
2 Tahun yang lalu..
Dua gadis remaja terlihat berjalan beriringan dengan bersenda gurau, mereka sangat akrab dan begitu manis dengan sesekali melempar tawa satu sama lain. Karena memang baru beberapa meter keluar dari gerbang sekolahnya, mereka terlihat masih menggendong tas ransel di punggungnya masing masing.
Bianca dan Lisa.
Kedua murid di tahun pertama SMA Garuda yang sama sama berada di kelas X-IPA 2, bersahabat sejak kecil membuat keduanya terlihat memang begitu akrab satu sama lain seperti halnya kakak beradik.
Meski secara ekonomi keluarga Lisa dan Bianca sangat berbeda itu semua tidak membuat persahabatan mereka menjadi renggang.
Ayah Bianca bernama Joesef Altaf, Ya! salah satu pengusaha kaya raya yang sukses dan memiliki beberapa induk cabang kantor di Jakarta, bukan hanya di dalam kota metropolitan ini saja, usaha Joesef Altaf juga sudah berkembang di berbagai luar kota di Indonesia.
Sedangkan alasan Bianca bisa begitu akrab dengan Lisa adalah, itu karena Ibunda Lisa yang menjadi pengasuh Bianca sejak kecil. Tak heran jika Lisa sering kali ikut bermain di rumah Bianca dan akhirnya berteman baik satu sama lain
Sepanjang hari Bianca dan Lisa selalu menghabiskan waktu berdua, bahkan tak jarang Lisa kerap menginap di rumah megah Bianca.
Mereka berdua hidup bersama dengan kebahagiaan yang begitu berlimpah, Bianca tak pernah berlaku buruk pada Lisa, begitu juga sebaliknya Lisa pun tak pernah mengeluh apapun yang diminta oleh Bianca. Itulah sebabnya keduanya terlihat akrab dan rukun seperti saudara kandung walaupun sebenarnya mereka berdua tak ada ikatan darah sama sekali.
Tetapi takdir berkata lain, karena semenjak kejadian "itu", Bianca sama sekali enggan untuk berbicara pada Lisa, tentu saja hal itu membuat Lisa menjadi sedih dan merasa bersalah. Dia tak pernah bosan datang ke rumah Bianca dan mengetuk pintu kamarnya sambil mengucapkan kata maaf berulang kali tetapi tidak pernah sekali pun Bianca membukakan pintunya.
Pernah sekali Lisa datang ke rumah megah itu, dia berniat untuk meminta maaf untuk kesekian kalinya kepada Bianca tetapi sepertinya tidak semudah itu. Jadi Lisa putuskan untuk mengakhiri semuanya.
Dan hingga suatu hari Bianca sendiri tiba tiba datang menghampiri Lisa di depan perpustakaan sekolahnya.
Dia mengulurkan tangannya sembari tersenyum manis seperti biasa kepada Lisa, tentu saja Lisa langsung berbinar senang dan menerima uluran tangan itu, tetapi Lisa tidak menyadari jika uluran tangan itu adalah sebuah keburukan bagi hidupnya.
Karena semenjak itu, semakin lama sifat Bianca semakin berubah. Dia tetap menyimpan rasa dendam kepada Salwa yang Bianca yakini adalah sebab Ibu nya meninggal dunia
Bahkan ketika mengetahui bahwa Salwa sedang dekat dengan cowok yang Bianca cintai, dendam Bianca semakin menjadi jadi terhadap Salwa
**
"Keluar gih dari mobil gue" Ujar Bianca membentak Lisa
Lisa diam lalu berusaha mencerna ucapan Bianca.
__ADS_1
"M.. maksutnya?" Tanyanya terdengar hati hati.
"Lo budek ya!" Jawab Bianca masih dengan nada membentak, tatapanya terlihat semakin geram.
Lisa menciut, dia kemudian buru buru membuka pintu mobil, tetapi Bianca menarik tasnya dari belakang.
"Tas, hp sama dompet lo tinggal" Ujarnya sambil berusaha menarik paksa tas yang berada di punggung Lisa dengan kasar.
Lisa lalu memutar tubuhnya menghadap Bianca, tanpa melihat wajah Bianca lagi dia kemudian melepas tasa ranselnya dan buru buru keluar dari mobil itu. Sedangkan Bianca hanya tersenyum miring melihat Lisa yang terlihat sangat lemah di depanya.
Tak lama setelah Lisa keluar dari mobil itu, Bianca lalu menghidupkan mesin mobil dan melesat pergi meninggalkan Lisa yang berdiri mematung di pelataran sekolah yang sudah sangat terlihat sepi.
Lisa kemudian tersenyum saja meratapi dirinya yang begitu lemah di hadapan Bianca, mau melawan pun rasanya tidak bisa karena Bianca selalu mendapatkan apa yang dia mau. Bukan karena takut kepada Bianca, Lisa hanya tidak mau Ibu nya celaka jika dirinya bersikap egois . Jadi sejak saat kejadian "Itu" Lisa sudah memutuskan kalau dirinya akan menuruti semua kemauan Bianca asalkan Ibu nya tidak kehilangan pekerjaanya.
Hari sudah semakin sore, Lisa kemudian melangkah menuju gerbang sekolah. Dia lalu duduk di halte dengan tatapan kosong memikirkan nasibnya yang lagi lagi menimpa dirinya.
Tidak ada ponsel juga tidak ada dompet dia tak menbawa uang sepeser pun karena memang tas yang menyimpan semua itu di ambil paksa oleh Bianca tadu, jadi sepertinya sore ini Lisa akan pulang jalan kaki lagi.
Lisa berjalan sambil menahan sesak di dada nya, mengayunkan kaki menyusuri trotoar sambil sesekali menyeka mata yang mulai berkaca kaca.
"Kenapa hanya yang kaya yang di beri kebebasan dan kekuasaan?" Ucap Lisa lagi dengan suara parau bertanya tanya seorang diri.
Lisa ingin berontak tetapi tidak bisa, mau melawan pun rasanya akan sia sia saja karena memang si miskin seperti dirinya tidak berhak untuk memilih bukan?
Dia tetap berjalan berharap waktu bisa berputar lebih cepat. Karena Lisa hanya bisa pasrah menghadapi semuanya, biarlah waktu yang menentukan bagaimana nasibnya kelak, karena dengan begini Ibu nya pasti akan baik baik saja.
Ya biarlah waktu yang menentukan kapan semua ini akan berakhir, karena bagi Lisa kebahagiaan Ibunya adalah kebahagiaan dirinya juga.
**
Vina turun di depan toserba yang berada tak jauh dari komplek perumahanya tak lupa dia juga menyodorkan helm serta dua lembar uang sepuluh ribuan pada abang gojek sambil tersenyum ramah.
"Makasih mang" Ujarnya mengangguk sopan dan berlalu pergi menuju pintu toserba.
Bukan atas kemauan Vina berhenti di depan toserba ini, pasalnya selama perjalanan tadi ibu nya tak henti henti nya menelpon Vina untuk membelikan keperluan memasak. Entah apa yang sedang terjadi di rumahnya Viba tidak mengerti kenapa Ibu nya menyuruhnya berbelanja dadakan begini.
__ADS_1
Biasanya Ibunya yang sangat sibuk itu tidak pernah bingung dengan masalah dapur, apalagi memasak. Karena memang Ibu Vina adalah seorang dokter jadi bisa di bilang orangnya sangat super duper sibuk dan jarang sekali berada di rumah, jadi tadi Vina sempat bertanya-tanya ketika Ibu nya itu menyuruh dirinya pergi ke toserba untuk berbelanja keperluan masak.
Vina berjalan menyusuri rak rak di dalam toserba, dia lalu mengambil keranjang yang ada di dekat kasir. Setelah itu dia bergegas mengambil satu per satu bahan makanan yang akan dibeli, karena memang yang dibutuhkan agak terlalu banyak, Vina putuskan untuk mengambil keranjang lagi. Buru buru dia masukan semua keperluan yang di butuhkan setelah dua keranjang itu penuh dan tidak ada lagi yang dia butuhkan Vina lalu bergegas menuju kasir untuk melakukan pembayaran.
Beberapa menit kemudian Vina keluar sambil menenteng dua kantong plastik sambil berusaha mengantongi dompet dan ponselnya di dalam saku seragam yang masih dia kenakan.
"Buset ini belanjaan berat banget yak" Cerocosnya terlihat geram "Emak gue tega banget dah sama anak sendiri, nyuruh gue beli ginian banyak banget!" Lanjutnya sambil memasang wajah sinis menatap kedua kantong plastik di tanganya
Sambil berhenti di pinggir jalan raya, Vina lalu menghembuskan nafas kasar. Menengok kanan dan kiri lalu menyebrangi jalan raya dengan dua kantong belanjaan yang dia bawa. Cuaca kota Jakarta sore ini masih terlihat sangat cerah karena memang matahari masih bersinar begitu terang.
Sambil berusaha menyebrangi jalan raya, dari kejauhan Vina tak sengaja melihat seorang murid yang mengenakan seragam yang sama seperti dirinya. Dia lalu bergegas menepi dan menyipitkan kedua matanya, menajamkan penglihatanya karena memang posisi mereka sangat berjauhan jadi Vina agak sulit untuk mengetahui siapa murid yang berjalan itu.
Lama Vina hanya berdiri sambil menenteng dua kantong plastik di pinggir jalan raya. Tatapannya maish tetap sama, ketika murid itu sudah sedikit mendekat ke arahnya, Vina sontak terkejut menyadari bahwa murid yang sedang berjalan kaki itu adalah Lisa.
"Lisa!!!!" Kata nya dengan suara tertahan sambil membulatkan kedua pupil mata nya lebar lebar.
...HAPPY READING❤️❤️...
...&...
...SEE YOU NEXT CHAPTER ❤️❤️**...
Good Night!!!
Aku update next part nya loh, jangan lupa tinggalkan LIKE dan COMENT di kolom komentar yaa❤️
...Follow📌...
...Twitter: @julisunmaulany📎...
...TERIMAKASIHH✍️...
^^^Minggu, 28 Maret 2021📎^^^
^^^MY HOME❤️^^^
__ADS_1