
Saat ini Maira sudah berada di dalam mobilnya dengan Pak Andi sebagai supir.Tadi ia meninggalkan Netta sendirian,setelah ia merasa tidak ada yang harus dibicarakan lagi.
Maira tidak mau di goyahkan oleh Kakak tirinya itu.Bagaimanapun juga,dulu wanita itu juga pernah memusuhinya.Tidak semudah itu Maira bisa menuruti kehendak Netta dan juga tidak semudah itu, Maira memberikan maaf untuk Nyonya Shinta yang sudah menyebabkan ia kehilangan ibunya untuk selamanya.
"Kita mampir ke restoran yang ada di pertigaan itu dulu,ya Pak.Kita makan siang sambil beli makanan untuk ayah,"pinta Maira pada Pak Andi.
"Baik Bu."
Maira mengajak Pak Andi makan siang,tapi supirnya itu menolak.Dia bilang,tadi saat sedang menunggu Maira di kantin SN Group, ia sudah makan siang di sana.
Jadilah Maira makan siang sendirian.Dia memesan sepaket makan siang untuk dibawanya ke rumah sakit.
Setibanya mereka di rumah sakit,Maira segera menuju kamar rawat ayahnya.Dia tahu itu,setelah bertanya kepada suster jaga yang ada di depan.
Pelan-pelan Maira membuka pintu ruang VVIP itu sambil menenteng tootbag berisi nasi kotak yang tadi ia beli di restoran.Lalu ditaruhnya tas makanan itu di atas nakas yang ada di sebelah brangkar sang ayah.
Pak Sasongko terbangun dari tidurnya,ia terusik mendengar suara langkah kaki Maira yang sedang sibuk menata makanan.
"Ayah," sapanya sambil mencium tangan kanan sang ayah.
"Kamu kemari juga,Ayah mau minta maaf sama kamu Maira," ujar Pak Sasongko dengan sedikit berlinang air mata.
"Ayah tidak perlu minta maaf, yang penting sekarang Ayah harus sembuh dulu,dan kita bisa sama-sama lagi menjaga SN group,"jawabnya.
"Iya sayang,tapi Ayah punya satu permintaan sama kamu Nak. "
"Permintaan apa Yah?Katakan saja," tanya Maira penasaran.
"Bisakah kamu memaafkan kesalahan Mamamu?" tanya Pak Sasongko.
Maira menarik nafas berat ketika mendengar ucapan sang Ayah yang menurutnya tidak adil.
__ADS_1
"Maafkan Maira Ayah,untuk urusan yang satu itu,Maira tidak bisa.Ayah tentu sudah tau alasannya 'kan?"ujar Maira.
"Tapi sayang,Ayahmu ini hanya ingin hidup tenang bersama keluarga Ayah di hari tua Ayah,Nak,"ujar Pak Sasongko.Orang tua itu terus berusaha membujuk putrinya agar mau membebaskan istrinya itu.
"Hemmh!!Sekali lagi,Maira minta maaf sama Ayah.Maira tetap tidak bisa Ayah,istri muda Ayah itu harus menerima akibat dari seluruh perbuatan busuknya selama ini,"ujar Maira.
"Apa kamu tidak mau menuruti permintaan terakhir dari ayahmu ini Nak?"tanya Pak Sasongko,seolah-olah itu adalah keinginan terakhirnya saja.
"Ayah jangan ngomong begitu,apa Ayah gak bisa ngerasain bagaimana perasaan Maira saat ini?"ucap Maira sambil menyuapkan makanan untuk ayahnya,tapi sang ayah tetap ngotot dan menolak untuk makan.
"Ayah tau nak,maafkan Ayah.Semua ini adalah salah Ayah.Baiklah,kalau itu mau kamu.Ayah pasrah,Nak.Silahkan kamu melakukan apapun yang ingin kamu lakukan,Ayah akan mencoba untuk bisa menerima semuanya." Pak Sasongko akhirnya pasrah,ia jadi ingat sama mendiang istri pertamanya Bu Nurmala yang sudah tiada.
Maira juga merasa aneh dengan sikap ayahnya yang mulai melemah dan tidak memaksakan kehendaknya lagi agar Maira segera menyerah.
"Maira pergi dulu Yah,besok Maira akan datang lagi,"ujar Maira pamit, ia mencium laki-laki yang sudah membuatnya lahir ke dunia itu.
Pak Sasongko hanya bisa menganggukkan kepalanya,ia sudah tidak tau lagi apa yang akan ia lakukan.Mungkin akhirnya dia memang harus pasrah ketika nanti harus melihat keluarga yang selama ini ia jaga dengan sepenuh hati,akhrinya hancur berkeping-keping tiada terkira.
*****
"Silahkan,Bu. "
"Baiklah,terimakasih," jawab Maira sambil naik ke mobil.
"Langsung ke Mall Bu?"tanya Pak Andi.
"Iya,Pak. "
______
Tiba di Basemant Mall milik suaminya itu, Maira tidak menuju ke kantor Bima di lantai paling atas,melainkan ia langsung menuju ke butik yang khusus menyediakan pakaian kerja khusus ibu hamil.Maira juga ingin membeli beberapa baju hamil yang nyaman untuk ia pakai.
__ADS_1
Beberapa karyawan Mall yang sudah mengenal siapa Maira memberi hormat kepadanya,apalagi Pak Andi yang dulunya adalah security Mall ini sekarang selalu berdiri di belakang Nyonyanya itu.
Maira baru menyadari kalau sekarang ia sedang dikawal kemana-mana,rasanya agak kurang nyaman dan juga kurang leluasa.
"Pak,Bapak bisa tunggu saya ditempat lain atau Bapak bisa menemui rekan-rekan kerja Pak Andi sewaktu masih kerja di Mall ini dulu, saya mau berbelanja sendirian saja," ujar Maira.
"Tapi Bu,kata Pak Bima,saya harus jagain Ibu dan harus memastikan keselamatan Ibu Maira,"ujar Pak Andi,ia tidak mau dianggap lalai dan tidak melaksanakan tugas dengan baik dan benar.
"Ooo begitu, ya... baiklah kalau memang begitu kata suami saya. Hmmm, saya bisa apa?" Maira mendengkus kesal, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.Percuma juga kalau ia menolak,pasti Bima akan lebih getol lagi menjaganya.Bisa-bis,yang ada dia akan menambah jumlah bodyguard buat Maira.
Maira disambut dengan ramah oleh manajer butik langganan nya,Maira pun membalas sapaan mereka dengan ramah dan senyuman khasnya.
"Silahkan Bu Maira,pilih saja yang mana yang disukai,kami akan menyediakannya untuk Ibu dengan senang hati,"ujar salah satu pelayan butik itu.
"Saya butuh beberapa setel pakaian kerja khusus bumil,apa di sini banyak modelnya?"tanya Maira.
" Ooh,diujung sana Ibu.Mari,ikuti saya."tunjuk pelayan toko yang melayaninya.
Maira pun mengikuti pelayan itu ke bagian deretan baju-baju kerja dengan setelan celana dan juga blezer, juga ada rok dengan pasangan blezer dan ada juga kemeja.
Maira berdecak kagum ketika melihat sederet pakaian kerja yang tersusun rapi dihadapannya,lalu ia memilih beberapa warna yang ia inginkan dan membawanya ke kamar pas.
Tak terasa waktu yang digunakan untuk belanja ini itu sudah banyak terbuang,padahal tadi ia hanya ingin membeli dua atau tiga setel pakaian saja,tapi nyatanya manajer toko itu membungkuskan semua baju yang sudah Maira lihat dan pegang tadi.Maira jadi bingung dan bertanya ," Kenapa dibungkus semua?Saya hanya mau membeli yang dua setel ini saja."Maira sungguh tidak mengerti.
"Maaf Ibu Maira,ini adalah layanan khusus untuk Nyonya pemilik Mall ini.Kami berharap Ibu Maira bisa senang berbelanja di Toko kami. "
"Tapi kan, saya... ???"
"Saya harap Ibu Maira mau menerima hadiah kecil dari Toko kami,"ujar manajer toko itu.
"Baiklah kalau begitu."Maira tak kuasa menolak.
__ADS_1
"Biar karyawan kami yang akan mengantarkan semuanya ke mobilnya Ibu. "
Apakah Maira setuju???