
**
Salwa yang masih bingung mencari Abhian, menemukan Abhian ada di taman paling ujung, dengan anak kecil di sampingnya. Entah siapa Salwa juga tidak paham, dia lalu bergegas menghampiri Abhian.
"Eh ada kakak dateng" Kata Abhian sambil menunjuk Salwa.
Ketika melihat Salwa menghampiri mereka berdua, gadis kecil itu kemudian menoleh ketika mendengarkan instruksi yang Abhian katakan.
Dari kejauhan Salwa hanya tersenyum simpul ke arah mereka berdua. Setelah sampai dia kemudian duduk di samping anak kecil itu.
Gadis kecil itu kemudian menatap Abhian dengan tatapan penuh tanya. Namun Abhian masih diam, sebentar kemudian Salwa lalu bertanya pada Abhian.
"Ini siapa bhi?" Tanya Salwa, sambil mengelus rambut anak kecil itu dengan lembut.
"Nggak tau Sal" Jawab Abhian sambil mengedikkan bahu.
"Ini tadi dia sendirian aja disini makanya aku temenin" Tambah Abhian menjelaskan.
Salwa hanya manggut-manggut saja, dia kemudian bertanya kepada anak kecil itu sambil sesekali mengulas senyum di bibir kecilnya.
**
Dari kejauhan terlihat sepasang mata yang mengamati mereka, entahlah. Sulit dijelaskan untuk dirinya bisa melihat Salwa dan Abhian sama sama tersenyum satu sama lain.
Sedangkan dia hanya sendirian tanpa seorang teman, mungkin ini sudah menjadi balasan untuknya setelah perbuatan yang dia lakukan dulu.
Dia tersenyum getir, menertawakan kebodohan dirinya. Mau menyesal pun dia rasa sudah tidak ada gunanya.
Dia sangat bingung dengan kehadiranya disini. Apakah memang seharusnya dia temui mereka atau hanya melihatnya dari kejauhan seperti sekarang ini.
Setelah itu Gadis itu memutuskan untuk pergi dari situ, dengan berjalan menyusuri lorong rumah sakit sambil mengeluarkan sebatang rokok dari kantong jaketnya.
Hampir saja ia nyalakan sebatang rokok yang ada di genggamanya itu, namun lagi lagi dia urungkan niatnya ketika melihat tulisan dengan dasar warna hijau yang tertempel rapi sepanjang lorong rumah sakit ini.
"DILARANG MEROKOK"
Akhirnya rokok itu hanya berada pada genggaman tanganya sampai dia benar-benar keluar dari pelataran rumah sakit ini.
Setelah melewati pintu keluar, gadis itu hanya berdiri mematung. Mengamati jalan raya yang ramai dengan motor yang lalu lalang, dia kemudian menertawakan dirinya kembali.
__ADS_1
"Dasar bodoh" Kata gadis itu merutuki dirinya sendiri.
Lama dia berdiri akhirnya dia capek dan memutuskan untuk duduk di pinggiran trotoar di depan rumah saki ini.
Gadis itu duduk di pinggiran trotoar sambil menyalakan rokok, menghisapnya dengan tenang sambil sesekali memejamkan matanya.
Pikirannya lalu menerawang jauh, sambil sesekali meludah ke jalanan. Dia seperti sedang merencanakan sesuatu entah apa itu.
Hanya diam beberapa saat sambil menghisap rokoknya, kemudian dia mengeluarkan ponsel dan menekan beberapa tombol dari ponselnya.
Sepertinya dia sedang menghubungi seseorang, benar saja setelah beberapa saat ponsel dia masukan ke dalam saku datanglah sebuah mobil sport berwarna putih melaju kencang dan berhenti tepat di depan gadis itu.
Dengan cepat gadis itu kemudian berdiri menengok kanan dan kiri seperti sedang memastikan keadaan sekitar, setelah itu dia membuka pintu mobil di samping kemudi dan masuk ke dalam mobil itu.
Dia pergi meninggalkan rumah sakit dengan seseorang entah siapa itu.
**
Gadis kecil bernama Rista itu ternyata adalah anak dari dokter yang menangani Abhian. Dia ternyata sedang ikut dengan bapaknya yang sedang bertugas di rumah sakit ini.
Sebenarnya ada baby sitter yang bertugas menjaga Rista, namun entah mengapa tadi Rista hanya sendirian bermain di taman ini.
Kini Salwa dan Abhian sudah berada di ruangan TULIP yang ada di lantai 4, ketika masuk ke dalam ruangan Abhian mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.
Semua sudah tertata rapi, Salwa kemudian duduk di sofa panjang sambil menghembuskan nafas panjang.
"Capek banget" Kata Salwa, sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.
Abhian hanya diam, dia kemudian memutar kursi rodanya. Masih dengan selang infus yang tergantung di pinggir kursi roda, Abhian lalu menghampiri Salwa yang masih terlihat memejamkan mata dengan keringat yang mengucur dari pelipisnya.
"Capek banget ya Sal?" Tanya Abhian
Salwa lalu membuka mata dan menoleh ke arah Abhian. Dia menghembuskan nafas samar lalu tersenyum saja menanggapi pertanyaan Abhian.
"Iya bhi sedikit" Jawab Salwa sambil kembali memejamkan matanya.
"Yaudah kamu tidur aja" Kata Abhian lagi
Salwa hanya mengangguk tanpa membuka matanya. Beberapa menit kemudian dia lalu terlelap di alam bawah sadarnya, melihat itu Abhian hanya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Cepat sekali tidurnya" Kata Abhian dengan suara yang sangat pelan.
Tanpa menghiraukan Salwa yang lagi tertidur lelap Abhian kemudian mengeluarkan ponsel miliknya. Karena rasa bosan yang menyerangnya dia lalu memainkan ponsel miliknya.
Sebenarnya Abhian sudah tidak betah di rumah sakit ini. Selain aroma yang tidak disukai oleh Abhian segala bentuk yang berhubungan dengan rumah sakit Abhian sangat tidak menyukainya.
Menurut Abhian semua hal yang berbau rumah sakit sangatlah dia benci. Selain, berhubungan dengan orang yang sakit Abhian juga sama sekali tidak menyukai hal hal yang berkaitan dengan jarum suntik.
Hari sudah menjelang sore, matahari sudah hampir terbenam. Namun Salwa tak kunjung bangun, dia masih terlelap dengan tidurnya, Abhian tidak membangunkan dirinya sebab terlalu kasihan melihat Salwa yang terlihat begitu capek dengan mata terpejam itu.
**
Salwa akhirnya bangun, masih dengan rasa malas yang menyerangnya. Matanya masih sayup sayup dia lalu berusaha bangun, Abhian tidak ada di dalam ruangan ini.
"Kemana lagi Abhian" Kata Salwa lagi dengan nada malas.
Salwa masih enggan untuk berdiri, masih duduk di sofa tempat dia tertidur tadi. Dengan malas dia lalu berdiri, dan berjalan menuju nakas di samping tempat tidur Abhian.
Meraih sebotol air dan meminumnya. Lalu setelah itu dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, baru beberapa langkah terdengar suara ketukan pintu.
Tokk...tokkk...tokkkk..
Salwa diam, mendengar ketukan pintu itu dia lalu bertanya kepada dirinya sendiri "Siapa ya?" Tanyanya dalam hati
"Kalo Abhian gak mungkin, kenapa gak langsung masuk aja" Lanjutnya sambil berjalan menuju pintu dan membukanya
Setelah pintu terbuka Salwa mendapati anak kecil dengan kuncir kuda tersenyum kepada dirinya. Ternyata Rista yang datang, Salwa kemudian tersenyum dengan lembut.
"Loh, ada apa sayang?" Kata Salwa bertanya
Rista kemudian menyerahkan bungkusan kecil kepada dirinya "Tolong kasihkan ini ke kak Abhian ya kak Salwa" Katanya kemudian
Salwa lalu menerima bungkusan itu sambil mengangguk "Kak Abhian lagi keluar, Rista mau nunggu kak Abhian dulu apa gimana?" Tanya Salwa kepada Rista.
Rista terlihat menggeleng pelan "Ayah udah mau pulang, pasti sebentar lagi aku di cariin sama Ayah" Jawab Rista dengan nada sendu
Salwa hanya manggut-manggut dengan raut wajah sedih "Yaudah kalau begitu nanti kakak sampein ke kak Bhian ya" Kata Salwa lagi
Rista kemudian tersenyum senang, dia lalu berpamitan kepada Salwa untuk pulang bersama Ayahnya dan pengasuh nya.
__ADS_1