
Maira membuka mulutnya lebar-lebar karena sang suami menyendokkan nasi dan lauk yang sangat banyak sampai sendoknya membumbung.
"Aaaaaa." Mulut Bima membimbing Maira untuk semakin membuka mulutnya.Maira menangup sendok itu hingga mulutnya jadi penuh dan susah mengunyah.
Wajahnya mengumpat pada sang suami.Bima memang ngeselin kali ini.Bawaannya pengen buru-buru selesai aja makannya.
Setelah suapan pertama itu berhasil ia telan dengan mengunyah nya perlahan, Maira pun bersuara.
"Kamu ya, tega banget sekali sendok sebanyak itu.Dikit-dikit aja dong!. " ujar Maira kesal.
"Maaf sayang, abisnya aku pengennya bisa cepat makan yang lain. " guyon Bima.
"Memangnya kamu pesan makanan apa lagi, kan kalau snack di kulkas masih banyak. " sahut Maira heran.
"Aku... pengen... makan .... kamu. " ujar Bima sambil di eja satu per satu katanya.
"Ihhhh, genit banget ayahmu Nak. Lagi makan aja fikiran nya mesum melulu. " Maira mengambil alih piring yang ada di hadapan Bima.
"Loh, kok diambil?. " tanya Bima.
"Aku makan sendiri aja deh, entar kalau disuapin yang ada bayaran nya mahal. " tukas Maira.
"Ya ampun, gak gitu sayang. Kan aku cuma bercanda doang. Aku suapin lagi ya. Janji deh kali ini pelan-pelan. Ya sayang... ?. " Bima membujuk Maira dengan suara yang di lembut-lembutkan.
"Ya udah,nih suapin. Kita saling suapin aja deh biar cepat selesai. " jawab Maira, lalu Maira mengambil sebuah sendok bersih lagi dan ia bergantian saling menyuapi dengan suaminya yang tampan itu.
******
Sementara itu diperjalanan menuju ke rumah sakit tempat Tiara dirawat.Pak Sasongko meminta Netta untuk segera memberi kabar kepada Maira kalau Tiara akan segera lahiran, tapi Netta tidak mau mengabarinya.
__ADS_1
"Kayaknya gak perlu ganggu Maira deh Yah, kan kita tau kalau dia juga bantuin Bima kerja disana. Hotel mereka sedang banyak tamu yang menginap, pasti Maira sangat sibuk deh. Nanti aja kalau Tiara sudah melahirkan kita baru kabarin. Dia kan juga sedang hamil, nanti dengar Tiara lahiran, Maira jadi kebayang-bayang gimana??. " ujar Netta.
"Oh, ya udah. Nanti aja dikabarinnya kalau begitu.Mereka juga baru tiba kemarin masa sudah disuruh pulang. Mana kerjaannya menumpuk lagi. " sambung Pak Sasongko.
Netta hanya mengangguk.
"Lagian ngapain sih ngabarin si Maira,dia juga pasti gak akan peduli mau Tiara lahiran kek, atau Netta mau nikah kek. Yang dia peduliin itu kan kalau Ayah nya sakit, nah baru dia cepat respon. " ujar Nyonya Shinta dengan mode julid nya.
"Mama lupa ya, kan pas Netta diculik Maira lah yang paling cepat peduli dengan apa yang menimpa Netta.Netta gak habis fikir deh!Kok Mama masih aja sewot sama Maira, kan kita udah baikan. Lagian waktu itu Mama yang tak henti-hentinya berterimakasih kepada Maira karena sudah nyelamatin Netta. " Netta sedikit kesal dengan sikap sang Mama yang beruba-rubah.
"Ck!, ya sudah Mama Minta maaf. Mama gak akan julid sama Maira lagi.Sejauh dia gak mencampuri urusan kita. " Nyonya Shinta mendelik ke arah suaminya.
"Ada apa lagi Ma?, kenapa Mama mendelik ke Papa??. " Pak Sasongko sudah tak tau gimana lagi cara menyadarkan istrinya itu,bodoamat lah.
Sementara itu Andi sibuk mengemudikan mobilnya, karena mereka berangkat ke rumah sakit dengan menggunakan mobil milik Andi,pria itu yang dengan senang hati menawarkan diri.
*****
Suara musik yang menghentak membuat banyak muda-mudi maupun orang dewasa yang berada disana terbuai untuk menari dilantai dansa.Rasty hanya sendirian, karena tadi Shakti meninggalkan dirinya ke lantai atas sebentar.Entah apa yang mau diambil oleh pria kekasihnya itu.
Tak lama berselang,datanglah sahabatnya Shakti yang tak lain adalah Brian dan sang kekasih yang pernah ia bawa menginap di Hotel Bimaira waktu itu.
"Haiii, kalian berdua juga datang?. " sapa Rasty ramah.
"Iya nih, tadi Shakti minta gue datang dan katanya harus bawa pasangan gue. Memangnya ada apa sih??." tanya Brian.
"Aku juga gak tau ada apaan. " Rasty juga bengong.
"Lah, sekarang Shakti nya kemana?, kok elo cuma sendirian?. " tanya Brian lagi.
__ADS_1
"Tadi dia bilang mau ambil sesuatu diatas. " jawab Rasty sambil terus mengunyah kacang yang sudah ia pletak kulitnya sampe misah.
"Ooo,kita tunggu aja deh apa maunya tuh anak.Tumben-tumbenan dia maksa datang kayak gini. " ujar Brian kemudian.
Keduanya duduk bergabung di sofa yang diduduki oleh Rasty sambil menunggu kedatangan Shakti yang masih belum nongol-nongol juga.
Rasty memanggil seorang pelayan untuk mendekat kearah mereka.Ia meminta dibawakan dua gelas lagi untuk Brian dan juga pacarnya.Pelayan yang sudah mengenal siapa Rasty itu pun langsung mengambilkan apa yang ia minta.
"Kok lama banget ya?? Coba deh elo lihat apa yang sedang ia lakukan diatas!?. " Brian meminta Rasty untuk menjemput Shakti diruangan nya.
"Aku rasa dia masih ada kerjaan, soalnya tadi dia dipanggil sama pegawainya,katanya ada Something Trubble gitu aku gak tau juga sih, mereka bisik-bisik. " ujar Rasty.
"Kalau gitu biar gue telepon deh." Brian mengeluarkan ponsel pintar nya sambil mencari kontak sahabat lamanya itu. Soalnya dia udah kesal menunggu. Tadi saat dia lagi asyik jalan bareng pacarnya tiba-tiba Shakti menelpon dirinya dan minta dia untuk datang ke Bar , pakek HARUS! lagi.
Belum juga panggilan itu tersambung, ternyata lampu semua lampu di Bar itu dimatikan. tiba-tiba hanya ada dua lampu sorot yang menyoroti Rasty dan satu lagi kearah tangga, di sana sudah berdiri Shakti dengan memakai tuksedo dengan gagahnya.Ditangannya membawa sebuket bunga lili berwarna putih nan cantik dan bermekaran, lampu terus menyoroti dirinya turun ke bawah diiringi dengan musik yang romantis dan lagu cinta miliknya Shania Twain yang berjudul You are Still the one.Dengan perlahan Shakti berjalan mendekati Rasty yang sekarang sedang terpana, terpukau, dengan mulut mengaga dan kedua tangannya berada di depan mulut nya. Seakan tersihir dan tidak menyangka kalau Shakti akan melakukan hal seperti ini kepadanya.Sungguh surprise yang sangat dahsyat baginya.
Semuanya bertepuk tangan, menyemangati Shakti sang pemilik Bar ini.Sayang sekali sahabatnya sedang tidak ada disini malam ini, Bima dan Maira hanya bisa menyaksikan live streaming yang ditayangkan di Instagram milik Shakti. Tadi Shakti juga menyempatkan menghubungi Bima agar Ia mengajak Maira untuk menonton live streaming nya malam ini.
Shakti maju semakin mendekati Rasty, kini manajer Bar ini datang dan memberikan sebuah mikrofon kepada Shakti, lagu pun berubah. Beberapa penari latar keluar dari kegelapan mengiringi lagu yang baru lagi. Kali ini lagunya berganti menjadi lagu Marry you miliknya Bruno Mars.
Rasty semakin tergelak, sungguh ini adalah kejutan yang sangat romantis, Shakti langsung menyanyikan lagu itu, sambil memberikan bunga yang ia bawa kepada kekasihnya.
Maira dan Bima sampai saling berpelukan menyaksikan sahabat mereka yang mendadak lamaran.
"So sweet banget ya sayang, ternyata Shakti orangnya sangat romantis. Beruntung sekali si sahabat resek ku satu itu bisa nemuin calon suami kayak Shakti. " puji Maira, eh.. dia gak tau aja kalo sekarang Bima sedang mendelik tajam kearahnya.
"Aku juga bisa kok romantis kayak gitu, kamu pengen ya di surprise in kayak gitu. Tenang, nanti aku bikinin yang lebih dahsyat dari pada surprise nya Shakti ke Rasty. " ujar Bima sambil menatap geram ke layar ponselnya.
"Kamu marah?. " Maira bisa menangkap aura kemarahan dari mata Bima.Mungkin tepatnya dia iri karena istrinya malah memuji Shakti yang super romantis katanya itu.
__ADS_1
"Aku juga bisa kaliee. " Batinnya.
"Sa~yang." Maira menggenggam jemari Bima dan menyandarkan kepalanya di bahu kekar suaminya itu.