Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
RUTINITAS


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mendengar itu Abhian tersenyum simpul dan cengengesan saja. Salwa heran dibuatnya..


"Lagian tas itu cuma pajangan Sal, materi kan disimpenya di otak bukan di dalem tas" Katanya sembari melirik benda mungil di belakang punggungnya.


Salwa hanya menghela nafas kasar, sepertinya dia sudah kewalahan dengan sikap Abhian yang selalu saja abnormal itu.


**


Sepulangnya itu Salwa seperti biasa bekerja, setelah menghabiskan waktu yang lama di depan layar monitor kampusnya. Dia pulang dengan diantar Abhian tentunya.


Sebenarnya Salwa sudah tidak boleh bekerja lagi dengan Abhian, namun Salwa tetap kekeuh ingin bekerja karena menurut Salwa hidupnya hanyalah untuk bekerja dan belajar saja.


Salwa kini mulai mengemasi barang barang yang ada di meja ruang tamunya, tak lupa dia juga mengambil buku tebal yang bertuliskan dengan "materi perkuliahan singkat" menurutnya dia tidak pernah melupakan barang satu itu, karena setelah istirahat dia selalu menyempatkan diri untuk sekedar membacanya.


Setelah habis dengan kegiatannya ponsel di saku Salwa terlihat berdering. Ia rogoh benda pipih sambil mengamati lekat lekat penelepon dirinya. Terlihat nomor Mbak Wati terpampang jelas di layar ponselnya.


Tak berselang lama dia lalu mengarahkan benda pipih itu ke telinga sambil melahap roti yang sudah dia keluarkan dari plastiknya.

__ADS_1


"Halo, iya mbak" Sapanya pertama kali


"Sal, buruan berangkat ini ada orderan numpuk" Kata mbak wati di seberang


"Iya bentar lagi ini aku berangkat mbak, masih mau jalan mungkin ga sampe 15 menit aku sampe" Jawab Salwa sembari melangkah menuju pintu depan


"Oke, aku tunggu ya Sal" Sahut Mbak Wati


"Iya, yaudah aku matiin ya telponnya" Kata Salwa dengan suara sedikit di keraskan karena dorongan gagang pintu yang agak seret.


Setelah mematikan telpon, Salwa lalu mengantongi ponsel miliknya dan bergegas pergi meninggalkan rumahnya.


"Shift sore ga terlalu berat lah, Semangat!" Katanya sambil bergegas berjalan menyusuri jalan setapak yang mengarah ke jalan raya.


**


Salwa tetap berjalan di trotoar sambil sesekali membenahi earphone yang sudah terpasang di kedua telinganya.


Berjalan dengan tenang sambil sesekali matanya mengekor ke arah seberang jalan, tanpa Salwa sadari kedua matanya tak sengaja melihat punggung seorang gadis yang seperti tidak asing baginya

__ADS_1


Lama Salwa mengamati punggung gadis itu, anehnya Salwa seperti mengenal punggung gadis itu. Tapi siapa?


Salwa lalu berhenti sebentar, sambil memutar kedua bola matanya ke atas seraya berpikir.


"Siapa ya? Kaya kenal" Cercahnya dalam hati, sebentar kemudian matanya kembali menatap ke arah tadi namun sialnya sang gadis sudah tidak ada di tempatnya.


Salwa lalu mendengus kesal, dan menghiraukan saja hal itu. Terus berjalan dan akhirnya dia tiba di tempat kerjanya.


**


Seperti biasa Salwa menuju ruang ganti untuk berganti seragam kerja. Sebentar kemudian dia keluar lengkap dengan seragam kerja dan tas kecil yang bertengger di pinggulnya.


Dia lalu berjalan menuju lantai dimana tempatnya bekerja tak lupa juga absen seperti biasa.


Sesampainya diatas dia lalu menyapa beberapa karyawan lain, dan tentunya mbak Wati yang sudah setia menunggu kedatangan Salwa di ruangan tempatnya bekerja.


"Akhirnya, dateng juga nih Salwa" Katanya sambil membuang nafas


Salwa hanya nyengir saja, dia lalu bergegas menghampiri buku yang ada di laci depan.

__ADS_1


"Mbak Wati, aku cek dulu ya stock yang ada di penyimpanan belakang. Urusan orderan yang numpuk tadi entar biar aku yang beresin kalo catatan ini udah selesai" Katanya sambil mengambil buku dan bolpoint yang ada di depanya lalu berlalu menuju pintu belakang


Mbak wati hanya berdehem saja. Dia lalu tersenyum sambil mengangguk kan kepala, melihat Salwa yang selalu disiplin dalam keadaan apapun.


__ADS_2