
Bik Piya mengajak Bik Sarni untuk membeli sate di tukang sate keliling langganannya, Bik Piya suka cerita kalau pas Bik Sarni gak nginap bahwa ada sate yang enak banget, lewat setiap sore menjelang malam didepan rumah majikannya itu.Jadi Malam ini Bik Piya ingin menepati janjinya untuk membelikan Bik Sarni sate yang dia maksud.
Di pos depan sudah menunggu Pak Andi dan rekannya sesama security bernama Pak Dery yang sedang berjaga. Tadi pas baru datang kerumah itu mereka berdua sudah berkenalan dengan Bik Piya dan Bik Sarni.
"Mau kemana Bik?. " tanya Pak Andi pada Bik Piya.
"Itu,, kami berdua mau beli sate di tukang sate keliling, biasanya sebentar lagi satenya akan lewat. " jawab Bik Piya.
"Wah, boleh juga tuh Bik. Beliin kami juga ya sekalian. " pinta Pak Dery yang usianya lebih muda dari Pak Andi.
"Iya, nanti saya traktir semuanya.Tenang aja. " ujar Bik Piya sambil memperlihatkan selembar uang merah seratus ribuan.
"Saya pakai lontong yang banyak ya Bik." ujar Pak Andi.
"Saya juga Bik, kalau bisa banyakin lontongnya. " pinta Pak Dery.
"Iyaa, nanti kalian bisa bilang sendiri ke penjualnya kalo dia udah datang dimari. " jawab Bik Piya.
Eh beneran, gak lama kemudian tukang sate yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang dengan jargon khasnya "Te sate... te.. sate... "
"Satenya Bang. " Panggil Bik Piya.
Setelah Abang tukang sate itu berhenti,Bik Piya dan Bik Sarni pun mendekat dan memesan sate sesuai selera masing-masing, begitu juga dengan Pak Andi dan juga Pak Derry.
Tiba-tiba ada perempuan bule yang menghampiri si tukang sate, perempuan itu3 juga mau beli sate.Perempuan itu tak lain adalah Ester yang sengaja nungguin satenya berhenti didepan rumah Bima, tujuannya tak lain adalah agar ia bisa memiliki kesempatan untuk bisa bertemu dengan mantan kekasihnya itu.
Matanya celingak-celinguk melihat ke arah dalam pekarangan rumah mantan kekasihnya itu membuat Bik Piya dan Bik Sarni merasa curiga dengan Gerak-geriknya.
"Mbak lihat deh,wanita bule itu lihatin ke dalam rumah terus. Mencurigakan sekali ya?." bisik Bik Sarni ditelinga Bik piya.
Bik Piya pun ikut memperhatikan Ester yang masih terlihat memonitor keadaan rumah Bima.
"Maaf ya Neng, kok lihat-lihat ke dalam terus ya?. " tanya Bik Piya kepada wanita yang mencurigakan itu.
"Sorry, i don't understand!. " ujar Ester sambil menggedik bahu sambil mengangkat kedua tangannya. 🤷♀️
__ADS_1
"Apaan sih Mbak, aku gak ngerti maksudnya. " jawab Bik Sarni bingung.
"Ooo, maksudnya itu, maaf dia gak ngerti apa yang Mbak bilang tadi. " sahut Pak Andi.Sebagai security Mall dia sudah terbiasa kalau ada pengunjung yang menggunakan bahasa Inggris, jadi dia terbilang bisalah menggunakan bahasa internasional itu.
"Excuse me Madam,why dong you keep looking inside?."tanya Pak Andi.
"I just want to see, is Mr. Bima at home?. " tanya Ester balik.
"Oh,you know Pak Bima, apparently. But Pak Bima and his wife are not at home now madam. " Pak Andi memberitahukan kalau Bima dan juga istrinya tidak ada dirumah mereka sekarang.
Ester nampak kecewa, itu terlihat dari raut wajahnya.Perempuan itu hanya bisa ber Ooo ria.
****
Dirumah Sasongko
Keluarga itu seperti biasanya sedang makan malam bersama,tapi tak terlihat Tiara dan suaminya disana. Hanya ada Netta dan kedua orang tuanya saja,Netta hanya diam dan tidak banyak bicara. Akhir-akhir ini sikapnya sudah banyak berubah menjadi lebih baik, karena dia sedang dekat dengan laki-laki bernama Andi yang dikenalkan oleh Bima.
"Bagaimana Mas, apa Maira sama Bima bakalan lama di Surabaya? . " tanya Nyonya Shinta.
"Cuma sepuluh hari aja Ma." jawab suaminya Pak Sasongko.
"Gak bisa gitu dong Ma, Maira sudah nunjuk Ayah masa' Ayah malah nunjuk Netta pula.Lagian cuma sepuluh hari aja, Ayah bisa kok. " ujar Pak Sasongko.
"Tapi kan Mas. "
"Sudah lah Ma, lagian Netta juga mau fokus pada sidang perceraian Netta sama Rico.Lagipula kerjaan Netta dikantor juga masih banyak yang harus dilakukan, jadi biarlah Ayah aja yang urus urusan yang penting-penting. " sela Netta, dia jadi pribadi yang malas ribut saat ini.Pembawaannya juga jadi lebih tenang karena Andi banyak mempengaruhi dirinya.
"Sayang, kok kamu sama aja kayak ayahmu sih?!. " Nyonya Shinta jadi bingung dengan perubahan putrinya itu akhir-akhir ini.
Tiba-tiba ada bunyi bel "Ting... tong... "
"Ada tamu kayaknya didepan. " ujar Nyonya Shinta.
Netta terlihat sedikit gusar, sambil malu-malu ia mengelap mulutnya dengan serbet dan berdiri.
__ADS_1
"Kamu mau kemana sayang, suruh pelayan aja yang bukain pintu. " ujar Nyonya Shinta pada putrinya itu.
"Ini pasti temannya Netta Ma. Netta kedepan dulu ya. " ujar Netta.
"Sana buruan, memang teman yang mana sih?. " ujar sang Mama.
"Nanti juga Mama bakalan tau."
Netta buru-buru kedepan untuk membukakan pintu bagi tamu itu. Eh benar ternyata tamu istimewanya yang datang,Andi datang dengan membawa sekeranjang buah-buahan ditangannya.
"Memangnya ada yang lagi sakit?. " tanya Netta ngeledek.
"Ah kamu, aku kan bawain buat calon mertua." jawab laki-laki yang akhir-akhir ini dekat dengannya itu.
"Memangnya siapa yang mau nikah sama kamu dirumah ini?. " Netta kembali bercanda.
"Ya kamu lah yang aku mau jadikan istri aku. Memangnya siapa lagi yang single dirumah ini?. "jawab Andi.
" Ada dong tuh sih Lastri, masih muda lagi."ujar Netta sambil menunjukkan pelayan cewek yang masih muda usianya.Pelayan baru yang ikut bibinya bekerja dirumah ini menggantikan posisi Bik Piya.
"Tapi aku gak kenal sama dia,aku maunya kamu aja. " jawab Andi,ia tau kalau Netta hanya menguji dan mencandai dirinya saja.
Netta tersenyum sambil menarik tangan Andi memasuki rumah dan langsung menuju ke ruang makan.
Sesampainya diruang makan, Netta dengan sedikit kikuk memperkenalkan Andi kepada kedua orang tuanya.
"Ayah, Mama, kenalin.. ini Andi. Kalian pasti sudah tau siapa dia, tapi kali ini Netta mau memperkenalkan dia secara langsung sama Ayah dan Mama sebagai pacarnya Netta." ujar Netta sambil tersenyum malu-malu.
"Kami sudah tau kok, wajar saja akhir-akhir ini kamu suka senyum-senyum sendiri.Pasti lagi jatuh cinta.Lanjutkan saja,Mama setuju kok, asalkan kamu bahagia sayang. " ucap Nyonya Shinta.
"Iya Netta,Ayah juga tidak mempermasalahkan kamu mau dekat dengan siapa pun.Apalagi orangnya seperti Nak Andi ini, Ayah sangat setuju. Nanti setelah ketuk palu dan masa iddah kamu sudah selesai, segera kalian harus meresmikan hubungan kalian. Papa juga mau menimang cucu dari kamu dong. Tiara lagi dirumah sakit dan hampir bersalin,Maira juga sedang mengandung, masa' kamu gak mau nyusul adek-adek mu Nak?. "Ujar Pak Sasongko.
" Eh, kok berdiri aja. Ajak duduk sini Nak Andi nya. "Nyonya Shinta tersenyum ramah, tumben sekali. Mungkin karena Andi sudah menyelamatkan Netta waktu itu, jadi sikapnya semanis ini.
" Ah, Iya tante terimakasih. Ini ada sedikit oleh-oleh dari saya, mohon diterima. "Andi menaruh buah-buahan itu diatas meja makan itu, tepatnya disebelah Nyonya Shinta sang calon Mama mertua.
__ADS_1
"Kok repot-repot sih, terimakasih loh Nak Andi. " Jawabnya sambil tersenyum.
Pak Sasongko juga merasa kalau istrinya jadi sedikit aneh belakangan ini. 😁😁