Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
SEMAKIN JELAS


__ADS_3

Hari ini Salwa sudah mulai bekerja lagi, luka di siku dan kedua lututnya sudah berangsur sembuh.


Kemarin waktu Salwa izin tidak masuk, dia beralasan kepada mbak Erin kalau ada tugas kelompok yang harus di kerjakan malam hari dan dia terpaksa harus izin bekerja.


Sebenarnya mbak Erin tetap ngotot mau datang ke kontrakanya, mungkin sedikit curiga mengingat Salwa tidak pernah mengesampingkan pekerjaan hanya karena kerja kelompok.


Biasanya Salwa pasti akan menyelesaikan tugas nya setelah bekerja, maka dari itu mbak Erin sedikit tidak tenang karena tiba tiba Salwa meminta izin padanya untuk tidak masuk bekerja.


Untung saja Salwa berhasil meyakinkan mbak Erin kalau dia izin tidak masuk bekerja murni karena memang ingin kerja kelompok.


Dan saat ini, saat Salwa sudah datang di coffe shop otomatis dia ketemu mbak Erin.


Baiklah mungkin dirinya akan di interogasi mbak Erin. mana mungkin Salwa bisa menyembunyikan plester di siku nya ini.


"Kamu kemarin gak kerja kelompok kan?" Ujar mbak Erin kepadanya


"Ayo ngaku kenapa tuh siku ada plester segala" Tambahnya masih dengan nada serius mengamati luka yang ada di sikunya


Salwa hanya nyengir, kalaus sudah begini dia seperti maling yang ketangkap basah, mau mengelak pun juga mbak Erin tak akan percaya padanya karena sudah melihat plester sialan ini.


"Iya deh aku ngaku" Katanya dengan tersenyum simpul "Kemarin.... aku jatuh mbak" Jelasnya hati hati


"A.. Apa?" seketika mbak Erin terkejut


"Gimana bisa kamu segede gini jatoh" Cibirnya dengan nada kesal.


Salwa lagi lagi hanya meringis mendegarkan cibiran bossnya. Yang cerewet nya sudah mengalahkan guru matematika di kelasnya


"Tapi aku udah sembuh kok mbak, tenang aja" Kata Salwa mantap


"Kamu tuh kebiasaan tau nggak, kalo ada apa apa gak pernah mau cerita sama mbak"


Mbak Erin terus mengomel sepanjang waktu, sampai akhirnya Salwa bisa terselamatkan dari omelan mbak Erin saat tiba tiba saja ada pelanggan yang menanyakan toilet.


Salwa akhirnya menunjukan tempat nya dan saat kembali di tempatnya mbak Erin sudah tidak ada, mungkin sudah pergi ke ruangannya atau nggak sudah turun.


"Syukurlah deh mbak Erin udah nggak ada" Gumamnya seraya menyibukkan diri dengan mesin kopi di depanya


Ini hari Kamis, hari ini Coffe shop lumayan ramai, tapi tidak seperti weekend.


Salwa sudah mengantarkan semua pesanan, tinggal membereskan alat alat dan mencuci semua peralatan yang dia gunakan tadi.


Di sela sela pekerjaannya tak lupa Salwa menyumpal telinganya dengan earphone mendengarkan pelajaran yang sudah dia rekam, saat asyik membersihkan mesin kopi tiba tiba pundaknya di tepuk oleh seseorang, Salwa menoleh dan mendapati mas Eky yang menunjuk telinganya mengisyaratkan kepada Salwa untuk melepas earphone di telinganya.


Salwa yang melihat itu langsung sigap menarik earphone itu, tak lupa mengucapkan maaf.


"Maaf mas Eky" Katanya sungkan


"Sans Sal, gue cuma mau kasih tau. Di bawah tadi ada yang nanyain lo"


"Siapa?"


"Gaktau juga gue, cowok tinggi banget"

__ADS_1


Setelah mas Eky bilang kalau cowok itu tinggi, Salwa sudah menduga itu pasti Abhian. Siapa lagi cowok yang kenal dengan namanya kalau bukan Abhian.


Tapi ada apa Abhian malam malam begini mencarinya?


"Shif lo kan udah kelar, cepetan gih turun kasian tu cowok nungguin lo kelamaan" Kata Mas Eky mengingatkan


"Oh iya ntar sampah nya biar gue yang buang, gakpapa" Tambahnya lalu memasang appron di tubuhnya


"Kalo gitu aku turun sekarang, makasih mas sebelumnya udah di kasih tau"


"Yo i Sal sama sama, ati ati"


Salwa hanya mengangguk lalu berjalan ke arah tangga, bersiap untuk turun menemui Abhian.


Ketika sudah berada di basement, Salwa segera menuju depan dia celingak celinguk mencari sosok Abhian, sorot matanya berhenti melihat motor ninja merah dengan cowok yang bertengger diatas jok nya.


Tidak salah lagi itu pasti Abhian, Salwa langsung menghampirinya. Belum terlalu dekat, Abhian sudah menoleh mengetahui Salwa berjalan ke arahnya.


"Lo mau pulang kan?"


"I- iya bhi, kamu lagi cari aku?"


Abhian tertawa saja menanggapi pertanyaan Salwa, Abhian menunggunya bukan hanya sekedar untuk mencarinya melainkan untuk mengantarnya pulang.


"Yuk!!"


Salwa masih belum ngeh dengan ajakan Abhian, dia masih diam di tempat. Sebentar kemudian matanya mengerjap karena Abhian menoel pipinya


"Huh? oh i i-iya bhi. Pulang" Jawab Salwa sudah terbata bata karena kaget dengan toelan Abhian di pipinya.


"Udah, naik. Gue anterin pulang" Kata Abhian memasang helmnya


"Jangan pulang sendiri, gue gak mau kejadian beberapa hari yang lalu keulang lagi. Udah buru naik" Lanjutnya menoleh ke belakang menunjuk jok nya yang masih kosong dengan dagu nya.


Salwa lalu naik dan motor pun melesat dari pelataran Coffe Shop itu.


🌈🌈


Salwa masih diam di boncengan Abhian, masih sedikit sungkan, harusnya Abhian tak usah repot repot untuk menjemputnya.


Dirinya bisa saja naik bus kota ataupun angkutan umum, karena memang setelah kejadian itu Salwa tidak akan jalan kaki lagi ketika pulang kerja.


Motor Abhian berhenti di depan gerobak ice cream. Lalu dia melepas helm nya.


"Mau ice cream?" Tawarnya masih berada di atas motor


"Huh, Mhh boleh" Kata Salwa masih gugup


Salwa laku turun, dan Abhian ikut turun.


"Mang Ice cream 2" Katanya kepada abang penjual ice cream


"Lo mau rasa apa?" Ucapnya kemudian bertanya pada Salwa

__ADS_1


"Vanilla aja bhi" Jawab Salwa


"Ice cream dua mang, varian vanilla satu, sama banana satu" Katanya menunjuk jajaran ice cream di dalam ice box besar itu


Setelah mendapatkan pesananya, Abhian lalu menyodorkan ice cream itu kepada Salwa.


Lama mereka diam


Salwa lalu berpikir sepertinya Abhian memang sengaja berhenti disini, mungkin dia ingin memberi kesempatan kepada dirinya agar menjelasakan perihal penolakannya saat di perpustakaan tadi siang, akhirnya dia beranikan juga memulai percakapan terlebih dahulu.


"Bhi" Panggilnya dengan nada lirih


Abhian menoleh


"hm?" Jawabnya


"Kamu sengaja ya berhenti disini?"


"Keliatan banget ya, apa situasi nya jelas banget kalau gue berhentiin lo terus beliin lo ice cream karena gue mau minta penjelasan ke lo, bener ya jelas banget" Keluhnya to the point, merasa dirinya sudah ketangkap basah menyogok salwa menggunakan ice cream agar mau menjelaskan masalah tadi siang.


Salwa tersenyum saja menanggapi ocehan Abhian, dia lalu mengangguk.


"Ah sorry sal, gue emang butuh banget penjelasan penolakan lo" Jelasnya sambil menjambak rambutnya sendiri, ekspresinya terlihat kesal.


"Iya aku emang mau jelasin bhi" Ucap Salwa tenang Abhian lalu menoleh dan memasang wajah serius.


"Bukanya aku gak suka sama kamu, tapi emang belum waktunya aja kita pacaran. Aku masih mau fokus sekolah dan ngejar cita cita aku dulu" Katanya dengan sorot mata yang teduh.


Salwa diam sebentar kemudian menarik nafas pelan lalu mulai melanjutkan penjelasanya


"Aku tau kamu bakalan kecewa, tapi emang aku gabisa kalo buat nerima itu. Kamu boleh bhi marah sama aku, karena emang aku pantes buat terima itu, aku belum bisa kasih alasan yang masuk akal ke kamu cuma itu yang bisa aku jelasin" Finalnya lalu memakan ice cream di tanganya yang hampir meleleh karena terlalu lama di biarkan.


Abhian lalu mengangguk, apa yang Salwa katakan sedikit membuatnya paham akan situasi ini.


Dirinya memang berhak marah pada Salwa, tapi Abhian tidak akan pernah bisa untuk marah.


Dia sudah terlalu mencintai Salwa, bahkan dirinya sendiri tidak tau kenapa harus jatuh hati pada gadis kaku di depanya ini. Semua datang dengan tiba tiba begitu saja, Abhian yang dari dulu tidak pernah tertarik dengan urusan cewek, mulai penasaran dengan Salwa. Abhian yang dari dulu masa bodoh dengan urusan cewek, juga mulai mengusik hidup Salwa.


Dia juga tidak mengerti, mengapa dirinya berubah khawatir hanya karena melihat Salwa penuh luka dan begitu peduli sampai mau merawatnya dan mengantarkan pulang malam itu.


Dia juga bingung dengan dirinya sendiri.


Bagi Abhian, kehadiran Salwa dalam hidupnya mengubah segalanya, mengubah prinsip cuek dan bodoamat yang sudah dia bangun dari dulu.


Bagi Abhian hanya Salwa yang merubah dirinya, karena memang dirinya sudah jatuh cinta kepada Salwa..


...**Happy Reading☀️...


...Jangan lupa like nya⚠️ Thank you**...


Rabu, 27 Januari 2021


My house📍

__ADS_1


__ADS_2