
Mendengar penuturan Maira, Bik Piya jadi gelagapan.Dia tak menyangka kalau Nona nya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri itu bisa memintanya untuk bersaksi di muka umum seperti ini. Entah apa yang ada didalam pikiran Nona nya itu saat ini,Bik Piya hanya menatap penuh tanya kepada Maira yang membuang muka saat tatapan mereka bertemu.
Pak Polisi memintanya untuk naik ke panggung dan memberikan kesaksiannya.Dengan langkah yang gontai Bik Piya naik ke atas panggung dan berhadapan langsung dengan Maira.
"Baiklah Non,kalau dengan kesaksian Bibik ini bisa membuat hati Non lega,Bibik akan melakukannya. " ujar Bik Piya lirih disamping telinga Maira.
Maira hanya menatapnya dengan tatapan kekecewaan. Ya, kecewa karena orang yang sangat dekat dan sangat ia percayai selama ini malah menutup rapat cerita yang sebenarnya dari dirinya sendiri. Bik Piya pun menuju standing Mic dan mulai menceritakan apa yang ia lihat dan ia dengar selama menjadi pembantu dirumah Sasongko. Terutama saat bertepatan dengan waktu kematian Ibu kandung Maira yaitu Ibu Nurmala.
"Baiklah, hari ini saya akan memberikan kesaksian sesuai apa yang saya dengar dan saya lihat dengan telinga dan mata saya sendiri pada malam itu.
Pertama-tama saya juga mau meminta maaf kepada Bapak Sasongko dan juga Nyonya Shinta, jika apa yang akan saya jabarkan nanti di hadapan semuanya tidak berkenan dihati kalian.
Jujur saja, selama saya mengabdikan diri sebagai pelayan dirumah ini, saya banyak menyaksikan dan mendengar apapun yang terjadi di keluarga ini.Salah satunya seperti yang kita lihat di video tadi, memang benar Non.. Bibik juga mendengar saat Nyonya Shinta menelpon seseorang untuk melaksanakan perintahnya. Semuanya benar, apa yang dikatakan Bik Yati itu benar adanya. " ujar Bik Piya dengan suara bergetar.
"Bohong! , kamu pasti bohong! . Pasti Maira yang sudah menyetel pertunjukkan ini untuk mendiskreditkan saya!!." Nyonya Shinta marah-marah tak terima di pojokkan.
"Baiklah, kalau Tan- te Shinta tidak mau mengaku juga.Kalau begitu saya terpaksa memunculkan saksi kunci sekaligus orang yang Tante suruh untuk mencelakai Ibu saya!. " tantang Maira.
Wajah Nyonya Shinta sudah seperti udang rebus.Merah padam menahan amarahnya yang sudah tidak bisa dibendung lagi, sekaligus rasa malu nya di hadapan semua orang.
"Apa maksudmu Maira??!!. " tanyanya.
Maira maju dan berkata "Andini!, Bawa orang itu kesini!. "
Andini maju dengan dibantu oleh pengacara Maira untuk membawa laki-laki yang dulu pernah bekerja sebagai supir Nyonya Nurmala.Laki-laki itu tak dapat mengelak lagi, karena selama ini sebenarnya Maira sudah menyelidiki dirinya dibantu oleh Andini.Penyataan para Maid itu sudah semakin meyakinkan Maira kalau lelaki inilah pelaku perusakan rem mobilnya Nyonya Nurmala.
__ADS_1
"Tolong ceritakan semuanya secara rinci Pak, atau Anda sendiri akan berurusan lebih jauh dengan pihak kepolisian.Saya sudah memiliki saksi dan bukti, dulu bisa saja Anda lolos karena kasus kematian ibu saya ditutup.Tapi kali ini, saya ingin membuka kembali kasusnya sampai saya mendapatkan keadilan untuk almarhumah Ibu saya. " ujar Maira.
"Tapi Non Maira, saya, saya... " ucap laki-laki itu terbata, ia menoleh kepada Nyonya Shinta. Sepertinya ia ketakutan dan mungkin juga ia minta persetujuan.
"Ayo cepat ceritakan, kenapa hari itu Anda tiba-tiba ada urusan dan tidak menyetirkan mobilnya Ibu saya saat beliau mau ke Ancol?!. " tanya Maira dengan sedikit amarah. Bima dengan sigap mengelus pundak dan lengan Maira agar istrinya itu bisa lebih tenang.
"Sabar sayang, sabar.... " nasehat Bima.
Maira sedikit mengendurkan urat syaraf nya, ia menghela nafas beberapa kali untuk menetralisir emosi didadanya.
Laki-laki itu tergagap, ia tak bisa berbohong lagi. Karena selama tiga tahun ini ia sangat dihantui oleh rasa bersalah terhadap Nyonya nya yang sangat baik kepadanya selama ini, tapi karena saat itu ia sangat membutuhkan uang lebih untuk membelikan perhiasan yang diinginkan oleh istrinya.Ia pun tergiur dengan tawaran Nyonya Shinta.
Laki-laki itu akhirnya buka suara dan menceritakan semuanya.Maira menangis tergugu mendengar cerita itu, rasa sakit karena kehilangan sang Ibu yang sangat ia cintai selama ini membuatnya tak bisa lagi menahan diri.
Ia mengamuk sejadi-jadinya, dipukuli nya laki-laki itu dengan tangannya sendiri untuk melampiaskan kekesalannya.Untung saja Bima dengan sigap melerai nya dan memenangkan Maira didalam pelukannya.
Nyonya Shinta berlari ke arah suaminya, ia memegangi tubuh suaminya itu."Puas kamu Maira???!!!!,apa ini yang kamu inginkan??! hah!!!. "ucap Nyonya Shinta.
Sementara itu, Netta dan juga Tiara juga turut mendekati Pak Sasongko.
"Cukup Maira, Cu-kup Ayah bi-lang!!. "ujar Pak Sasongko dengan suara terbata.
" Ayah yang me-min-ta se-mua orang un-tuk ti-dak membo-corkan ce-rita yang se-benar-nya, se-mata-mata ka-rena A-yah ti-dak i-ngin ke-luar-ga ki-ta ber-ce-rai be-rai.A-yah ti-dak mau na-ma baik ke-luar-ga ki-ta han-cur sayang. "jelas Pak Sasongko dengan suara terbata lagi.
" Apa maksud Ayah?!, Apa itu artinya selama ini Ayah sudah mengetahui semuanya??. "tanya Maira dengan nada kecewa yang teramat berat.
__ADS_1
"Mmm." Pak Sasongko hanya menganggukan kepalanya dengan lemah.
"Hikssshiksss,"Maira menangis sejadi-jadinya.
Sungguh tak menyangka sama sekali, kalau selama ini semua orang disekelilingnya sudah menghianati dirinya.Betapa bodohnya dirinya selama ini,hanya seperti orang luar yang tidak dianggap.Tak cukupkah perlakuan tidak adil yang selama ini sudah ia terima?!.
" Maira benar-benar gak nyangka Yah, ternyata demi istri muda Ayah ini. Ayah rela menutupi kebenaran untuk Ibu, yang merupakan istri pertama Ayah.Apakah Ayah tidak pernah merasa bersalah kepada Ibunya Maira?!, apakah tidak ada sedikitpun rasa bersalah Ayah karena sudah menutupi kebenaran ini,atau Ayah memang sudah tidak mencintai Ibunya Maira lagi? Ohh ,,,, pantas saja ya Ayah lebih menyayangi Istri muda Ayah ini dan juga Kak Netta dan Tiara, sementara aku selalu menjadi anak yang tak dianggap dirumah ini!! "tanpa sadar Maira sudah membentak Ayahnya dan meluapkan segala beban berat yang ada didadanya.
" Maafkan A-yah sa-yang, A-yah ti-dak ber-daya. Se-mua i-ni A-yah la-kukan de-mi ke-utuhan ke-luar-ga ki-ta sa-yang. "jawab Pak Sasongko.
" Sudahlah Ayah!, sepertinya Maira dan juga Ibu memang sudah tidak ada artinya buat Ayah, Ayah lebih memilih menutupi kesalahan yang dilakukan oleh dia!. "tunjuk Maira ke wajah Nyonya Shinta.
" Dan membiarkan pembu*uh Ibu aku melenggang bebas,hidup dengan nyaman dirumah ini. Rumah yang dirintis oleh Ibuku sendiri.Kalian tidak berhak tinggal disini lagi pergi kalian dari rumah ibuku!!!. "Maira benar-benar marah.
" Sayang, sudah sayang, jangan marah lagi. Ingat anak kita yang masih ada didalam kandungan kamu sayang. "bujuk Bima seraya menenangkan Maira.
Namun Maira masih saja menangis sesegukan,kebahagiaan yang baru beberapa jam yang lalu terlihat dimana-mana sekarang sudah berganti dengan kedukaan.Pak Sasongko yang mengalami serangan jantung dilarikan kerumah sakit.
Sedangkan Nyonya Shinta mau tak mau harus digelandang ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya bersama mantan supir Nyonya Nurmala.
Sedangkan Bik Piya, ia sudah malu untuk bekerja lagi dirumah Maira. Tadi ia pamit pada Bima untuk pulang kampung saja katanya, setelah ia memberikan keterangan lebih lanjut ke kantor polisi.
Keadaan keluarga ini kini berpecah belah,Maira dan Bima masih berada di kediaman Sasongko, tepatnya di kamar mendiang Ibunya.Maira mengambil bingkai besar yang menghiasi kamar sang Ibu, ia memandang indahnya lalu mendekapnya dengan sangat erat.
" Ibu... hiks, maafkan Maira. Selama ini Maira tidak bisa menegakkan keadilan untuk Ibu, tapi hari ini Maira sudah mengungkapkan semuanya Bu,mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah mereka perbuat. Terutama wanita itu, wanita yang tidak tau terimakasih, wanita yang sudah membuat Maira kehilangan Ibu untuk selamanya,,, hikss. "ratap Maira didepan foto sang Ibu.
__ADS_1
Tak lama kemudian,ada yang mengetuk pintu kamar itu. Bima yang berada didalam bersama istrinya tergerak untuk mengetahui siapa yang datang.Bima pun membuka pintu kamar itu, dan disana terlihat Netta bersama tunangannya Andi dan juga tak ketinggalan Tiara dan juga Farhan suaminya berserta putri kecilnya Thalia.