
Salwa baru saja masuk ke pekarangan sekolahnya, tiba tiba dia terlonjak kaget dengan tepukan di pundaknya.
"Hoe" Teriaknya ikut berjalan di sampingnya, Salwa lalu menoleh dan mendapati Vina ada di sampingnya
"Kamu kebiasaan deh, bikin jantungan" Cibir Salwa dengan raut wajah kesal. Vina hanya memasang ekspresi geli melihat wajah kaget sahabatnya
"Lebay lo, gitu aja udah mau jantungan" Jawab Vina kemudian.
Salwa hanya mengehembuskan nafasnya pasrah, tidak mau lagi berdebat lagi, melanjutkan langkah kakinya menuju ruang kelas masih dengan Vina yang berjalan di sampingnya
Mereka berjalan beriringan melewati lapangan utama dan berbelok menuju koridor kelasnya. Koridor kelas masih belum ramai karena memang ini masih pagi, tapi sudah terlihat beberapa murid yang datang.
"Lisa gimana Sal?" Tanya Vina di sela sela perjalanan.
Salwa menoleh lalu menaikan kedua matanya menanggapi pertanyaan Vina
"Gimana apanya?" Jawab Salwa, bertanya balik
"Kemarin lo kan bareng dia, lo gak tanya kenapa dia tiba tiba ngajakin kita buat jadi temenya?" Lanjut Vina masih dengan nada curiga.
Salwa terlihat berpikir sebentar. Kemudian tersenyum.
"Dia baik kok Vin, katanya gak ada alasan sih. Emang cari temen kan bisa sebanyak mungkin, lebih banyak temen, lebih baik katanya gitu"
Jelas Salwa terlihat berbinar hanya karena mengingat jawaban Lisa kemarin.
Vina lalu memutar bola matanya malas melihat ekspresi Salwa
"Pokoknya dia baik kok" Ucap Salwa buru buru melihat ke arah Vina.
Vina hanya mengacuhkanya, dan berjalan mendahuluinya.
Langkah Vina berhenti kala melewati kelas XII IPA 2, Dia melihat ada Lisa berdiri di depan pintu melambaikan tangan ke arah mereka.
"Hai Salwa, hai Vina" Sapanya ramah
Salwa membalas lambaian itu, dan Vina kembali dengan wajah datarnya.
"Hai" Jawab Salwa kemudian
"Kamu suka berangkat pagi ya Lis?" Tanyanya menghentikan langkah seraya menahan lengan Vina
"Mm enggak juga Sal, hari ini aku ada tugas piket makanya berangkat lebih awal" Jelasnya kemudian mengangkat sebuah sapu di genggamanya.
Salwa mengalihakan pandangannya melihat sapu itu dan lalu meringis sambil membuka mulutnya tanda dia salah menebak, ah dia memang tak pandai berbasa basi.
"Mm kalau begitu aku ke kelas dulu Lis" Katanya mendorong Vina untuk segera berjalan. Lisa lalu mengangguk saja
"Sampai ketemu nanti" Lanjutnya melambaikan tangan dan masuk ke dalam kelasnya
"Gue kira lo tuh pemalu dan gak mudah akrab. Eh gataunya udah akrab aja, heran" Cibir Vina setwlah sampai di bangkunya, lalu duduk.
Salwa mengedikkan bahunya acuh. Tak terlalu menanggapi cibiran Vina.
"Aku emang pemalu Vin, tapi gatau kenapa kalau udah sama orang yang sefrekwensi ya gitu" Jelasnya tenang. Vina menoleh
"Hah?" Memasang ekspresi tak seolah tak paham dengan apa maksud dari kata kata Salwa barusan
__ADS_1
"Lisa enak kok kalo diajak ngobrol, dan nyambung banget" Lanjutnya lagi memutar tas nya untuk mengeluarkan bukunya
"Pokoknya dia tuh mirip sama kamu, cuma bedanya dia lebih lembut aja" Finalnya dengan nada bercanda
"Jadi lo samain gue sama dia" Cibir Vina merasa tak terima.
Salwa hanya tersenyum geli menanggapi cibiran Vina
🌈🌈
Istirahat kali ini Salwa tidak ke perpustakaan, tepat setelah bel istirahat berbunyi Lisa sudah terlihat berdiri di depan untuk berangkat ke kantin bersama sama.
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kantin dan ketika melewati kelas XII IPA 1, Salwa tidak sengaja melihat Abhian yang sedang ngobrol dengan temanya, buru buru dia memutuskan pandanganya kala Abhian menatapnya balik.
"Salwa" Teriak Abhian
Ketiganya ikut berhenti mendengar teriakan itu, meskipun sudah jelas yang dipanggil hanyalah Salwa saja. Mereka kompak menoleh ke belakang dan mendapati seorang cowok berdiri di depan kelas IPA 1 yang baru saja mereka lewati.
Salwa hanya diam melihat Abhian berjalan menghampirinya
"Lo mau ke kantin?" Tanyanya setelah sampai, Salwa hanya mengangguk kaku seperti biasanya.
Dia kembali menjadi Salwa yang pemalu karena ada Vina dan Lisa di sampingnya.
Lisa memandang Abhian dengan tatapan lain, dan lalu bertanya kepada Abhian
"Kamu Abhian ya?" Tanyanya ragu, Vina dan Salwa kompak menoleh ke arah Lisa memasang raut penuh tanya
Abhian lalu mengangguk, masih memperhatikan Lisa yang ternyata mengenalinya.
"Lo kenal gue?" Tanyanya kemudian. Lisa tersenyum dan mengangguk saja.
Abhian sedikit berpikir, dan lalu mengangguk baru mengingat sesuatu kalau dua tahun yang lalu saat pelaksanaan upacara, dia pernah memberikan topi nya pada salah satu siswi. Ternyata namanya Bianca?
"Lo temenya ya? yang waktu itu sama dia?" Tebaknya juga mengingat ingat kejadian dua tahun lalu itu
Lisa mengangguk membenarkan. Sebentar kemudian dia menatap Salwa terlihat sungkan yang hanya diam memperhatikan percakapan dadakan keduanya.
Abhian lalu kembali menatap Salwa
"Gue gabung boleh Sal?" Tanyanya
Salwa lalu mengangguk saja dan tersenyum seperti biasanya.
"Yaudah yuk" Suara Vina terdengar, kemudian merangkul Salwa untuk segera melanjutkan langkah nya.
🌈🌈
Salwa masih diam, sampai di meja dan duduk juga masih dengan bibir yang bungkam.
Sedikit lega karena sepanjang perjalanan tadi Lisa mengajak Bhian mengobrol, jadi dia tidak harus bingung untuk mencari topik bicara bersama Bhian.
Mereka berempat sudah duduk, Salwa lalu berdiri.
"Kalian mau pesan apa?" Tanyanya "Biar aku yang pesenin" Ucapnya lagi
"Aku bakso sama es jeruk aja Sal" Jawab Vina.
__ADS_1
Salwa mengangguk dan beralih menatap Lisa
"Kalo aku cireng aja minumnya es jeruk juga" Katanya mengeluarkan ponsel di saku nya.
Salwa hendak bertanya pada Bhian tetapi Bhian ikut berdiri seperti dirinya
"Aku pesen sendiri aja, yuk" Katanya menggandeng tangan Salwa.
Vina yang melihat itu hanya diam, dia baru saja melihat Salwa bergandengan. bagi Vina itu adalah hal langka seumur hidupnya.
Salwa dan Abhian lalu berjalan menjauh meninggalkan meja mereka.
"Wah tumben" Gumam Vina beralih menatap ponselnya.
Lisa yang belum menyadari situasi langsung menoleh menghadap Vina dengan raut wajah bingung, Vina langsung menggeleng
"Itu Salwa, tumben banget mau di gandeng sama cowok" Jawabnya buru buru menunjuk Salwa dan Bhian yang sudah menjauh dari keduanya.
Lisa lalu mengangguk baru paham arah pembicaraan Vina.
"Emang Salwa ga pernah gandengan atau gimana Vin" Tanyanya, meletakkan ponselnya dan beralih menatap Vina
"Ga pernah lah, gue aja baru tau hari ini kalo dia punya temen cowok" Jawab Vina sekenanya
Lisa lagi lagi manggut manggut.
Sedangkan Vina baru ingat percakapannya dengan Salwa tadi pagi, soal Lisa, kenapa tidak sekarang dia menanyakan alasan Lisa mengajak Salwa berteman, Vina hanya sekedar ingin tau bagaimana jawaban cewek ini kalau yang bertanya adalah dia.
"Lis" Panggilnya ikut meletakkan ponsel beralih menghadap Lisa "Ya?" Sahut Lisa
"Gue mau tanya, apa alasan lo tiba tiba ngajak Salwa temenan?" Tanya Vina serius tanpa basa basi
Lisa lalu tersenyum seperti biasanya lalu wajahnya terlihat berubah serius.
"Sebenarnya aku udah kenal Salwa lama Vin" Katanya yang membuat Vina sedikit terkejut
"Dari dulu aku pengen ngajakin dia temenan tapi aku gak berani" Ucapnya dengan wajah berubah sendu
"Salwa anaknya rajin banget, aku beberapa kali ketemu dia di perpustakaan. Makanya aku gak berani buat sekedar deketin dia"
Lisa diam sebentar lalu menghembuskan nafas terlihat sedih membayangkan dirinya sendiri.
"Terus?" Kata Vina terlihat tak sabar
Vina sungguh penasaran dengan jawaban Lisa. Ternyata Lisa punya cerita tersendiri tentang mengapa dirinya mengajak Salwa berteman..
Dan jawaban Lisa bukan karena dia hanya ingin berteman saja seperti apa yang dikatakan Salwa tadi pagi.
Lalu apa?
...__________...
...HAPPY READING⚠️...
...JANGAN LUPA LIKE NYA, THANK YOU🌈...
Selasa, 26 Januari 2021
__ADS_1
My house📍