Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
OJEK ONLINE


__ADS_3

...Untuk kalian semua yang sudah mampir di Novel ini, yuk dukung author dengan cara LIKE di setiap bab nya dan COMENT sebanyak mungkin....


...THANK YOU❤️...


**


*2 tahun yang lalu..


Di sebuah rumah megah dengan bangunan yang menjulang tinggi seperti pencakar langit. Terlihat banyak orang yang datang silih berganti mendatangi rumah itu, bendera kuning yang tertiup angin juga menjadi pertanda bahwa pemilik rumah itu sedang berduka*.


"Kenapa Harus Salwa?" Teriak seorang gadis di dalam kamarnya dengan suara tertahan.


"Kenapa harus dia" Katanya lagi, masih dengan nada kesedihan dan penyesalan.


Gadis itu kemudian meneteskan air matanya, dan dia mulai terisak. Dengan sisa sisa tenaganya kemudian dia bangkit, ia hempaskan tubuh ramping itu ke ranjang besar di dalam kamarnya, lalu memandangi langit langit ruangan kamar bernuansa klasik itu.


Amarahnya masih belum hilang, gadis itu sangat terpukul jika harus mengingat hal yang amat sangat ia benci dalam hidupnya. Gadis itu kemudian mengepalkan tanganya kuat kuat, sesekali meremas sprei kasur berwarna cokelat muda itu.


"Sial" Kata umpatan lalu lolos dari mulutnya begitu saja


"Lo udah buat nyokap gue mati, itu artinya lo juga harus mati!!!!" Desisnya masih dengan rasa amarah yang meluap-luap


"Tunggu balesan dari gue, Salwa" Finalnya sambil mengeratkan rentetan giginya penuh nada ancaman dan dendam yang tertahan.


**


Seorang gadis dengan kuncir kuda dengan kacamata bulat sedang berdiri di depan tempat parkir sekolahnya, dia terlihat sedang menunggu seseorang. Siapa lagi kalau bukan Salwa yang sedang menunggu Abhian.


Sekolah memang belum terlalu sepi, tetapi tidak banyak siswa yang masih berada disana.


Salwa masih berdiri di depan tempat parkir itu, dia lalu mengambil ponsel dan earphone di saku seragamnya, daripada bosan menunggu Abhian yang belum tentu kapan datang lebih baik waktu singkat ini dia gunakan sebaik mungkin untuk mendengarkan rekaman materi UTBK yang ada di ponselnya.


Belum sempat menyalakan rekaman itu, dari kejauhan dia tak sengaja melihat Lisa berjalan menunduk melewati pintu gedung utama.


Salwa yang melihatnya buru buru berniat ingin memanggilnya, tetapi belum sempat dia memanggil nama Lisa, terlihat ada gadis lain yang juga ikut berjalan di belakang Lisa.


Gadis dengan rambut pirang itu terlihat sangat mencolok di sekolah elit yang sudah sepi ini. Salwa kemudian menyipitkan matanya terlalu penasaran dengan gadis asing itu.


"Dia siapa ya?" Gumamnya dalam hati bertanya pada dirinya sendiri.


Posisi mereka yang memang tak terlalu jauh membuat Salwa yakin kalau itu memang benar benar Lisa.


Tapi? siapakah gadis itu? mungkinkah teman Lisa ataupun hanya kebetulan saja dia berjalan di belakang Lisa.


Entahlah.. Salwa tidak tahu.

__ADS_1


Saat Salwa sibuk dengan apa yang dilihatnya, tiba tiba saja Abhian datang sambil membawa dua gelas minuman dingin sambil menyodorkan gelas minuman itu tepat di depan wajahnya.


"Lo ngeliatin apaan Sal?" Tanya Abhian sambil menyodorkan segelas minuman dingin yang sontak membuat Salwa sedikit terkejut.


"Eh, Oh gak liat apa apa kok bhi" Jawab Salwa singkat


Salwa kemudian meraih minuman itu "Makasih bhi" Ujarnya sambil mengangkat minuman itu dan tersenyum.


Abhian yang mendengar itu hanya bergumam hm saja, tak berselang lama Abhian lalu menoleh kearah Salwa.


"Udah daftar SNM?" Ucapnya bertanya.


Salwa lalu menggeleng "Masih besok Bhi daftarnya, kamu kenapa gak ikut SNM?" Jawabnya ikut bertanya.


Bhian yang mendengar pertanyaan itu hanya tertawa renyah "Gue gak mungkin lolos kali" Sahutnya dengan suara rendah


Salwa hanya manggut-manggut "Kamu keburu pesimis sih, belum dicoba juga" Kata Salwa yang terdengar seperti ejekan


Mendengar pernyataan Salwa, Abhian kemudian tersenyum saja "Bukanya pesimis Sal, emang kenyataanya gitu" Jelasnya lagi karena tak mau kalah dengan Salwa.


Salwa yang mendengar jawaban Abhian hanya tersenyum simpul menanggapinya, dia kemudian buru buru menilik arloji mungil di pergelangan tanganya karena hari sudah semakin sore, sambil tetap berusaha menghabiskan minuman yang masih tersisa setengah itu Salwa lalu menoleh kearah Abhian.


"Ini udah sore, kita pulang sekarang aja yuk bhi" Ajaknya.


Mendengar itu, Abhian lalu mengangguk saja dan bergegas mengambil motornya yang masih berada di dalam. Sedang Salwa tetap menunggunya di depan, beberapa detik kemudian Abhian berhenti di depan Salwa sambil membawa motor besarnya dan menyodorkan helm pada Salwa.


Salwa sempat membeku, jantungnya kembali berdebar saat tangan Abhian menyentuh rambutnya, dia bahkan tidak berani melihat Abhian dengan jarak dekat seperti ini. Alhasil Salwa hanya bisa manahan nafasnya sambil mengarahkan bola matanya kesana kemari.


"Udah beres" Final Abhian setelah helm terpasang di kepala kecil Salwa.


Salwa hanya tersenyum salah tingkah ketika wajah Abhian sudah menjauh. Sambil menormalkan degup jantungnya Salwa lalu mengerjapkan matanya.


"Hehe makasih bhi" Kata Salwa terdengar canggung dengan wajah tersipu malu.


Abhian yang mendengar itu hanya membalasnya dengan anggukan samar diikuti Salwa yang bersiap naik di boncengan.


Dalam hati sebenarnya Abhian sangat gemas melihat wajah Salwa yang tersipu malu karenanya, tetapi dia tau kalau bukan saatnya untuk menggoda gadis ini jadi dia putuskan hanya mengangguk saja seperti tidak terjadi apa apa.


Di dalam situasi seperti ini, Abhian tak henti hentinya mengulas senyum di bibirnya, dia kemudian memperhatikan Salwa dari kaca spion, setelah merasa Salwa sudah siap, dia kemudian buri buru melajukan motornya dengan santai meninggalkan pekarangan sekolah elit ini.


**


Hari sudah mulai sore, tetapi Vina terlihat baru saja keluar dari koridor kelasnya, suasana koridor begitu sepi membuat Vina buru buru melangkahkan kedua kakinya menuju lapangan utama.


Hari ini Vina tidak keluar kelas bersama Salwa karena ada tugas piket seperti biasa, sebetulnya tadi ada Rini dan Greta yang menjadi teman piket tetapi karena kebetulan hari ini adalah giliran Vina yang membuang sampah di pekarangan belakang sekalah, jadi dirinya harus menjalani tugasnya dahulu sebelum keluar dari sekolah ini.

__ADS_1


"Rini sama Greta songong banget pake acara ninggalin gue segala" Gerutu Vina merasa sebal.


"Awas aja entar kalo salah satu dari mereka ada yang kebagian buang sampah di belakang sekolah. Gak bakal tuh gue anterin" Tambahnya dengan suara menggebu tak henti hentinya meracau sepanjang perjalanan melewati lapangan utama


Vina sudah sampai di depan parkiran sekolah, dia kemudian berhenti sebentar sambil memutar tas ranselnya berniat mengambil dompet dan ponsel di dalam tasnya.


Hari ini Verel tidak menjemputnya seperti biasa karena memang Vina tidak bisa pulang di jam yang sama.


Rencananya dia akan naik ojek online saja, mengingat hari sudah semakin sore sudah pasti tidak ada bus kota yang akan lewat. Jadi Vina putuskan untuk memesan ojek online melalui ponselnya saja.


Sesudah menemukan dompet dan ponselnya buru buru Vina membuka aplikasi ojek online dan memesan driver. Sambil menunggu driver datang Vina tidak sengaja mendapati mobil Lisa yang masih terparkir dengan rapi di tempatnya.


"Itu bocah masih disini ternyata?" Ucapnya bermonolog pada diri sendiri.


Vina kemudian melangkah menuju mobil itu, tetapi setelah mendekat dia kemudian berhenti dan tidak jadi melanjutkan langkahnya karena mendapati orang lain yang berada di mobil Lisa.


Buru buru Vina memperhatikan gadis itu, meski Vina penasaran tetapi dia tidak bisa melihat wajahnya.


Gadis yang sedang duduk di kursi kemudi itu menarik ingatan Vina beberapa bulan yang lalu. Vina kemudian teringat pada seorang gadis yang pernah dia lihat bersama Lisa beberapa bulan yang lalu saat dia hendak mengajak Lisa pergi ke kantin bersamanya.


"Siapa sih tuh cewek, berani beraninya duduk di mobil temen gue. Gak sopan banget" Gerutu Vina penuh selidik


Dia kemudian mengayunkan kakinya ingin berniat menemui gadis itu, tetapi langkahnya yang penuh semangat tiba tiba saja berhenti kala merasakan getaran di ponselnya, melihat notifikasi ojek online yang sempat dia pesan tadi Vina lalu mencebikkan bibirnya terlihat sebal.


"Ini abang gojek gangguin aja, pas ditungguin lama giliran gak ditungguin cepet banget nyampenya" Dumel Vina menatap layar ponselnya dengan sedikit memicing.


Dengan perasaan dongkol Vina kemudian memutar tubuhnya, niatnya ingin bertanya pada gadis itu gagal sudah, Vina lalu sedikit berlari menuju gerbang utama bersiap untuk pulang dengan abang gojek yang sudah sempat dia pesan tadi.


...Happy Reading❤️...


...&...


...See You Next Chapter ❤️...


...Follow instagram @oldgxrlz_📎...


...Follow Twitter @julisunmaulany📎...


...REMEMBER!!!...


...Tinggalkan like di chapter sebelumnya yaa❤️...


...Jangan lupa juga like dan coment di chapter ini..❤️❤️❤️...


...See Youuuuuuu❤️...

__ADS_1


^^^Minggu, 21 Maret 2021📎^^^


^^^MyHome📌^^^


__ADS_2