
Dengan menarik nafasnya perlahan lalu menghembuskan dengan teratur,Maira memulai pidatonya.Ups !!🤭lebih tepatnya pengumumannya.
"Mohon waktunya sebentar."semua hadirin jadi fokus padanya. "Karena sebagian tamu sudah banyak yang pulang dan disini hanya tersisa beberapa dari rekan kerja dan juga keluarga saja,ada hal penting yang ingin saya beritahukan kepada kalian semua. " Maira menarik kembali nafas beratnya.
Sementara Bima rasanya ingin mencegah istrinya itu, tapi Maira menatapnya dengan tatapan yang penuh intimidasi yang akhirnya membuatnya mundur, biarkan saja ibu hamil itu mengungkapkan semuanya.Mungkin inilah saat yang tepat untuk mengungkap pelaku yang sudah menyebabkan Ibunya kecelakaan pada hari itu.
"Sebelumnya, Maira ingin meminta maaf terlebih dahulu pada Ayah, Kak Netta,Tiara dan seluruh keluarga.Maira terpaksa harus melakukan semua ini demi tegaknya sebuah keadilan! . " lanjut Maira.
"Kenapa aku tidak disebutkan?. " gumam Nyonya Shinta lirih.
Semua orang yang masih tersisa disana jadi saling melemparkan pandangan mereka, bertanya-tanya ada apakah gerangan sebenarnya yang terjadi.
"Baiklah,karena ini adalah masalah yang sangat sensitif dan melibatkan beberapa orang didalamnya,maka saya akan memanggil beberapa saksi mata dan juga pihak yang berwajib kesini.
" Pihak yang berwajib?. "Pak Sasongko tidak mengerti, sebenarnya kemana arah pembicaraan putri keduanya ini?.
" Nah itu mereka sudah datang!. "tunjuk Maira kearah gerbang.Sebuah mobil polisi masuk kedalam gerbang kediaman keluarga Sasongko.
Ternyata diam-diam Maira sudah mengirimkan laporan bahwa ada kasus perencanaan pembu*uhan(pembu*uhan berencana) di keluarganya.
"Sayang, apa kamu yakin akan langsung membuka semuanya disini?. " bisik Bima ditelinga Maira.
"Keyakinanku sudah bulat sayang! . "
jawab Maira mantap.
"Lalu bagaimana kalau ternyata tuduhan kamu itu tidak terbukti sayang?. " tanya Bima lagi.
__ADS_1
"Aku sangat yakin seratus persen, bahwa wanita itulah otak dibalik meninggalnya Ibu aku. " jawab Maira.
Tiga orang pria berseragam polisi datang menghampiri Maira diatas panggung.
"Maaf,benar ini dengan Ibu Maira Sasongko?. " tanya salah satu Polisi itu.
"Iya, betul sekali Pak. Memang saya yang tadi sudah menghubungi kantor kepolisian. " Jawab Maira dengan penuh percaya diri.
"Jadi bisa dijelaskan bagaimana kronologis dari peristiwa itu?. " tanya Polisi itu.
"Baiklah Pak, dan semuanya. Mohon beri jalan dulu untuk saksi-saksi yang akan saya hadirkan. Semua orang melihat ke arah jalan yang langsung menuju pintu utama rumah Sasongko yang ditunjuk oleh Maira dari atas panggung.
Maira tersenyum melihat Nyonya Shinta yang sesekali menatap nya tajam dan penuh tanda tanya dimatanya.Dari pintu utama itu keluarlah ke tiga Maid yang tadinya ditahan oleh Maira dengan di dampingi oleh Bik Piya, dan Bik Sarni juga Pak Andi sang security rumahnya.
" Silahkan untuk kalian semua berdiri didepan panggung sini!. "tunjuk Maira.
" Ada apa ini Maira???. "tanya Netta.
" Iya Kak Maira, sebenarnya ada apa ini? kenapa mereka disuruh baris di depan?. "tanya Tiara bingung.
Maira hanya tersenyum menanggapi pertanyaan kedua saudarinya itu.Lalu ia lanjut dengan mikrofonnya" Baiklah,selanjutnya saya akan memanggil rekan saya Andini dan juga pengacara saya, silahkan masuk. "ujar Maira dengan lantang di mikrofon.
Semua orang nampak semakin bingung, teka-teki apa ini??.Tak lama berselang,sebuah mobil fortuner hitam masuk kedalam halaman rumah Sasongko.Seorang wanita turun terlebih dahulu yang tak lain adalah Andini, lalu membuka pintu dibagian belakangnya.Lalu turunlah seorang laki-laki yang dulu pernah bekerja sebagai supir Nyonya Nurmala selagi mendiang masih hidup.
Nyonya Shinta terlihat shock ketika melihat pria itu, perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak. Jantungnya berdebar tidak karuan, bayangan dosa-dosanya dimasa lalu kini bergentayangan dikepalanya.Keringat dingin mulai menyembul dari pori-pori kulitnya, begitu juga dengan Pak Sasongko.Mendadak pikirannya tertuju pada masalalu dimana Ia masih memiliki dua istri.
Maira menatap Nyonya Shinta dengan tatapan penuh dengan den*am.
__ADS_1
Lalu ada sebuah mobil lagi yang mengikuti mobilnya Andini, seorang pengacara turun dari mobil tersebut.
" Baiklah, karena semuanya sudah hadir disini. Mari kita mulai pengadilannya. "ujar Maira.
Nyonya Shinta dan Pak Sasongko saling berpandangan, raut wajah mereka tidak dapat berbohong kalau mereka memiliki sesuatu yang takut untuk di ekspose.
" Ada apa ini, Maira. "Pak Sasongko berjalan mendekati putrinya.
" Ayah akan tau sebentar lagi Yah, sebaiknya Ayah duduk dulu dikursi itu saja dulu. "Maira tidak ingin Ayahnya terkena serangan jantung karena ayahnya itu punya penyakit darah tinggi.Ia hanya tersenyum kepada laki-laki yang sangat ia sayangi itu.
" Baiklah,Ayah harap kamu tidak akan membuat keluarga kita malu sayang. Ayah tidak mau nama keluarga kita tercoreng, apalagi ada polisi segala disini!. "Sepertinya Ayahnya kecewa.
"Sayang, ajak Ayah duduk dulu ya?. " Maira meminta Bima untuk membawa Ayahnya ke kursi.Setidaknya, dengan posisi duduk mungkin emosi Ayahnya itu bisa sedikit berkurang dan lebih tenang.
"Baiklah,kita mulai saja langsung.Begini para Bapak Polisi dan juga hadirin semua.Tiga tahun lebih yang lalu,Ibu kandung saya yang kalian pasti tau. Beliau bernama Ibu Nurmala, beliau juga salah satu pendiri SN Group.Dihari Ibu saya mengalami kecelakaan mobil,dari hasil pemeriksaan forensik pada kendaraan Ibu saya, dinyatakan remnya di sabo*ase sehingga tidak berfungsi dengan sebagai mana mestinya. " ujar Maira.
Mendadak wajah Nyonya Shinta semakin pucat,terlihat sekali kecemasan disana.Matanya melihat kesana kemari mencari celah untuk melarikan diri. Entah mengapa dia merasa kalau ini pasti tuduhan pelaku sabo*ase itu.
"Kenapa Tante Shinta???!, kenapa wajah Anda terlihat sangat cemas?. " tanya Maira. Dari tadi dia memang sesekali memperhatikan wanita itu.
Jadi untuk lebih jelasnya, silahkan hadirin semua melihat cuplikan video ini. "Entah kapan Maira menyiapkan layar monitor besar disana?Bima saja sebagai suaminya tidak tau kalau istrinya itu akan berbuat nekad.
Maira memencet remot yang ada ditangannya,rekaman video pengakuan dari para Maid tadi ia blutoohtkan ke layar datar besar itu. Semua orang dapat menyaksikannya semua pengakuan dari para Maid itu.Tatapan semuanya langsung tertuju kepada Nyonya Shinta, sepertinya mereka semua geram sekali karena melihat video itu.
Hal itu tentu saja menjadi pukulan telak bagi Ibu tiri dari Maira itu.
" Tidaakkk!!. "teriaknya.
__ADS_1
"Disini sudah ada para saksinya,silahkan kita dengar pendapat dari Bik Piya. Kalian dengar sendiri kan kalau Maid itu bilang bahwa Bik Piya juga turut mendengarkan Nyonya Shinta yang terhormat ini menelpon seseorang dan memintanya mengha*isi seseorang.Bik Piya, silahkan dijelaskan kepada Bapak polisi tentang apa yang sebenar terjadi.!?