Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 82


__ADS_3

"Sayang, ayo dicobain masakan aku. Semoga aja enak ya. Kalau gak enak nanti aku bisa pesan makanan online aja yang dekat-dekat sini. " ujar Bima.


"Oke, aku cicipi dulu ya.. " Maira mengambil sedikit capcai yang dimasak oleh Bima dan menaruhnya di piringnya, lalu dengan sedikit meniup-niup karena masih panas kemudian Maira memasukkan makanan itu kedalam mulutnya. "Mmmmm, enak banget. Yang ini lolos, aku coba yang lain lagi ya.. " ujar Maira, lanjut ia kembali menyendok sedikit daging ikan bakar yang sedari tadi seperti memanggil-manggil untuk di santap.


Bima memperhatikan mimik wajah Maira,menatap dengan penuh harap semoga masakan ikan bakarnya juga enak.Dan ternyata "Mmmm, ini enak banget sayang.I liked it. " Lagi-lagi Maira memuji hasil olahan tangan suaminya.


"Kalau enak, berarti kamu harus makan yang banyak ikannya ya. Bagus juga untuk anak kita.Kalau ibu hamil rajin mengkonsumsi ikan, anaknya nanti Insya Allah akan jadi anak yang cerdas nantinya. " Dengan semangat Bima memindahkan separuh ikan bakar itu ke piringnya Maira.


"Kalau soal itu aku juga tau, kamu juga harus makan yang banyak.Jangan cuma aku aja yang makan dari tadi. " ujar Maira sambil memindahkan sebagian ikan lagi ke piring suaminya.


"Terimakasih sayang, aku senang sekali bisa lihat senyum bahagia kamu lagi."


Bima tak henti-hentinya bersyukur didalam hatinya, tak sia-sia ia berusaha begitu keras untuk membuat Maira tersenyum lepas seperti dulu.Sudah lama sekali ia merindukan senyuman itu, senyuman yang begitu indah, yang mampu meluluhkan hatinya saat pertama kali mereka bertemu setelah malam pertama itu.


Suasana yang romantis semakin romantis saat mereka saling menyuapi satu sama lain,saling bercanda seperti tak ada beban.Bahkan mereka berdua juga bercanda dan tertawa lepas penuh kebahagiaan.


"Aku senang sekali lihat kamu bisa tersenyum kayak gini lagi sayang, semoga kamu gak akan pernah marah lagi sama aku ya sayang." ujar Bima sambil menyelipkan rambut Maira yang menutupi sebagian pipinya.


Maira pun menatap suaminya dengan perasaan senang dan haru karena perlakuan lembut yang Bima berikan padanya memang selalu bisa membuatnya merasa terhanyut dan terbuai.

__ADS_1


Tanpa disadari kini wajah keduanya sudah saling mendekat dan bibir mereka pun kini saling bertautan dan saling menyesap.Tak cukup sampai disitu, Bima pun membawa istrinya itu dengan gay Bridal style kekamar Villa yang sudah disiapkan oleh Bima. Kamar itu sudah dihiasi sedemikian rupa,suasananya persis suasana kamar pengantin baru.


Ada banyak lilin merah dibeberapa titik,kelopak bunga yang berbentuk hati di atas pembaringan dan juga ada harum dari parfum yang disemprotkan diseluruh ruangan.


"Apa kamu yang sudah menyiapkan semua ini Sayang?. " tanya Maira,matanya sambil melihat dan memindai seluruh benda yang ada diruangan itu.


"Tentu saja sayang, ini semua aku siapin khusus buat istriku tercinta.Aku harap kamu bisa kembali seperti kamu yang dulu saat kita pertama kali menikah, hubungan kita sangat harmonis dan juga hangat.Saling mengerti dan juga saling memahami,aku juga ingin meminta maaf sekali lagi sama kamu sayang, jikalau selama ini aku tanpa sengaja sudah membuat hati kamu terluka karena keegoisan dan juga sikap ku." Bima berkata dengan tulus sambil memeluk Maira.


"Aku juga mau meminta maaf sama kamu,jikalau selama ini aku juga sudah termakan oleh egoku dan tidak mau mengerti akan apa yang sedang kamu alami.Padahal didalam sebuah hubungan suami dan istri itu haruslah saling mengerti dan memahami satu sama lain.Aku janji kedepannya akan lebih pengerjaan lagi. " balas Maira sambil menatap mata suami nya, sementara tangannya sudah berada di leher Bima.


"Aku juga sayang,dari sini kedepan apapun yang akan terjadi aku akan jujur dan memberitahukan semuanya sama kamu terlebih dahulu. " janji Bima.


"*Walaupun kekecewaan itu masih ada, tapi aku akan mencobanya lagi bersama kamu demi anak kita. " batin Maira.


Keduanya saling memeluk dan menghangatkan, karena cuacanya sangat dingin dan juga hari mulai beranjak malam.Bima kembali menenggelamkan Maira didalam lautan cinta yang penuh gejolak asmara,dengan debaran cinta yang baru dan rasa sayang yang semakin bertambah, tatkala janin di perut sang istri memberikan debaran pertamanya.


Maira dan Bima sontak kaget dan kegirangan, anak mereka kini sudah mulai merespon sentuhan dari sang Ayah.


"Sehat terus ya sayang,tidak lama lagi kita pasti akan bertemu.Ayah dan Bunda akan setia menunggu waktu kelahiranmu tiba." Bima mengusap lembut perut Maira yang sudah mulai kentara dan membuncit.

__ADS_1


Sementara yang punya perut sedari tadi terus saja tersenyum-senyum sendiri karena rasa bahagianya, punya suami yang perhatian dan juga siaga seperti Bima.


"Sayang, setelah pulang ke Jakarta kita periksakan lagi ya kandungan kamu, aku gak sabar lihat mukanya adek bayi, pasti sekarang sudah mulai kelihatan." Pinta Bima.


"Baiklah, aku memang ada jadwal ketemu dokter lusa.Aku juga mau mengajukan cuti dari kampus sampai aku melahirkan." jawab Maira.


"Iya sayang, menurut aku keputusan kamu itu memang tepat. Apalagi S2 kamu kan bisa nanti kamu lanjutin setelah kamu melahirkan anak kita.Terus terang aku juga khawatir selama ini karena kamu begitu sibuk Kerja nyambi kuliah S2.Memang sebaiknya kamu fokus pada kehamilan kamu saja


sih sebenarnya. " ujar Bima lagi.


"Kalau soal kuliah aku bisa menundanya, tapi kalau soal pekerjaan kayaknya gak bisa sayang.Setelah proyek villa ini berhasil,akan ada satu lagi proyek baru yang masuk ke perusahaan dan aku mau tak mau harus turun tangan sendiri.Mengingat sebentar lagi Tiara juga akan melahirkan dan juga Ayah yang masih sakit dan sewaktu-waktu bisa kambuh, sementara Kak Netta juga masih mengerjakan proyek yang waktu itu.Sebagai CEO-nya aku harus bertanggung jawab atas kepentingan perusahaan SN Group.Iya kan?!. " ujar Maira sambil meminta persetujuannya suaminya.


"Baiklah, aku akan selalu membantu dan mendukung apapun yang kamu inginkan.Sebagai suami aku ingin menjadi suami yang baik dan sebagai Ayah aku juga ingin selalu ada buat istri dan anakku.Kamu tenang aja,insya Allah kedepannya semuanya akan berjalan lebih baik lagi.


Kembali Bima memeluk sang istri dan kemudian mengajak Maira beristirahat karena tidur terlalu malam tidak baik untuk Ibu hamil seperti Maira.Bima merebahkan tubuh Maira dan menyelimuti nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


*****


Sementara itu di Jakarta.

__ADS_1


Pak Krina kerap datang ke rumah yang baru ia beli dengan harga yang sangat fantastis.Karena dia memaksa ingin membeli rumah yang tepat bersebelahan dengan rumah Maira dan juga Bima, sedangkan yang punya tidak bermaksud ingin menjualnya, sehingga dia harus memenuhinya syarat dan ketentuan yang dibuat oleh pemilik rumah pertama,terutama soal harga.


Entah apa tujuannya, yang jelas rumah itu ternyata bukan untuk dirinya tempati. Tapi ada seorang wanita dan satu anak laki-laki nya yang menghuni rumah tersebut.


__ADS_2