Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
DASAR SALWA


__ADS_3

Sal? kamu lihat aku ada aku ngga sih?" Gerutu Abhian dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal


**


Salwa kemudian menoleh ke arah Abhian sambil nyengir saja. Abhian memutar bola matanya malas menanggapi Salwa yang seperti itu.


Salwa kemudian memasang raut wajah menyesal, tak lupa dia juga mengatupkan kedua telapak tangannya seperti memohon ampun ke arah Abhian.


Itu sukses membuat Abhian tertawa terbahak-bahak melihat tingkah absurd pacarnya itu.


Salwa tak henti-hentinya melakukan hal yang sama berulang kali. Sedangkan Abhian lalu mengangguk mengiyakan.


"Kamu kebiasaan deh Sal" Kata Bhian kemudian


Salwa kemudian melihat Bhian dengan tatapan penuh tanya "Kebiasaan kenapa bhi" Tanya Salwa kembali


Abhian kemudian menghembuskan nafasnya kasar sambil melirik ponsel Salwa yang tergeletak di pinggir buku buku tebal yang bertumpuk di atas meja.


"Dih pake nanya" Sergah Bhian dengan tatapan penuh selidik


Salwa hanya terkekeh, pasalnya dia juga tidak mengerti apa yang di maksud dari perkataan Abhian barusan.

__ADS_1


Abhian masih diam, Salwa juga ikut diam. Sebentar kemudian Bhian kembali melirik ponsel Salwa lagi.


"Kamu kalo udah baca buku gak ngecek ponsel apa gimana sih Sal?" Tanya Abhian berkeluh kesah.


Salwa terkejut, dia masih belum paham dengan arah pembicaraan Bhian. Namun sebentar kemudian dia menyadari akan hal yang membuat Abhian daritadi memasang raut wajah gemas pada Salwa.


"Emangnya kenapa bhi?" Tanya Salwa dengan nada polos.


Bhian lalu menghembuskan nafasnya lagi. Salwa hanya tersenyum menanggapi, dia benar-benar tidak tau maksud dari pembicaraan Abhian.


"Aku telpon berkali-kali loh Sal" Titah Abhian sambil menunjuk ponsel milik Salwa dengan dagunya.


Salwa hanya manggut-manggut saja, dia baru saja paham maksud Abhian.


"Maaf bhi, aku terlalu fokus sama buku ini" Kata Salwa penuh penyesalan.


Abhian hanya memanyunkan bibirnya berusaha memahami Salwa yang kesekian kalinya.


"Lain kali di angkat kek, atau nggak pesan ku di balas kek" Gerutu Abhian sambil memasang wajah kesal.


Salwa lalu tersenyum saja sambil mengangguk samar. Dia kemudian meraih ponselnya dan melihat notifikasi yang ada di dalam ponsel tersebut.

__ADS_1


51 panggilan tak terjawab dan 20 pesan WhatsApp yang belum dibaca.


Melihatnya saja membuat Salwa geleng-geleng kepala. Pantesan Abhian merasa begitu kesal, ternyata segini banyaknya dia telah menghubungi Salwa.


Salwa sedikit menyesal, dia bahkan kembali memberikan permintaan maaf kepada Abhian. Benar-benar menyesali perlakuan yang tidak sengaja itu kepada Abhian.


"Wah!" Pekik Salwa ketika menyadari banyak sekali notifikasi yang ada di ponsel miliknya itu.


Abhian sedikit terkejut ketika mendengar Salwa. Tapi sebentar kemudian mengetahui apa yang membuat Salwa begitu terkejut.


Bhian lalu menanggapi saja dengan tersenyum simpul.


Setelah hari menjelang petang Salwa dan Abhian bergegas pergi keluar ruangan.


Mereka akan pulang mengingat hari sudah semakin petang.


"Pulang sekarang atau nanti?" Tanya Abhian ketika mendapati Salwa berulang kali mengecek jam tangannya.


Salwa terlihat menimang nimang jawabannya. Dia kemudian menghembuskan nafasnya "Sekarang aja bhi" Jawabnya singkat


Abhian kemudian bergegas membereskan buku-buku tebal yang ada di atas meja. Tak lupa dia kemudian ikut membantu mengembalikan buku-buku itu ke rak perpustakaan

__ADS_1


__ADS_2