
"Yah malah bengong lagi" suara berat itu membuyarkan lamunan salwa
"Lo kalo gak senyum, ya bengong. Heran gue"
Gimana? mau kan lo!" lanjutnya meletakkan buku yang sempat ia baca lalu beralih menatap Salwa
"Tapi aku-"
"Udah gausah takut, gue... gak gigit kok. suer" ucapnya terburu buru sambil mengangkat tangan membentuk huruf 'V'
Salwa semakin salah tingkah, sebenarnya bukan itu yang Salwa maksud. Salwa tidak takut dengan cowok ini hanya saja kepribadian yang pemalu membuatnya enggan mengiyakan.
Salwa meringis sambil mengusap tengkuknya sendiri, dirinya memang benar benar begitu payah untuk berinteraksi dengan lawan jenis
"Lagian kita kan satu sekolah, meskipun gue nggak ngajak lo temenan. Kita kan emang udah jadi temen" Ucapnya enteng, dengan pandangan terlihat tenang.
Salwa tetap pada ekspresi nya, lagi lagi hanya kaku dan tersenyum canggung.
Salwa merutuki dirinya sendiri, kenapa sangat sulit sekali membuat bibirnya terbuka, bahkan saat situasi seperti ini pun Salwa harus menahan nafasnya karena terlalu gugup.
Hening hingga beberapa saat, Salwa sempat melirik cowok ini tapi sepertinya Abhian tidak menyadarinya, terlalu fokus pada buku yang saat ini sedang ia baca.
Terdengar suara derit kursi, Salwa melirik sebentar. Abhian terlihat berdiri dan menyapu pandanganya kearah pintu perpustakaan.
'Sepertinya ia akan segera pergi' batinya bersorak
Meskipun sudah tidak merasa gugup, Salwa ya tetap Salwa. Ia selalu merasa tidak nyaman jika harus dekat dengan orang yang baru kenal. Apalagi duduk satu meja seperti ini
Setelah Abhian benar benar berlalu Salwa hembuskan nafasnya malas lalu meraup wajahnya sedikit keras
"Akhirnyaaaa, dia pergi juga" Gerutunya sembari mendongakkan kepalanya ke depan. Lehernya ia gerakan kekenan dan kekiri berulang kali rasanya sedikit kaku karena terlalu lama dalam posisi tertunduk
Belum lama ia merasakan kelegaan, tiba tiba Abhian muncul lagi di depanya, badanya sedikit membungkuk, kepalanya maju tepat di depan wajah Salwa dengan jarak sangat dekat.
"Astaga" pekiknya tertahan, menarik kepala mundur.
Salwa sungguh kaget, jantungnya berdetak 2x lebih cepat dari ritme normalnya. Ia bahkan tidak pernah ditatap sedekat itu dengan seorang cowok
"Sorry sorry"! sesalnya sambil mengangkat kedua tanganya
"Kenapa lo kaget banget dah. Lo gak papa kan?" Jawabnya sambil menggaruk tengkuknya, terlihat menyesali candaanya barusan.
__ADS_1
Abhian lalu berdiri tegap, tak enak juga melihat ekspresi gadis di depanya ini yang terlihat amat kaget dengan kehadiranya.
"Gue hampir lupa tadi, nama lo siapa?" Lanjutnya sambil mengangkat kedua alis tebalnya.
Merasa tidak ada jawaban Abhian kemudian melanjutkan ucapannya.
"Kenalin! nama gue Abhian, lo bisa panggil gue bhian" terangnya sambil mengulurkan tanganya pada Salwa.
Ragu ragu Salwa membalas uluran tangan itu. lalu mengucapkan namanya dengan susah payah
"A a aku Salwa!" dua kata saja membuatnya kembali bungkam, lalu ia tarik tangan itu.
Abhian hanya bergumam O saja sambil manggut manggut mengerti
"Hmm.. yaudah kalo gitu gue balik dulu" Pamitnya pada Salwa.
Salwa lalu mendongak menatapnya dengan tersenyum canggung
"Oke hati hati" ucapnya pada Abhian
Ia tidak langsung pergi meninggalkan Salwa, masih dengan mata yang bergerak tak tenang. Akhirnya Abhian buka suara juga
"Oh iya sedikit klarifikasi Sal, kita ketemu disini bukan kebetulan, gue tadi sengaja ngikutin lo sampe sini" Desisnya merasa malu dengan basa basi yang menyebutkan kalo tadi dirinya kebetulan bertemu dengan Salwa.
Merasa tak ada respon apapun ia melanjutkan kata kata nya.
"Dan lagi gue baru tau! selain irit ngomong, ternyata lo suka overthinking. Padahal kemarin gue nunggu lo cuma mau ngajak temenan bukan mau gigit lo!" Finalnya sambil melangkahkan kaki panjangnya kearah pintu. Lalu melambaikan tangan tanpa membalikan badanya
Salwa hanya bisa pasrah, ia tidak tahu apakah tidak apa kalau ia berteman dengan cowok itu? Nyalinya sedikit menciut.
Sepertinya cowok itu tau kalo kemarin Salwa sengaja menghindarinya.
⭐⭐
Sudah hampir 3 jam Salwa berada di dalam perpustakaan umum ini, ia bahkan masih memikirkan perkenalan mendadak dengan Cowok yang akhir akhir ini membuatnya cemas.
Ia menilik jam mungil yang melingkari tanganya, jam menunjukan pukul 1 siang, sepertinya Salwa terlalu berpikir keras hingga lupa untuk mengisi perutnya yang sejak pagi tadi masih kosong belum diberi asupan apapun.
Susah payah ia mengambil tasa ransel yang ada di belakangnya, tanpa memutar badan. Lalu ia rogoh dua bungkus roti, melahapnya hingga habis. Tak lupa juga mengambil susu coklat yang sudah ia siapkan sebelum berangkat tadi, lalu meneguknya hingga tandas.
"Semangat Sal, kamu pasti bisa selesain semua hari ini" gumamnya pelan sembari mengepalkan kedua tanganya
__ADS_1
Mungkin hanya kurang beberapa soal lagi yang harus ia selesaikan, hari ini tekadnya untuk benar benar menyelesaikan semua soal itu harus di wujudkan karena ia akan segera berganti ke buku selanjutnya yang berisi materi terbaru.
Waktu berputar begitu cepat, ini sudah pukul 5 sore, tak terasa sudah hampir 8 jam Salwa berada di perpustakaan ini, Ia harus cepat cepat menyelesaikan soal soal di depanya, ia letakkan pensil diatas meja lalu melepaskan kacamata dan membersihkan lensa nya. Seharian memakai kacamata untuk meneliti angka angka ini membuat kacamata usangnya sedikit berembun dan menjadi buram.
Salwa meregangkan tubuhnya juga kepalanya yang terasa kaku akibat terlalu lama menunduk untuk membaca satu persatu soal di bukunya. Sambil memejamkan matanya sebentar dan memutar mutar kepalanya, ia hembuskan nafas beratnya lalu kembali membuka matanya.
Tekadnya untuk bisa mengikuti tes masuk perguruan tinggi memang kuat, jadi meskipun ia kelelahan ia pasti akan segera ingat dengan tujuanya melakukan ini semua.
Ya! untuk bisa lolos dan masuk ke universitas impianya 'Universitas Indonesia'
Setelah 10 menit beristirahat, ia akhirnya mulai kembali berkutat dengan soal soal SBMPTN di depanya.
20 menit berlalu akhirnya Salwa bisa selesai menamatkan soal soal yang di tekuni dari pagi tadi, Salwa merasa sangat lega.
Sekarang harapan seorang Salwa Anindita adalah, berharap soal soal yang ia pelajari ini akan keluar semua.
"Yeeey akhirnya selesai juga!" matanya berbinar memandangi rentetan jawaban didalam notebooknya
Semua materi sudah ia kerjakan dan ia pahami walaupun tadi pikiranya masih sedikit terbagi akbiat 'Teman barunya itu' tetapi Salwa berusaha keras menyelesaikan bait demi bait soal soal dihadapan nya, dan ia berhasil menuntaskan semuanya dengan mulus.
Setelah dirasa selesai, segera saja salwa merapikan semua buku dan memasukkan alat tulisnya kedalam tas, tak lupa ia kembalikan buku buku yang ia pinjam ke tempat semula lalu melangkah menuju kotak di samping pintu perpustakaan dan memasukkan 2 lembar uang sepuluh ribuan.
Langkah kecilnya mengayun menuju pintu lalu mendorong pintu itu dan keluar dari perpustakaan dengan senyum tipis yang tersungging di bibir mungilnya.
Berjalan sore menjelang petang seperti ini, Salwa merasa ada yang berbeda.
Tidak seperti pagi hari, jalanan terlihat benar benar macet karena banyaknya kendaraan yang singgah. Tanpa menghiraukan bel kendaraan yang saling bersahutan Salwa tetap mengayunkan kakinya menapaki jalanan kota itu.
"Sekarang saatnya bekerja" Serunya sambil mempercepat langkah kakinya.
...Happy reading semuanya...
...Stay tuned sama cerita aku ya❤️...
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian biar aku semangat up nya🤩...
...Btw, kalian bisa komen kalau ada penulisan yang salah atau kurang berkenan di hati kalian...
...⚠️...
^^^Thank you⭐^^^
__ADS_1
^^^***Senin, 18 Januari 2021^^^
^^^My house📍***^^^