Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
NOMOR TIDAK DIKENAL


__ADS_3

**


Sepulang dari bekerja Salwa lalu sedikit menyempatkan waktu untuk mampir ke kantin, dia mengeluarkan buku tebal miliknya sembari mengeluarkan ponsel yang ada di kantongnya. Ia letakkan di mejanya, tak lupa mengeluarkan kacamata dan memasangnya lalu mulai membaca dengan teliti seperti biasa.


Tak terasa sudah 30 menit berlalu dia lalu menguap sambil meregangkan otot-otot nya yang sedikit kaku karena lelah bekerja, jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam itu artinya sudah waktunya untuk Salwa bergegas pulang.


"Cepet banget deh jam nya, perasaan baru sebentar duduk sambil baca buku" gerutunya sambil merapikan barang barang yang tertata di depanya.


Setelah semua beres Salwa lalu bergegas keluar kantin dan memasuki lift menuju lantai bawah, anehnya sudah lama tombol lift ia tekan namun lift tetap saja berada di lantai atas, masih dengan kesabaran Salwa tetap menunggu. Beberapa saat kemudian lift turun dan pintu lift terbuka.


Kosong! tidak ada orang di dalam lift itu. Salwa yang sudah capek tidak terlalu menghiraukan dan langsung masuk saja, ia tekan tombol lift untuk turun, sambil mengamati angka yang berganti di lawyer Salwa menyenderkan tubuhnya di dinding lift, dia lalu mengangkat pergelangan tangan dan nelihat arloji mungil itu. Jam sudah menunjukkan pukul 11 lewat 20 menit.


Pintu lift terbuka, Salwa lalu beranjak menuju basement. Dia langsung saja melangkah menuju pintu keluar dan sampai pada jalan raya yang masih bising dengan kendaraan yang lalu lalang.


Maklum, kota metropolitan ini selalu saja ramai dengan kendaraan meskipun malam sudah larut seperti ini.

__ADS_1


Tidak sampai 15 menit Salwa sudah sampai di rumahnya, mengambil kunci dan buru buru dia membuka pintu itu, mendorong nya hingga muncul suara derit yang bising, suasana malam itu semakin hening. Salwa tidak pernah menghiraukan apapun karena memang dia sudah dirundung dengan rasa capek, setelah masuk rumah dia lalu bergegas membersihkan diri dan bersiap tidur.


**


Kicauan burung terdengar saling bersahutan, sinar mentari masuk lewat celah celah jendela kamar rumah mungil itu.


Salwa mengucek matanya dengan malas, masih bergelung dengan selimut tebalnya dia lalu berusaha duduk dengan sayup sayup ia raih jam yang ada di samping ranjang dan melirik nya dengan terlihat malas.


06.30


Dia kembali tertidur tanpa mengecek ponselnya, sudah menjadi kebiasaan Salwa karena memang ponsel tidak terlalu penting baginya. Abhian? jangan tanyakan dia karena mereka sangat jarang berkirim pesan untuk sekedar bertukar kabar. karena kalo memang penting. Abhian pasti akan langsung menelfon dirinya.


Tidak lama kemudian ponsel itu berdering, Salwa lalu membuka mata dengan malas sambil mencari benda pipih yang bersuara nyaring itu. Tanpa melihat si penelepon pun Salwa sudah pasti tau kalo Abhian lah yang menghubungi dirinya ketika weekend seperti ini.


"Halo" Sapa Salwa dengan suara khas bangun tidur

__ADS_1


Hening dan tidak ada jawaban.


"Halo bhi?" Imbuh Salwa masih dengan suara serak karena nyawa masih belum terkumpul.


Masih sama, tidak ada jawaban dan tidak ada suara sama sekali. Sedikit penasaran Salwa lalu melihat layar ponselnya, rentetan nomor tidak di kenal terpampang nyata di layar ponselnya. Salwa agak menyipitkan mata sambil mengerutkan dahinya, tenyata bukan Abhian pikirnya.


Lalu nomor siapa ini?


Baru saja Salwa ingin mengatakan halo untuk ketiga kalinya, terlihat panggilan sudah di akhiri oleh sang penelepon. Salwa semakin menyipitkan mata dan sedikit menghela nafas kasar.


"Pagi pagi udah dapet spam" Cerocosnya dengan mata yang masih tertutup.


Dengan sedikit malas Salwa lalu beranjak dari tempat tidurnya, tidak lupa ia lipat selimut dan sedikit merapikan bantal dan guling yang terlihat berserakan diatas kasur mungil itu, setelah semua rapi Salwa lalu meregangkan sedikit otot-otot yang sedikit kaku lalu dengan malas dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sepertinya weekend ini Salwa hanya akan menonton drama saja.

__ADS_1


__ADS_2