
Setelah menghabiskan ice cream nya, Abhian dan Salwa langsung beranjak pulang mengingat hari sudah semakin larut.
Mereka berdua sampai di depan kontrakan Salwa. Salwa lalu turun memberikan helm nya pada Abhian
"Makasih bhi" katanya
Abhian hanya diam, lalu mengangguk
"Mmhh sebenarnya kamu gaperlu jemput aku terus nganterin aku pulang begini" Katanya sungkan
Abhian hanya memasang wajah datar, dan memperhatikan Salwa yang berdiri di sampingnya.
"Aku bisa kok naik bus kota, atau nggak naik angkot" lanjutnya kemudian tersenyum kikuk.
"Kamu tadi siang udah nolak aku, masak sekarang mau nolak aku lagi Sal" Keluh Abhian memasang wajah cemberut
Salwa hanya tersenyum saja menanggapi keluhan Abhian.
"Hm ga gitu maksud aku bhi, yaudah deh terserah kamu. Senyaman kamu aja" Ucapnya buru buru
"kalo gitu aku masuk dulu" Kata Salwa berpamitan
"Oke, jangan lupa kunci pintunya" Jawab Abhian
Salwa lalu mengangguk saja, berjalan menuju pintu kontrakanya, membuka kunci lalu masuk. Abhian masin setia di tempatnya menunggu Salwa lenyap dari pandanganya, setelah Salwa benar benar tidak terlihat, dia lalu menghidupkan motornya dan melesat pergi meninggalkan pekarangan kontrakan Salwa.
๐๐
Salwa sudah mandi dan ingin merebahkan tubuh nya, belum sampai mata itu terpejam terdengar suara ketuk an pintu dari luar, reflek dia berdiri lalu berjalan menuju pintu di ruang tamu.
"Siapa ya" batinya
Sudah sampai di dekat pintu, lalu dia memegang gagang pintu, tanganya hampir saja memutar knop pintu itu tapi tiba tiba kata kata Abhian tadi berputar di kepalanya
__ADS_1
"Oke, jangan lupa kunci pintunya"
Dia lepaskan pegangan tangan di gagang pintu itu dan berjalan pelan menuju jendela.
Siapa orang yang bertamu tengah malam begini, jika diingat ingat tidak banyak yang tau alamat kontrakanya, dari banyaknya teman di sekolahnya mungkin hanya Vina dan Abhian yang tau kontrakannya, itu pun karena memang di sekolah Salwa tidak kenal dengan siapapun selain mereka berdua.
Mungkinkah teman kerjanya? tapi itu tidak mungkin. Di tempat kerjanya hanya mbak Erin saja yang tau alamat tempat tinggalnya. Lalu siapa? mungkinkah Lisa?
Salwa terkesiap saat ketukan orang itu semakin terdengar beruntun seolah tak sabar ingin segera di bukakan pintu, tapi dia masih enggan untuk membukakan pintu.
Masih berdiri di samping jendela dengan kelambu hitam sebagai penutup, otaknya berputar. Dia lalu menarik kelambu itu, sedikit mengintip ke arah luar, matanya menyipit.
Samar samar dia melihat dua orang lelaki, satu berdiri di depan pintunya dan satu lagi bersidekap sambil menengok kanan kiri melihat sekeliling seolah sedag berjaga.
Salwa berdebar, siapa dua orang itu? dia bahkan tidak mengenalinya. Lalu untuk apa dia datang ke kontrakanya Malam malam begini.
Tangan yang dia gunakan untuk menyibak kelambu itu semakin bergetar, dengan perasaan takut dia bekap mulutnya sendiri supaya tidak menimbulkan suara, perlahan tangan itu melepaskan cekalan di kelambu itu, mengangkat pergelangan tangan menilik arloji kecil nya. Jam menunjukan pukul 23.00
Salwa membalikan badanya, menghela napas pelan. Dengan sisa sisa keberanian dia pandangi tangan yang mulai bergetar, dadanya bergemuruh hebat. Mau keluar dan bertanya kepada mereka tapi dia tak punya keberanian yang cukup juga tak bisa melakukan apa apa jika nanti orang itu ingin berbuat jahat padanya.
"Udah lah cabut aja" Suara berat itu terdengar dengan nada sedikit kesal
"Yakin lo" Jawab suara satunya
"Yakin lah, gila aja mau nunggu disini, atau kita samperin aja sekalian di tempat kerjanya"
Deg! Mereka bahkan tau tempat nya bekerja? Siapa sebenarnya mereka, kenapa mereka begitu terobsesi untuk menemui dirinya.
Lama suara itu tidak terdengar, kemudian suara hentakan kaki mulai terdengar, sepertinya mereka sudah pergi menjauh dari kontrakanya.
Suara hentakan kaki itu semakin lama semakin menjauh dan tidak bisa Salwa dengar lagi, lamat lamat dia menyibak lagi kelambu jendela itu dan memang benar, di depan pintunya sudah tidak ada siapa siapa.
Dia hendak berdiri, tetapi kakinya masih lemas, otaknya berputar lagi memikirkan kedua lelaki tadi, tiba tiba dia teringat pada kejadian tempo hari, dimana saat Salwa kecopetan di jalan tikus ketika pulang kerja sebelumnya.
__ADS_1
Bukankah pelaku nya juga dua orang lelaki? mungkinkah dua orang yang baru saja datang ke kontrakanya tadi adalah orang yang sama?
Jantungnya semakin saja berdebar hebat, kalau memang mereka adalah orang yang sama, jadi tujuan mereka datang kesini tadi sudah jelas ingin mencelakai nya, lalu bagaimana jika mereka akan kembali lagi kesini setelah tau kalau coffe shop sudah tutup dan ternyata dia sudah berada di dalam kontrakanya.
Salwa lalu terisak, dia ingin keluar saja dari kontrakanya untuk malam ini, tapi itu tidak bisa dia lakukan, bukankah itu malah membahayakan dirinya sendiri, lama dia terisak memikirkan nasibnya, sampai pada akhirnya dia terlelap dengan posisi duduk di bawah jendela kontrakannya.
๐๐
Mata Salwa mengerjap ketika merasakan punggungnya yang pegal dan lehernya terasa kaku akibat tertidur dengan posisi duduk, dia menyipitkan matanya menilik jam dinding yang tergantung di ruang tamu nya.
Jam menunjukan pukul 01.30 dia menghelas nafas lega setalah sadar apa yang terjadi beberapa jam lalu. Kedua lelaki itu rupanya tidak nekat untuk kembali lagi ke kontrakanya.
Salwa akhirnya berdiri, berjalan menuju kamarnya. Setalah sampai di dalam, Salwa meringkuk diatas ranjang kecilnya, matanya ingin terpejam tapi hati dan pikiranya kembali tak tenang, akhirnya dia kembali terisak ketika membayangkan bagaimana takutnya saat dia terseret motor malam itu, dan bagaimana ekspresi kedua orang itu dengan tak sabarnya mengetuk pintunya tadi.
Sebenarnya dia ada salah dengan siapa? Kenapa orang itu sungguh benar benar ingin menemukanya, bahkan kedua lelaki tadi tau alamat kontrakan dan tempat kerjanya, siapa sebenarnya yang menyuruh orang orang itu. Mungkinkah orang terdekatnya? Tapi siapa!!!
Salwa masih meringkuk di tempat tidurnya, lama dia terisak, membayangkan betapa sulit menjalani hidup tidak tenang seperti ini.
Apakah dia harus bercerita pada Vina atau Abhian dan meminta tolong kepada mereka? Salwa bingung, dia masih di selimuti rasa ketakutan tanganya pun lagi lagi bergetar, keringatnya sudah panas dingin kala memikirkan kejadian beberapa jam yang lalu.
Salwa tau hidupnya sudah tak seperti dulu. Lama dia meringkuk kini baru Salwa rasakan, badanya terasa sangat lelah akibat tadi dia tidak bisa tidur dengan nyaman.
Kali ini dia hanya ingin memejamkan matanya, melupakan tentang masalah hari ini, dia hanya ingin memejamkan matanya dan beristirahat karena besok harus bangun pagi dan berangkat ke sekolahnya. Akhirnya Salwa menghela nafas, bersiap untuk tidur.
Tapi matanya yang ingin terpejam kembali terjaga saat tiba tiba terdengar suara ketukan pintu yang sama..
Salwa semakin berdebar..
...H A P P Y R E A D I N G โ ๏ธ...
...Jangan lupa tinggalkan jejak, see you๐...
Kamis, 28 Januari 2021
__ADS_1
My badroom๐