
Salwa berjalan menuju gerbang dengan Vina di sampingnya. Sekolah memang terlihat sudah sepi karena bel pulang sekolah sudah berbunyi 15 menit yang lalu.
"Dijemput lagi" Tanyanya setelah sampai di depan halte
"Iya dong" Sahut Vina bersemangat, mengerlingkan kedua matanya pada Salwa
Salwa hanya manggut manggut
"Lo jalan kaki lagi Sal?" Tanyanya balik
"Iya dong" jawab Salwa bersemangat, ikut mengerlingkan kedua matanya menirukan gayanya tadi
"Idihh" Vina bergidik dengan nada terdengar lebay
Salwa malah tertawa melihat ekspresi sahabatnya itu.
"Yaudah gih, tuh udah dateng" Ucapnya menunjuk Cowok di seberang jalan
Cowok itu menaiki motor ninja berwarna merah dengan helm full face yang menutupi wajahnya, dilihat dari seragamnya, sudah di pastikan kalau cowok yang notabene nya adalah pacar Vina itu berbeda sekolah dengan mereka berdua
Salwa tidak tau persis siapa nama pacar vina, dan darimana asalnya. Hanya saja setiap kali vina curhat, Vina selalu menyebutkan nama Verel berulang kali, jadi sudah Salwa pastikan pasti nama cowok yang sering menjemput Vina itu adalah Verel.
Setelah pacaran dengan Verel, Vina memang tidak pernah naik bus kota lagi. Awalnya Vina merasa tidak enak hati pada Salwa karena harus meninggalkan nya sendirian, tapi lama kelamaan Vina juga terbiasa.
Sebenarnya Salwa tidak mempermasalahkan itu, ia tidak apa apa jika ditinggal. Toh akhirnya Salwa juga menuju tempat kerjanya berjalan kaki tidak ikut naik bus bersama Vina.
Tapi kalaupun Salwa melarangnya, Vina pasti juga akan menuruti kemauan Salwa. Tak tega juga jika harus melarang Vina yang terlihat bahagia ketika menyebut nama Verel.
Salwa sempat heran, kenapa wajah Vina selalu berseri seri kala menceritakan bagaimana senangnya berboncengan dengan Verel, itu menjadi tanda tanya besar bagi Salwa?
Sebenarnya Vina bisa sebahagia itu karena apa coba? dan lagi apa bedanya jika harus naik bus kota atau pun dibonceng dengan motor Verel? Kenapa Vina selalu tersipu malu ketika Salwa menanyakan hal itu
Apa mungkin Vina bisa sebahagia itu karena tumpangan dari motor ninja verel gratis dan tak perlu repot repot untuk bayar seperti bus kota?
Bener kan, karena gratis?
⭐⭐
Setelah Salwa melambaikan tangan ke arah Vina, seperti biasa ia mulai berjalan menuju tempat kerjanya, matanya sesekali memperhatikan sepatunya yang sudah usang.
Lihatlah! untuk membeli sepatu saja Salwa selalu berpikir dua kali. Karena memang mencari uang tidak segampang yang ia kira, Salwa harus pintar pintar berhemat supaya gaji yang ia terima bisa cukup untuk menghidupi dirinya selama sebulan.
Sepulang sekolah, murid lain akan istirahat, hangout, ataupun belajar? tapi semua itu tidak berlaku bagi Salwa!
Belajar? itu prioritas kedua dari mencari uang, bagi Salwa belajar bisa dimana pun dan kapan pun, itu tergantung niatnya bukan?
Seperti sekarang, saat berjalan pun, Salwa masih menyempatkan dirinya belajar lewat rekaman materi yang ia unduh di aplikasi belajar online dari handphonenya. Karena memang berniat, toh ia juga tak punya banyak waktu jika harus menunggu nanti hanya untuk belajar.
Salwa berjalan santai menyusuri trotoar, sesekali matanya bergerak keatas dan kebawah menghafalkan rumus dari materi yang ia dengar.
__ADS_1
Tetapi sepertinya ia merasa ada yang mengikuti dirinya.
Dadanya bergemuruh, Takut kalau yang mengikuti dirinya adalah copet seperti di film film yang pernah ia tonton.
Kepalanya kaku tidak berani menengok kebelakang, alih alih untuk menengok, ia malah mempercepat langkahnya merasa parno.
Tapi motor itu? kenapa suaranya semakin mendekat seolah mengejarnya. Salwa sempat ingin berlari sebelum akhirnya mendengar teriakan yang memanggil namanya.
"Salwa, tunggu!"
Suaranya terdengar tidak asing, kira kira siapa?
Salwa memutar badanya kebelakang, dan mendapati seorang cowok menggunakan jaket denim dengan motor ninja dan helm full face sedang melaju pelan kearahnya.
"Syukurlah bukan copet" gumamnya sambil mengusap dadanya. Merasa lega!
Cowok itu berhenti lalu menepikan motornya, membuka kaca helm nya dan menyugar rambutnya kebelakang. Sementara tangan kanan memegangi helm yang di letakkan di atas tangki motornya.
Abhian tersenyum, memandangi Salwa dengan tatapan sulit diartikan.
Salwa mengernyit heran, untuk apa Cowok ini memangil dirinya?
"Mau bareng?" Tawarnya tanpa basa basi.
Salwa menunduk, ia masih sedikit gugup walaupun sudah bertemu Abhian beberapa kali
"Ng.. gausah" tolaknya dengan nada halus
"Ng.. G-gausah" Jawab Salwa mengulang kata kata nya.
"Kenapa gausah?" Sahutnya, lalu turun dari motor. Sedikit mendekat supaya bisa mendengar jelas suara Salwa
"Lo mau kerja kan? Yaudah ayo bareng! gue juga sekalian mau kesana" Jelasnya pada Salwa, berdiri dengan satu alis terangkat menunggu responya
Salwa hanya diam beberapa saat, Ia hanya menatap Abhian, cukup lama sampai Abhian lagi lagi harus menghela nafas panjang. Harus sabar menghadapi cewek macam Salwa ini.
"Gimana?" lagi lagi suara berat itu terdengar
Salwa segera tersadar, bingung juga mau menjawab apa. Menolak pun rasanya tidak bisa, akhirnya ia anggukkan kepalanya samar
"Oke naik" Jawab Abhian sambil menyunggingkan senyum, berlalu menuju motornya.
Abhian sudah naik ke atas motor dan memasang helmnya, Ia melirik kaca spion sebentar.
Kenapa gadis itu malah gelisah dan tak kunjung naik? Abhian menoleh ke belakang
"Kenapa gak naik?" Tanyanya sambil membuka kaca helmnya
"I i itu, aku pake rok. Jok nya tinggi banget" Sahutnya hati hati.
__ADS_1
Abhian maggut manggut seolah mengerti apa yang membuat Salwa enggan untuk naik, ia lalu melepaskan jaket denimnya dan menyodorkan pada Salwa
"Nih" Katanya, dengan mengulurkan jaketnya.
"Buat apa?" Tanya Salwa dengan raut wajah bingung
Abhian sempat ragu, ia lalu menarik lagi jaketnya dan maju lebih dekat ke arah Salwa. Mengikat jaket besar itu ke pinggang nya, Salwa mematung dengan perlakuan mendadak Abhian.
"Ya buat di gini in sal, buat apa lagi?" Gumamnya
Salwa hanya diam, sekarang ia benar benar menjadi batu untuk kesekian kalinya gara gara perlakuan Abhian
"Buat nutupin kaki kamu" Katanya menyudahi pekerjaaan nya
Yuk!" Ucapnya, sambil berlalu menuju motornya.
Salwa menarik nafas nya dalam, menetralkan degup jantungnya.. Lalu naik ke boncengan motor Abhian..
🌈🌈
Jalanan Jakarta, sore itu tidak terlalu padat, Abhian mengendarai motor nya dengan santai. Sesekali ia melirik kaca spion. Wajah Salwa terlihat damai juga dihiasi senyuman tipis, mengedarkan pandanganya menikmati pemandangan jalanan
Kenapa Abhian harus terhipnotis dengan wajah itu? apa sebenarnya yang membuat dirinya selalu tersenyum kala melihat wajah damai milik Salwa.
Hatinya terasa menghangat ketika melihat senyum manis itu.
"Sal, gue mau ngebut. Lo pegangan!" Teriaknya di tengah kebisingan jalan.
Salwa hanya diam, tanganya tetap diam.
Abhian tahu Salwa sudah mendengar kata kata nya, tanpa pikir panjang ia melajukan motornya dengan kecepatan penuh, tiba tiba ngebut. Salwa spontan kaget lalu memeluk nya dari belakang.
J A C K P O T! rencananya berhasil.
Salwa kaget tentu saja, ia buru buru ingin menarik dirinya, tapi tangan kekar Abhian menahanya.
"Udah gini aja gakpapa, lagian lebih aman kalo lo meluk gue" Katanya sambil terkekeh
Salwa hanya menghembuskan nafas nya pasrah, menurut saja apa kata Abhian. Sekarang Salwa hanya perlu menormalkan degup jantungnya, yang rasa rasa nya berdetak 1000X lebih cepat dari biasanya.
Wah bahaya Salwa bisa pingsan nih😆
...H A P P Y R E A D I N G 🔥...
...Aku update lagi nih🤩...
...masih seputar Salwa yang jantungnya lagi lagi mau senam, karena ulah Abhian ya wkwkw...
Buat semuanya makase udah mau nyempetin pencet like di cerita aku, dan makase juga buat yang jempolnya tiba tiba keseleo terus klik follow di akunku~eh😆
__ADS_1
^^^**Rabu, 20 Januari 2021^^^
^^^My house📍**^^^