Fake Friend In Silence

Fake Friend In Silence
Rekaman CCTV


__ADS_3

Salwa keluar ruangan operasional cctv dengan pikiran tidak karuan, ingin rasanya dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya beberapa menit yang lalu.


Tetapi fakta berkata lain, gambar orang itu adalah Lisa sahabatnya sendiri, lalu bagaimana dia harus menjelaskan pada Vina tentang hal ini, bagaimana kalau Vina tidak akan percaya dengan fakta yang baru saja dia dapatkan.


Samar samar dia juga memikirkan Abhian, sebenarnya Salwa tidak takut kalau Vina dan Abhian tidak akan mudah untuk mempercayai dirinya, Salwa yakin dengan seiring berjalanya waktu kedua sahabatnya itu pasti akan dengan mudah mempercayainya, yah walaupun nanti Vina pasti akan merasa shok dengan fakta ini, tetapi setidaknya Vina pasti tidak akan tinggal diam dengan masalah besar ini, berbeda dengan Abhian yang punya kepribadian tenang. Salwa lebih berpikir mungkin saja saat dia menceritakan masalah ini pada Abhian, reaksi Abhian pasti tidak akan sama dengan Vina.


Salwa berhenti berjalan dan menghembuskan nafasnya pelan, dia lalu menyandarkan tubuhnya pada dinding bangunan tinggi coffe shop ini, otaknya tidak tau dan enggan berpikir tenang dia sangat bingung harus melakukan apa setelahnya, Salwa sudah cukup mempunyai bukti mengenai siapa pelaku yang menaruh seragam sekolah di tasnya, namun bukanya merasa lega, Salwa justru dilanda rasa gelisah juga sangat kebingungan. Bukanya Salwa takut atau apa mengenai fakta bahwa pelaku nya adalah seorang Lisa.


Salwa bahkan sama sekali tidak menakutkan apapun tentang gadis itu, yang membuat dirinya bingung adalah ada apa sebenarnya dengan gadis itu? Salwa bahkan merasa tidak punya salah apapun dengan Lisa, juga persahabatan dia dan Lisa baru berjalan 2 bulan ini, lalu sebenarnya apa yang membuat Lisa sampai melakukan hal nekat seperti ini, sebenci itukah Lisa padanya sampai harus merencanakan hal mengerikan seperti ini?


Lama dia memikirkan banyak hal tentang Lisa, dan menerka nerka tentang siapa sebenarnya Lisa ini. Pikiran yang semula fokus pada Lisa tiba tiba saja terusik dengan ponsel yang berada di sakunya yang bergetar, tanpa berpikir panjang Salwa lalu merogoh sakunya untuk mengambil benda pipih itu, setelah mendapatkan benda itu, dia lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya tanpa melihat nama dari si penelepon.


"Halo?" Kata Salwa terlebih dulu memulai obrolanya.


"Iya halo?" Jawab suara yang sangat familiar di pendengaran Salwa.


Mbak Erin ! Yah penelepon itu adalah mbak Erin, baru saja Salwa ingin menjawab, Erin kembali bersuara.


"Kamu gak masuk kerja ya Sal, Ada apa? tumben jam segini belum naik keatas" Ucap Erin panjang kali lebar sekaligus bertanya.


Salwa lalu tersenyum simpul mendengar suara bos nya "Aku kerja kok mbak, ini masih di ruangan ganti maaf sedikit terlambat tadi masih ada tugas piket di sekolah" Jawabanya berkilah lalu kembali mengayunkan kakinya menuju ruang ganti.


"Ini aku udah mau naik kok" Lanjut Salwa lagi setelah lama tidak mendapatkan jawaban dari bos-nya.


"Mmmm oke kalo gitu, kirain gak masuk. Kamu ih bikin khawatir aja, yaudah buruan naik" Kata Erin terdengar gemas dengan jawaban Salwa barusan.


Salwa hanya menanggapinya dengan tertawa renyah saja, dia lalu mengakhiri teleponnya secara sepihak, setelah itu bergegas menuju ruang ganti untuk segera naik ke atas melewati tangga khusus pegawai untuk bekerja. Salwa sudah mantap untuk sejenak, lupakan Lisa dan masalah nya karena sekarang waktunya untuk bekerja.


Karena bagi Salwa mencari uang juga menjadi tanggung jawabnya, selain dia sangat membutuhkan uang di sisi lainya Salwa juga tidak mau membuat Erin semakin khawatir, untuk fakta dari masalah ini biarlah dia simpan dahulu.


Bukanya tidak mau jujur kepada kedua sahabatnya ataupun pada mbak Erin, tetapi masalahnya Lisa adalah sahabatnya juga, Salwa hanya tidak ingin kehilangan sosok sahabat seperti Lisa kalau dia menceritakan semuanya pada orang orang terdekatnya, dia hanya ingin mencari tahu dahulu, mengapa Lisa harus melakukan hal seperti ini padanya.


Salwa yakin pasti dirinya mempunyai salah dengan Lisa meskipun dia sendiri tidak tau kesalahan apa yang bisa membuat gadis baik seperti Lisa menjadi benci pada dirinya hingga harus teror dan merencanakan hal hal lain yang lebih misterius.


🌈🌈


Malam ini Salwa sudah selesai dengan pekerjaanya, walaupun sedikit melelahkan harus bekerja dengan pikiran yang campur aduk dan otak yang tidak henti hentinya memikirkan sahabatnya. LISA

__ADS_1


Salwa berdiri di depan coffe shop dengan tatapan kosong menerawang jauh ke arah jalan raya, dia beridiri disini karena sedang menunggu Abhian yang menjemput nya.


Tetapi sudah hampir 15 menit berdiri disini, Abhian belum juga terlihat. Salwa jadi bosan, dia lalu beralih menghampiri kursi panjang di tepi jalan raya dan duduk disana sambil memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang.


Jakarta memang tidak pernah sepi, bahkan Salwa sempat berpikir konyol dia sempat berekspetasi , sekalipun Jakarta turun salju Salwa yakin jalanan kota metropolitan ini masih akan ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang karena memang padatnya penduduk di kota ini.


Baru saja beberapa menit dia duduk di kursi ini sambil melamun, Abhian datang dengan motor ninjanya. Dia lalu berhenti di depan Salwa sambil mengangkat kaca helmnya.


"Udah nunggu lama ya?" Ucapnya pada Salwa dengan sedikit berteriak karena bisingnya suara kendaraan yang berlalu lalang.


Salwa yang sudah menyadari kedatangan Abhian hanya tersenyum dan mengangguk, dia lalu berdiri menghampiri Abhian yang tak jauh beberapa meter dari tempatnya duduk.


"Mmmmm enggak juga kok, baru aja sekitar dua puluh menit yang lalu" Jawab Salwa setelah mendekat.


Abhian hanya mengangguk samar menanggapi jawaban dari Salwa, sebentar kemudian dia turunkan kaca helm nya sambil menghidupkan mesin motornya. Sedang Salwa hanya berdiri dan menunggu di samping Abhian dengan ekspresi seperti biasa.


"Yaudah yuk! Udah malem nih" Kata Abhian sambil memberikan satu helm untuk di pakai Salwa.


Mendengar ajakan Abhian, Salwa lalu menerima helm itu dan bergegas naik di belakang boncengan Abhian.


Motor melaju dengan santai membelah jalanan jakarta malam itu, beberapa saat kemudian tak terasa mereka sudah sampai di depan kontrakan Salwa. Abhian mematikan mesin motornya dan Salwa turun sambil menyodorkan helm yang dia kenakan pada Abhian.


Abhian sudah hafal dengan ucapan Salwa barusan, dia hanya menerima helm itu dan mengaitkanya ke belakang jok motor. Salwa hanya diam memperhatikan Abhian yang sedang sibuk dengan kegiatannya.


Setalah selesai, Salwa pikir Abhian akan langsung pamit tetapi sepertinya hari ini tebakan Salwa salah. Abhian terlihat melepas helm yang dia kenakan, itu artinya pasti akan ada yang ingin Abhian katakan pada dirinya.


"Sorry, tadi gue jemputnya agak lama" Kata Abhian memulai obrolanya setelah helm terlepas.


Salwa hanya tersenyum seperti biasa "Apaan sih bhi, gakpapa kali tadi juga gak lama lama banget kok" Jawab Salwa dengan nada lembut tetapi dengan ekspresi gemas..


Abhian hanya tersenyum geli melihat ekspresi wajah Salwa yang terlihat lucu. "Oh iya, katanya lo mau cerita ke gue soal yang tadi, buruan ceritanya sekarang aja" Kata Abhian kemudian


Mendengar kata kata Abhian Salwa sedikit terperanjat dan gugup, dia lalu bingung harus menjawab apa, mungkinkah sekarang dia katakan yang sebenarnya saja tentang apa yang sedang terjadi, tapi bagaimana dia harus menjelaskan faktanya pada Abhian, sedangkan dirinya sendiri bahkan sampai saat ini masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja dia lihat beberapa jam yang lalu.


"Yah malah bengong nih anak" Sergah Abhian dengan nada ketus yang mendapati kebiasaan lama gadis di depannya ini mulai kambuh lagi.


Salwa hanya nyengir sebentar, dia tarik nafasnya pelan dan menghembuskanya sepelan mungkin berusaha mengurangi rasa gugupnya.

__ADS_1


"Itu, hm itu" Ucap Salwa gugup


"Itu itu apaan sih Sal, yang jelas ngomong-nya" Potong Abhian dengan nada berubah sangat lembut tidak lagi ketus seperti tadi


Mendengar pertanyaan Abhian kegugupan Salwa semakin menjadi jadi, dia lalu menggigit bibir bawahnya sambil memutar otak untuk bisa menjawab pertanyaan cowok di depannya ini.


"Itu bhi, hm besok aja gimana bhi, ini udah malem aku ada tugas juga yang harus di kerjakan" Final Salwa dengan hati hati


Abhian yang mendengar itu dengan sabar mengangguk dan tersenyum simpul menanggapinya. Dia lalu mengusap kepala Salwa dengan ringan.


"Ckckck lo itu ya, bilang kek dari tadi kalo ceritanya besok, gak perlu takut pake kata itu itu mulu" Kata Abhian dengan mengusap kepala Salwa sambil memberikan nasihat seperti bapak pada anaknya.


Salwa yang tadinya gugup setelah mendengar ucapan dan perlakuan manis Abhian padanya yang baru saja di berikan itu membuat Salwa bisa bernafas lega.


Tetapi dalam hatinya Salwa berjanji pada dirinya sendiri, cepat atau lambat dia pasti akan menceritakan masalah ini pada Abhian, dan rencananya besok saat istirahat Salwa akan berencana untuk mengajak Abhian pergi ke perpustakaan.


Menurut pemikiran Salwa sekarang, perpustakaan adalah tempat yang cocok untuk dirinya bercerita tentang Lisa pada Abhian.


Salwa hanya bisa berharap semoga saja besok Abhian bisa langsung mempercayai dirinya setelah dia tunjukan foto yang sudah sempat di ambilny dari rekaman video di coffe shop sore tadi, dan semoga saja Abhian mau untuk membantu dirinya mencari tau tentang apa yang membuat Lisa berbuat sejauh ini hanya untuk mencelakai dirinya.


...HAPPY READING...


...AND...


...SEE YOU NEXT CHAPTER❤️...


Rabu, 10 Maret 2021


Myhome📍


monmaap baru bisa update, soalnya ini lagi sibuk sama tugas tugas sekolah hehe jadi di maklumin aja ea🙃


Oh iya? buat para pembaca yang setia nunggu update dari aku, terimakasih! aku sayang kalian semuaaaaa😚


...Jangan lupa pencet like dan komen juga ya...


...Yukyukyukyukkkkkkkk like dan komenya di tunggu nih❤️...

__ADS_1


...THANK YOU❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2