
Tak berlalu lama dia kemudian keluar rumah. Sepertinya cuaca sangat mendukung, tidak terlalu panas seperti cuaca Jakarta sebelumnya.
"Asyik nih" Gerutu Salwa sambil mengayunkan kakinya menuju trotoar jalan raya
**
Suasana perpustakaan umum masih terlihat begitu lenggang, hanya ada beberapa orang saja di dalam perpustakaan ini yang terlihat sibuk dengan buku di tangannya masing-masing.
Salwa kemudian masuk ke dalam masuk tanpa menimbulkan suara apapun, dia kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling penjuru perpustakaan.
"Suasana enak banget, tapi kenapa sepi gini" Gumam Salwa ketika sudah menemukan tempat duduk incaranya.
Tak lupa dia kemudian melepas blazer nya dan menyampirkan blazer itu ke tempat duduk pilihannya.
Dia juga meletakkan totebag di mejanya dan bergegas menuju rak perpustakaan yang menyimpan banyak buku di dalamnya.
Kakinya kemudian melangkah ke dalam bilik-bilik perpustakaan. Langkah demi langkah, Salwa tetap menilik satu persatu buku buku-buku tebal yang menjadi incarannya.
Setelah mendapatkan buku pilihannya, dia kemudian kembali ke tempat duduk favoritnya.
Setelah itu Salwa fokus membaca buku itu, lembar demi lembar sudah dia selesaikan.
__ADS_1
Kini sudah waktunya jam makan siang, dia kemudian mengeluarkan bekal yang sedari tadi berada di dalam totebagnya.
Selembar roti dan susu coklat hangat yang menjadi makanan favorit Salwa sudah dia siapkan diatas meja.
Sedikit menyingkirkan buku buku ke tepian meja, Salwa kemudian membuka botol susu coklat itu dan menenggaknya hingga separuh isinya.
"Kenyang sekali" Gumamnya sambil menyeka sisa susu coklat di sekitar mulutnya dengan tisu.
Dia kemudian menyimpan kembali botol susu dan tempat makannya kembali ke dalam totebagnya. Lalu Salwa melanjutkan membaca buku-buku tebal miliknya tadi
Sampai hari menjelang sore Salwa masih berkutat dengan buku-buku tebal di depannya. Dia bahkan tidak bergeming meskipun alarm dari ponselnya selalu berdering menandakan waktu sudah mulai sore
Tanpa Salwa sadari ternyata Abhian datang. Dia sudah duduk di depan Salwa dengan tatapan datar seperti biasa, Salwa sempat melirik kedatangan Abhian.
Abhian kemudian berdehem sebentar. Salwa melirik kembali dan baru menyadari kedatangan Abhian.
Matanya melotot dengan raut wajah terkejut
"Bhian" Pekik Salwa terkejut.
Abhian hanya menaikkan kedua bola matanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kamu kenapa tiba-tiba ada disini" Tanya Salwa kemudian
Abhian hanya mengedikkan bahunya acuh.
"Hanya mampir Sal" Jawab Bhian sambil terkekeh.
Salwa yang mendengar jawaban itu hanya menyangsikan jawaban Abhian. Dia sama sekali tidak menyadari jawaban aneh Abhian.
Sebentar kemudian Salwa memberikan satu buku tebal kepada Abhian.
"Ini bhi daripada gak ngapa-ngapain" Kata Salwa menyodorkan buku itu.
Abhian terkekeh saja sambil menerima buku tebal itu, dia lalu terlihat membukanya asal. Salwa hanya terkekeh menyaksikan tingkah lucu pacarnya itu.
Pasalnya bukan tidak sengaja Abhian mampir ke perpustakaan ini. Sudah Abhian pastikan kalau ada Salwa di dalamnya, makanya Bhian masuk ke dalam tempat ini.
Meskipun tidak terlalu menyukai perpustakaan, kalau ada Salwa di dalamnya pasti Bhian selalu saja berkorban demi pacarnya itu.
Salwa masih tetap cuek, Bhian mendesis.
Benar-benar si Salwa kalau sudah pegang buku pasti pacarnya pun tidak di gubris seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Sal? kamu lihat aku ada aku ngga sih?" Gerutu Abhian dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal