Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
MENUNGGU


__ADS_3

"Lo gak perlu terima kalau emang lo gak bisa Sal" Desisnya masih dengan raut wajah terlihat tenang


Salwa masih diam dan memperhatikan Abhian lekat lekat. Bibirnya benar benar bungkam, padahal dalam hatinya dia ingin mengatakan sesuatu.


"Tapi ijinin gue buat bisa temenan sama lo. Izinin gue nunggu lo sampai lo siap" Lanjutnya dengan nada serius


Right?" Kata Abhian meyakinkan Salwa


Salwa lalu mengangguk, kegugupannya sudah sedikit hilang berganti dengan senyuman kaku seperti biasa.


"Dan lo harus inget sama kata kata gue, kalau gue suka sama lo tanpa alasan apapun, gue bakal nunggu lo. Jadi? nanti lo harus cepet cepet bilang ke gue kalau keputusan lo udah berubah dan udah bisa nerima gue " Katanya panjang lebar dengan suara lirih lalu mengusap puncak kepala Salwa. Salwa hanya mengangguk saja mendengar penjelasan Abhian.


Setelah itu, mereka diam beberapa saat dan Abhian berlalu pergi meninggalkanya tanpa ada kata apapun yang terdengar lagi.


Salwa memperhatikan punggung Abhian yang semakin menjauh darinya, menghembuskan nafasnya pelan dan menyenderkan tubuhnya di bilik rak perpustakaan.


Dia berfikir, bagaimanapun Abhian adalah cowok yang baik, itu setahunya.


Dan berpacaran belum ada di daftar rencananya untuk waktu dekat ini, apalagi dia harus fokus untuk bisa lolos tes masuk perguruan tinggi, jadi keputusanya untuk menunda bukanlah kesalahan, karena menurut Salwa kalau memang dirinya dan Abhian berjodoh sudah pasti mereka akan bersama.


Ini hanya masalah waktu.


🌈🌈


Beberapa detik kemudian samar samar Salwa mendengar decakan Vina yang sedang mencarinya.


Dia segera berdiri lalu membawa buku yang belum sempat ia buka tadi menghampiri Vina dan Lisa yang terlihat menunggu kehadiranya.


"Kemana aja, gue cariin juga" Kesal Vina


"Cari ini, nyelip diatas jadi lama deh ngambilnya" Katanya beralasan


"Abhian mana Sal?" Sela Lisa sambil menengok kanan kiri dan kembali menatap Salwa "Bukanya tadi sama kamu?" Tanyannya lagi


Salwa diam sebentar, lalu dia menunjuk pintu perpustakaan.


"Tadi, katanya mau ke kelas dulu. Jadi dia balik duluan" Jawabnya dengan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


Lisa dan Vina menjawab oh saja, lalu mereka berdua melangkah menuju pintu perpustakaan, Vina baru menyadari Salwa tidak mengikutinya lalu dia berbalik badan dan mendapati Salwa masih berdiri di tempatnya.


"Sal, buruan udah mau bel ini!!" Katanya sedikit berteriak memanggil Salwa.


Salwa mengerjap, dan lalu meringis menatap kedua sahabatnya. Dia lalu ikut berjalan menyusul keduanya dan keluar dari perpustakaan


Setelah sampai di depan kelas Lisa, mereka bertiga berhenti. Sepanjang perjalanan Salwa merasa ada yang berbeda dengan tingkah laku Vina, sahabatnya itu sudah tidak cuek ataupun sinis kepada Lisa.


Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua, kemarin saja Vina terlihat tidak suka dengan Lisa, bahkan tadi pagi saat mereka berpapasan Vina masih enggan untuk sekedat menyapa Lisa. Dan tapi sepanjang perjalanan tadi bahkan sekarang malah Vina yang terlihat sangat akrab dengan Lisa. Tetapi Salwa tidak terlalu memusingkan masalah itu, dia bersyukur karena Vina sudah bisa menerima Lisa, jadi tak perlu repot-repot lagi membujuk Vina.


"Gue duluan Lis" Kata Lisa berpamitan. Lisa tersenyum dan mengangguk saja lalu masuk ke kelasnya, sebentar kemudian Vina lalu menoleh ke arah Salwa.


"Yuk Sal" Ajak Vina kemudian berjalan merangkul tanganya "Lo dari tadi ngapa dah bengong mulu, heran gue" Keluh Vina melangkahkan kakinya menarik Salwa menuju kelasnya


Salwa hanya menggeleng pelan dan ikut berjalan bersama Vina yang merangkulnya.


Selama pelajaran berlangsung Salwa benar benar tidak bisa fokus, sedari tadi otaknya hanya memikirkan Abhian. Bagaimana kalau Abhian berprasangka buruk pada keputusanya tadi, bagaimana kalau Abhian sebenarnya kecewa pada keputusanya, bahkan tadi Salwa belum sempat menjelaskan apapun tapi Abhian sudah pergi begitu saja.


Salwa menggelengkan kepalanya, dia tidak boleh seperti ini terus. Sekarang kelasnya sedang ada guru yang menjelaskan materi, dia harus fokus pada pelajaran supaya nilainya tidak menurun.


Untuk menjelaskan biarlah nanti kalau dia bertemu lagi dengan Abhian, semoga cowok itu bisa mengerti keputusanya. Kalau pun memang Abhian kecewa bukankah memang itu adalah resikonya karena harus menyukai gadis seperti dirinya ini? Toh nanti bukan Abhian saja yang merasakan kekecewaan, Salwa pun juga merasakannya kan?


"Lo tunggu in di luar dulu gih" Katanya masih fokus dengan buku buku nya


"Yaudah kalo gitu, aku tunggu di kursi depan ya" Jawab Salwa yang hanya mendapatkan anggukan saja dari Vina.


Dia melangkahkan kakinya menuju pintu lalu keluar dari kelas. Koridor masih ramai seperti biasanya, Salwa lalu duduk di kursi panjang dan menunggu Vina disana.


Pandangannya menyapu koridor, dia tidak sengaja melihat Abhian yang baru keluar dari kelas. Abhian terlihat berbalik arah, bukan untuk pulang melainkan pasti untuk menghampiri dirinya. Salwa menunduk sambil memainkan jari tanganya, masih gugup jika harus berhadapan dengan Abhian setelah kejadian di perpustakaan tadi.


Lama dia menunduk, beberapa saat kemudian terlihat sepatu Converse hitam dan putih berhenti di depanya. Dia tetap menunduk


"Lo masij mau terus terus an nunduk terus? hah?" Suara itu terdengar pelan namun dingin. Salwa mendongak, mendapati Abhian menatapnya intens


"Aku gak tau bhi kalau ada kamu" kilahnya menggaruk terngkuk nya, salah tingkah ditatapi Abhian seperti itu.


"Mau pulang bareng?" Tanya Abhian kemudian

__ADS_1


Belum sampai Salwa menjawab, Vina sudah dulu datang.


"Eh elo" Sapa Vina melihat Abhian datar


"Lo ngapa disini, ada urusan?" Tanya Vina masih memperhatikan Abhian yang masih berdiri di depan Salwa


Salwa hendak membuka mulutnya, tapi Abhian lagi lagi mendahuluinya.


"Gue mau ngajak Salwa pulang bareng" Katanya santai


Vina beralih menatap Salwa, pandanganya menyiratkan seolah dia ingin mendapatkan penjelasan dari sahabatnya ini ada hubungan apa sebenarnya cowok jangkung ini dengan Salwa. Salwa yang mengerti maksud dari tatapan Vina, langsung nyengir seperti biasa dia lalu mengatakan sesuatu sedikit berbisik supaya Abhian tidak mendengar.


"Besok aja aku ceritanya, atau nggak nanti" Katanya mendekat


"Oke, gue setuju. Awas lo kalo gak cerita" Finalnya yang mendapat anggukan mantap dari sang tersangka


Abhian yang memperhatikan mereka bisa mendengar jelas bisikan kedua cewek di depanya ini, dia lalu tersenyum melihat wajah Salwa yang membujuk sahabatnya yang begitu penasaran dengan kehadiran dirinya


"Yaudah lo bareng gih, gue juga udah ada yang jemput" Jawab Vina "Gue duluan" Lanjutnya berjalan melewati Abhian dan Salwa lalu tanganya terlihat melambai tanpa berbalik badan.


"Cerita apaan Sal?" Kata Abhian menggoda Salwa setelah Vina menjauh


Salwa hanya menanggapi Abhian dengan salah tingkah, ternyata dia dengar apa yang baru saja Salwa katakan kepada Vina tadi.


Ah dasar Abhian!!!!


Like nya, coment, vote nya juga. Author nungguin belas kasihan kalian loh ini😂


Oh iya jangan lupa share ke temen temen kalian kalau emang cerita Salwabhian ini menurut kalian bagus.


Kalian boleh kok kalau mau rekomendasi in ke semua orang juga gakpapa! sok atuh😂😂


...Okei see you! Jangan lupa L I K E nya bro....


...Yuk like like like⚠️...


Rabu, 27 Januari 2021

__ADS_1


My house📍


Rabu


__ADS_2