi putar, sedangkan Abhian hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah pacarnya itu.
Waktu terus berjalan hingga komedi putar sudah memasuki putaran ke lima, Salwa masih sangat antusias.
Abhian hanya mengikuti keceriaan Salwa, Meski bagi Abhian naik komedi putar adalah hal yang sangat membosankan tetapi dia selalu menuruti apa kemauan Salwa, dia tetap menjaga hati Salwa, selalu membuat Salwa tersenyum bahagia.
Sebegitu cintanya Bhian dengan Salwa.
"Lihat deh bhi pemandangannya" Teriak Salwa kegirangan "Indah banget" Lanjutnya masih dengan mata yang berbinar.
Abhian hanya tertegun, dia kemudian mengangguk sambil tersenyum saja. Menampilkan rentetan gigi putihnya, lalu dia menggenggam tangan Salwa.
Salwa menoleh kepada Abhian. Tatapan hangat serta senyuman yang membuat hati Salwa menghangat, Bhian benar-benar sosok yang mampu membuat dirinya bisa se bahagia ini.
"Makasih ya bhi" Kata Salwa membalas genggaman tangan Bhian dengan begitu erat. Abhian kemudian membalasnya dengan tersenyum simpul.
**
Di pintu masuk pasar malam terlihat beberapa anggota geng motor dan anggota preman.
Sebenarnya pihak keamanan pasar malam sudah tidak mengizinkan mereka masuk, namun salah satu dari mereka nekat menerobos masuk dan mengancam dengan menodongkan senjata tajam.
Alhasil pihak keamanan hanya angkat tangan kemudian menyingkir dari para gerombolan preman tersebut.
"Kita menang bro, tenang aja" Teriak salah satu preman yang berhasil masuk melewati pintu utama
Semua preman terlihat senang ketika sudah di dalam arena. Mereka bangga, bahkan sangat berpuas diri dengan tindakan yang sudah mereka lakukan, meski terkesan beberbahaya namun sepertinya mereka sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun.
Salah satu dari seseorang yang memimpin geng itu kemudian berjalan lebih dulu. Tanpa sadar sebuah benda melayang ke arah gadis itu, dia dengan sigap menangkapnya.
Entah apa itu, namun gadis itu langsung mengantongi barang tersebut. Dia lalu berjalan dengan santai diikuti dengan para geng yang ada di belakangnya.
Geng itu kemudian berhenti di bawah pohon mangga yang menjulang tinggi, di perbatasan antara pagar arena dengan wahana wahana lain.
Gadis itu duduk lalu yang lain terlihat mengelilinginya. Sebentar kemudian dia terlihat menyusun strategi, semua terlihat mendengarkan seperti sedang ada rapat saja.
__ADS_1
Gadis itu menatap satu per satu anggota nya dengan tajam. Dengan wajah yang amat sangat yakin, dia lalu mengeluarkan sekotak rokok dari dalam saku jaketnya, menyalakan rokok itu kemudian menyesapnya tanpa henti.
Setelah dia selesai merokok, gadis itu kemudian membuang putung rokok di depanya lalu ia gilas saja putung rokok yang nasih terlihat menyala itu dengan satu kaki yang terbalut sepatu kulit tebal miliknya.
Sudah seperti guru yang sedang memberikan arahan kepada muridnya.
Gadis itu menunjuk arah depan, kemudian para anggota terlihat menganggukkan kepalanya masing-masing,
Entah akan melakukan apa, semuanya belum terlihat pasti. Yang jelas, para gerombolan itu langsung saja berjalan menuju arah yang sudah bos nya instruksi kan.
Gadis itu lalu duduk, sambil tersenyum miring dia kemudian menyalakan rokok lagi. Menyesapnya tanpa henti sambil sesekali melempar senyuman kemenangan.
"Kemana aja lo pergi, gue pasti ikutin lo" Gumam gadis itu dengan senyum miring di bibirnya.
Belum ada beberapa menit, datang seorang gadis lagi. Dengan kostum yang lebih sedikit feminim, si gadis berjalan ke arah bos yang tadi memberikan arahan itu.
Setelah sampai disana, dia berdiri di hadapan bos itu, kemudian kepalanya terlihat menunduk. Entah takut atau apa, sepertinya gadis feminim itu tidak lain adalah anggota anak buah yang telat datang.
**
Salwa dan Abhian sudah keluar dari arena pasar malam, rencananya mereka hendak membeli ice cream yang ada di dekat wahan rumah hantu
"Bang, ice cream dua ya" Kata Bhian kepada abang penjual ice cream.
"Varian apa aja mas?" Tanya penjual ice cream kepada Bhian.
Mata Bhian kemudian bergerak di kertas yang tertempel di depan gerobak diikuti dengan Salwa.
"Aku mau rasa strawberry bhi" Kata Salwa menunjuk ice cream berwarna pink dengan balutan corn diatasnya.
Bhian manggut-manggut "Aku coklat aja kali" Gumam Bhian.
Selanjutnya dia kembali di depan abang penjual ice cream "Strawberry sama coklat bang" Kata Bhian lagi.
Penjual hanya mengangguk dan bergegas mempersiapkan pesanan.
Sedangkan Salwa berjalan menghampiri tempat duduk, matanya sesekali melihat wahana rumah hantu yang berada tepat di sampingnya.
"Gak mau coba bhi?" Tanya Salwa menunjuk ke arah rumah hantu itu.
__ADS_1
Bhian kemudian menoleh, matanya melotot. Tapi sebentar kemudian raut wajahnya ia normalkan, Salwa terkekeh sedangkan Bhian langsung nyengir.
"Beneran gak mau coba bhi?" Tanya Salwa lagi dengan nada bicara menggoda.
Abhian kemudian berdehem, dia sedikit menormalkan raut wajahnya kembali agar Salwa tidak kembali meledeknya.
Salwa yang mengetahui gelagak Bhian hanya bisa terkekeh geli, dia tau sebenarnya kalau Abhian tidak terlalu tertarik dengan sesuatu yang horor.
"Oke ayo" Jawab Abhian singkat.
Salwa sedikit terkejut, raut wajahnya terlihat bertanya-tanya
"Serius kamu bhi?" Tanya Salwa lagi diikuti dengan anggukan mantap Abhian.
Salwa lalu mengangguk "Habis makan ice cream aja gimana" Kata Salwa lagi
Abhian kemudian hanya menyahut nya dengan kata oke saja. Salwa lalu berdiri sedangkan kedua mata Abhian reflek menatapnya dengan gugup.
"Katanya habis makan ice cream?" Kata Bhian bertanya-tanya.
Salwa terkekeh, "Aku mau ambil ice cream nya bhi" Jawab Salwa menunjuk penjual ice cream.
Mata Abhian mengikuti arah telunjuk Salwa. Sebentar kemudian dia nyengir, Salwa lalu ikut tertawa.
"Makasih ya bang" Ucap Salwa kepada abang penjual.
Abhian lalu ikut berdiri, dia mengeluarkan dompetnya dan memberikan selembar uang lima puluh ribuan kepada abang ice cream.
"Ini bang, kembalianya gausah" Kata Bhian sambil menutup dompetnya.
Abang itu kemudian mengangguk "Makasih mas" Jawabnya.
Setelah itu Bhian bergegas menyusul Salwa, kembali ke tempat yang tadi. Salwa kemudian memberikan ice cream coklat kepada Bhian, dan melahap ice cream strawberry miliknya.
Ketika sedang enak-enak nya menikmati ice cream, Salwa tidak sengaja melihat segerombolan preman. Reflek dia beringsut mendekati Bhian.
Abhian menoleh "Kenapa?" Kata Bhian bertanya-tanya.
"Enggak kok" Jawab Salwa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1