First Wife'S Mission

First Wife'S Mission
Episode 54-Kakak Bantu Kami Untuk Membuat Endri Menjadi Terkenal!


__ADS_3

Kehadiran seorang wanita yang sengaja masuk melalui pintu utama di bagian lobi perusahaan, membuat para karyawan yang baru kembali setelah makan siang menjadi tercengang sekaligus takjub. Arsyita Dharmawangsa. Siapa yang tidak mengenal wanita itu di kota ini. Kabar mengenai dirinya yang adalah kakak kandung Dany Dharmawangsa, selaku CEO di perusahaan itu pun sudah menyebar sejak lama.


Mendapatkan perhatian sedemikian rupa, tentu saja membuat Arsyita langsung ingin menebar pesona. Bagi dirinya, sikap tersebut hanyalah sebuah canda. Ia memang suka bercanda, bersikap konyol, dan nyaris seperti adiknya—selengean. Meski begitu ia tetap menjaga sebuah keramahtamahan. Ia menyadari bahwa tanpa orang lain, dirinya tidak akan populer sampai saat ini. Dan lagi, ia tidak mau menjadi seperti kedua orang tuanya yang angkuh serta bebal.


Bersama sang manajer, Arsyita lantas berjalan menuju sebuah elevator. Ia berharap bisa bertemu Niana di tempat ini, karena menurut Dominic, Niana bekerja sebagai HRD di perusahaan keluarganya tersebut. Tentu saja, ia akan membujuk Niana atau minimal mengenal Niana terlebih dahulu.


"Kakak!"


Seruan seseorang yang adalah Dany memasuki rongga telinga Arsyita, hingga membuat Arsyita serta manajernya menghentikan langkah di detik itu juga.


"Mike?" ucap Arsyita menyebut nama sang manajer.


"Iya, Kak?" jawab Mike.


"Tunggulah aku di taman atau kamu boleh ke mana pun yang kamu mau. Sekarang aku bisa bersama adikku. Dia akan menjagaku, Mike."


Mike mengangguk, manut. "Baik, Kak. Kabari aku kalau Kakak sudah selesai."


"Oke!"


Mike memberikan salam pada Dany dengan cara merundukkan tubuhnya, setelah itu barulah ia pergi dari hadapan sepasang kakak beradik itu.


Dany menghela napas dalam-dalam. Tahu betul jika kemunculan Arsyita pasti akan menimbulkan dampak menyebalkan di dalam hatinya. Namun sebagai seorang adik yang juga tidak ingin bersikap kekanak-kanakan di hadapan para karyawannya, ia tetap harus menerima kehadiran kakaknya dengan baik. Dany hanya bisa berharap supaya Arsyita tidak meminta macam-macam lagi setelah kakaknya itu mengemis sponsor pada dirinya.

__ADS_1


"Ayo! Kamu mau ke ruang kerjamu, 'kan?" ucap Arsyita begitu antusias. "Aku sangat merindukanmu, Dik!" Ia berangsur merangkul lengan adiknya tersebut.


Dany menunjukkan wajah badmood, tetapi dalam waktu bersamaan, ia tidak menolak sikap kakaknya terhadap dirinya. Alhasil keduanya lantas berjalan bersama. Dany dan Arsyita memasuki sebuah elevator yang dikhususkan untuk para petinggi perusahaan saja.


Tak sampai lima menit, Dany dan Arsyita sudah sampai di lantai yang mereka tuju. Keduanya memasuki ruang kerja CEO. Untuk Dany tentu saja ia akan bekerja, tetapi entah dengan Arsyita. Memikirkan tujuan kakaknya saja, Dany cukup enggan rasanya. Namun ada juga rasa penasaran, tentang mengapa Arsyita sampai datang ke perusahaan setelah sekian lama Arsyita tidak pernah berkunjung.


"Ngomong saja sekarang, Kak, kenapa Kakak tiba-tiba datang? Bahkan tanpa membuat janji denganku terlebih dahulu? Kakak tahu, 'kan, jika aku adalah orang yang super sibuk? Selain itu, bagaimana jika ketika Kakak datang, aku sedang tidak ada di tempat?" ucap Dany sembari berjalan ke arah meja kerjanya sendiri.


Arsyita menghela napas, dan terus mengikuti langkah sang adik. Ketika Dany sudah duduk di singgasana seorang atasan tertinggi, Arsyita juga lekas duduk di sebuah kursi yang tersaji tak jauh dari meja kerja Dany. Ia lantas melipat kedua tangannya ke depan dan berangsur menyandarkan punggung.


"Aku serius sedang merindukanmu, Dik!" ucap Arsyita untuk menjawab pertanyaan dari Dany sebelumnya.


Mata Dany langsung memicing tajam dan mengarah pada paras cantik milik Arsyita. "Ayolah, Syit! Jangan bercanda, candaanmu sama sekali tidak lucu!" sahutnya ketus.


"Alah! Kamu memang tidak pernah percaya pada ketulusanku, Dan! Tapi baiklah ...." Detik berikutnya, Arsyita mencondongkan tubuhnya ke depan. Ia meletakkan kedua lengannya di atas papan meja milik Dany. "Aku bertemu dengan Niana tadi malam. Tahu tidak kalau suaminya berselingkuh, bahkan sudah menikah dengan selingkuhannya?! Aku ingin menghiburnya, tapi, ah! Dom melarangku. Ya, wajar sih, Niana pasti juga belum siap berbicara dengan siapa pun, terutama aku yang hanya dia kenal melalui layar kaca saja."


Sungguh, Dany benar-benar terkejut. Pantas saja, oh, pantas sekali! Dominic tiba-tiba datang di pagi tadi. Dominic yang selalu menolak didekatkan dengan Niana, lantas menagih bantuan yang sempat Dany tawarkan. Rupanya Dominic memang mengetahui apa yang terjadi di dalam bahtera rumah tangga Niana dan Endri. Namun, Dany benar-benar tidak menyangka jika Arsyita pun turut tahu tentang hal tersebut.


"Tadi malam aku dan Dominic memang bertemu di sebuah restoran ternama. Kami berbincang sedikit, mengenai sesuatu hal yang tidak perlu kamu tahu. Lalu ketika kami hendak pulang, Dom tiba-tiba melongo ketika bertemu seseorang dan lantas menyebut nama orang itu. Kalau tidak salah namanya Endri, Endri ini bersama seorang wanita yang aku rasa sedang hamil atau mungkin memang gendut saja. Entahlah. Aku tidak terlalu mengerti. Daaaan, ajaibnya Niana pun muncul bersama seorang gadis manis yang masih cukup muda. Mungkin karena kesal dan kecewa, Niana lantas mengatakan sesuatu yang merujuk pada perselingkuhan suaminya dan si wanita asing itu," ungkap Arsyita mengenai kronologi bagaimana ia bisa tahu tentang rumah tangga Niana.


Oh, astaga. Ini lebih gila daripada yang Dany kira. Ia bahkan sampai menuduh Niana tak lagi membutuhkan dirinya karena kehadiran Dominic. Ternyata, Niana baru saja melalui sesuatu yang buruk tadi malam. Dan Dany yakin, seperti yang Arsyita katakan, mungkin Niana memang sangat kesal hingga kecewa sampai akhirnya mengungkapkan tentang perselingkuhan sang suami.


Dany sungguh menyesal. Ia sudah ngambek karena pesannya diabaikan serta tawaran makan siangnya ditolak oleh Niana, padahal Niana sudah pasti sedang kesulitan. Dan mengenai pertemuan Niana dengan Dominic siang ini, mungkin saja Niana hendak memberikan klarifikasi.

__ADS_1


"Dik, aku ingin bertemu dengan Niana deh. Aku ingin berkenalan dengan dia. Aku ingin menghiburnya. Sebagai seseorang yang tumbuh dengan orang tua yang suka berselingkuh, aku tahu sekali rasa sakitnya. Apalagi dia yang langsung diselingkuhi oleh sang suami. Untuk itu, bisakah kamu memanggilkan dia untukku?" ucap Arsyita yang memang sudah sangat penasaran dengan Niana.


Arsyita masih yakin bahwa hanya wanita itu yang bisa menyembuhkan ketakutan Dany pada sebuah pernikahan. Bukan maksud ingin mencari keuntungan, tetapi Niana yang memiliki pengalaman diselingkuhi pasti akan paham apa yang Dany rasakan sampai saat ini.


"Padahal kemarin Niana memutuskan untuk tak pulang ke rumah itu dulu, tapi Endri justru asyik makan malam dengan wanita selingkuhannya? Waaah, gila! Pria bodoh dan kejam itu!" ucap Dany geram sekaligus kesal dan ia tidak peduli ketika kakaknya sampai melebarkan mata karena reaksinya.


Detik berikutnya, Dany menatap Arsyita. "Kakak, apa Kakak mau membantuku? Maksudku membantu Niana. Bisakah Kakak menjadi brand ambassador untuk sebuah perumahaan yang sedang Endri bangun. Datanglah ke perusahaan Endri, dan katakan padanya jika aku yang meminta Kakak agar proyek mangkraknya berhasil dilanjutkan dengan lebih baik lagi."


"Apa?! Endri?! Jangan gila, Dany! Dia suami Niana yang sudah berselingkuh, bukan? Kenapa aku harus membantunya?!" Marah, Arsyita tidak bisa menerima permintaan dari adiknya. "Kamu jangan konyol, Dany!"


"Saat ini aku juga sedang membantu Endri agar perusahaan dia bangkit, setelah berada di posisi nyaris di ambang kehancuran karena terlalu berambisi pada proyek lebih besar! Dan aku melakukannya karena Niana yang memintanya, Syita! Niana juga memintaku untuk membuat suaminya itu menjadi terkenal, agar nantinya ketika sudah waktunya tiba, Niana akan membuat Endri mengakui perselingkuhan itu. Dengan nama yang sudah dikenal, tentu saja pengakuan Endri akan didengar oleh masyarakat luas! Endri akan malu, tanpa Niana membuat pemberitaan yang mencatut nama Endri. Niana ... ingin membuat Endri dikenal terlebih dahulu, lalu Niana juga akan membuat Endri mengakui perselingkuhan itu dengan mulut Endri sendiri. Jadi, Kakak, tolong bantu kami ...."


Terdiam, takjub, tetapi juga masih agak bingung. Namun perlahan Arsyita pun menyadari akan sesuatu. Mengenai Niana yang bukanlah wanita biasa. Jika ucapan Dany benar, itu artinya Niana sedang merencanakan pembalasan paling kejam teruntuk sang suami jahat. Waaah! Arsyita semakin tertarik saja. Barang kali, Niana bisa menjadi teman yang luar biasa, syukur-syukur jika Niana berkenan untuk menyembuhkan ketakutan adiknya.


"Baiklah," ucap Arsyita lalu tersenyum. "Aku akan membantu kalian. Tapi ... aku juga punya syarat, Dany."


Dany menelan saliva dan juga mengerjap-ngerjapkan matanya. "Sy-syarat? Apa itu?" sahutnya.


"Melihat kamu yang begitu tegas sekaligus ngotot untuk membantu Niana, bahkan kamu sempat marah setelah mendengar ceritaku, tampaknya dugaanku memang benar. Bahwa kamu menyukai wanita itu. Untuk itu, cobalah, Dany. Coba pahami perasaanmu pada Niana, selidiki seluruh ruang hatimu, dan sadari apa yang benar-benar kamu rasakan terhadap dia. Aku akan mendukung kalian, bahkan meski Niana adalah janda. Tapi jika dia yang bisa menyembuhkan ketakutanmu, aku tidak masalah. Jangan pedulikan apa pun, selain mengejarnya. Dan satu hal lagi, abaikan saja Ayah dan Ibu, jika mereka menentang hubungan kalian berdua."


Dany tersenyum kecut. Namun perkataan Arsyita sepertinya bisa ia jadikan sebagai acuan. "Tapi, Kak, bahkan meski aku menyukai Niana, Niana belum tentu bisa menerima diriku. Dia sama seperti aku, dia takut pernikahan setelah apa yang dia alami di penikahannya bersama Endri. Dia juga sudah berencana untuk menutup hati setelah perceraiannya terjadi."


"Aku bisa membujuknya, aku bisa meyakinkannya, Dany. Jadi, kamu hanya perlu menyelidiki hati kamu sendiri, Dik!"

__ADS_1


Arsyita tulus, benar-benar tulus. Tadinya, ia pikir idenya cukup gila. Dan memang betul, ia akan menyerah setelah mendengar cerita dari Dominic bahwa Niana sudah menikah dan pastinya tidak akan bisa dijodohkan dengan Dany. Seandainya pernikahan Niana dengan Endri bahagia pun, Arsyita juga akan langsung menghentikan rencana konyolnya. Namun hal yang ia dengar baru-baru ini mengenai Niana, lantas membuatnya ingin melanjutkan rencana awalnya. Terlebih ketika Dany menunjukkan raut sendu sekaligus sama sekali tidak membantah, sepertinya Dany memang memiliki rasa terhadap wanita yang masih bersuami tersebut.


***


__ADS_2