Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
INDAHNYA HIDUP SEHAT


__ADS_3

**


Setelah mereka sudah sampai di apartemen.


Dengan sigap Salwa lalu menuntun Abhian ketika turun dari mobil, Abhian berjalan tertatih dengan badan masih lemas.


Salwa sudah bilang untuk dia tidak masuk kuliah terlebih dahulu karena memang kondisi Abhian masih belum stabil ditambah kata dokter level shock yang dialami Abhian sangatlah parah.


"Kamu besok gausah masuk kampus dulu ya bhi" Ucap Salwa dengan tangan yang melingkar di pinggang Abhian.


Abhian hanya ber dehem saja, sesekali mendesis karena menahan sakit di ujung kakinya.


"Ini kayaknya kondisi kamu masih belum stabil" Lanjut Salwa lagi yang di ikuti anggukan dari Abhian.


Setelah sampai di sofa Abhian lalu duduk. Kemudian Salwa mengambil gelas dan menuangkan air putih, lalu memberikanya pada Abhian.


"Nanti siang aku pulang dulu bhi, ke rumah" Ucap Salwa kemudian ketika Abhian selesai minum


"Kenapa engga nanti sore aja Sal" Jawab Abhian sambil meletakkan gelas kosong diatas meja.


Salwa diam dan memutar kepalanya sembilan puluh derajat ke arah Abhian


"Emangnya kenapa?" Tanya Salwa penasaran.


Abhian yang di tatap Salwa kemudian segera menoleh, dia lalu menelan ludah kasar.


Dahinya sedikit berkerut, kedua matanya menyipit. Dia segera menjawab pertanyaan Salwa. Takut Salwa menjadi khawatir atau memikirkan hal lain tentang pulang sore yang dia maksud.


"Enggak Sal, maksud aku kalau kamu pulang sore kan ga terlalu panas" Kilahnya sembari mengeluarkan ponsel yang ada di saku jaketnya.


Salwa hanya manggut-manggut, dia kemudian ber oh ria saja menanggapi jawaban Abhian.


"Kirain kamu gak mau jauh jauh dari aku" Goda Salwa sambil terkekeh.


Tapi Abhian malah mengangguk menyetujuinya.


"Ya emang, aku gabisa hidup kan kalo gada kamu" Lanjut Abhian menanggapi godaan Salwa.


Salwa hanya nyengir sembari memanyunkan bibirnya.


Kemudian matanya melirik ke arah Abhian sambil mengeluarkan sumpah serapah.


"Dasar mulut cowo" Gerutu Salwa diikuti gelak tawa Abhian yang semakin pecah.


"Iya deh, sore an aja aku pulangnya" Jawab Salwa diikuti dengan

__ADS_1


**


Hening.


Salwa masih sibuk dengan buku buku tebal dan laptop yang ada di depanya sedangkan Abhian mulai dilanda rasa bosan karena sedari tadi hanya memainkan ponselnya saja.


Buka tutup aplikasi dan sesekali hanya men scroll sosial media membuatnya dilanda rasa bosan.


Dia kemudian membuka kamera dan memotret Salwa beberapa kali, melihat hasil foto itu sebenarnya Abhian ingin sekali mengunggah nya di sosial media miliknya.


Namun ketika melihat Salwa dia lagi lagi mengurungkan niatnya. Takut nanti Salwa akan marah ketika Abhian nekat memposting fotonya.


"Kamu ga bosen Sal?" Tanya Abhian.


Di situasi mengerjakan tugas seperti sekarang Salwa pasti tidak akan pernah bertanya dahulu sebelum Abhian yang memulai percakapan.


Fokusnya pasti hanya pada buku buku tebal dan laptop miliknya. Abhian pasti akan jadi yang kedua karena Salwa lebih tertarik kepada buku dan laptop yang ada di depanya.


Merasa di abaikan Abhian kemudian meringis. Mau tidak mau dia harus tetap sabar dan telaten kalau berurusan dengan pacarnya ini.


Dengan sabar Abhian kemudian mencoba untuk bertanya lagi kepada Salwa.


"Salwa? kok diem aja sih" Tanya Abhian yang lagi lagi tidak ada sahutan dari seorang Salwa.


"SALWA ANINDITAAAA" lagi lagi suara Abhian terdengar nyaring, akhirnya Salwa menoleh.


"Apa Bhi?" Jawab Salwa dengan singkat.


Abhian lalu menghembuskan nafas kasar, menyenderkan punggungnya pada sofa dan lalu sedikit menegakkan badanya. Sepertinya Salwa sudah selesai dengan tugas tugas nya


Bhian lalu bergumam lirih sangat lirih sampai hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri "Sabar Bhi, pacar lu kan emang gitu" Kata Abhian penuh rasa sabar


"Kamu daritadi nugas mulu Sal" Tanya Bhian lagi dengan senyum seperti biasa.


"Aku kalau soal tugas gak pernah bosan sih bhi, kamu tau sendiri kan" Jawab Salwa tanpa beban sambil terkekeh geli


"Dasar si ambis Salwa" Sinis Abhian.


Salwa hanya mengedikkan bahunya, sambil memasang raut wajah tidak peduli seperti biasa.


Abhian yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Kadang aku heran juga sama kamu, kok bisa sih dari jaman SMA sampai kuliah kamu ga pernah bosan sama yang namanya tugas" Cerocos Abhian mengungkapkan isi hatinya dengan raut wajah dramatis


Abhian merasa kesal tentu saja karena mendapatkan pacar yang super duper cuek dan kolot.

__ADS_1


Anehnya Abhian tetap menyayangi Salwa dan semua sifat-sifat Salwa yang terkadang bisa berubah ubah sesuai mood yang sedang dia rasakan.


Salwa.


Dia gadis yang sangat pendiam tapi akan banyak berbicara saat bersama orang yang tepat, tidak memiliki teman tapi pasti di kenal oleh orang orang yang misterius.


Terkadang Abhian merasa dirinya aneh karena bisa jatuh cinta dengan gadis yang aneh juga seperti si Salwa ini, namun di sisi lain Abhian justru sangat bersyukur bisa menjalin hubungan dengan Salwa.


Banyak hal yang bisa dia raih. Salwa juga membawa perubahan baik dalam dirinya, ingin rasanya dia cepat cepat lulus kuliah dan menikah dengan Salwa.


Namun lagi-lagi keinginan itu selalu di hapus, bukan karena apa apa namun Salwa pasti belum mau jika harus membahas tentang pernikahan di usia yang masih muda ini.


"Kamu mau kemana sih bhi?" Kata Salwa memberi pertanyaan.


Abhian hanya diam, matanya berkedip beberapa kali. badanya masih terlihat lemas, bibirnya pucat dan matanya terlihat sayu.


"Pengen keluar kemana gitu" Jawab Abhian seadanya.


Salwa hanya menggelengkan kepalanya. Melihat kondisi Abhian tidak mungkin kalau Abhian harus keluar.


Salwa kemudian berdiri dari duduknya. Abhian masih melihatnya dengan antusias, senang kalau permintaanya dapat persetujuan dari Salwa.


Namun sepertinya usahanya sia sia.


"Kamu itu masih sakit bhi. Udah di rumah aja, kamu butuh apa sini aku beliin, atau kamu mau makan apa aku yang masakin ya" Kata Salwa panjang lebar.


Membuat Abhian kembali menghembuskan nafas kasar. Bhian kira Salwa akan setuju kalau dirinya ingin keluar sebentar, tapi ternyata dugaannya salah besar.


Jangankan dapat persetujuan yang ada dia malah mendapatkan omelan yang panjang lebar dari mulut sang pacar.


Setelah mendengar ucapan itu, Bhian kemudian pasrah saja.


"Yaudah deh aku di rumah aja" Jawab Abhian sambil meringkuk di sofa seperti anak kucing yang kedinginan.


Salwa lalu membereskan semua buku-buku dan laptop yang dia gunakan untuk mengerjakan tugas tadi. Sedangkan Abhian sudah tidak lagi merengek ingin keluar, Abhian hanya memejamkan matanya.


Sepertinya siang ini dia akan tidur saja.


**


Melihat bhian tertidur Salwa lalu bergegas menuju dapur. Dia buka kulkas yang ada di samping meja makan, lalu dia lihat beberapa bahan yang ada di dalam kulkas itu, kemudian Salwa mengeluarkan isinya dan menaruhnya diatas meja.


Abhian hanya diam dan lagi lagi hanya mengeluarkan ponsel miliknya. Dia tidak bisa tidur meskipun sudah berusaha memejamkan matanya


"Kamu mau ngapain Sal?" Tanya Abhian penasaran

__ADS_1


"Masak bhi" Jawab Salwa singkat


__ADS_2