Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
KERJASAMA


__ADS_3

**


Kantin tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa mahasiswa yang bergerombol di pojok kantin dan paling ujung dekat pintu masuk. Semua terlihat sedang mengobrol dengan santai, tidak seperti kantin di SMA pada umumnya, di kampus ternama seperti ini kantin terlihat sedikit lebih tenang.


Salwa, Abhian dan satu pendatang baru yakni seniornya tadi sudah duduk melingkari meja itu.


"Kenalin nama gue Sherly Vita dari fakultas Kedokteran" Katanya memperkenalkan diri kepada Salwa.


Salwa hanya manggut-manggut saja. "Kedatangan gue kesini mau ngajakin lo buat kerjasama sama gue" Lanjut Sherly menjelaskan maksud dan tujuan dia menemui Salwa.


Salwa diam sebentar kemudian dia sedikit berpikir "Kerjasama apa yak kak kalo boleh tau?" Tanya Salwa tanpa basa basi seperti biasa


Abhian yang mendengar itu hanya tersenyum simpul, heran dengan kebiasaan pacarnya itu yang sejak SMA tidak pernah hilang.


Kemampuan basa basi Salwa memang sangatlah minim, dia bahkan tidak pernah terlihat mengobrol dengan mahasiswa lain selain dengan Abhian padahal semester satu sudah hampir selesai.


Kemampuan bersosialisasi yang dimiliki Salwa memang minim tetapi jika dengan orang yang sudah kenal Salwa tidak sependiam itu.


"Ini ada projek, lo baca baca dulu deh" Kata Sherly sambil menyodorkan berapa lembar kertas dan maps berwarna merah yang tadi pagi sempat dia keluarkan.


Salwa menerimanya dan langsung saja membolak-balik kertas kertas itu. Sebentar kemudian manik matanya melihat keatas dan ke bawah dengan sangat teliti.


Abhian juga sesekali melirik naskah-naskah yang ada di tangan Salwa. Sedikit kepo sebenarnya projek apa yang membuat Sherly ini sangat begitu yakin dengan Salwa untuk bisa diajak bekerjasama dengan dirinya.


Setelah beberapa menit berlalu Salwa selesai membaca lembaran lembaran itu. Sherly masih setia menunggu dengan laptop yang menyala di depanya.


"Jadi gimana?" Tanya Sherly to the point


Salwa mengerutkan dahi terlihat berpikir. Sherly masih menunggunya


"Gini gini, lo ga harus jawab sekarang. Bisa lo pikir pikir dulu mau gimana enaknya menurut lo" Kata Sherly kemudian


"Yang penting gue udah ada bilang ke lo" Lanjut Sherly "Masalah lo setuju atau kagak lo bisa bilang ke gue nanti" Kata Sherly lagi sambil membereskan laptop dan memasukanya ke dalam ransel


Dia kemudian berdiri "Yaudah gue pamit dulu ya, Itu berkas berkas nya semua lo pahami lagi dulu aja" Kata Sherly kemudian sambil mengulurkan tanganya

__ADS_1


Salwa tersenyum hangat menanggapi uluran tangan Sherly, disusul Abhian juga.


Sepanjang tadi Abhian hanya diam dan mendengarkan. Sesekali dia melihat Sherly dan mengamati semua gerak geriknya, takut kalau ada yang terlihat aneh dengan ajakan yang terkesan dadakan itu.


Tapi Abhian tidak menemukan apapun, jadi sudah dia simpulkan kalau memang ini hanya ajakan normal seperti biasa.


**


Perjalanan pulang..


Setelah dari kantin tadi, Abhian dan Salwa sudah tidak ada kelas lagi jadi mereka memutuskan untuk sama sama pulang saja. Di perjalanan mereka hanya diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


Jalan raya hanya terlihat begitu lenggang, tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi. Hanya ada beberapa motor dan mobil yang melintas dan beberapa pedagang kaki lima juga asongan yang sibuk dengan kegiatan mereka sendiri.


Salwa lalu bertanya dengan sedikit berteriak "Bhi, kita mampir ke toko bunga bentar yuk" Kata Salwa memulai obrolan


"Ke florastore aja ya ya?" Tawar Abhian


"Iya bhi gapapa" Jawab Salwa kemudian


**


Di toko bunga. Florastore..


Mereka sudah sampai di toko bunga dan Salwa langsung berbinar. Dia turun dan langsung masuk ke dalam toko diikuti dengan Abhian yang berjalan di belakangnya


Terlihat beberapa pegawai sedang meringkai bunga dan ada satu pegawai yang sibuk dengan mesin kasirnya.


"Selamat datang di florastore" Sapa pegawai itu dengan senyuman ramah dan suara lembut.


Salwa hanya mengangguk menanggapi sambil tersenyum juga.


Dia lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan toko bunga ini, banyak sekali aneka bunga yang indah membuat dirinya begitu nyaman ketika memasuki ruangan ini.


Berbeda dengan Abhian, sebenarnya Abhian tidak terlalu suka dengan bunga. Namun karena Salwa dia turuti saja kemanapun Salwa ingin pergi.

__ADS_1


Jadi ketika sudah sampai di toko ini Abhian hanya melihat lihat sebentar. Salwa terlihat sudah menggenggam beberapa bunga tulip di tanganya, sepertinya dia akan membeli bunga tulip.


Salwa memang sangatlah senang dengan bunga tulip, banyak beberapa bunga tulip yang sudah dia beli. Entahlah, Salwa memang sangat suka dengan bunga tulip karena menurutnya bentuknya sangatlah lucu dan unik.


Setelah memilih begitu banyak akhirnya Salwa mengambil satu bunga yang menurutnya paling cantik. Dia lalu membawa bunga itu menuju kasir dan membayarnya.


Setelah membayar dia lalu pergi menemui Abhian. Terlihat Abhian sedang sibuk dengan ponselnya di depan toko bunga, Salwa lalu mengambil totebag yang ada di depan toko, totebag ini memang sudah disiapkan untuk para pelanggan, dia lalu menghampiri Abhian dan mengajaknya pulang.


**


Beberapa menit saja mereka sudah sampai di rumah Salwa. Abhian segera pamit saja karena memang hari sudah menjelang sore.


Di rumah nya Salwa langsung merangkai bunga tulip yang tadi sudah di beli. Matanya berbinar karena menyukai hal hal seperti ini, merangkai memang hal yang sangat di sukai Salwa.


Dia sudah menyiapkan beberapa tali dan hiasan untuk bunga yang dia rangkai, matanya benar benar berbinar senang dengan bunga bunga tulip yang terjejer rapi di meja rumahnya.


Ketika merangkai bunga Salwa mengingat kembali kejadian tadi. Senior yang mengajaknya bekerjasama apa mungkin sudah mengenalnya, bagaimana mungkin dia yang notabene nya tidak mengenal siapa siapa di kampusnya itu tiba-tiba di ajak kerjasama oleh seniornya yang dia sendiri baru mengenal namanya tadi.


Sangat aneh, Salwa heran dengan hidupnya ini. Mengapa dirinya selalu di hadapkan kepada persoalan yang aneh menurutnya, aneh karena setiap hal yang di alaminya selalu saja misterius.


"Kenapa jadi mikir masalah tadi" Gerutunya dalam hati.


Ketika sibuk dengan rangkaian bunga itu ponsel Salwa tiba-tiba berbunyi nyaring, sepertinya ada panggilan masuk. Dia kemudian berjalan menuju nakas di samping kursi tamu mengambil ponselnya.


Terlihat rentetan nomor yang berjejer, sepertinya ada panggilan masuk dari nomor tidak dikenal. Tanpa berpikir panjang Salwa geser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu di telinganya.


"Halo?" Kata Salwa memulai pembicaraan


"Halo, dengan Salwa?" Jawab orang di seberang telpon


"Iya, dengan saya sendiri. Ini siapa ya?" Jawab Salwa kemudian


"Ini gue Sherly" Jawabnya kemudian


Ternyata itu adalah nomor Sherly, kakak senior pagi tadi.

__ADS_1


__ADS_2