Flash Marriage

Flash Marriage
Bab 47 Adikku, Tunggu Saja! (1)


__ADS_3

Tifanny Wen langsung berjalan menghampiri lalu duduk di samping Yansen Mu.


Tifanny Wen mengangkat kepalanya lalu melirik sekilas layar laptop. Suara yang membuat wajah orang memerah tiba-tiba terdengar dari layar laptop tersebut. Tifanny Wen langsung mengedipkan matanya, untuk beberapa saat pandangannya terpaku pada layar laptop.


Tiba-tiba Tifanny Wen merasa daun telinganya panas, dan wajah putihnya memerah.


Tidak disangka Yansen Mu sedang menonton ini.


Tifanny Wen memalingkan wajah. Sadar bahwa Yansen Mu dengan sangat tenang menatapnya, mata pria itu jelas sedang tertawa.


"Memilihnya dengan cukup penuh energi." Tiba-tiba Yansen Mu berkata


Tifanny Wen : .......


Apa maksudnya?


"Kamu suka ini?" Pria itu bertanya lagi.


Tifanny Wen : ???


Jelas-jelas pria itu yang sedang menonton. Apa hubungannya dengan dirinya?


Tapi Tifanny Wen asal mengejek lalu berkata,"Tidak ada yang bagus, lebih bagus pertarungan nyata."


Yansen Mu : .......


Awalnya Yansen Mu tidak merasa Tifanny Wen akan menggunakan perkataan itu, sesuai perkataan asisten Liu, tapi saat ini, Yansen Mu malah berpikir bahwa Tifanny Wen seperti sedang memberinya isyarat.


Apakah mungkin kalau wanita seperti yang dikatakan asisten Liu? Tidak ada cinta tapi juga menginginkan ****?


Berpikir seperti itu, tiba-tiba Yansen Mu mengulurkan tangannya dan merangkul Tifanny Wen. Dengan kekuatan besar membawa wanita itu ke depan tubuhnya lalu langsung memeluk Tifanny Wen di atas pangkuannya.


Tifanny Wen terkejut lalu mengangkat kepalanya dan melihat mata gelap Yansen Mu sedang menatapnya seperti mangsa. Yansen Mu menunduk, lalu mencumbu bibir Tifanny Wen.


Lembutnya bibir membuat suasana yang aneh karena video tersebut, semakin menjadi aneh.


Yansen Mu tiba-tiba berubah menjadi seperti serigala. Saat ini tidak ada kontrol dari pria itu, Yansen Mu selalu menempel pada Tifanny Wen. Dengan kasar merampas rasa tubuh milik Tifanny Wen, bagian-bagian gigi wanita itu dan tubuh wanita itu.


Saat ini Tifanny Wen hanya memakai gaun malam yang bertali. Rok panjang gaun itu hanya mencapai paha, menyebabkan Yansen Mu dengan mudahnya menjelajah masuk ke dalam baju Tifanny Wen, mengusap tubuh lembut wanita itu, sembarangan menggosoknya, dan membuat tubuh Tifanny Wen bergetar saat itu.

__ADS_1


Tifanny Wen langsung sadar, dia tahu apa yang ingin dilakukan Yansen Mu.


Sepertinya pria itu sudah tidak memiliki kontrol lagi. Gerakannya semakin sembarangan.


Jantung Tifanny Wen berdegup, dalam hati berkata : apa mungkin dia ingin benar-benar pertarungan nyata?


Tifanny Wen berpikir lalu langsung membalas Yansen Mu, meraih pundaknya dan tidak menganggu gerakan pria itu.


Pikiran Tifanny Wen sekarang adalah karena mereka adalah suami istri, jika pria itu mau, maka dia harus memberinya.


Karena Tifanny Wen berhutang pada Yansen Mu, ini juga adalah tugasnya.


Begitu merasakan balasan dari Tifanny Wen, Yansen Mu semakin merasa bahwa ini adalah isyarat dari Tifanny Wen. Sudut bibirnya tersenyum, lalu langsung menggendong Tifanny Wen ke atas kasur....


..........


Lima menit kemudian.


Tifanny Wen sudah dibuat t*lanjang oleh Yansen Mu.


Pria itu menatap lekat Tifanny Wen dengan tatapan bermacam-macam.


"Tifanny, kamu benar-benar ingin?" Tanya Yansen Mu.


Yansen Mu sudah menunggu saat ini selama empat tahun lamanya!


"Kita adalah suami istri, aku tidak bisa menolaknya." Jawab Tifanny Wen.


Ucapan itu membuat Yansen Mu tiba-tiba mengernyit.


'Suami istri?'


Bukankah ini adalah keinginan Tifanny Wen dan dia juga memberi isyarat padanya?


Tifanny Wen merasakan kesabaran pria itu. Tifanny Wen berpikir bahwa mereka sudah menikah begitu lama, tapi Yansen Mu belum juga berada di tahap ini. Tifanny Wen langsung merasa berterima kasih pada pria itu.


Tifanny Wen tahu bahwa Yansen Mu menghormati dirinya.


"Nah, apakah kamu menginginkan ku?"

__ADS_1


Yansen Mu seperti tidak puas dengan jawaban tersebut. Yansen Mu menunduk lalu mengigit telinga Tifanny Wen dengan kasar.


Tifanny Wen tidak bisa berkata apa-apa


Dia harus menjawab apa atas pertanyaan ini?


Tiba-tiba Yansen Mu mengulurkan tangannya ke atas kepala ranjang lalu membuka laci di atas kepala ranjang dan mengambil sekotak Durex.


Yansen Mu berpikir, Tifanny Wen adalah seorang aktris, pastinya tidak pas untuk dia hamil saat ini.


"Kamu menyiapkan ini di rumah?"


Begitu melihat Durex, Tifanny Wen bertanya dengan sedikit terkejut.


Tapi melihat yang dipilih pria itu adalah ukuran besar, Tifanny Wen terdiam.


Yansen Mu : "Bukankah kamu yang memberinya padaku hari ini?"


Tifanny Wen : "Aku yang memberikannya?" Tifanny Wen merasa heran.


Saat itu Tifanny Wen teringat dengan Helen Mu. Tiba-tiba muncul rasa bahwa ini adalah rencana wanita itu.


Tifanny Wen juga merupakan orang yang pintar, tiba-tiba teringat video pendek itu dan berkata,"Jangan bilang bahwa setelah kamu membuka hadiah itu isinya adalah barang ini dan CD?"


"Ya." Yansen Mu mengangguk.


Jika bukan seperti ini, Yansen Mu berpikir bahwa Tifanny Wen memberinya isyarat bahwa wanita itu ingin. Mana mungkin dirinya begitu sembarangan?


"Aku....." Wajah Tifanny Wen memerah, dengan gugup berkata lagi: "Yang memberikannya adalah Helen. Dia bilang dia takut kalau kamu akan memarahinya karena menghambur-hamburkan uang, lalu dia menyuruhku untuk mengatakan bahwa ini adalah hadiah dariku. Tapi ternyata yang dikirimkannya adalah ini."


Gadis sialan!


Sesuai dugaan, adiknya masih nakal seperti dulu!


Yansen Mu : ......


Pria itu melongo.


Mata gelap Yansen Mu diam-diam menatap lekat gadis bodohnya dengan kesal. Yansen Mu hanya merasa bahwa dirinya kali ini dijatuhkan di tangan adiknya sendiri yang tidak dapat dipercaya!

__ADS_1


Yansen Mu membungkukkan tubuhnya, tiba-tiba kembali menghampiri tubuh Tifanny Wen. Bibirnya berkeliaran di tubuh Tifanny Wen.


Bersambung


__ADS_2