Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
SENIOR


__ADS_3

**


Sejak pertanyaan Abhian mengenai pernikahan kemarin. Salwa jadi agak diam dengan Abhian, hari itu Abhian hanya mendapatkan jawaban "Tunggu waktu yang tepat ya bhi" Hanya itu.


Setelah itu Abhian hanya mengangguk saja mendengar jawaban Salwa. Abhian selalu sabar untuk menunggu karena dia sangat mencintai Salwa tentu saja.


Kemarin setelah jawaban itu keluar dari mulut Salwa, Abhian langsung saja mengerti apa yang Salwa maksud.


Mungkin karena saat ini mereka berdua masih kuliah jadi Salwa terlihat tidak terlalu berpikir tentang keseriusan yang Abhian maksud kan.


**


Di Kampus


Hari ini Salwa tidak berangkat bersama Abhian, bukan karena masalah apapun. Tetapi memang Abhian sudah berpamitan dengan dirinya untuk berangkat lebih dulu karena ada bimbel dadakan oleh dosen yang ada di kampusnya. Jadi dengan terpaksa Abhian tidak bisa menjemput Salwa.


Salwa berjalan dengan santai masih dengan earphone yang menyumpal kedua telinganya. Mendengarkan materi pembelajaran tentunya, tidak ada yang dia bawa seperti biasa.


Namun kedua tanganya berada di dalam saku blazer yang dia kenakan. Entahlah pagi ini suhu terasa begitu dingin hingga membuat beberapa mahasiswa yang melintasi lorong juga terlihat melipat kedua tanganya karena kedinginan.


"Terimakasih untuk materi kita kali ini, semoga ilmu yang selama ini kalian dengarkan bisa membantu kalian untuk mempermudah mengerjakan tahapan tahapan tugas yang kalian lakukan. See you untuk para pendengar setia studylovers kita ketemu lagi untuk bulan depan"


Terdengar suara host yang sudah mengakhiri acara bimbel yang Salwa dengarkan dari pagi lalu. Salwa lalu menarik earphone dan memasukan kedalam saku.


Dia terus berjalan dengan tatapan kosong seperti biasa. Akhirnya dia sampai di depan ruangan dan masuk, lalu duduk saja dan mengeluarkan beberapa buku tebal serta alat tulis yang sudah dia siapkan tadi.


Ketika asyik membaca buku tiba-tiba ada yang menepuk pundak Salwa. Dia lalu menoleh dan mendapati seseorang sudah berdiri di belakangnya, seorang gadis yang mungkin berusia satu tahun lebih tua darinya, Salwa yang memperhatikan sejenak sudah yakin kalo cewek ini bukan dari fakultas yang sama seperti dirinya, karena jas yang dia kenakan sangat berbeda dengan miliknya di rumah.


Salwa menaikan kedua alisnya dengan tatapan penuh tanya "Iya? ada yang bisa dibantu kak?" Tanya nya kemudian

__ADS_1


"Gue boleh duduk?" Kata cewe itu sambil menunjuk kursi kosong di sebelah Salwa.


Salwa lalu mempersilahkan senior ini duduk di sebelahnya. Setelah itu baru dia memulai pembicaraan dengan Salwa, dengan serius dia lalu mengeluarkan sebuah maps berwarna merah dan beberapa lembar kertas. Entah apa itu Salwa tidak mengerti tetapi dia berusaha untuk tetap memperhatikan cewe yang ada di sampingnya ini.


"Lo anak sastra kan?" Katanya mengawali pembicaraan


"Iya kak aku anak sastra" Kata Salwa menjawab.


Senior itu manggut-manggut "Bagus deh, gue ada perlu sama lo" Katanya sambil membereskan kembali maps dan lembaran yang sempat dia keluarkan tadi.


Salwa agak bingung dengan tingkah senior ini. Mengapa maps dan lembaran kertas yang sudah di keluarkan tadi kembali di bereskan kalo memang ada kepentingan.


Senior itu menyadari raut kebingungan Salwa dan pada akhirnya dia lalu mengeluarkan suara lagi.


"Itu dosen lo udah dateng, jadi nanti kita ketemu di kantin aja. Oke?" Tambahnya sambil menunjuk dosen yang terlihat berjalan masuk ke dalam ruangan ini.


Akhirnya Salwa paham dengan maksud itu dan mengangguk saja sambil tersenyum, setelah itu senior tadi berpamitan dan keluar dari ruangan itu sambil membawa kembali maps dan lembaran tadi.


**


Setelah kelas usai, Salwa lalu membereskan buku dan alat tulis yang berserakan diatas meja. Segera ia masukan ke dalam ransel dan menentengnya asal, baru saja dia ingin keluar dari ruangan ini terlihat Abhian sudah berdiri di ambang pintu dengan senyum merekah yang menghiasi wajah tampannya itu, melihat ke arah Salwa sambil menenteng buku tebal di tangan kanannya.


"Tumben bawa buku" Kata Salwa menggerutu yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


Dia lalu berjalan ke arah Abhian dan berhenti, menatap Abhian dari bawah sampai atas lalu tersenyum simpul.


Abhian yang di perhatikan oleh sang pacar hanya terkekeh karena menganggap tingkah Salwa barusan adalah suatu hal yang lucu.


Salwa yang melihat itu kemudian mencebikkan bibirnya, dia lalu berjalan saja mendahului Abhian, seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

__ADS_1


Ceritanya dia ingin ngambek dengan yang justru lagi lagi membuat Abhian tertawa melihat tingkah Salwa yang sangat menggemaskan itu.


"Mana ada sih mahasiswa kayak gitu, udah gede juga tingkahnya kaya anak baru lulus smp gitu, untung dia pacar gue" Cerocos Abhian sambil terkekeh lalu mengejar Salwa yang tadi sempat meninggalkan dirinya..


**


Di kantin, Salwa sudah duduk menunggu Abhian yang sedang memesan makanan. Dia celingak-celinguk memperhatikan sekitar mencari senior yang tadi pagi sudah berjanji ingin bertemu di kantin ini.


Tapi nihil..


Sepertinya seniornya tadi hanyalah bercanda mungkin, ah entahlah Salwa hanya bisa menunggu saja.


Beberapa lama kemudian Abhian datang membawa nampan berisi dua mangkok bakso dan dua orange jus lalu duduk di depan Salwa.


Abhian yang menyadari raut kebingungan yang ada pada Salwa lalu bertanya "Kamu kenapa Sal?" Tanya Abhian


Salwa laku mengerjap, dia kemudian menoleh kembali lagi celingak-celinguk melihat sekitar kantin. Merasa tidak ada jawaban Abhian kemudian menarik nafas samar.


"SALWA ANINDITAAAA" suara Abhian kembali terdengar


Salwa mengerjap lalu menoleh pada Abhian "Eh iya bhi? kenapa" Sahut Salwa sedikit terperanjat


Abhian kemudian mendengus. Salwa hanya meringis saja, fokusnya memang tidak ada. Daritadi dia hanya menunggu dan melihat ke arah pintu kantin terus menerus sehingga nembuat Abhian sedikit bertanya tanya.


"Itu bhi, Aku nunggu senior yang tadi pagi nyamperin aku di kelas. Katanya mau ketemuan di kantin gitu" Terang Salwa menjelaskan


Abhian manggut-manggut saja ketika mendengar jawaban Salwa. Dia kemudian mulai makan sambil sesekali melirik Salwa, heran gadis di depannya ini masih setia menunggu senior itu dan enggan memulai makanya.


Sebenarnya Abhian ingin sekali menyuruh Salwa makan, tapi pasti Salwa akan menolaknya. Karena Salwa adalah Salwa, ketika sesuatu hal yang dia tunggu tak kunjung datang, dia pasti akan menunggunya sampai seseorang itu terlihat.

__ADS_1


Tak lama kemudian terlihat seseorang berjalan memasuki kantin, dia terlihat celingak-celinguk juga terlihat sedang mencari seseorang. Salwa yang melihat itu langsung saja melambaikan tangan ke arahnya.


Abhian juga ikut memperhatikan gadis dengan rambut terurai itu sama sekali tidak asing bagi dirinya.. Siapa dia?


__ADS_2