
Raymond Jiang secara implisit mengatakan mungkin wanita itu telah kembali ke keluarga Wen, Raymond Jiang juga tidak memiliki cara untuk membuat Aliando Zhang takut.
Saat ini Aliando Zhang melihat ekspresi mata wanita itu jelas sekali ada sorot takut didalamnya.
Seseorang yang tidak memiliki latar belakang yang bagus, kecuali hanya bergantung pada pria, bagaimana bisa mencapai tahap ini?
"Raymond, sepertinya kamu terlalu menjadikan dirimu serius."
Tifanny mengerang dengan nada dingin, lalu wanita itu menarik kembali pergelangan tangannya.
Tidak salah, Tifanny Wen hanya ingin mendapatkan kembali apa yang sudah menjadi miliknya.
"Mengapa kamu hanya melamun saja?" Aliando Zhang dengan tidak sabaran memberikan isyarat mata pada petugas keamanan.
Sekali melihat, petugas keamanan itu dengan pasrah datang ke hadapan Juwita Wen dan Raymond Jiang lalu berkata,"Nona Juwita, Tuan Jiang, mohon kalian tidak menganggu proses jalannya syuting."
Juwita Wen tidak terima,"Sutradara, kamu bilang aktingku tidak cukup bagus, bagaimana dengan Tifanny Wen? Dia istirahat selama dua tahun, lagipula aku juga diakui sebagai aktris yang mendapat sambutan yang bagus di negeri ini dan kemampuan aktingku terus meningkat. Kamu menggunakan alasan ini untuk menendangku, bagaimana dengan Tifanny Wen?"
Juwita Wen tidak merasa bahwa kemampuan akting Tifanny Wen lebih bagus darinya.
Pertanyaan Juwita Wen sebenarnya juga adalah pertanyaan dari banyak aktris di lokasi syuting ini, terlebih lagi untuk orang-orang yang ingin melampaui posisi Tifanny Wen. Saat giliran dirinya, Juwita Wen sudah tidak memiliki kesempatan, tentu saja hati wanita itu merasa iri dan tidak terima.
Saat itu mendengar ucapan Juwita Wen, seluruh tatapan orang-orang berubah menjadi tidak puas. Tentu saja mereka juga tidak berani langsung bicara.
Melihat ekspresi orang-orang, Juwita Wen tiba-tiba tersenyum tenang, menantang sutradara lalu berkata: "Sutradara Zhang, Akting kami bagus atau tidak, biarkan aku dan Tifanny yang membuktikannya. Jika aku berakting dengan tidak baik, aku akan menerima jika ditendang keluar olehmu. Tapi jika aku berakting dengan baik, kamu tidak bisa menipu dan aku tidak akan menerimanya.
Beberapa tahun ini Juwita Wen bekerja sangat keras di dunia hiburan, tidak hanya iri. Juwita Wen juga bukan seorang wanita yang naif yang bersedia untuk ditindas.
__ADS_1
Usulnya ini, jika Juwita Wen berakting dengan bagus dan malah lebih bagus darinya, maka ucapan sutradara Aliando yang mengatakan bahwa 'aktingmu tidak bagus' bisa dianggap seperti memukul wajahnya sendiri.
Dan juga hal ini bisa membuat orang berpikir bahwa Tifanny Wen menggunakan peraturan khusus untuk mendapatkan peran ini.
Sayangnya...... Juwita Wen memiliki otak, hanya saja wanita itu agak arogan.
Begitu sutradara Aliando Zhang mendengar, pria itu langsung tahu maksudnya. Sutradara tidak menentang dan langsung berkata,"Baik. Kalian berdua akan beradu akting, jika tidak mencapai hasil yang aku inginkan, lebih baik kamu kembali berlatih akting saja."
Rencana yang diatur oleh sutradara tidak bisa ditolak oleh Tifanny Wen.
Di negara Long, mulai syutingnya suatu drama, selalu tidak perlu melaksanakan upacara mulainya syuting yang tidak penting.
Orang-orang di negara Long tidak percaya takhayul. Waktu syuting pertama juga langsung mengumumkannya di Internet, itu sudah termasuk menyebarluaskan perihal syuting pertama.
Dan orang-orang di negara Long sangat memperhatikan kemampuan akting pada aktor, idola wanita maupun pria yang memiliki popularitas bagus, jika kemampuan aktingnya tidak diakui, kemungkinan besar karyanya akan dibuang.
Salah satunya adalah Juwita Wen.
Beberapa tahun ini, Juwita Wen mencurahkan hatinya pada akting.
Saat ini, adegan syuting berada di rerumputan.
Mendengar akan ada adu akting, para pekerja langsung segera bersiap bekerja. Para perias bertanggung jawab untuk merias artis.
Tempat adegan syuting dan kameramen juga sudah siap.
----------------
__ADS_1
Didalam set syuting, terdapat dua orang wanita berpakaian modern tahun 70an dengan gaya yang sangat berbeda. Satunya adalah wanita bertubuh ramping dengan memakai mantel besar, kepalanya memakai bandana lebar berwarna gelap, wanita yang satu lagi memakai gaun china berwarna merah muda lebih gelap, keduanya saling bertatapan.
Satu orang terlahir dengan wajah cantik dan elegan tetapi sangat dingin.
Satunya lagi terlahir dengan penampilan anggun, dan cantik. Bentuk tubuhnya yang gemulai dihias cantik dengan gaun khas china, sedikitpun tidak terlihat kekurangannya. Wanita ini terlahir dengan gaya khas suatu suku dan kepribadian yang menarik.
Dua wanita yang berbeda kepribadian: Erin Leng cantik dan feminim tetapi dingin, sedangkan Angela terlahir sebagai wanita penurut, sangat memikat, sebenarnya masing-masing memiliki daya tariknya sendiri.
"Action!"
Setelah terdengar suara sutradara Aliando Zhang, kedua wanita itu satu persatu memasuki set syuting.
"Hanya kurang satu langkah terakhir, kenapa kamu tidak mendapatkannya?"
Aura Erin Leng menyebar, matanya yang awalnya kosong tiba-tiba menjadi sangat dingin dan dipenuhi amarah. Erin Leng menatap Angela di depannya yang disebut-sebut sebagai wanita cantik, "Kamu tahu, kita sudah mengorbankan empat orang teman seperjuangan kita, demi bekerja sama dengan aksimu, demi menjauhkan musuh dari markas dan membuatmu lancar mengambil daftar nama itu dari kamar Helmi Wei. Hasilnya? Teman seperjuangan sudah dikorbankan tapi karena kamu takut dan tidak berani mengambilnya, kamu kembali dengan tangan kosong."
Ucapan ini membuat Erin Leng terus bicara, nada bicaranya semakin memberat.
Matanya merah padam, aura dingin dari tubuhnya membuat karyawan yang berada jauh darinya tidak dapat menghindar dari hawa dingin itu, diam diam mereka menggigil.
Sangat dingin!
Sangat bengis!
Erin Leng yang sekarang merasa kecewa dan juga marah.
Bersambung
__ADS_1