
Tentu saja Salwa sangat sangat terkejut, tetapi kemudian dia segera merubah raut wajahnya menjadi biasa saja sembari menarik nafas pelan berusaha terlihat normal.
"Oh h-hai Lisa" Jawab Salwa melambaikan tangan.
Semenjak kejadian hari itu, baik Salwa maupun Vina sudah jarang bertemu dengan Lisa. Salwa senang tentu saja, bahkan sampai saat ini pun Salwa masih tetap bungkam tentang fakta beberapa minggu yang lalu, dan sampai saat ini baik Vina maupun Abhian juga belum mengetahui fakta mengenai Lisa, untuk saat ini biarlah semuanya seperti ini, karena menurut Salwa itu adalah keputusan terbaik.
Bukan tanpa sebab Lisa dan Salwa jarang bertemu akhir akhir ini, itu memang karena semua siswa kelas dua belas beberapa minggu ini sedang di sibukkan dengan deadline masing masing , dan itulah sebabnya mereka jadi jarang bertemu bahkan hampir tidak pernah bertemu. Tapi hari ini, Salwa kembali bertemu dengan Lisa. Ya! Lisa, teman sekaligus sahabatnya juga seseorang yang beberapa bulan yang lalu sempat terlihat sedang berada di depan loker tempatnya bekerja, entah itu memang benar benar Lisa atau bukan yang jelas Salwa masih belum berani hanya untuk sekedar bertanya pada Lisa.
Lisa kemudian mendekati Salwa masih dengan senyum manis seperti biasanya.
Salwa yang melihat Lisa tersenyum manis sambil berjalan menghampiri dirinya otomatis juga ikut melengkungkan bibirnya.
"Gimana kabarnya?" Tanya Lisa setelah mendekat.
"Oh b-baik" Jawab Salwa dengan suara akrab seperti biasanya.
"Kamu ikut SNMPTN ya?" Tebak Lisa kemudian.
Salwa masih memasang senyum di wajahnya, dia bahkan berusaha bersikap biasa saja dan tidak menunjukkan apapun yang bisa membuat Lisa menaruh curiga pada dirinya.
"Eh iya Lis, kok kamu tau" Jawab Salwa lagi sambil terkekeh. Lisa hanya tersenyumenyum lebar menanggapi kekehan Salwa.
Mereka lalu diam beberapa saat, suasana menjadu hening apalagi Salwa yang tidak suka dengan suasana seperti ini menjadi memutar matanya ke atas, dia sesang memikirkan sesuatu untuk bisa di katakan agar suasana kembali normal.
"Oh iya kamu kok ada disini Lis?" Tanya Salwa kemudian sambil menilik wajah Lisa.
Lisa yang mendengar pertanyaan Salwa sontak menoleh ke arahnya, dia lalu berdehem.
"Itu Sal, aku kesini..."
Belum sempat Lisa menyelesaikan ucapannya. Tiba tiba terdengar seseorang memanggil namanya.
"Lisa!" Suara itu terdengar nyaring di koridor gedung utama sekolah ini.
Suara itu terdengar familiar sekali, mereka berdua kemudian kompak menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Vina berlari ke arah keduanya sambil melambaikan tangannya.
Setelah Vina berhenti tepat di hadapan mereka berdua, Salwa kemudian melirik Lisa sekilas. Ekspresi ceria dan senyum manis di wajah gadis itu seketika lenyap, entah apa yang membuat gadis itu terlihat kebingungan menyadari kedatangan Vina di tempat ini, yang jelas Salwa bisa merasakan kalau Lisa sedang menyembunyikan sesuatu.
"Tega banget ya kalian berdua.ketemuan disini gak ngajakin gue" Ucap Vina sambil mencebikkan mulutnya.
"Eh enggak kok Vin, Aku cuma kebetulan aja tadi ketemu Salwa disini" Jawab Lisa jujur.
Salwa hanya menatap Vina dan mengangguk samar membenarkan. Melihat Salwa yang hanya mengangguk samar di hadapannya, Vina sedikit menyipitkan matanya "Beneran?" Tanyanya lagi tak mau tertipu oleh keduanya
__ADS_1
"Iya beneran Vin, kita berdua cuma kebetulan ketemu" Jawab Salwa berusaha menyakinkan
Vina yang melihat ekspresi serius Salwa hanya ber oh ria menanggapinya.
"Yaudah yuk balik ke kelas" Ajak Vina
Mendengar ajakan Vina, Salwa lalu segera beranjak, tetapi dia urungkan begitu melihat Lisa masih setia di tempatnya dan enggan untuk pergi bersama.
"Kamu gak balik Lis?" Kata Salwa bertanya.
"Eh, Iya. Kalian duluan aja deh, Aku masih ada urusan disini hehe" Jawabnya sambil terkekeh "Biasa, tugas kelas" Lanjutnya sambil tersenyum jenaka ke arah Salwa dan Vina bergantian
Mereka yang mengerti maksud dari perkataan Lisa kemudian langsung mengangguk saja sambil ikut tersenyum.
"Oh, yaudah kalo gitu kita duluan ya. Bentar lagi bel nih. Byebye!" Kata Vina menyela, dia buru buru berbalik ketika menyadari waktu terus berjalan.
Vina kemudian menarik tangan Salwa, dan akhirnya mereka berdua berlalu dan pergi meninggalkan Lisa sendiri di depan ruang BK.
"Lo ngerasa ada yang aneh gak Sal pas tadi ngeliat mukanya Lisa?" Tanya Vina pelan ketika sudah menjauh dari Lisa.
"Hah apa? Aneh gimana Vin?" Tanya Salwa berpura pura tidak mengerti arah pembicaraan Vina.
"Yaelah Sal lo gak oeka banget sih, yaudah deh gak jadi" Sahut Vina sebal dan tak tertarik lagi dengan obrolannya.
Tetapi dia jadi penasaran, karena bukan hanya dirinya yang merasakan keanehan pada Lisa.
Entah kenapa Salwa sedikit penasaran, dia lalu sempat menengok ke arah ruangan BK lagi hanya untuk memastikan saja dengan rasa penasaranya. Sempat terkejut ketika dia melihat Lisa tidak memasuki ruang Bk dan malah berjalan menjauhi ruangan itu
Sebenarnya Salwa ingin menyusul Lisa tetapi niatnya itu terpaksa dia urungakn karena bel masuk sudah berbunyi nyaring.
**
Lisa yang berdiri ditempatnya kemudian melangkah pergi menjauhi pintu ruang BK yang masih tertutup itu.
Sesekali kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri terlihat memastikan keadaan sekitar, Lisa semakin mempercepat langkahnya menuju arah gudang yang terlihat terbengkalai kala bel masuk berbunyi nyaring.
Sebenarnya gudang tua ini dulunya adalah ruangan kantor para guru di SMA Garuda, tetapi dua tahun yang lalu saat ada renovasi antar gedung, sebagian staf di sekolah ini mengusulkan kepada komite sekolah agar ruangan untuk para guru diganti dengan bangunan yang baru, mengingat banyaknya berkas dan folder penting juga data data siswa yang bersifat pribadi yang harus di simpan di dalamnya tentu para guru membutuhkan ruangan yang cukup besar dan aman untuk menyimpan barang barang mereka dan anak didiknya.
Dan setelah usulan staff di setujui oleh komite sekolah, dibangunlah bangunan baru yang jauh lebih megah dan bagus tentu saja, sejak saat itulah ruangan guru pindah di samping kantor Tata Usaha dan ruangan yang berada di pojok kni menjadi kosong begitu saja.
Lisa sampai di depan gudang tua itu, dia kemudian menyentuh gagang pintu dengan hati berdebar, dan membukanya perlahan kemudian masuk ke dalamnya.
Setelah menutup pintu gudang, Lisa mendapati punggung seorang gadis yang duduk diatas meja dengan posisi yang membelakanginya dari arah berlawanan. Hali itu sontak membuat perasaan Lisa semakin tak karuan.
__ADS_1
"Wow budak gue udah dateng nih!" Terdengar suara gadis ini menggelegar memenuhi setiap inci ruangan gudang.
Lisa yang mendengar suara gadis misterius itu hanya bisa menunduk dan menciut, dia benar-benar tak berani hanya untuk sekedar melihat sang lawan bicara.
Sebentar kemudian terdengar suara tepukan tangan membuat tubuh Lisa semakin membeku di tempatnya. Pelan tapi pasti dia lalu mendongak, manik matanya tertuju ke arah gadis berambut pirang lurus yang duduk dengan kaki berselonjor diatas meja tua yang ada pojok gudang, gadis itu kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Lisa dengan tatapan bengis seperti biasanya.
Melihat Lisa yang menatapnya dengan tatapan memelas membuatnya semakin terlihat gusar, dia lalu turun dari meja tua itu dan mendekati Lisa sambil tersenyum miring.
"Babu gue gagal lagi ya?" Ucapnya dengan nada remeh.
Lisa yang sudah panas dingin itu menjadi semakin khawatir ketika gadis itu mendekat padanya sambil mengambil balok kayu yang berada di kursi reot tak berbentuk.
Tidak ada lagi senyum manis yang menghiasi wajah Lisa seperti biasanya. Jemarinya yang basah karena keringat juga bergetar dan saling bertautan satu sama lain terlihat berusaha menguatkan dirinya sendiri.
Nafasnya tertahan dan dadanya semakin bergejolak hebat saat memikirkan nasib sialnya, Lisa kemudian menunduk kembali.
Dia hanya bisa pasrah karena memang tidak akan ada yang menolong dirinya dari jeratan gadis iblis ini. Ingin rasanya dia berteriak keras dan meminta tolong pada orang lain, tetapi Lisa sadar tidak ada gunanya juga melakukan hal itu.
Jadi, lebih baik dia tetap diam dan tidak mau ambil resiko untuk kedepanya.
Bukankah menghadapi amarah gadis di depannya ini sudah menjadi makanan keseharianya, seharusnya dia tetap tenang seperti biasanya. Bukan malah menjadi lemah seperti ini.
Tuhan..!
"Untuk Hari ini saja Aku hanya bisa berdoa, semoga gadis iblis yang mulai mendekatiku sambil menggenggam balok kayu itu mau mengampuniku dan tidak lagi menyikasku.."
Aku mohon!!!!
...HAPPY READING TOO CHAPTER TIGA PULUH TIGA, JANGAN LUPA PENCET TOMBOL LIKE YA DI CHAPTER SEBELUMNYA...
...THANK YOU❤️...
...Buat yang mau cek Instagram dan Twitter author boleh banget nih. Cuzz👇...
...Ig: @oldgxrlz_📌...
...Twitt: @julisunmaulany📌...
...SEE YOU NEXT CHAPTER BUAT KALIAN SEMUA❤️...
Jum'at, 19 Maret 2021📌
Myhome📸
__ADS_1