Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 103


__ADS_3

Sampai tiba jam makan siang,barulah Bima kembali ke kamar mereka.Ia ingin menjemput Maira sesuai dengan janji yang ia katakan tadi pagi sebelum ia meninggalkan istrinya itu bersama kedua pelayan yang khusus melayani Maira diruangan pribadi mereka.


Maira yang sudah menunggu duduk disofa didalam kamar, dia sudah tidak sabar untuk diajak makan direstoran hotel seperti kata Bima, karena dari kemaren mereka makan didalam kamar terus.Pelayan yang secara khusus mengantarkan makanan untuk mereka.



"Ibu Maira, sepertinya ada tamu.Tapi mungkin itu Pak Bima.Beliau langsung bisa membuka akses pintu dari luar. " ujar Susy.


"O iya, ini sudah jam makan siang. Kalian juga boleh beristirahat dan kembali ke tugas kalian masing-masing sebelumnya.Saya juga akan makan siang bareng suami saya di restoran bawah." ujar Maira.


Baru saja kedua pelayan itu akan pamit, Bima masuk kedalam dan berpapasan dengan Eva dan juga Susy.


"Permisi Pak Bima, kami akan kembali ketempat kami dibawah dulu. " ujar keduanya.


"Iya, silakan.Besok pagi kalau istri saya butuh ditemani lagi,saya akan menghubungi kalian berdua lagi ya. " Ujar Bima .


"Baik Pak. " jawab keduanya kompak.


Setelah kepergian kedua pelayan itu,Bima mendekati istrinya yang kelihatannya lagi bete karena udah kelamaan nunggu dikamar.


"Ayo sayang, siap-siap yuk kita makan siang dibawah. " ajak Bima.


"Baiklah, aku mau ambil sweater dulu.Males ganti baju, pake ini aja tinggal ditambah sweater. Gak pa pa kan?. " tanya Maira.


"Gak pa pa kok sayang, malahan kamu terlihat semakin seksi dengan dress itu. " ujar Bima jujur.


Dengan cepat Maira bersiap, pasangan yang cuek soal penampilan ini memang sangatlah cocok.Meskipun keduanya terbilang cuek dengan penampilan mereka, tapi tetap saja apa yang mereka pake terlihat pantas-pantas saja ditubuh mereka.Ibarat kata tak perlu mahal pun tetap akan terlihat mewah kalau mereka yang pakai.


"Cantik banget bundanya anakku. " puji Bima sembari mencium kening istrinya lembut.


"Kamu gombal ya sayang. " Maira merasa tersanjung.

__ADS_1


"Kok gombal sih, ini seriusan sayang. " ujar Bima lagi sambil meraih tangan Maira dan mengecupnya lembut.


"Udah ah, kelamaan kalau kamu gombalin aku terus. Ayo buruan kita turun,aku udah lapar banget nih.Pengen makanan yang berbau ikan. " ujar Maira.


"Baiklah, apapun yang dimau oleh yang mulia ratu,raja siap melayani. " ujar Bima sembari membungkukkan badannya.


"Ya ampuuuun, suamiku sayang ini. Kamu makin lama bikin aku gregetan deh.Ada-ada aja tingkahnya ya. " Maira geleng-geleng Kepala melihat tingkah konyol yang dilakukan Bima padanya.


Bima dan Maira sudah berada direstoran tujuan mereka.Beberapa karyawan menyapa mereka dengan hormat,keduanya pun membalas dengan senyuman merekah yang mereka miliki.


"Adem banget ya kalau lihat Pak Bos dan Bu Bos akur kayak gini. Kelihatan banget kalau mereka ini sangat saling mencintai satu sama lain. Jadi iri deh. " bisik salah satu karyawan kepada rekannya.


"Iya ya,kamu benar. Aku juga jadi iri, beruntung banget ya jadi Bu Maira.Pak Bima itu suami siaga banget, so sweet. " jawab rekannya itu.


Keduanya makan dengan diiringi musik romantis,semua itu memang sudah dipesan khusus oleh Bima.Ia tidak mau melewatkan satu kesempatan pun untuk membahagiakan Maira semampu yang ia bisa.


Mereka memesan menu makanan laut,semuanya sesuai apa yang diinginkan oleh bumil satu itu.


"Mmmm, gimana kalau malam ini aja? . Soalnya besok kita ada undangan untuk menghadiri acara inti event di alun-alun kota sayang.Kita harus datang, mumpung kita bisa. " ujar Bima.


"Ooo gitu ya? ,oke entar malam ya. Aku juga pengen lihat suasana luar kota Surabaya dimalam hari. "


"Kamu tenang aja,mau kemanapun aku pasti akan temanin kamu." ujar Bima.


"Itu kan harus sayang. " jawab Maira.


"Habis ini, kamu ikut aku aja biar gak bete dikamar terus.Aku harus mengecek laporan hotel dari bulan lalu, kamu bisa bantu aku kan?."


"Iya deh,tangan aku juga gatel kalau lama gak kerja. " sahut Maira, wajahnya seketika berubah jadi lebih semangat lagi.


"Dasar workaholic. "ujar Bima sambil terkekeh.

__ADS_1


"Biarin, emang iya kok. " jawab Maira sambil nyengir.


*********


Kini suami istri itu sudah selesai dengan makan siangnya, mereka berjalan keluar dari restoran dan menuju ruangan kerja Bima.


Tumpukkan berkas laporan sudah memenuhi meja kerja Bima. Rasanya tidak mungkin bisa diselesaikan dengan sekali duduk saja, Bima harus bisa membagi waktunya untuk urusan hotel dan juga urusan Mall.Apalagi tak lama lagi setelah anaknya lahir dia juga ingin mengembangkan bisnis Mallnya di Surabaya juga.Kali ini ia akan berkolaborasi dengan kedua sahabatnya yaitu Brian dan juga Matthew.Tapi hal itu baru rencana,kemungkinan untuk terealisasinya memang sangat besar.


"Banyak banget ya sayang. " Maira sampai speechless ketika melihat tumpukkan berkas itu.


"Maklum sayang, kamu kan juga tau aku jarang ke Surabaya.Sebenarnya berkas ini sudah selesai, tapi aku yang minta untuk dikeluarkan lagi karena aku pengen mengecek secara langsung.Kamu mau kan nemanin aku disini? . " ujar Bima.


"Tentu sayang, tapi kalau aku ngantuk boleh kan aku sambil tiduran. " ucap Maira


"Tentu." ucap Bima.


Maira meraih sebuah map besar berisi laporan, ia ingin membantu Bima mengecek nya.


"O iya sayang,proyek pembangunan taman bermain anak-anak disamping hotel ini akan segera dilakukan, sudah diputuskan kita akan memakai jasa SN group untuk meng-handle pembangunan taman bermain itu. Aku ingin kamu sendiri yang mendesain semuanya sesuai keinginan kamu." ujar Bima.


"Kamu serius?. " Maira lagi-lagi terkejut dengan apa yang Bima siapkan untuk dirinya.


Apalagi ini?? taman bermain yang ia design sendiri.Wow...


"Tentu aku serius sayang, ini akan kita dedikasikan untuk anak kita yang akan segera lahir beberapa bulan lagi.Kita harus segera menyiapkan sebuah hadiah yang istimewa untuknya. " ucap Bima.


Maira tersenyum, dia sendiri bahkan tak pernah berfikir sampai sejauh itu.Tapi ide Bima ini memang sangat berbeda dari pria yang berstatus sebagai seorang suami kebanyakan.Bima the one and only deh kayaknya di dunia ini,Maira harusnya senang dong.


"Baiklah kita akan design sama-sama ya. Soalnya aku juga belum ada gambaran pastinya kayak gimana, aku pasti akan butuh bantuan kamu sayang. " ujar Maira.


Bima memang sengaja melibatkan Maira agar mereka bisa terus selalu bersama.Setidaknya dalam menjalani kehamilan ini Maira selalu ada dalam pengawasannya.Walaupun nantinya mereka kemungkinan akan banyak menghabiskan waktu di Surabaya selama proyek taman bermain ini berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2