
"Aku gak marah kok sayang,mana mungkin aku bisa marah sama istriku yang cantik ini. " Bima marayunya.Menyentil dagunya.
Layar ponsel yang dipegang Bima ditangan kanannya sedang menunjukkan adegan romantis,saat Shakti sedang mengeluarkan sebuah cincin dan berlutut di hadapan Rasty.
"Ummmmmm, romantis banget ya sayang. "
Bima mendengkus kesal mendengar pujian yang lagi-lagi dilontarkan oleh Maira untuk kekasih sahabat karibnya itu.
"Kamu mau aku melakukan yang seperti mereka?, yang lebih dari itu aku juga bisa kok sayang. " ujar Bima sambil menaruh ponselnya di sandaran ponsel atau stand holder.
Tangan yang tadinya ia pakai untuk memegang ponsel sekarang beralih ketengkuk sang istri dan tangan kirinya menarik tubuh Maira semakin mendekat ke tubuhnya tanpa berjarak.Perlahan tapi pasti Maira pun terpana oleh tatapan tajam namun berkabut dan dalam milik suaminya itu.
Bima menempelkan bibirnya keatas bibir sang istri, Maira pun terhanyut dengan apa yang Bima lakukan. ternyata layar diponsel menayangkan adegan yang sama persis saat Rasty menganggukkan kepalanya untuk menerima lamaran dari Shakti.
"Will you Marry Me?. " tanya Shakti dengan tatapan menuntut jawaban pasti.
"Yess!I will" teriak Rasty penuh semangat, sampai-sampai setelah Shakti memasangkan cincin dijari manisnya,sahabatnya Maira itu langsung mencomot bibir kekasihnya didepan semua orang yang hadir.Brian dan kekasihnya pun bertepuk tangan seraya saling berpelukan, seolah ikut bahagia dengan bersatunya sahabat mereka.
Setelah pasangan yang habis lamaran itu selesai dengan kissing panjangnya, barulah Brian dan pacarnya menghampiri mereka untuk memberi ucapan selamat secara langsung.
"Wah, selamat ya Bro.Gak nyangka gue kalau elo bisa seromantis ini sama pasangan. " ucap Brian.
"Aj, elo juga sama romantisnya. Malahan gue kalah romantis jika dibandingkan sama elo. " jawab Shakti.
Lampu dinyalakan, suasananya masih meriah,musik romantis kembali di putar. Kali ini semua yang hadir bersama pasangan ikut berdansa di lantai dansa.
Tapi tidak dengan pasangan yang tadi sedang menonton live streaming itu di Surabaya. Keduanya malah sudah berpindah ke tempat tidur, memadu kasih untuk mencapai Nirwana.Meninggalkan ponsel itu terus menyala, sampai akhirnya keduanya lupa kalau tadi pagi sedang menonton.
Live streaming itu sudah selesai, Rasty kesal karena sahabatnya itu ialah telepon tapi gak diangkat-angkat. Dia gak tau aja kalau yang di telepon sedang terbang ke surga dunia bersama suaminya itu.
"Ih, Maira ngeselin banget. Gak peka banget jadi kawan.Nyebelin, sahabat sendiri dilamar dimuka umum, gak ada satupun ucapan selamat dari dia. "Rasty berdecak 😫kesal.
Shakti yang berada disamping calon istrinya itu menoleh dan merasa kalau sikapnya Rasty kok aneh.
" Ada apa sih Beib?. "tanyanya.
__ADS_1
" Itu, si Maira. Gak ada satupun ucapan dari dia. Seharusnya dia kan tau dan jadi orang pertama yang ngucapin selamat buat aku. Ini boro-boro. Apa aku gak penting banget ya Beib bagi dia. "kesal Rasty.
" Bukan gitu beib, mungkin dia sedang sibuk. Mereka kan lagi kerja juga disana. Tamunya hotelnya sedang banyak-banyaknya. "
Mata Rasty mengedar sambil melayangkan fikiran buruknya tentang sahabatnya itu, tak sengaja ia melihat pasangan yang ternyata juga hadir disana.Rasty sedikit terkejut, karena ternyata disana juga ada Pak Krisna dan Ester, ya Ester.
"Eh Yang, lihat deh. Disana itu Pak Krisna bukan ya, soalnya bagian situ agak gelap. " ujar Rasty.
"Iya, benar. Aku memang undang bos kamu juga. Malam ini akun usahain teman-teman dekat kita semuanya hadir. Cuma Maira dan Bima yang gak bisa hadir karena lagi di Surabaya.Minggu depan baru aku akan melamar kamu secara resmi pada kedua orang tua kamu. " ujar Shakti.
"T-tapi itu Pak Krisna kok datang nya sama si Esteler ya. Wah ternyata mereka sudah semakin dekat rupanya.Gawat gak ya buat karir aku?. " Rasty jadi bingung.
Eh Pak Krisna dan Ester sedang berjalan ke arah mereka.
"Hallo Rasty. " sapa nya.
"Hallo Pak, 😁😁. " Rasty hanya bisa nyengir malu-malu.
"Selamat ya buat kamu dan juga pasangan kamu.Saya turut berbahagia. Akhirnya ada juga yang mau menghalalkan karyawan saya yang satu ini. " ujar nya.
"Eee, apa maksudnya. Dikiranya gak ada apa yang suka ama gue??!. " batin Rasty.
Rasty menatap tangan wanita itu dengan sedikit takut-takut tapi kesal.Takut kalau-kalau Ester mengungkit tentang penyekapan di Surabaya waktu itu. Rasty hanya menganggukkan kepalanya sambil menyambut uluran tangan Ester dengan tangan yang gemetar.
Ester berpindah ke Shakti, ya... dua orang inilah yang sudah menyekap dirinya waktu itu. Ester membisikkan sesuatu kepada Pak Krisna, kelihatannya keduanya memang sudah semakin dekat, atau jangan-jangan sudah berkomitmen nih. Rasty selalu memperhatikan gerak-gerik keduanya.
Diam-diam Rasty memotret pasangan itu saat merekam lengah, Rasty akan mengirimkan foto itu kepada Maira, lumayan kan bahan laporan....hehee.
"Send."
Foto-foto itu sudah terkirim, kini Rasty sengaja mempersilahkan Pak Krisna dan Ester untuk bergabung di meja mereka.Ia ingin mengorek-ngorek informasi dari pasangan itu.
"Pak Krisna kayaknya cocok deh sama Ester. " Ledek nya.
"Bisa aja kamu Rasty, saya kan juga harus bisa move on dari sahabat kamu itu. " jawab bosnya itu.
__ADS_1
"Bener nih Pak, udah gak suka lagi sama Maira?. " tanya Rasty.
"Kalau soal suka yang tetap suka t, tapi kalau soal menata hati dan cari yang lain tentu saya harus bisa bangkit karena anaknya saya juga butuh figur seorang Ibu kan?. " ujarnya.
"Bener Pak, kalian berdua cocok kok. Kenapa Bapak gak jadian aja sama yang disebelah Bapak?. "
Ester yang dari tadi hanya mendengar obrolan mereka terlihat kurang paham karena Rasty dan Pak Krisna menggunakan bahasa Indonesia.
Ester hanya faham sedikit-sedikit saat mendengar ucapan nama Maira.
"Ester." Panggil Rasty.
"Ya." Ester terperanjat saat Rasty menyebutkan namanya.
"Maafkan aku soal yang waktu itu di Surabaya ya. " ucap Rasty.
"Huh??. " Ester gak faham.
Pak Krisna menjelaskan apa yang dimaksud dengan ucapan Rasty kepadanya dengan bahasa Inggris.
"Ooo." Mulut nya membulat dan kepalanya mengangguk-angguk seolah mengerti.
"No problem,don't worry about it. " jawab Ester.
"Thanks." sahut Rasty.
Terlihat dari mata Ester, sepertinya dia tidak menaruh dendam kepada Rasty.
Rasty diam-diam mengelus dadanya lega dibalik badan Shakti.
"I'am too. " Ujar Shakti sambil mengulurkan tangannya pada Ester.
"Oh, No problem👌. " sahut Ester sambil mengedikkan bahunya.
******
__ADS_1
Sementara itu dirumah sakit. Tiara sedang kesakitan karena seringnya kontraksi yang terjadi pada perutnya.
Bayinya sudah minta dikeluarkan, dokter terlihat sedang memeriksanya.Sekarang memang sudah hampir subuh, Tiara sudah harus bersiap untuk keruangan operasi. Para keluarga sudah berkumpul semua didepan ruang operasi,Farhan suaminya Tiara sedang mondar-mandir tak bisa menyembunyikan kecemasan yang melanda hatinya.