Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
MENIKAH MISALNYA?


__ADS_3

Ketika Salwa sibuk dengan bahan bahan yang ada di dapur, Abhian dan Lisa terlihat masih bertukar cerita satu sama lain. Salwa juga ikut mendengarkan dan sesekali menyahut meskipun posisi dia masih di dapur, akhirnya setelah semua makanan sudah siap mereka bertiga lalu sarapan bersama.


"Sal, kamu masuk UI ya?" Tanya Lisa di sela sela mereka makan


Abhian lalu melirik Lisa sebentar. Salwa hanya mengangguk saja sambil ber hem ria karena mulutnya masih penuh dengan makanan


"Apaan lu, gua tanya Salwa kenapa lu yang nglirik bambang" Imbuh Lisa Sambil menoyor kepala Abhian


Sang empu hanya meringis saja. Dia lalu berhenti mengunyah makananya, di akhiri dengan minum yang membuatnya sedikit bersendawa.


"Lu tanya ke Salwa doang nih?" Jawab Abhian akhirnya


"Emangnya kenapa? bukanya lu dulu pernah bilang kagak kuliah, ngapain gue tanya ke elo" Sahut Lisa dengan ekspresi sangsi


"Dih dasar babi. Itukan dulu, sekarang kalo lu tau gue kuliah dimana pasti kaget banget lu" Jawab Abhian dengan bangga


"Noh Sal kasih tau, gue kuliah dimana sama si babi satu ini" Lanjut Abhian sambil menyenderkan punggungnya di kursi


Salwa sudah selesai dengan makananya begitu juga dengan Lisa. Akhirnya Salwa buka suara karena perintah si Abhian


"Iya Lis aku di UI, Abhian juga di UI. Dia masuk fakultas hukum" Terang Salwa yang membuat Lisa melongo


"Serius Sal?" Jawabnya dengan raut wajah tidak percaya


Abhian yang mendengar itu lalu melihat ekspresi Lisa. Dia hanya mencebikkan bibir ke arah Lisa diikuti Lisa yang juga memberi tatapan sinis, mereka berdua sudah seperti kucing dan tikus yang sekali pandang langsung saja ingin beradu mulut.


Salwa yang melihat itu hanya sesekali tersenyum simpul sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Iya Lis, Abhian juga masuk UI, kan dia waktu SMA masuk 10 besar" Kata Salwa menjelaskan


"Waktu itu aku juga ga sampai mikir kalo Abhian bisa masuk di UI" Lanjut Salwa yang membuat Abhian menatapnya dengan tatapan jengah


"Tapi dia ngeyel" Imbuh Salwa kemudian sambil sesekali melirik Abhian


"Dan akhirnya bisa tuh dia masuk di fakultas hukum" Kata Salwa mengakhiri


Lisa yang melihat penjelasan Salwa hanya bisa mendengarkan sambil melongo.


"Wah hebat juga lu curut" Tukas Lisa kemudian


Abhian hanya mengedikkan bahunya sambil memberi tatapan sinis seperti biasa ke arah Lisa.


Setelah beberapa aksi ribut Abhian dan Lisa. Mereka bertiga akhirnya saling diam. Lisa dengan ponsel yang ada di tangannya dan Salwa seperti biasa dengan buku dan kacamata yang bertengger di hidung mungilnya. Sedangkan Abhian, sudah jelas dia tertidur karena perutnya sudah kenyang akibat masakan Salwa yang sudah dia lahap beberapa menit yang lalu.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, Lisa lalu berpamitan pulang. Abhian sudah bangun dari tidurnya, sedangkan Salwa juga sudah menutup buku tebalnya dan siap mengantarkan Lisa ke depan.


"Balik dulu ya Sal?" Katanya berpamitan


Salwa lalu melambaikan tanganya, disusul Abhian dari belakang juga ikut melambaikan tangan sambil menodongkan jari tengah ke arah Lisa.


Membuat Lisa menjadi kesal dan ikut menodongkan jari tengah ke arah Abhian. Salwa hanya cengengesan saja ketika melihat aksi mereka berdua, meskipun sudah lama tidak bertemu tetapi tingkah mereka berdua tetaplah sangat lucu.


Setelah Lisa pulang, Salwa lalu masuk, duduk di kursi sambil meraih buku tebal yang sempat dia baca.


Pintu masih terbuka lebar seperti biasa, Abhian lalu menghampiri Salwa dan ikut duduk. Salwa lalu meletakkan bukunya lalu menatap Abhian sambil menaikkan kedua matanya seolah raut wajahnya mengisyaratkan pertanyaan "Kamu mau ngomong apa bhi?"

__ADS_1


Abhian yang melihat Salwa lalu tersenyum. Kenapa pacarnya ini selalu peka dengan situasi yang terjadi.


"Kenapa kamu peka banget sih Sal?" Kata Abhian kemudian. Salwa hanya tersenyum menanggapi


Sebentar kemudian Abhian manatap Salwa lekat sambil menarik nafas, seperti ada yang ingin diutarakan tapi tertahan. Salwa masih setia menunggu Abhian berbicara


"Gapapa bhi, ngomong aja" Kata Salwa lagi


Abhian kemudian mengerjap. Dia masih enggan mengutarakan isi hatinya, Salwa ikutan bingung.


"Gini Sal? Aku cuma mau bilang" Katanya mengawali percakapan sambil sesekali melirik Salwa yang masih setia menatap dirinya.


"Hubungan kita kan sudah lama" Lanjut Abhian dengan menggantungkan kalimatnya.


Salwa semakin bingung dengan arah pembicaraan Abhian tapi dia masih berusaha sabar dan tetap ingin mendengarkan kalimat selanjutnya.


Di satu sisi Abhian masih belum berani mengatakan lagi tapi Salwa sudah menunggu dan mau tidak mau Abhian akhirnya melanjutkan kalimatnya yang menggantung tadi


"Bisa ngga kita lanjut ke jenjang serius, menikah misalnya" Lanjut Abhian dengan sekali tarikan nafas


Salwa yang mendengar itu hanya diam terpaku. Nafasnya seperti berhenti membuat dia kehilangan fokus.


Matanya mengerjap beberapa kali, sepertinya dia salah dengar, raut wajah Salwa begitu kaget. Abhian masih terpaku di tempatnya, diam seribu bahasa.


Begitu juga dengan Salwa. Entahlah mereka berdua sepertinya masih bergelut dengan pikiran masing-masing.


Salwa yang bingung dan Abhian yang takut akan jawaban Salwa selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2