
Bel pulang sudah berbunyi 15 menit yang lalu, itu artinya sekolah sudah hampir sepi. Hanya ada beberapa anak yang masih terlihat, itu pun mereka adalah anak anak dari anggota osis saja dan beberapa anggota ekstrakurikuler yang memang masih belum di perbolehkan pulang oleh organisasi nya masing masing, juga beberapa anak yang terlihat masih berada di lapangan untuk bermain basket.
Salwa Vina dan Lisa! mereka bertiga terlihat berjalan beriringan keluar dari koridor kelas 12. Ketiga nya terlihat melempar senyum satu sama lain dan bercanda riang.
"Sal lo di bonceng Bhian lagi?" Tanya Vina di sela sela perjalanannya.
Salwa hanya mengangguk saja, sedangkan Lisa terlihat bingung dengan pertanyaan Vina.
Mereka bertiga sampai di depan parkiran sekolah, tempat itu terlihat sepi, hanya ada beberapa kendaraan saja yang masih terparkir di tempat ini. Dan juga sudah terlihat Abhian melambai ke arah mereka bertiga.
"Noh! udah di tungguin sama pangeran lo" Sinis Vina kemudian menoyor kepala Salwa pelan.
Salwa hanya mendesis pelan, sebentar kemudian Lisa berdehem dan berpamitan kepada mereka berdua.
"Uhm, Salwa Vina! aku kesana duluan ya" Ucapnya sambil menunjuk mobil yang terparkir beberapa meter dari tempat mereka berdiri
Vina mengangguk "Iya Lis, aku juga udah ada yang jemput kok! tuh." Jawab Vina menunjuk arah diluar gerbang sekolahnya.
Mereka bertiga lalu berpisah, Salwa kemudian menghampiri Abhian, dan Abhian segera menyodorkan sebuah helm padanya.
"Nih" Katanya "Lo tunggu di sana aja, gue mau puter dulu" Lanjut Abhian kemudian menaiki motornya.
Salwa yang mendengar itu segera berbalik dan berjalan menuju tempat yang di maksud Abhian. Setelah motor Abhian tiba tepat di depannya, dia langsung naik dan motor melaju meninggalkan parkiran sekolah.
☀️☀️
Dua sejoli ini sudah sampai di depan coffe shop tempat Salwa bekerja, Abhian juga berhenti tepat di samping basement seperti biasanya.
Salwa lalu turun menyodorkan helm itu, tak lupa juga mengucapkan terimakasih pada Abhian sebelum ingin beranjak pergi dari tempat itu.
"Terimakasih bhi, kamu hati hati" Kata Salwa sambil tersenyum hangat.
"Iya lo juga!" Jawab Abhian "Lo juga harus jaga diri baik baik, kalo ada hal hal yang aneh langsung hubungi gue. Ok?" Lanjutnya dengan nada serius
Salwa tersenyum lagi, dia lalu mengangguk saja dan pergi meninggalkan Abhian menghampiri pintu ruangan ganti lalu masuk ke dalamnya.
Setelah melihat Salwa masuk dengan aman, Abhian lalu bergegas memutar motornya dan melesat pergi meninggalkan pelataran kedai kopi ini.
Salwa sudah naik ke atas, sekarang dia terlihat sibuk dengan pekerjaanya berkutat dengan mesin kopi dan beberapa gelas yang siap di isi dengan cairan hitam pekat favorit para pelanggan.
Tapi tiba tiba saat di fokus dengan mesin itu, terdengar suara yang memanggil namanya.
__ADS_1
"Salwa!!!" Suara itu terdengar familiar.
Salwa lalu menoleh, bola matanya mencari sumber suara itu, pandanganya berhenti pada meja no 4 dan mendapati Lisa sedang tersenyum sambil melambaikan tangan kepada nya.
"Salwa!" Teriaknya lagi "Sini" Pintanya sambil menaik turunkan telapak tanganya mengisyaratkan Salwa untuk menghampirinya.
Salwa lalu tersenyum manis dan mematikan mesin kopi, segera saja bergegas menuju meja nomor 4 yang terletak tak jauh dari tempat pemesanan kopi. Setelah sampai, Salwa lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Lisa.
"Hai Lisa" Sapanya dengan nada sedikit canggung seperti biasa
"Hai Sal" Jawabnya tersenyum lebar "Kamu? ternyata kerja disini?" Tanya Lisa kemudian "Gak nyangka banget tau nggak kita bisa ketemu" Sambungnya dengan wajah berbinar senang.
"Hah? Oh i iya Lis, aku bekerja disini" Jawab Salwa sambil tersenyum kikuk.
Lisa hanya manggut manggut.
"Kamu kok bisa kesini?" Tanya Salwa kemudian lalu memperhatikan Lisa seksama.
Lisa terlihat mengenakan atasan jaket denim dengan aksen renda di bagian leher nya, dilihat dari rok yang di kenakan dia pasti masih menggunakan seragam sekolahnya, juga tas ransel yang berada di gendonganya sepertinya Lisa datang kesini tanpa sempat pulang ke rumah dulu.
"Oh itu aku" Jawab Lisa menggantungkan kata kata nya terlihat berpikir "aku dari rumah temenku Sal, iya aku dari rumah temen nggak jauh kok dari sini" Tambahnya mengulangi kata kata nya sendiri dan lalu tertawa ringan.
Salwa menanggapi dengan mengangguk saja "Kamu mau pesan apa?" Tanya Salwa lagi dengan nada ramah khas pelayan cafe.
"Ada daftar menu nggak Sal?" Tanya nya kemudian.
Salwa lalu mengangguk mantap " Ada kok, bentar ya aku ambilin" Jawabnya sambil berdiri dan berjalan ke arah tempat meja pemesanan untuk mengambil buku yang Lisa tanyakan.
Setelah mendapatkan buku itu, dia segera kembali dan menyodorkan buku itu pada Lisa.
"Ini" Katanya buru buru menyodorkan buku pipih itu.
Lisa menerima dan lalu membukanya, mengamati setiap lembar halaman buku itu yang berisi banyak gambar kopi dan juga nominal harga di samping gambar nya masing masing. S
Sebentar kemudian Salwa menunjuk satu gambar kopi yang membuat Salwa mengikuti arah jarinya.
"Kalo kamu pesan yang ini 2 sekaligus, kamu bisa dapet satu lagi yang ini Lis. Gratis!" Lanjutnya lagi sambil menunjuk gambar satu ke gambar yang lain.
Lisa mendongak "Benarkah!" Raut wajahnya terlihat senang dan kemudian Lisa terkekeh.
Salwa hanya mengangguk mantap menanggapi tanggapan Lisa "Iya benar!" Jawabnya bersemangat.
__ADS_1
Lisa menghela nafas sedikit berpikir dan mengangguk mantap "Yaudah kalo gitu aku pesan yang ini Sal" Finalnya sambil nyengir "Dua ya, biar dapet diskon hehe" Lanjutnya sambil menutup buku itu dan mengembalikanya pada Salwa.
Salwa lalu ikut tetawa dan mengangguk saja "Ternyata kamu juga suka sama diskon ya" Kata Salwa sedikit menggoda.
Lisa hanya mengerlingkan matanya dan mengangguk mantap kemudian tertawa merasa geli dengan percakapan mereka.
"Kalo gitu tunggu ya Lis!" Ucap Salwa berdiri. Lisa mengangguk dan mengeluarkan ponsel. Setelah itu Salwa berlalu pergi menuju tempatnya untuk membuatkan pesanan sahabatnya. Lisa!
☀️☀️
Salwa sudah pulang dari bekerja, tadi dia tidak pulang dengan Abhian melainkan bersama mbak Ike staff di bagian office di kedai kopi itu.
Setelah pulang dari Coffe shop dia merasa perutnya keroncongan karena tadi lupa tidak mengisi perutnya sebelum bekerja.
Alhasil Salwa sekarang sedang sibuk bersama penggorengan di dapurnya, malam ini dia berniat mengisi perutnya dengan makanan seadanya.
Setalah omelet buatanya matang, dia lalu mengangkatnya dan meletakkan omelet itu diatas piring, mengambil saus dan menuangkanya pada omelet buatanya sendiri. Setelah dirasa beres, Salwa menarik kursi dan siap untuk melahap omelet buatanya.
Rencananya setelah selesai dengan acara makan malam dadakanya ini dia berniat menghubungi Vina untuk mengingatkan supaya besok tidak lupa membawa buku Matematika nya yang di pinjam seminggu yang lalu.
Omelet itu sudah habis tanpa sisa, Salwa kemudian mencuci alat penggorengan dan piring yang sudah dia gunakan dan pergi untuk membersihkan badanya.
Beginilah Salwa! Dia memang lebih mementingkan perutnya dulu daripada membersihkan dirinya sendiri😅
Badannya sudah bersih dan segar, Salwa segera mengambil ponselnya di dalam tas.
Tanpa melihat isi tasnya Salwa hanya merogoh menggunakan satu tangan mencari benda pipih itu, setelah mendapatkan ponselnya dia lalu membuka aplikasi chat dan mengetikkan beberapa kalimat lalu mengirimkan pesan itu pada Vina.
Pesan itu sudah terkirim, Salwa lalu meletakkan benda itu di kasurnya, sebentar kemudian ponselnya berbunyi lagi tanda ada pesan masuk. Salwa tidak mengecek nya karena sudah dipastikan itu adalah balasan dari Vina, dia menilik benda itu sebentar dan memang benar, itu adalah balasan dari Vina, telihat kata "oke" saja pada layar yang menyala itu.
Salwa lalu berdiri, mengambil tas nya yang tergantung di depan lemari pakaian. Dia berniat ingin mengambil buku di dalam tasnya, setelah mendapatkan tas itu dia lalu melihat isinya, sedikit terkejut saat mengetahui isi dari tasnya itu
Kenapa ada dua seragam di dalam nya!
Seragam siapa ini?
...HAPPY READING!!!!...
...SEE YOU NEXT CHAPTER YES❤️...
Sabtu, 20 Februari 2021☀️
__ADS_1
MY HOME📍