Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 78


__ADS_3

Setelah menyaksikan drama percintaan yang romantis,Maira mengajak Bima masuk ke ruangannya.


"Sayang, apa kamu masih mau lanjut kerja?. " Bima heran melihat Maira yang langsung membuka laptopnya dan juga menyalakan komputer besar yang ada di meja kerjanya.


"Iya nih, masih banyak yang harus aku kerjain. Kamu gak balik ke Mall??. " Maira malah balik bertanya.


"Kayaknya setengah jam lagi lah,aku masih pengen ngabisin waktu bareng istri dan anak aku yang tercinta disini. " ucap Bima sambil berjalan mendekati istrinya yang tengah sibuk mengetik sesuatu di komputernya.


Maira tersenyum mendengar ucapan manis yang terucap dari mulut Bima.


"Memangnya kamu udah mastiin yang di Surabaya itu, masih ada di hotel kamu atau sudah pergi?. " sindir Maira.


"Hadeuh sayang,bagaimana kalau kita sekarang fokus aja sama rumah tangga kita.Karena mulai sekarang aku hanya akan mencurahkan perhatian aku hanya buat kamu dan juga anak kita. Kalau boleh jujur, aku memang ada rasa gak enak sedikit sama Ester, tapi ya... aku juga gak mau kalau gara-gara nolongin mantan pacar, istri aku jadi kecewa dan sedih.Tapi aku suka kalau kamu cemburu, itu tandanya bahwa kamu benar-benar cinta kan sama aku.Aku adalah laki-laki beruntung yang bisa mendapatkan hati wanita baik, pintar cantik dan solehah seperti kamu." Bima mencoba melancarkan rayuan mautnya agar Maira melupakan semua masalah mengenai Ester.


Maira hanya menanggapinya dengan tersenyum simpul, tapi ia sama sekali tidak melihat kearah suaminya itu.


"Kok kamu malah senyam senyum aja??."Bima menatap Maira dengan curiga.


" Apa kamu masih gak percaya dengan suamimu ini?. "tanya Bima lagi, dari tadi Maira hanya senyum saja tanpa berkata apapun.


" Mmmm, percaya kok percaya.Hanya saja aku masih gak bisa percaya sama wanita itu.Bisa saja dia akan datang lagi dalam kehidupan kamu, dan itu artinya dia juga akan mengganggu hidup aku juga.Aku hanya gak bisa ngebayangin kalau harus berbagi seorang pria dengan wanita lain, pastinya aku gak akan sanggup.Apalagi kalau ngebayangin anak kita harus berbagi ayah dengan anak dari wanita lain. Aku pasti akan memilih untuk mundur. "jawab Maira.


Bima menelan ludahnya, dia tak menyangka kalau Maira akan berkata seperti itu.Bima memutar kursi yang diduduki oleh Maira sehingga kursi itu menghadap kearahnya.Lalu Bima dengan perlahan meluruhkan lututnya di hadapan sang istri.


Sambil memegang kedua tangan Maira, Bima menatap kedua manik cokelat istrinya "Ngomong apa sih sayang,aku cuma akan punya satu wanita didalam hidupku yaitu kamu sayang.Gak akan ada yang akan menggantikan kamu selamanya. " ucap Bima.


"Tapi Ester lebih dulu ada didalam hati kamu." ujar Maira.


"Tapi hanya kamulah yang mampu menggantikan posisinya dihati aku sayang,hati aku yang sudah lama mati bisa hidup kembali karena kamu, dan aku gak akan membiarkan semua yang sudah aku miliki sekarang pergi dari hidupku, apalagi itu kamu sayang.Aku ingin kita berdua bisa membina rumah tangga yang utuh dan lengkap, sehingga kita bisa hidup bahagia bersama anak-anak kita nanti. " ucap Bima dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Apa kamu bisa berjanji sayang?. "tanya Maira sembari memajukan jari kelingking nya di hadapan Bima.


Bima menatap jari itu secara bergantian dengan mata istrinya.Lalu tanpa fikir panjang Bima pun menautkan jari kelingking nya di jari kelingking milik istrinya.


" Aku janji sayang. "jawab Bima mantap.


" Baiklah, aku percaya sama kamu."jawab Maira sambil memutar kembali kursinya kembali ke posisi semula, meninggalkan Bima yang masih berjongkok dibelakang kursinya.


Bima tau kalau istrinya itu belum sepenuhnya yakin akan ucapannya.Bima berfikir sejenak....


"Kalau begitu, bagaimana kalau dua minggu lagi kita pergi berbulan madu.Kamu ingat kan, kemaren itu rencana honeymoon kita jadi berantakan. " ujar Bima.


"Itukan semuanya karena ulah kamu sendiri, makanya bisa batal." tukas Maira.


"Iya deh, memang salah aku.Tapi kali ini jangan batal lagi ya. " bujuk Bima sambil mengiba.


"Loh, kok tergantung sih?.Memangnya tergantung apa? "tanya Bima bingung, kalau dia bisa menebak pasti ini ujung-ujungnya tentang Ester lagi.


" Tergantung, kamu nya bikin ulah lagi atau nggak. Tergantung kerjaan aku disini udah kelar atau masih banyak.Tergantung...."ujar Maira.


"Tunggu.. tunggu... kok banyak banget sih tergantung nya?. Bima jadi bingung.


" Hahahaha,gak kok aku cuma bercanda.Tapi serius deh, inilah kerjaan aku masih banyak banget.Besok aja aku harus berangkat lagi untuk meninjau kelokasi proyek villa itu.Aku harus mengecek langsung perkembangan pembangunan proyek ini agar tak mengecewakan klien. "


"Apa gak bisa diwakilkan saja sayang?, aku khawatir kalau kamu sampai pergi kesana dalam keadaan hamil kayak gini." Bima duduk dikursi yang yang ada didepan meja Maira.


"Ya, sebetulnya bisa saja aku minta sama Andini untuk pergi sendirian kesana, tapi kayaknya aku akan lebih puas kalau aku sudah melihatnya dengan mata dan kepalaku sendiri deh ke lokasi.Jadi bisa benar-benar tau mana yang kurang, mana yang harus diperbaiki dan disesuaikan. " ujar Maira.


Bima mengerti akan pekerjaan istrinya itu, tapi raut wajahnya tak bisa bohong, saat ini wajahnya berubah jadi sangat cemas, dia sangat takut kalau terjadi apa-apa disana. Apalagi lokasinya di luar kota dan jalannya lumayan berliku.

__ADS_1


"Sudah, kamu gak perlu khawatir sayang. aku akan baik-baik saja kok. " Maira mencoba meyakinkan Bima agar membiarkan dirinya pergi ke Bandung.


"Bagaimana kalau aku temani?. " Tiba-tiba Bima mengajukan diri untuk ikut.


"Tapi kamu kan juga sibuk,ngurusin Mall ᥬ😌᭄ ngurusin urusan hotel, apa kamu punya waktu?. " Maira balik bertanya.


"Tapi bisalah aku kerja lewat online aja.Tinggal suruh-suruh.Kamu lupa kalau aku bosnya?. " ujar Bima.


" Tapi kan kita sebagai atasan itu harus memberi contoh yang baik pada bawahan,agar mereka bisa bekerja dengan baik dan lebih giat lagi."ujar Maira.


"Aku rasa aku punya waktu kalau besok.Kayaknya aku gak punya jadwal meeting. "


"Terserah kamu aja deh.O Iya,ini udah lebih dari setengah jam loh sayang.Katanya mau balik ke kantor?!. " Maira hanya mengingatkan kalau-kalau suaminya itu lupa.


"Eh iya, aku sampai lupa. Keasyikan ngobrol sama istri aku yang cantik ini." goda Bima sambil menyentil dagu istrinya.


"Ya udah, balik ke Mall sana.Entar dicariin lagi sama sekretaris kamu yang seksi dan centil itu, siapa namanya??. " Maira pura-pura gak ingat.


"Lisa." jawab Bima cepat.


"Nah, iya. Bener itu si Lisa. Ingat banget ya Bosnya. " sindir Maira.


"Tuu kan, kamu mulai lagi deh sayang.Baru aja kita janji kelingking,eh sekarang malah mulai lagi. " Bima jadi males beranjak dari kantor Maira.


Melihat itu Maira jadi kesal dan langsung beranjak berdiri dan berjalan ke arah Bima.Ia menarik tangan Bima agar pria itu mau berdiri dan meninggalkan ruangannya karena dia gak bisa fokus kerja dari tadi.


"Nggak kok aku cuma bercanda,sekalian ngetes kamu juga. " ujar Maira.


"Bener kan apa kataku tadi??. " ujar Bima sambil beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu, karena istrinya itu terus saja mendorongnya dan menyuruhnya pergi.

__ADS_1


__ADS_2