
Bel istirahat baru saja berbunyi nyaring seantero SMA Garuda, seperti biasa terlihat Vina seorang diri keluar dari kelasnya, tapi Vina mau kemana? tentu saja untuk pergi ke kantin.
Dan kenapa tidak bersama dengan Salwa? tentu saja Salwa tidak ikut dengan Vina pergi ke kantin karena memang Salwa selalu saja akan pergi ke perpustakaan setelah bel berbunyi.
Setelah mendengarkan cerita Salwa tadi, Vina sempat khawatir dengan sosok 'Abhian' itu, tetapi sepertinya Salwa benar benar serius mengatakan kalau Abhian adalah cowok baik dan tidak neko neko, Salwa memang tidak pernah salah jika menebak, Vina perhatikan sebelumnya cowok dengan nama Abhian itu memang terlihat baik, mungkin dia menyukai Salwa? entahlah yang jelas Vina sudah tidak perlu khawatir lagi.
Vina keluar kelas nya, berbeda dengan Salwa yang pemalu dan selalu nenunduk ketika berjalan, Vina berjalan penuh percaya diri lalu berhenti di depan pintu kelas IPA 2, ya kelas Lisa.
Menurut Vina mungkin mulai sekarang dia tidak akan pergi ke kantin sendiri karena Lisa sudah menjadi sahabatnya juga, jadi kalau Salwa memang tidak ke kantin dia bisa mengajak Lisa untuk pergi ke surganya semua murid SMA Garuda itu.
Vina berhenti di depan pintu, melongok ke dalam kelas Lisa. Pandanganya menyapu ke seluruh ruangan kelas itu dan mendapati Lisa sedang mengobrol dengan salah satu cewek, mungkin teman satu kelas Lisa.
Vina memperhatikan keduanya, matanya lalu berhenti dengan lawan bicara Lisa, ya cewek yang berbincang dengan Lisa, Vina tidak bisa melihat wajahnya karena memang posisinya berdiri membelakangi nya. Dilihat dari posturnya Cewek itu terlihat cantik meskipun Vina hanya bisa melihat punggungnya yang tertutup dengan rambut terurai itu, tubuhnya tinggi langsing dan sangat pas dengan seragam yang dia kenakan, mereka terlihat serius berbincang satu sama lain.
Vina yang awalnya ingin memanggil Lisa jadi enggan karena takut mengganggu urusan mereka, dia lalu memutuskan untuk pergi ke kantin sendiri saja. Toh tidak ada yant Vina takutkan jika memang harus pergi sendiri.
Tapi ketika ingin beranjak dari tempat itu, tiba tiba terdengar Lisa yang memanggilnya dari dalam kelas.
"Vina!!!" Teriak Lisa
Vina tidak jadi melangkahkan kakinya, tetap beridiri di tempatnya lalu menoleh kearah sumber suara dan mendapati Lisa yang terlihat masih berbincang dengan siswi cantik itu, dan sebentar kemudian Lisa lalu mengangguk dan berjalan ke arah pintu, sepertinya Lisa tadi mengakhiri perbincangan mereka karena melihat kehadiranya.
Sekarang Vina merasa tidak enak dengan Lisa
"Kamu mau ke kantin?" Tebak Lisa setelah sampai di depan Vina
Vina lalu tersenyum "Hehe iya nih Lis" Katanya seraya nyengir
Lisa lalu menengok kanan kiri seperti sedang mencari orang lain, Vina berpikir mungkin Lisa sedang mencari Salwa?
"Salwa gak ikut ke kantin, tuh anak udah kumat lagi deh jadi penunggu perpus" Kata Vina menjelaskan
Lisa hanya membuka mulutnya, dan mengangguk paham. Vina yang sedari tadi masih memperhatikan Lisa membuat Lisa menoleh menatap Vina.
"Kamu kenapa? Ayo! katanya ke kantin" Ucapnya seraya meraih lengan Vina dan menariknya supaya ikut berjalan beriringan.
__ADS_1
Vina hanya diam, tapi juga mengikuti Lisa berjalan menuju koridor kantin sekolahnya.
"Lo gak sibuk kan Lis" Tanya Vina di sela sela mereka berjalan. Lisa lalu menoleh bingung dengan pertanyaan Vina barusan
"Sibuk?" Jawab Lisa mengerutkan dahinya.
"Enggak, maksut gue lo gak ada urusan lain? tadi soalnya pas gue liat, kayaknya lo lagi ada urusan sama temen sekelas lo" Kata Vina kemudian
Lisa akhirnya baru paham dengan arah pembicaraan Vina, dia lalu menggeleng dan tersenyum saja.
"Aku gak sibuk kok, tadi cuma obrolan biasa. Lagian aku suka tau kamu dateng ke kelas aku dan ngajakin ke kantin barengan" Jelasnya dengan raut wajah terlihat berbinar.
setelah mendengar jawaban itu, Vina hanya menanggapinya dengan tersenyum manis merasa kikuk saja dengan jawaban Lisa yang diluar dugaanya.
Setelah obrolan itu, keduanya hanya berjalan dalam diam, tapi tiba tiba otaknya menerima sinyal yang entah darimana datangnya.
Vina heran saja dengan teman barunya ini, bukankah dia terlihat akrab dengan siswi tadi, tapi ekspresi Lisa saat menjawab pertanyaannya barusan kenapa seolah Lisa tidak memiliki siapa siapa selain dirinya.
Yang benar saja!
๐๐
Mereka berjalan melewati koridor kantin masih dengan Vina yang memikirkan Lisa. Tidak terasa mereka sudah melewati pintu kantin dan masuk ke kantin yang sudah ramai dengan murid murid yang kelaparan.
"Mau duduk dimana Vin?" Tanya Lisa yang kemudian membuyarkan lamunanya sepanjang perjalanan
Vina masih belum mendengar jelas pertanyaan dari Lisa barusan dia lalu mnggaruk kepalanya
"Hah? gimana lis?" Katanya "Sorry gak denger, rame banget disini" Kilahnya memberi alasan
"Kita duduk dimana?" Ulang Lisa dengan mengedarkan pandangannya ke dalam penjuru kantin
Vina lalu menoleh kanan kiri mengikuti Lisa. Sebentar kemudian Lisa menunjuk salah satu meja di pojok kanan kantin
"Disitu aja Vin, masih kosong!" Ajaknya sembari melangkah menuju tempat yang dia maksud. Vina lalu hanya mengikuti saja, setelah sampai mereka lalu duduk, Lisa meletakkan ponselnya di atas meja dan laku berdiri lagi
__ADS_1
"Lo mau kemana Lis?" Tanya Vina buru buru, saat menyadari Lisa yang sudah berdiri lagi.
"Mau pesen makan Vin, kemana lagi emang?" Jawabnya dengan nada terkikik "Kamu mau pesen apa?" Lanjutnya
Vina hanya nyengir "Kirain mau ninggalin gue" Katanya ikut terkikik menyadari pertanyaan konyolnya itu
"Nasi goreng aja deh, minumnya es jeruk" Katanya sambil mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya.
Lisa lalu mengangguk saja dan pergi dari hadapan Vina.
๐๐
Di perpustakaan Salwa masih tidak fokus belajar dia hanya membolak balikan halaman buku di tangannya, pikiranya masih terpecah belah, sulit sekali menebak siapa sebenarnya seorang di balik hal hal mengerikan yang dia alami baru baru ini. Salwa merasa dia tidak ada salah pada siapa pun, jangankan musuh teman saja Salw hanya punya beberapa saja lalu sebenarnya siapa dalang di balik semua kejadian itu, ingin rasanya Salwa bertanya pada orang itu, apa kesalahannya sampai dia harus mengancamnya dan ingin mencelakainya dengan orang orang suruhan itu.
Saat bercerita dengan Vina tentang Abhian tadi, dia masih enggan menceritakan masalah ini kepada Vina bukan karena apa apa, Salwa hanya takut Vina semakin khawatir kepadanya dan malah akan mengganggu belajar Vina mengingat sebentar lagi juga akan ada ujian kelulusan.
Salwa rasa biarlah ini semua berjalan, biarlah orang itu meneruskan dendamnya padanya, bagi Salwa tak perlu memusingkan hal aneh seperti ini yang terpenting sekarang adalah nilai ujian kelulusannya, daripada harus mencari seseorang yang belum tau siapa dia lebih baik sekarang Salwa belajar dan fokus kepada ujian yang akan datang.
Ya! lupakan masalahnya, sekarang dia harus fokus dengan belajarnya bukan?
Salwa berusaha fokus pada buku di tangannya. Dia benar benar ingin melupakan masalahnya itu, tidak mau ambil resiko dengan pemikiran absurdnya yang belum tentu benar adanya.
Salwa malah memprioritaskan nilainya daripada keselamatan nyawa nya, bukankah itu memang rencananya di akhir tahun ini, bisa lolos dan masuk di perguruan tinggi impiannya adalah fokusnya di semester akhir kelas 12 ini kan?
Dia juga masih punya Vina, Abhian dan Lisa yang selalu membuatnya semangat. Saat merasa ketakutan sebesar apapun rasa takut itu, dia selalu mengingat wajah sahabatnya, mereka bertiga adalah keluarga bagi Salwa. dengan adanya mereka Salwa harusnya jadi lebih berani untuk menghadapi orang orang misterius itu, ya! dia harus berani melawan orang orang misterius itu, jangan hanya karena mendapat ancaman kekanak kanakan itu nilainya harus menurun dan membuat planning masa depanya hancur, itu tidak boleh terjadi.
Salwa pasti bisa menemukan seseorang di balik semua ini!
...**HAPPY READING!...
...Stay tuned sama cerita aku ye๐...
...THANK YOU๐**...
Senin, 08 Februari 2021
__ADS_1
My House๐