Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
ALUN-ALUN KOTA


__ADS_3

Abhian kemudian bergegas membereskan buku-buku tebal yang ada di atas meja. Tak lupa dia kemudian ikut membantu mengembalikan buku-buku itu ke rak perpustakaan


**


Disinilah Abhian dan Salwa berada. Di alun-alun kota dengan dua botol teh yang menemani mereka berdua.


Setelah pulang dari perpustakaan tadi mereka tidak langsung bergegas menuju rumah namun niatnya ingin melepas penat dengan melihat sekeliling alun-alun yang mulai ramai dengan banyak orang.


"Sal?" Panggil Bhian di sela-sela mereka melihat orang yang berlalu lalang.


Salwa menoleh. Raut wajahnya mengisyaratkan penuh tanda tanya, Bhian kemudian hanya diam.


Salwa kembali bertanya "Kenapa Bhi?" Ucap Salwa bertanya kepada Bhian.


Abhian hanya tersenyum dia kemudian menggeleng pelan membuat Salwa hanya menghela nafas panjang.


"Kirain ada apa" Tegur Salwa dengan suara tertahan.


Bhian kemudian kembali menatap sekeliling alun-alun. Terlihat banyak sekali manusia yang sedang berlalu lalang, ada yang sedang bercengkrama berdua.


Ada anak yang sedang bermain-main dengan kedua orang tuanya dan ada juga para remaja yang terlihat sibuk dengan kencan mereka.

__ADS_1


Tak lupa juga banyak mahasiswa yang terlihat stand by di depan laptop masing-masing terlihat sedang sibuk mengerjakan tugas-tugasnya.


Bhian kemudian melirik Salwa, pandangan Salwa terlihat begitu teduh. Sesekali dia tersenyum memerhatikan sekelilingnya, ketika melihat anak-anak seusianya sedang tersenyum bersama kedua orang tuanya .


Senyum itu sangat amat tulus. Sepertinya memang Salwa sangat merindukan kasih sayang kedua orang tuanya.


Bhian kemudian menggeser duduknya. Salwa menoleh ke arah Bhian, sedangkan Bhian memasang wajah acuh saja.


Dia kemudian merangkul Salwa.


Membuat Salwa sedikit terkejut, namun Salwa memilih diam saja. Tak terasa hari mulai menjelang malam, membuat hawa dingin semakin menusuk kulit.


Salwa kemudian semakin memeluk erat Bhian.


Bhian hanya mengangguk saja. Dia kemudian tersenyum ketika melihat Salwa tidak beranjak dari duduknya, bahkan pelukanya malah semakin erat saja.


"Jadi pulang apa enggak Sal?" Tanya Bhian terkekeh


Salwa memasang tatapan cengo. Bhian semakin menahan tawa.


"Ini.." Katanya lagi sambil menunjuk kedua tangan Salwa yang melingkar di pinggangnya. Salwa kemudian buru-buru melepaskan kedua tangannya.

__ADS_1


Membuat Salwa menjadi salah tingkah sedangkan Bhian hanya terkekeh saja sambil berdiri dan merapikan jaketnya.


Diikuti dengan Salwa yang ikut berdiri dan membawa dua botol itu ke tempat sampah yang ada di dekat tempat duduk mereka.


"Hei, mau kemana?" Tanya Bhian ketika melihat Salwa berjalan mendahului dirinya.


Salwa hanya mengangkat kedua botol itu ke atas, Bhian langsung mengerti dan ikut berjalan beriringan dengan Salwa.


Setelah Salwa membuang dua botol itu, mereka kemudian berjalan menuju tempat dimana motor Bhian terparkir.


Udara semakin malam semakin dingin, membuat bulu kuduk mereka semakin naik. Mereka kemudian buru-buru bergegas, Bhian menghidupkan motornya dan Salwa naik ke boncengan.


Setelah itu motor Bhian dengan cepat melesat pergi meninggalkan pekarangan alun-alun.


Di perjalanan Salwa tak henti-hentinya mengusap kedua tangannya bergantian. Hawa dingin benar-benar menusuk kulitnya.


Meskipun Salwa sudah memakai jaket yang terhitung tebal namun itu tidak cukup untuk menghangatkan tubuhnya.


Bhian yang menyadari hal itu membuat tanganya terulur untuk menyuruh Salwa merangkulnya.


Setelah kedua tangan Salwa melingkar dengan sempurna, Bhian kemudian tersenyum.

__ADS_1


Sedangkan Salwa kemudian meletakkan kepalanya di atas pundak Bhian.


__ADS_2