Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
CEMAS DAN KHAWATIR


__ADS_3

Setelah pulang dari kontrakan Salwa subuh tadi, Abhian tidak langsung pulang ke rumahnya, dia malah menyusuri jalanan lingkungan kontrakan Salwa, berharap bisa menemukan kedua lelaki itu, sayangnya tetap nihil, Abhian bahkan tidak bisa menemukan apapun yang terlihat mencurigakan


Pagi ini, dia sudah tiba lagi di depan kontrakan Salwa, lengkap dengan seragam dan tas ransel di punggungnya.


Abhian benar benar menjemput Salwa supaya bisa berangkat sekolah bersama.


Dia berhenti di depan kontrakan Salwa, tidak langsung turun melainkan masih berada diatas motornya, lalu melihat sekeliling dan mengamati lingkungan rumah ini.


Sekarang Abhian paham mengapa kedua lelaki kemarin tidak langsung mendobrak pintu dan malah mengetuk pintu seperti sedang bertamu, bukankah hanya untuk mendobrak pintu itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan keduanya, itu karena memang mereka memiliki akal yang benar benar cerdik, mereka main aman, terlihat dari cara mereka untuk mengancam seseorang bukanlah cara biasa, mereka bahkan sudah memperhatikan jauh jauh hari lokasi yang akan mereka datangi.


Memang benar, kontrakan Salwa di kelilingi banyak rumah, dan jarak rumah satu dengan yang lain juga tidak terlalu jauh, kalau memang kemarin kedua lelaki itu nekat untuk berbuat jahat, Salwa bisa saja berteriak dan sudah pasti para pemilik rumah di lingkungan ini akan mendengar teriakanya.


Jadi itu sebabnya mereka kemarin tetep kekeuh tidak mau mendobrak pintu itu dan malah mengetuknya terus menerus meski tau pemilik di dalamnya tak akan pernah mau membukakan pintu itu, ternyata mereka hanya ingin membuat Salwa ketakutan.


Lihatlah orang orang suruhan itu bahkan sengaja berpura pura bertamu hanya untuk mengelabui masyarakat disini? Wah benar benar, siapa sebenarnya orang dibalik semua ini.


Abhian hanyut dengan pikirannya sendiri, beberapa saat kemudian dia baru sadar saat melihat Salwa yang keluar dari balik pintu kontrakanya


Salwa memutar tubuhnya dan menghampiri Abhian dengan raut wajah kaku seperti biasa, penampilanya hampir sama dengan Abhian, dia sudah berseragam rapi, lengkap dengan tas ransel dan kacamata yang bertengger di hidungnya.


Setelah sampai tepat di samping motor Abhian, Salwa lalu memperhatikan Abhian dengan raut wajah penasaran.


"Lo kenapa ngeliatin gue mulu" Ucap Abhian kemudian.


Salwa terkesiap dengan pertanyaan itu


"Kamu kenapa kayak bengong gitu bhi?" Jawabnya yang malah bertanya "Kayak lagi mikirin sesuatu" Tambah Salwa dengan hati hati


Mendengar pertanyaan itu Abhian menghembuskan nafasnya kasar, bagaimana bisa orang orang itu berniat untuk mengusik kehidupan gadis polos di depanya ini. Bahkan kalau Abhian berada di posisi kedua orang itu mau di bayar berapa pun, mungkin Abhian tidak akan tega untuk mencelakai gadis ini.


Melihat Abhian yang menghela nafas dengan raut wajah yang berbeda, Salwa lalu segera melipat kedua bibirnya, takut kalau pertanyaan yang baru dia ucapkan terlalu berlebihan untuk dia katakan.


Alih alih marah, Abhian lalu turun dari jok motornya. Dia berdiri di depan Salwa, kedua tangannya lau memegangi pundak Salwa, matanya fokus menatap Salwa intens. Salwa yang mendapat perlakuan seperti itu dari Abhian segera saja terkejut, kakinya otomatis bergerak ke belakang lalu matanya mengerjap.


"Mulai sekarang lo harus ati ati Sal, gue gak mau tau pokoknya berangkat sekolah lo bareng gue, pulangnya juga bakal gue anterin ke tempat kerja lo. Dan setelah kerja, lo juga jangan pulang dulu sebelum gue ada disana. Terus lagi kalau lo udah nyampe di rumah jangan lupa untuk kunci semua pintu rumah lo, terus juga gausah pergi ke minimarket ataupun warung sendirian, kalo lo emang butuh sesuatu lo chat gue atau nggak langsung telpon gue biar gue anterin. Ok?!" Cerocos Abhian panjang lebar dengan nada serius untuk benar benar menegaskan Salwa agar menuruti kata katanya.


Dia benar benar tidak mau kejadian yang membahayakan Salwa terulang lagi, kasian juga jika harus membayangkan gadis ini harus ketakutan dan tidak tenang setiap harinya.

__ADS_1


Salwa hanya diam, dia bahkan masih kesulitan memahami kata demi kata yang di ucapkan oleh cowok jangkung di depannya ini, mengapa ucapannya panjang sekali?


Baru beberapa saat dia mengangguk paham dengan maksud dari cercaan itu, Abhian tersenyum puas dengan anggukan itu dan kembali menaiki motornya. Tapi sebentar kemudian Abhian merasakan tas ranselnya di tarik oleh seseorang. Dia lalu memutar kepalanya ke belakang dan melihat Salwa dengan raut wajah terlihat gelisah?


"Kenapa?" Ucap Abhian penuh tanda tanya, Salwa masih diam. Abhian lalu menghela nafas nya lagi, dia tau maksud dari raut wajah itu, pasti Salwa ingin menolaknya lagi.


"Lo gak ada niatan mau nolak kan?" Sebelum Salwa membuka mulutnya, segera saja Abhian bertanya dengan nada sinis.


Salwa yang ditanyai seperti itu langsung bungkam tak jadi membuka suaranya, dia lalu menggeleng saja dan ikut naik di boncengan Abhian.


Mereka akhirnya berangkat menuju sekolah bersama!


🌈🌈


Mereka sudah sampai di parkiran sekolah, Salwa merasakan bahwa ada banyak pasang mata yang sedang mengawasi mereka.


Memang sudah biasa bukan, resiko dirinya berangkat sekolah bersama dengan di bonceng cowok adalah dirinya pasti akan menjadi sorotan saat tiba di sekolah, Salwa sudah menduga akan hal ini.


Salwa laku turun, tanpa menunggu Abhian dia lalu berjalan sambil menunduk dan menjauhi tempat parkir itu, Abhian yang melihat tingkah laku Salwa buru buru turun dan berjalan mengikuti langkah Salwa dari belakang.


"Lo kenapa buru buru gitu?" Katanya setelah berjalan beriringan.


Setelah sampai di koridor baru Salwa berjalan pelan dan tidak terburu-buru, dia juga tidak menunduk seperti tadi.


"Maaf ya bhi, aku belum kebiasa" Katanya sambil berjalan dan mendongak menatap Abhian.


Untung saja Abhian adalah cowok yang sangat peka. Dia lalu hanya mengangguk sambil tersenyum hangat menatap Salwa.


Abhian masuk ke dalam kelasnya, inginya mengantar Salwa sampai ke kelas tapi niatnya langsung dia urungkan melihat tingkah Salwa beberapa menit yang lalu.


Salwa lalu berjalan menuju kelasnya, sepanjang perjalanan Salwa merutuki tingkahnya sendiri tentu saja.


Sekarang dia semakin sungkan dengan perlakuan Abhian kepadanya, padahal dia sudah menolak Abhian kemarin, tapi lihatlah? Sekarang malah Abhian yang terlihat sangat peduli denganya, juga selalu menolong dirinya saat dia membutuhkan bantuan dari orang lain


Salwa sudah masuk ke kelasnya, di dalam kelasnya masih belum banyak murid yang datang, mungkin baru beberapa anak saja, dia lalu duduk di bangkunya, memutar tas ransel dan mengeluarkan buku tebal dari dalam tas itu.


Baru saja dia membuka buku itu dan ingin membacanya, terdengar suara Vina yang memanggilnya dengan teriakan khasnya. Meskipun dia sudah hafal dengan suara itu, tentu saja Salwa sempat terkejut.

__ADS_1


"Salwaaaa!!!!" Teriak Vina yang berjalan mendekat ke arahnya. Salwa hanya acuh.


"Lo tadi bareng tuh curut?" Tanyanya setelah duduk di kursinya


Salwa menaikan kedua alisnya, bingung dengan pertanyaan absurd sahabatnya itu.


"Eh.. Maksud gue itu... cowok yang kemarin!" Tambahnya terburu buru setelah melihat raut kebingungan Salwa.


"Abhian maksud kamu?"


"Nah itu maksud gue, duh pake acara lupa nama segala sih gue!" Katanya sambil nyengir


"Bener? lo bareng dia?" Tanyanya lagi seraya meletakkan tasnya di meja


Salwa menjawab dengan anggukan samar lalu kembali membuka buku di tanganya.


Melihat anggukan itu Vina sedikit terkejut, beberapa saat kemudian dia lalu ingat akan janji Salwa tempo hari. Ya! dia bilang akan bercerita tentang cowok itu kan?


Vina lalu menatap Salwa dengan penuh selidik.


Salwa yang di tatapi seperti itu tentu saja merasa tak nyaman, dia lalu melirik Vina sekilas.


Baru saja dia ingin bertanya kenapa Vina kenapa dia terus menerus menatapnya seperti itu, tiba tiba Salwa merasa heran ketika melihat Vina yang spontan berdiri di depanya dan mengubah ekepresi dengan memelototkan matanya lebar, dia lalu berkacak pinggang, mengangkat dagu nya lebih tinggi.


"Katanya kemarin lo mau ceritain tentang tuh cowok ke gue, mana!"


Ucapnya dengan nada angkuh!


...H A P P Y R E A D I N G !!!!!!!...


...*jangan lupa click like dan vote nya...


...coment dan share juga boleh banget*!!!!!!!!...


See you next chapter🤗


Rabu, 03 Februari 2021

__ADS_1


Pasuruan jawa timur📍


__ADS_2