
"Aku tunggu disini dulu" Ucap Bhian lagi ketika menyadari keraguan Salwa.
**
Sebenarnya Salwa tidak ingin membuat Bhian menunggu seperti itu. Akan jauh lebih baik ketika Bhian langsung saja pulang dan beristirahat mengingat besok akan ada kelas pagi di kampusnya
Namun seorang Bhian tetep ngeyel dan kekeuh ingin berjaga sebentar di depan rumah. Apa boleh buat Salwa tidak bisa menolaknya lagi
Salwa kemudian mengangguk, dengan berat hati dia lalu masuk ke dalam rumah. Beberapa menit kemudian dia kembali ke luar sambil membawa secangkir teh hangat.
"Di luar dingin bhi, minum dulu ya" Ucap Salwa menyodorkan cangkir itu
Bhian laku menerimanya dan menyeruput teh itu.
Semakin malam udara Semakin dingin, ditambah dengan hawa yang terasa mencekam.
"Kamu cepetan masuk Sal" Ucap Bhian sambil memberikan gelas tadi
Salwa masih menatap Bhian lekat-lekat. Dengan berat hati dia sebenarnya tidak ingin masuk, tapi Bhian terus memaksanya.
"Bhi, kamu pulang aja deh" Kata Salwa lagi
Bhian kemudian menoleh ke arah Salwa, masih dengan tatapan yang datar. Dia menghembuskan nafas panjang kemudian tersenyum.
"Kita gak tau Sal ada apa nantinya ketika aku memutuskan untuk pulang" Jelas Bhian dengan nada lembut
Salwa sebenarnya mengerti maksud dari penjelasan Abhian. Namun dia tetap tidak tega jika meninggalkan Bhian di depan sendirian dengan udara dingin seperti ini.
"Udah gakpapa Sal, aku udah biasa juga kaya gini. Lagian kalau semua bener bener aman aku nanti pulang Sal" Jelas Bhian lagi panjang lebar
Salwa kemudian mengangguk paham, dia lalu masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang jauh lebih tenang.
**
Hampir satu jam Abhian masih berjaga di depan rumah Salwa.
Tidak ada tanda-tanda munculnya kejahatan apapun, jadi sepertinya tidak apa-apa kalau sebentar lagi dia memutuskan untuk pulang saja.
Lagian kapan lalu, Bhian juga sudah memasang cctv di depan rumah Salwa. Jadi setelah pulang nanti Abhian masih bisa memantau lewat cctv itu.
Setelah dirasa cukup aman. Bhian melangkah keluar dari emperan rumah Salwa, menghampiri motor yang terparkir di bawah pohon mangga.
Dia memakai helm nya dan menghidupkan motornya, sebentar kemudian dia celingak-celinguk masih memastikan keadaan sekitar.
__ADS_1
"Aman" Gumamnya seraya melajukan motornya.
**
Setalah sampai di apartemenya. Bhian masuk ke dalam pelataran bangunan tinggi itu, dengan gesit dia berlari menuju lorong.
Masuk ke dalamnya dan menunggu lift yang sedang berjalan ke atas. Setelah beberapa menit menunggu lift terbuka, tidak ada siapapun di dalamnya.
Tanpa basa-basi Bhian kemudian langsung masuk saja, dia diam saja di dalam lift dan menyenderkan tubuhnya di dinding lift yang terasa dingin.
Pikirannya berputar dengan kejadian pasar malam tadi, sebentar kemudian dia mengeluarkan ponselnya dari kantong jaket dan mengecek cctv rumah Salwa melalui ponsel itu.
Tak berselang lama pintu lift terbuka, Bhian lalu keluar dari lift dan mengamati lorong apartemen sudah dangat sepi.
Sepertinya akan sangat membosankan ketika dia harus masuk ke dalam apartemen yang sepi itu. Jadi Bhian kembali masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai paling atas.
"Ke atas aja kali ya" Gumamnya seraya masuk kembali ke dalam lift
Beberapa menit kemudian lift sampai di lantai paling atas, setelah itu Bhian keluar. Kaki panjangnya melangkah menuju pintu yang menghubungkan bangunan apartemen dengan rooftop bangunan ini.
Abhian mendorong pintu yang berat itu, dia lalu menutup pintu kembali dengan hati-hati.
Setelah pintu tertutup, dia lalu melangkah keluar menuju rooftop apartemen.
Terlihat banyak sekali lampu lampu dari bangunan lain yang masih menyala, Abhian tersenyum getir.
Malam ini dia pasti tidak akan bisa tidur nyenyak jika harus mengingat kejadian tadi.
Dia lalu kembali mengeluarkan ponsel dari kantong jaketnya. Tak berselang lama, dia sudah melihat depan rumah Salwa dengan cctv yang sudah terhubung di ponsel miliknya.
Benar saja, belum sampai 10 menit Bhian memperhatikan ponsel itu. Terlihat di depan rumah Salwa ada seseorang yang berjalan mengendap endap masuk ke dalam pekarangan rumah Salwa.
Bhian sudah tersulut emosi ingin segera pergi ke rumah Salwa. Namun niatnya kembali ia urungkan ketika melihat seseorang itu hanya meletakkan sebuah sesuatu yang entah apa itu Bhian tidak tau.
Kemudian dia juga melihat kepergian orang itu dengan mengendarai motor yang di kemudikan oleh satu orang yang juga memakai topeng yang sama.
Setelah Bhian memastikan orang itu sudah tidak kembali lagi. Buru-buru dia membuka room chat nya, lalu dia menekan tombol panggil ke nomor Salwa.
Belum sempat ponsel dia arahkan ke telinga, matanya melirik notif jam yang ada di bar ponselnya
01.45
Panggilan langsung dia matikan "Lupa gue" Gumamnya seraya menepuk jidatnya sendiri.
__ADS_1
"Salwa udah tidur kali" Lanjutnya lagi
Setelah itu dia menekan aplikasi WhatsApp dan membuka room chat dirinya dengan Salwa.
Dia kemudian mengetikkan beberapa kalimat pesan yang bertuliskan tentang kedatangan seseorang misterius tadi, dia juga memberitau Salwa bahwa ada sesuatu yang sengaja di letakkan di depan rumahnya.
Setelah pesan terkirim, Dia kantongi lagi ponsel miliknya lalu mengeluarkan sebatang rokok dari saku sebelah kiri.
"Terpaksa tembus pagi nih" Gumamnya lirih sambil memantik rokok lalu menyesapnya dengan santai.
**
Keesokan paginya di rumah Salwa..
Matahari sudah terbit diikuti suara ayam yang berkokok saling bersahutan. Salwa masih setia dengan selimut tebalnya, dia bahkan masih bergelung di kasur empuk miliknya.
Tidak peduli dengan suara ayam yang terdengar begitu nyaring juga tidak peduli dengan seberapa cerahnnya cahaya matahari yang masuk melewati jendela kamarnya itu.
Salwa masih tetap tertidur pulas.
Namun beberapa saat kemudian ponselnya juga ikut berbunyi. Tanda ada panggilan masuk, entah siapa yang menelepon dirinya pagi buta begini.
"Euhhmmm" Suara Salwa yang dengan malas terpaksa mencari ponselnya
"Siapa ya?" Gumamnya dengan suara khas bangun tidur.
Setelah mendapatkan ponsel itu, dia kemudian melihat ponselnya. Tertera nama Abhian yang yang sedang menelponnya, tanpa berpikir panjang dia kemudian menekan tombol hijau.
Masih dengan nata terpejam dia menempelkan ponselnya ke telinga "Halo" Sapanya mengawali percakapan.
"Sal, udah bangun?" Tanya Bhian kemudian
Salwa laku mengangguk samar. Meskipun tau bahwa anggukan itu tidak dilihat oleh Bhian, dia lalu menyahut dengan kalimat hem saja.
Abhian kemudian terkekeh "Suara kamu lucu banget" Katanya lagi.
Salwa hanya diam "Ada apa bhi, masih pagi kok udah telpon?" Tanya Salwa sambil berusaha membuka matanya
Abhian hanya diam.
Tapi kemudian dia berdehem untuk meredakan keheningan antara mereka berdua.
"Kenapa bhi, kok diem?" Kata Salwa bertanya lagi
__ADS_1
"Mau bilang sesuatu" Jawab Abhian singkat