
Abhian berjalan menyusuri koridor kelas 12, wajahnya sangat terlihat lelah, tentu saja semalam dia tidak bisa tidur setelah pulang dari kontrakan Salwa. Perasaanya benar benar tidak bisa tenang begitu saja
Bayangan Salwa terseret motor lagi lagi membuatnya mendesis tak terima, pikiranya kemarin sudah kemana mana ingin mencari pencopet itu, Yah meskipun Salwa bilang kalau dirinya sudah baik baik saja, Abhian kemarin terus merasa khawatir dan tak tenang, membuat matanya sulit terpejam dan tidak bisa tidur, Akhirnya dia putuskan untuk memilih tidak usah tidur, dan malah memilih olahraga dengan peralatan seadanya di dalam kamarnya.
Sekarang Abhian menyesal dengan keputusanya untuk tidak tidur sebentar, lihatlah! kedua matanya terlihat seperti mata panda, cara berjalanya juga gontai tak bertenaga!
Sampai di dalam kelas pun, otaknya masih sibuk memikirkan keadaan Salwa. Akhirnya dia mneyerah, nanti saja setelah istirahat tiba dia akan menghampiri Salwa di kelasnya dan memastikan keadaanya lagi.
Abhian tau kalau Salwa hari ini tidak absen, dia tau karena memang Salwa bilang kalau hari ini di kelasnya juga akan diadakan kuis fisika.
Istirahat📍
Abhian meraup wajahnya kesal, kuis matematika tadi benar benar membuatnya frustasi, apalagi pikiranya yang tidak bisa fokus karena otaknya hanya dipenuhi dengan Salwa dan Salwa membuat dirinya tersiksa selama kuis berlangsung.
Dia juga tidak tahu kenapa pikiranya begitu terobsesi pada Salwa, ralat! bukan terobsesi melainkan khawatir dengan keadaan gadis itu.
Bagaimana mungkin dia tidak khawatir, kemarin Abhian sudah melarangnya untuk tidak masuk sekolah, bahkan dia ingin membuatkanya surat izin dan bersedia memberikan surat itu di kelasnya.
Tapi gadis itu hanya tersenyum dan menggeleng lalu berkata.
"Tidak papa, aku sudah baik baik saja. Lagian besok ada kuis fiiska di kelasku, kalau aku absen nanti pak Budi bisa memberiku nilai nol bhi"
Bisa bisanya gadis itu nekat masuk sekolah hanya karena di kelasnya akan diadakan kuis fisika, apakah nilai lebih penting dari kesehatanya sendiri.
Ah benar benar, Salwa memang gadis yang keras kepala!
🌈🌈
Bel istirahat baru saja berbunyi, Abhian bernafas lega, dia ingin cepat cepat menghampiri kelas Salwa tentu saja!
Dia tidak mengerti dengan pikiran yang memenuhi kepalanya sekarang, kenapa pikiranya hanya dipenuhi keinginan untuk melihat keadaan gadis berkacamata itu. Aneh!
Abhian keluar dari kelasnya, dengan langkah tergesa gesa. Pandangannya tertuju hanya pada kelas pojok dekat ruang olahraga itu, kaki panjangnya bergerak cepat menuju kelas Salwa, setelah sampai di depan kelas itu, dia berhenti, sebenarnya dia ingin masuk, taoi niatnya di urungkan. Bukan apa apa hanya saja apakah tidak apa jika dia masuk dan menemui Salwa lalu menanyakan keadaanya? tidak! lebih baik dia tidak melakukan hal itu. Salwa bisa bisa akan menjadi batu ketika dia tiba tiba muncul dan bertanya di kelasnya.
Akhirnya Abhian hanya berhenti di depan kelas, bola matanya bergerak menjelajahi seisi kelas itu, dan berhenti di salah satu meja dengan dua siswa yang terlihat sedang terlihat serius mengobrol satu sama lain.
Abhian yakin cewek yang duduk membelakanginya itu adalah Salwa karena tangan kirinya terlihat berada diatas meja dengan balutan perban
"Bener bener" Gerutunya kesal "Nekat banget buat masuk sekolah" Tambahnya berbalik dengan raut wajah yang lebih tenang.
__ADS_1
🌈🌈
Setelah obrolanya dengan Vina tadi, Salwa berusaha meyakinkan sahabatnya kalau itu bukanlah masalah besar dan tidak perlu memikirkanya, lagian mana ada orang yang tega mencelakainha dengan cara seperti itu, dia juga sudah berjanji kepada Vina untuk lebih berhati hati.
Tapi meskipun Salwa berhasil meyakinkan Vina, sebenarnya dia pun tak yakin dengan perkiraanya.
Di dalam perpustakaan otaknya masih berputar memikirkan dugaan dugaan Vina tadi, dia tidak fokus dengan buku yang sekarang ada di depanya. Tidak biasanya Salwa seperti ini,
Siapa orang yang tega mencelakainya dengan cara seperti itu, Salwa hanya tidak habis fikir.
Bukankah kalaupun memang Salwa ada salah dengan orang itu, seharusnya orang itu menyuruhnya untuk minta maaf saja kan? kenapa malah membayar orang untuk membuatnya celaka.
Bukanya Itu tidak akan menyelesaikan masalah, dan malah menimbulkan permusuhan. Sebenarnya sebenci apa orang itu pada dirinya, apakah kesalahanya benar benar fatal sampai orang itu tidak mau memberitahunya dan malah berniat mencelakainya?
Ketika pikiranya sibuk dengan masalah itu, tiba tiba saja ada seseorang yang duduk di depanya. Salwa mendongak, lalu melihatnya. Itu Abhian..
Tatapan mereka bertemu, Salwa sudah biasa dengan tatapan Abhian. Sudah tidak lagi gugup seperti pertama, mungkin karena mereka sudah sering bertemu dan mengobrol jadi Salwa sudah tidak terlalu kaku, kecuali kalau memang saat Abhian bersikap manis dan membuat degup jantungnya berpacu itu lain lagi bagi Salwa.
"Lo mikirin apaan sal" Tanyanya berbisik, sembari membuka buku di tanganya. Salwa mngerjap lalu mengalihkan pandangannya ke bukunya lagi
"Gak papa bhi" Jawab Salwa seadanya.
"Ck, kebiasaan jawabnya gakpapa" Ucapnya terlihat kesal. Salwa hanya tersenyum canggung menanggapi decakan itu
Hening beberapa saat, mereka hanya fokus pada buku masing masing.
Salwa melirik jam tanganya, sepertinya istirahat kurang 10 menit lagi. Dia harus kembali ke kelas, Salwa hendak berdiri, saat Abhian lagi lagi bertanya.
"Mau kemana Sal" Tanya Abhian tiba tiba, Salwa lalu berbalik menatap Abhian, sebentar kemudian dia mengangkat buku yang ia bawa
"Ngembaliin ini, udah mau bel soalnya" Jawabnya lalu menunjuk jam tangan yang menempel di dinding perpustakaan "Mau nitip?" Katanya menawari
"Oh, gausah gue balikin sendiri aja" Tolak abhian lalu ikut berdiri.
Salwa manggut manggut dan lalu melangkahkan kakinya menuju bilik perpustakaan
Setelah sampai di bilik perpustakaan, Salwa mengembalikan buku itu pada tempatnya. Lalu menengok kanan kiri mencari keberadaan Abhian, setelah menemukan Abhian yang berada di bilik rak satunya, Salwa lalu berjalan menghampirinya.
"Bhi aku mau ke kelas dulu" Pamitnya kemudian.
__ADS_1
Abhian menatapnya sebentar lalu mengangguk. Salwa berbalik ingin pergi, tapi tiba tiba suara Abhian terdengar lagi
"Boleh bareng gak Sal?" Katanya berjalan mendekat
Salwa tersenyum canggung.
Bingung bagaimana menanggapi pertanyaan yang terlihat seperti ajakan itu. Setelah beberapa saat akhirnya dia mengangguk juga, pikirnya terlalu jahat bukan kalau dia menolak, sedangkan Abhian adalah orang yang menyelamatkan nya dan menolong dirinya kemarin. Hanya berjalan beriringan tidak akan membuatnya risih kan.
Abhian lalu tersenyum melihat anggukan Salwa. Dia lalu meletakkan buku yang ada di tanganya.
"Yuk!" Ajaknya kemudian.
Salwa mengangguk saja mendengarnya dan berjalan mengekor di belakang punggung besar Abhian
Sepanjang perjalanan Salwa terlihat tidak percaya diri, banyak murid yang menatapnya dengan tatapan mengintimidasinya. Dia menyesal, seharusnya tidak seperti ini kan? kenapa dia malah merasa tak nyaman begini dengan tatapan tatapan ini
Sedangkan Abhian terlihat berjalan dengan tenang dan santai seolah sudah biasa dengan hal ini.
"Lo gak nyaman ya" Bisiknya di sela sela perjalanan.
Salwa menoleh menatap Abhian, bagaimana mungkin cowok ini tau kalau dirinya sedang merasa tidak nyaman, apakah raut wajahnya memang se jelas itu sekarang?
Degan hati hati, Dia lalu mengangguk samar.
Abhian tersenyum saja lalu manggut manggut, sebentar kemudian dia berbisik lagi.
"Kalo lo gak nyaman, gue jalan duluan aja. Ok?" Bisiknya lembut, lalu berjalan cepat mendahului Salwa.
Salwa hanya diam saja, wajahnya bersemu saat mendengar Abhian yang begitu pengertian.
Ah seharusnya tadi dia menjelaskan alasanya mengapa dia tidak nyaman, itu bukan karena ada Abhian di sampingnya. Salwa hanya sedikit risih karena tatapan teman teman nya. Ah bagaimana ini, seharusnya Salwa tadi tidak mengangguk kala Abhian bertanya kepadanya, anggukan itu sama saja seperti mengusir Abhian kan?
Sekarang Salwa merasa tidak enak. Mau menjelaskan juga sudah tidak bisa, Abhian sudah berjalan jauh mendahuluinya!
Dasar bodoh!
...***Happy Reading!!!!!☀️...
Yang udah mampir jangan lupa like dan vote, coment juga silahkan. GRATISSS KOK😂***
__ADS_1
Senin, 25 Januari 2021
My house📍