Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
TERNYATA BENAR


__ADS_3

Sherly kemudian terkekeh "Banyak pikiran apa gimana Sal?" Ucap Sherly basa-basi


"Bisa sampe lupa gitu" Tambahnya lagi.


Salwa kemudian hanya nyengir mendengar Sherly mengatakan hal itu.


**


Sherly Adellia


Salah satu mahasiswa di Universitas Indonesia. Dia memiliki tubuh yang ramping, rambutnya lurus sebahu, penampilanya juga terkadang hampir mirip dengan Salwa.


Namun bedanya Sherly memiliki mata sipit dan bibir yang lebih tebal di banding Salwa.


Gadis kutu buku ini juga terlihat senang memakai earphone di telinganya, ketika membaca buku dia juga tak lupa selalu mengenakan kacamata bulat dan sangat bodoamat dengan hal sekitar.


Lebih tepatnya dia tidak mau tau dan hanya fokus dengan apa yang sedang dia lakukan.


Sedikit perkenalan dengan Sherly.


Gadis itu memiliki kepribadian yang menarik, karena di satu sisi terkadang dia bisa diam berjam-jam namun di sisi lain dia senang menanyakan banyak hal kepada dosen yang sedang mengajarnya.


Sherly Adelia.


Seorang ketua dari sebuah organisasi bernama "EBM". Sebuah komunitas yang mengarah ke bidang tulis menulis.


terkadang banyak projek yang harus dia selesaikan, dan di tahun pertama perkuliahan ini organisasinya sedang membutuhkan banyak anggota untuk bersuka rela gabung dengan organisasi nya itu.


Organisasi itu cukup lama berdiri. Mungkin sudah hampir 7th sejak Sherly gabung dengan EBM itu sendiri, kenapa Sherly bisa merekrut Salwa dengan mudahnya.


Entah darimana Sherly mendapatkan informasi. Yang jelas dari banyaknya telinga yang terdengar dan dari mulut ke mulut yang berbicara.


Salwa Anindita adalah mahasiswa baru paling teladan yang pernah dia dengar.


Itu sebabnya tanpa berpikir panjang Sherly sendiri yang langsung menghampiri Salwa di gedung fakultasnya kemarin dan nenawarkan langsung projek kerjasama.


**


"Iya nih kak lagi banyak masalah hehe" Jawab Salwa sekenanya.

__ADS_1


Sherly sedikit terkejut namun sebentar kemudian raut wajahnya kembali normal. Tanpa ikut campur dengan urusan Salwa dia kemudian pamit undur diri


"Yaudah, aku tunggu jawaban kamu ya Sal" Kata Sherly mengingatkan


Salwa mengangguk sopan. Sherly kemudian melambaikan tangannya diikuti dengan Salwa yang ikut melambaikan tangan ke arah senior nya itu


"See u" Pamit Sherly melambaikan tanganya


Salwa membalas "See u too kak" Jawabnya dengan nada ramah seperti biasa.


Ketika Sherly sudah menghilang dari pandangan. Salwa kemudian celingak-celinguk, hampir saja dia melupakan Abhian.


Bukankah tadi Bhian ada di sampingnya. Tapi kemana dia sekarang?


"Bhian kemana ya?" Gumam Salwa melihat ke sekeliling gedung.


Tidak ada tanda-tanda Abhian ada disana. Maka Salwa langsung membuka ponselnya dan menghubungi Bhian.


Namun selang beberapa lama Abhian muncul di belakang Salwa. Tentu Saja membuat Salwa sedikit terkejut karena kehadiran pacarnya itu.


"Astaga Bhi" Pekik Salwa ketika menoleh ke belakang.


"Ada urusan tadi sebentar" Jawab Bhian singkat.


"Urusan apa?" Tanya Salwa sembari sibuk mengantongi ponselnya.


Abhian berdehem "Masalah tesis" Jawabnya dengan singkat.


Salwa kemudian hanya ber oh ria. Dia lalu pamit kepada Bhian untuk segera masuk ke gedungnya, setelah Salwa masuk Abhian kemudian meninggalkan gedung itu menuju ke fakultasnya.


Dia berjalan santai melewati koridor yang mulai ramai dengan banyaknya mahasiswa. Sambil bersiul Abhian melirik sekeliling, banyak sekali mahasiswi yang sedang memperhatikan dirinya.


Namun Bhian tak mengacuhkan hal tersebut, dia sibuk mengeluarkan ponsel sembari memainkan benda pipih itu selama perjalanan menuju ke fakultasnya.


**


Salwa terlihat sudah duduk di tempat yang biasanya dia tempati. Tak lupa earphone yang menyumpal kedua telinganya juga selalu setia menemani dirinya di manapun dan kapanpun.


Belum ada tanda-tanda seseorang akan masuk ke dalam gedung besar ini.

__ADS_1


Jadi Salwa memutuskan untuk membaca buku saja. Daripada harus diam tanpa melakukan apapun, sepertinya dia akan membaca buku tentang geografi yang sudah dia beli kemarin.


Halaman demi halaman mulai dia baca dengan teliti. Salwa sangat menikmati banyak tulisan yang ada di hadapannya.


Setelah beberapa saat suasana mulai ramai karena para mahasiswa banyak yang mulai berdatangan, setelah banyak mahasiswa yang masuk, selang beberapa lama dosen pembimbing juga sudah datang.


Salwa kemudian memutuskan untuk menyudahi kegiatan membaca buku itu. Dia masukan buku itu ke dalam tas dan bersiap untuk mendapatkan materi perkuliahan di pagi hari yang cerah ini.


Dosen itu kemudian menyapa para mahasiswa "Halo selamat pagi" Sapa dosen itu dengan suara lantang yang mulai menggema di dalam gedung megah ini


"Pagi pakkkkkkk!!!!" Jawaban para mahasiswa yang terdengar nyaring juga ikut menggema memenuhi gedung besar ini.


Setelah beberapa menit berlalu, suasana di dalam gedung menjadi sangat tenang. Semua mahasiswa terlihat mendengarkan materi yang sedang di sampaikan oleh pak dosen, tak jarang sesekali ada juga yang bertanya karena merasa belum paham.


Meskipun begitu dosen tetap dengan sabar juga ikut menjelaskan ulang materi demi materi agar semua mahasiswa lebih paham dengan pembelajaran yang sedang dia sampaikan.


Hampir satu jam berlalu namun pembelajaran belum juga usai, Salwa sempat menguap.


"Tumben lama banget" Gumamnya seraya melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kecilnya.


Setelah beberapa menit berlalu pada akhirnya dosen mengakhiri materi pembelajaran kali ini. Setelah dosen itu undur diri, semua mahasiswa berkemas dan satu per satu keluar dari gedung.


Sedangkan Salwa memilih tinggal dulu. Bagi dirinya keluar dengan cara berdesakan membuatnya sesak, itulah sebabnya dia mengurungkan niatnya untuk keluar dan lebih memilih tetap tinggal dulu di dalam gedung ini.


**


GEDUNG EBM


"Masih membahas tentang organisasi kita kali ini, saya sebagai ketua EBM ingin menjelaskan perekrutan anggota baru di tahun ini. Usahakan tetap teliti jika ingin merekrut anggota baru karena kita tidak boleh asal memilih, ingat. Jangan asal memilih mahasiswa karena itu bisa berdampak fatal jikalau nanti mahasiswa tersebut tidak bisa kita ajak kerjasama" Jelas Sherly panjang lebar kepada seluruh anggota EBM.


Seluruh anggota EBM terlihat dengan seksama memperhatikan Sherly yang sedang berbicara di depan mereka.


"Oh iya, saya sendiri sudah menunjuk satu mahasiswa baru sebagai pengganti saya. Namun belum pasti karena dia belum menyetujui, saya pastikan untuk anggota yang terpilih nantinya akan di pimpin oleh ketua yang menurut saya sudah mampu. Jadi kalian tenang saja dan tidak usah khawatir" Kata Sherly lagi menjelaskan.


"Oke untuk pertemuan kali ini apakah ada yang ingin bertanya?" Tanya Sherly sebelum mengakhiri pertemuan kali ini.


Semua anggota menggeleng. Sherly kemudian mengangguk.


"Baiklah, sampai disini pertemuan kita kali ini. Silahkan kalian bisa bubar" Kata Sherly lagi mengakhiri.

__ADS_1


Setelah ruangan sepi. Sherly kemudian merapikan beberapa dokumen yang ada di mejanya dan ikut keluar dari ruangan sambil membawa beberapa tumpukan map di tangannya.


__ADS_2