
Apartemen Abhian.
**
Abhian sudah sampai di apartemennya. Dia lalu menaiki lift menuju lantai atas, ketika memasuki lift dia sempat tertegun.
Melihat dalam lift yang tidak ada siapapun, kosong.
Dia kemudian melihat arloji yang melingkar di tangannya "Tumben jam segini lift nya kosong" Gumammya merasa heran.
Pasalnya ketika sore hari apartemen joesoen ini pasti akan ramai karena banyaknya penghuni yang pulang dari tempatnya bekerja.
Namun hari ini suasana terlihat begitu lenggang. Tidak ada satu orang pun yang terlihat di lorong apartemen, bahkan di tempat parkir pun hanya terlihat beberapa motor saja.
"Orang-orang emang pada lembur apa gimana ya?" Ucap Bhian bertanya-tanya.
Sebentar kemudian dia hanya mengedikkan bahunya samar.
"Yaudah lah ya ngapain juga gue pikirin wkwk" Katanya lagi sambil menyenderkan tubuhnya di ujung lift yang sedang berjalan naik ke lantai atas.
Lift berhenti dan sampai di lantai atas. Pintu lift kemudian terbuka lebar, Bhian lalu melangkah keluar lift.
Ketika berjalan di lorong atas, Bhian tak sengaja bersimpangan dengan Pak Warno selaku petugas keamanan di apartemen elite ini.
Umurnya kira kira sekitar 43 tahun, perawakan yang tinggi lengkap dengan seragam SATPAM membuat badannya terlihat begitu bagus di usia yang hampir menginjak kepala 5 itu.
Kulitnya sawo matang serta matanya yang terlihat tajam juga kumis yang lebat di sekitar mulutnya membuat Pak Warno ini semakin terlihat maco saja.
Bhian sudah biasa akrab dengan Pak Warno ini. Karena memang dari awal Abhian menyewa tempat ini, orang yang pertama kali membantunya di gerbang depan adalah Pak Warno selaku satpam yang bertugas.
"Halo pak" Sapa Bhian dengan akrab nya.
Pak Warno lalu tersenyum lebar memperlihatkan rentetan gigi
"Halo Mas Bhian" Jawabnya ramah.
Bhian lalu berhenti sebentar, Pak Warno juga ikut berhenti
"Lagi tugas pak?" Tanya Bhian berbasa basi.
"Iya Mas Bhian" Jawab Pak Warno.
Bhian manggut-manggut, kemudian Pak Warna juga bertanya "Mas Bhian tumben pulang sore" Kata Pak Warno ikut bertanya.
__ADS_1
Bhian mengangguk "Iya pak, udah selesai kelas" Jawab Bhian menjelaskan
Pak Warno hanya ber oh ria saja. Sebentar kemudian dia berpamitan kepada Bhian untuk melanjutkan tugasnya, Abhian lalu juga berpamitan.
Setelah Pak Warno berlalu. Abhian kembali berjalan, ketika sampai di depan pintu apartemennya dia kemudian menekan beberapa tombol, tidak lama kemudian pintu terbuka dan Bhian masuk ke dalamnya.
**
Salwa terlihat masih asyik dengan laptop dan tugas-tugasnya. Dia kemudian meregangkan kedua tangannya yang terasa kram, matanya kemudian melirik jam dinding yang tergantung di dinding.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, ini saatnya dia bergegas untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi bersama Abhian.
Salwa kemudian membereskan semua barang-barang nya, menyimpan laptop dan buku paket di laci. Tak lupa dia juga mencabut colokan listrik dan menyimpan kabelnya kembali di lemari seperti biasa.
Salwa kemudian memasuki kamarnya. Membuka lemari dan mengambil baju dengan asal-asalan.
Berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai Salwa kemudian berjalan ke arah meja rias, tak lupa dia merias wajahnya dengan natural. Memakai lipbalm dan bedak dengan tipis kemudian mengambil tas selempang yang tergantung di belakang pintu kamar.
Dia kemudian melihat bayangannya di cermin lalu tersenyum. "Sudah selesai" Ucapnya bermonolog
Melihat dirinya sendiri dari pantulan cermin membuat dirinya lebih percaya diri. Kemudian dia merogoh ponselnya, melihat notifikasi pesan.
Belum ada pesan dari Abhian, dia lalu pergi ke arah dapur. Mengambil minum, kemudian berjalan lagi menuju ruang tamu. Jam masih menunjukkan pukul 6 sore, pasti sebentar lagi Bhian akan datang.
Tidak berselang lama terdengar suara motor yang datang, Salwa beranjak dari duduknya, dia kemudian keluar rumah untuk memastikan siapa yang datang.
Benar saja, Abhian sudah sampai di depan rumahnya. Salwa kemudian buru-buru masuk ke dalam rumah, mengambil tas nya dan bergegas keluar rumah lagi.
Abhian masih tetap menunggu di atas motornya, dengan helm full face yang bertengger di kepalanya. Dia terlihat begitu maskulin, ketika Salwa sampai di depan Abhian.
Dia kemudian membuka kaca helm nya "Ayo, naik" Ucap Abhian di ikuti dengan anggukan Salwa.
Setelah itu dia naik ke boncengan Abhian dan motor melesat pergi meninggalkan pekarangan rumah Salwa.
**
Di lain tempat terlihat beberapa gerombolan para preman yang sedang bercakap-cakap. Di beberapa gerombolan itu ada salah satu gadis dengan pakaian mencolok sedang menuangkan sebuah minuman di gelasnya.
Dia kemudian menenggak minuman itu sampai habis lalu tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan para preman yang lain juga melakukan hal yang sama. Mereka semua terlihat bersenang-senang, tertawa satu sama lain sambil sesekali menyesap rokok yang ada di tangannya.
"Bos gimana?" Tanya seorang preman dengan kepala botak
__ADS_1
"Gampang" Sahut gadis itu sembari melihat sekitar
Preman itu kemudian mengangguk dan berdiri meninggalkan gerombolan. Diikuti para anak buahnya
"Ayok" Kata preman itu memberi isyarat kepada anak buahnya.
Setelah sebagian dari gerombolan tadi pergi, gadis yang di panggil bos itu merogoh ponsel dari sakunya. Dia terlihat men scroll bagian room chat yang ada di WhatsApp nya, dan menekan tombol panggilan terlihat menghubungi seseorang.
"Halo" Katanya setelah panggilan tersambung
Entah apa yang sedang di dengarkan oleh gadis itu, dia terlihat menganggukkan kepala beberapa kali. Matanya fokus dengan gelas yang ada di genggamanya sedang tangan satunya masih memegangi sebatang rokok yang menyala.
Gadis itu kemudian mengakhiri panggilan teleponnya, ponsel kembali dia masukkan ke dalam saku jaketnya.
"Gua pergi dulu" Pamitnya kepada gerombolan itu.
Banyak yang menoleh mnatap gadis itu penuh tanya.
"Ada urusan penting" Tambahnya lagi, mengayunkan kedua kakinya pergi ke seberang jalan
Dia lalu masuk ke dalam mobil yang ada di seberang jalan.
Setelah masuk mobil, dia lalu menyalakan mesin mobil dan pergi dari tempat gelap itu.
**
Pasar Malam..
Abhian dan Salwa sudah sampai di alun-alun kota. Di situ sudah terlihat banyak sekali wahana bermain, ternyata mereka kencan mereka adalah mengunjungi pasar malam.
"Wah rame banget bhi" Ucap Salwa dengan kedua mata berbinar senang.
Bhian hanya mengangguk "Namanya juga pasar malem Sal" Jawab Bhian terkekeh
"Iya juga sih" Jawab Salwa ikut terkekeh.
"Ayok" Kata Bhian mengajak Salwa
Mereka lalu berjalan menuju pintu masuk. Ketika masuk ada satu petugas yang berjaga, untuk para pengunjung pasar malam masing-masing harus membayar sekitar 15rb/orang dan mereka diberikan satu gelang sebagai tanda bukti sudah membayar.
Begitu juga dengan Salwa dan Abhian, setelah membayar mereka juga diberi satu gelang.
"Terimakasih mas" Ucap Abhian sambil berlalu masuk diikuti dengan Salwa di belakangnya.
__ADS_1