Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 87


__ADS_3

Anehnya belanja hari ini,katanya Bima ingin meminta Maira yang memilih barang apa saja yang akan di beli untuk perlengkapan bayinya, akan tetapi pada kenyataannya malah Bima lah yang paling banyak memilih dan dia yang paling antusias berbelanja.Hingga tanpa terasa sekarang sudah puluhan benda sampai ke mainan-mainan bayi dari dari usia nol sampai usia tiga tahun tak luput dari pilihannya.


Alhasil hari ini Bima sampai meminta mobil box container untuk mengantarkan barang-barang yang ia beli kerumah mereka.


Maira hanya geleng-geleng kepala dibuatnya.


"Kalau tau begini, aku gak usah datang tadi.Toh kamu kan bisa pilih sendiri semuanya." Maira mencebikkan bibir nya.Keliatan sekali kalau dia lagi kesal dengan kelakuan suaminya itu,tak tanggung-tanggung,hari ini Bima sudah menghabiskan ratusan juta rupiah untuk perlengkapan bayi mereka.Bayinya aja belum lahir kedunia.


"Habisnya ngegemesin semuanya sayang, aku suka banget.Ini juga kan untuk anak pertama kita sayang,aku ingin semuanya yang terbaik yang bisa aku berikan untuknya." Bima mengelus perut istrinya.


"Malu sayang,tuh lihat! kita dilihatin sama semua orang." ujar Maira, ia nampak malu karena banyak orang yang sedang ada disana.


"Gak papa dong sayang. Paling juga nanti mereka iri karena melihat kebahagiaan kita. "balas Bima sambil mendaratkan sebuah kecupan manis di puncak kepalanya.


"Justru itu,gak baik ah.Semoga gak ada yang melihat kita dengan pandangan 'ain Ya Allah. " ucap Maira.


"Maaf ya sayang, aku lupa soal 'ain. Astaghfirullahalazim. " Bima jadi ingat, tidak boleh terlalu mengumbar kebahagiaan kita di muka umum, takutnya ada orang yang jadi iri, dengki, dan memandang kita dengan do'a-do'a buruk didalam hatinya.Siapa yang tau?? jadi sebagai manusia kita tidak usah terlalu mengumbar kebahagiaan di depan semua orang.


"Kalau begitu,bagaimana kalau aku akan antar kamu kembali ke kantor SN sekarang?. " tanya Bima.


"Baiklah, aku memang harus kembali ke kantor sekarang,kamu kan tau tadi kerjaan aku lagi banyak-banyaknya.Lagipula ada yang mau aku bahas bersama Andini.Eh.." ujar Maira,nyaris aja keceplosan.


"Kok Eh..., ada apa memangnya??, apa SN sedang dalam masalah lagi?. " tanya Bima.


"Nggak kok, SN sangat baik malah. " jawab Maira.


"Terus,kenapa tadi kayak ada yang kamu sembunyikan dari aku?."tanya Bima yang jadi curiga kalau istrinya itu main rahasiaan dengan dirinya.


"Gak ada kok,apanya yang disembunyiin. Aku hanya mau ngebahas masalah seragam karyawan dikantor kok sama Andini, ya.. soal seragam.Hehehe." Maira nampak sedikit gugup,jawab asal ceplos saja.

__ADS_1


"Bener ya, gak ada yang disembunyiin dari aku. Soalnya aku cemas nih kalau ada apa-apa sama kamu dan juga bayi kita,aku ingin selalu bisa menjaga kalian sayang. " ucap Bima, terlihat dimatanya kecemasan itu, membuat hati Maira mencelos melihatnya.


Kalau boleh jujur, Maira jadi gak enak hati karena terpaksa harus menyembunyikan semuanya dari Bima.Tapi mau bagaimana lagi,Maira juga gak mau kalau seandainya Bima tau rencananya,lalu Bima jadi marah padanya ,bagaimana?


"Sudahlah, aku tidak boleh keceplosan soal itu. Aku harus bisa menyelesaikan semuanya sebelum Bima tau semuanya.Semoga saja rencana ini segera berhasil. " fikir Maira.


Sekarang mobil Bima sudah diantar oleh petugas Vale.Bima membukakan pintu mobil dibagian penumpang untuk sang istri,ia juga memastikan kepala Maira tidak terbentur bagian atas mobil.Baru setelah itu ia menutup pintu itu kembali dan memutar menuju pintu bagian pengemudi.


Bima mengendarai mobil dengan pelan,sesekali ia melirik ke arah sang istri yang dari tadi sibuk dengan ponselnya.Entah siapa yang sedang chatan dengan Maira, sungguh Bima jadi penasaran dengan sikap Maira yang akhir-akhir ini menjadi agak aneh menurutnya.


"Sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan dariku sayang?. " Batin Bima.


Bima menahan diri untuk tidak bertanya,dia akan menyelidiki istrinya itu secara diam-diam. Tujuannya agar suasana yang mulai menghangat kembali diantara keduanya tidak kembali dingin.


Bima tau kalau Maira sekarang mulai sensitif, mudah marah,dan juga mudah menangis.Sangat berbeda dengan Maira yang dulu kuat,angkuh,dan juga tegar dalam menghadapi masalah apapun.


*****


Sesampainya di SN group.


Maira buru-buru turun dari mobil tanpa menunggu Bima yang membukakan pintu untuknya dulu.


"Sayang, kok buru-buru banget?. " tanya Bima sambil turun mengejar istrinya.


"Eee, begini sayang.Aku lagi ada pekerjaan penting, maaf ya... aku sampai lupa pamit sama kamu. " ujar Maira, sambil meraih tangan kanan Bima dan lalu menciumnya.


"Aku masuk dulu ya. " ujarnya lalu langsung pergi meninggalkan Bima didepan gedung SN group.


"Loh kok main tinggal aja, biasanya juga aku antar sampai keruangan. Annnnehh. " ujar Bima lirih.

__ADS_1


Akhirnya Bima memutuskan untuk kembali ke Mall nya,besok lusa ia harus terbang ke Surabaya karena akan ada event disana.Hotelnya akan mendapatkan tamu penting, karena akan dipakai untuk menginap bagi tamu-tamu penting yang akan menghadiri event besar dikota tersebut.


Hal ini sudah tentu akan sangat menguntungkan bagi BIMAIRA HOTEL.Tamu-tamu akan berdatangan dan tentunya omset mereka akan meningkat.Apalagi jumlah tamu-tamu yang akan menginap tidak tanggung-tanggung, cukup untuk memenuhi semua kamar yang masih kosong di hotel itu selama 10 hari pula.


Ingin sekali Bima memberitahukan kabar baik ini kepada Maira,andai saja Maira mau mengajaknya ke ruangannya tadi.


"Baiklah,nanti aku akan beritahu kamu setelah ketemu dirumah nanti sore." ujar Bima sambil mengemudikan mobilnya.


****


Maira buru-buru ruangannya, dia tadi sudah chatan sama Andini, dan mereka janjian akan bertemu di ruangan.


Andini sudah menunggu disana dengan amplop cokelat di tangannya.


"Apa itu Andini ?. " tanya Maira.


"Ini bukti yang saya bilang tadi Bu. "jawab Andini, sambil memberikan amplop itu kepala bos nya.


Maira segera meraih amplop secara tidak sabar, ia pun membukanya segera mungkin karena ingin segera tau apa itu.


" Saya berhasil meretas akunnya Ester Bu, ternyata wanita itu tidak seburuk yang kita kira.Dari yang saya lihat, jejaknya dimasa lalu dia adalah wanita yang sangat baik dan suka membantu orang.Disana juga ada beberapa fotonya saat sedang mmberikan donasi pada beberapa panti asuhan di Prancis. "ujar Andini.


" Ternyata ada sisi baiknya juga,pantas saja Bima dulu sangat tergila-gila padanya. "ujar Maira.


Maira pun menghela nafas kasar ketika mengetahui kalau rivalnya itu ternyata tak seburuk yang ia kira.


" Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang, apa yang kita lakukan terhadapnya ini tidak keterlaluan?. "tanyanya pada Andini, Maira ingin tau apa pendapat Andini soal ini.


" Kalau menurut saya, Bu Maira gak salah, karena maksud kita kan baik Bu. "jawab Andini.

__ADS_1


__ADS_2