Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 75


__ADS_3

Maira juga kaget ketika Bu Parida bilang kalau dia tidak datang sendirian.Maira pun menoleh kebelakang dan yang ia lihat adalah Bima disana.


"Bim.. " ujar Maira kaget..


"Siapa laki-laki ini Maira?!. " tanya Bu Parida sambil mendelik ke arah Maira.


"Dia... dia... " Maira tak Kuasa untuk memberi tahu Bu Parida siapa Bima sebenarnya.


"Saya ini suaminya Maira,Anda mau apa dari istri saya??!. " sergah Bima.


"Ooh, ternyata kamu juga mengajak suami kamu untuk datang kesini Maira, saya kira kamu cukup berani tadi datang sendirian.Hekh!!. " Bu Parida mendengus kesal, karena yang terjadi diluar rencananya.


Tapi untung nya dia masih punya persiapan lainnya.


"Bima, apa yang sedang kamu lakukan disini?, tadi aku bilang lapor polisi kan, bukan malah kamu datang kesini sendirian dengan tangan kosong. " bisik Maira kepada suami nya itu.


Namun Bu Parida masih bisa mendengar samar-samar Maira menyebutkan kata Polisi.Wanita tua itu jadikan semakin gusar.


"hey,kenapa kalian malah main bisik-bisik???!, TORA, JONI, kemari kalian!!!. " panggil Bu Parida kepada anak-anak buahnya yang tadi berajaga didepan gudang dan asyik bermain kartu.


Masuklah dua orang pria yang tadi menjaga Netta di gudang dan dua orang lagi keluar dari sebuah ruangan dirumah itu.


"Tangkap mereka berdua!!!. " perintah Bu Parida.


Sepertinya Bu Parida sudah melakukan persiapan yang cukup matang dalam menjalankan rencananya kali ini.


Preman-preman itu bersiap menyerang Bima, dan ada juga yang akan menangkap Maira.Bima sibuk berjibaku melindungi istrinya dan juga bayi dalam kandungan Maira.Bima sangat khawatir dengan kondisi istrinya.Empat lawan Satu,sebisa mungkin Maira juga membantu Bima menghalau serangan lawan dengan melemparkan benda-benda pajangan yang ada disekitar nya, sehingga membuat rumah Bu Parida seperti kapal pecah.


"Sayang, cepat kamu lari dan keluar dari tempat ini. Kak Netta pasti sudah diselamatkan oleh Pak Andi teman masa kecilku dulu.Cepatlah keluar, jangan pedulikan aku. " ujar Bima.


"Tidak Bima, aku gak akal pergi kalau kamu masih disini. Kita akan keluar sama-sama Bim, aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu. Aku akan tetap disini, kita hadapi semuanya bareng-bareng. " ujar Maira.


Kata-kata yang keluarga dari bibir istrinya itu Seola adalah angin surga yang menyejukkan kalbu dan hati sanubari bagi Bima. Tapi kemudian ia sadar, kalau tetap disini itu sangat berbahaya bagi ibu hamil seperti Maira.

__ADS_1


"Sudahlah sayang, sebaiknya kamu keluar saja, biar aku saja yang menghadapi mereka. Sebentar lagi pasti polisi akan datang. " ujar Bima sambil terus meladeni serangan-serangan yang datang padanya.


Sementara wanita tua itu kini merasa ketakutan setelah mendengar Bima menyebutkan kata Polisi, begitu juga dengan anak-anak buahnya itu, mereka sedikit gentar setelah melihat Bos mereka malah kabur keluar.


Bima terus menghajar siapa saja yang ingin menggapai Maira istrinya, dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuh istrinya itu.


*****


Di Surabaya


Nyonya Shinta dan Pak Sasongko tak sengaja bertemu dengan Ester di Lobby hotel.Karena saking khawatirnya dengan keadaan putri kesayangannya Netta, Nyonya Shinta sampai mengambil keputusan untuk segera kembali ke Jakarta malam ini juga.


Sambil mendorong kursi roda suaminya yang masih lemah,Nyonya Shinta tak sengaja menyenggol lengan wanita itu.


"Eh.. maaf ya. " ujar nya.


Setelah melihat kalau orang yang ia tabrak adalah wanita bule, Nyonya Shinta pun mengubah dialeg nya.


"Oh i'am So Sorry Miss. " ujar nya.


Entah wanita itu mau pergi kemana, tapi satu yang pasti dia tidak membawa puteranya sama sekali, bahkan dia juga tidak membawa kopernya. Ditangannya hanya ada sebuah handbag saja.


Nyonya Shinta sejenak tertegun dan memikirkan sesuatu.


"Dia kan wanita yang tiba-tiba datang dan memeluk lengan Bima kemaren pas acara gunting pita itu kan Mas?. " tanya nya pada Pak Sasongko yang sedang duduk dikursi rodanya.


"Siapa sih Ma, sudah cepetan kita sudah ditunggu. Kamu itu malah sibuk ngurusin orang. " ujar suaminya.


"Gini loh Mas, kok aku merasa kalau wanita bule itu dan suaminya Maira ada hubungan ya?. " ujar Nyonya Shinta.


"Kamu ini ada-ada saja. " ujar Pak Sasongko.


"Mas ingat kan kemaren Pas acara potong pita,tiba-tiba wanita itu datang dan langsung memeluk lengan Bima, sepertinya mereka udah lama kenal dan sangat akrab.Muka Bima menantumu itu sampai terlihat tegang didepan semua tamu. Dan wanita itu juga berkata kalau Bima hanya menyayangi dirinya saja.Walaupun pake bahasa Inggris Mama juga ngerti kok Mas. " ujar Nyonya Shinta lagi.

__ADS_1


Pak Sasongko juga jadi kepikiran, tapi setelah itu ia pun sadar kalau sekarang mereka harus segera ke Bandara.


"Sudahlah Ma, yang harus kita fikirin itu sekarang adalah Netta yang sekarang sedang disekap. Takutnya sekarang ia sedang dalam bahaya,entah gimana keadaannya sekarang. " Pak Sasongko jadi melow ketika mengingat Netta putri pertamanya.


"Eh Iya ya Pa, Mama sampai lupa. Entah bagaimana keadaan kamu Sekarang nak?Mama jadi cemas.Ayo kita cepat-cepat ke mobil Mas, pasti kita sudah ditunggu dari tadi. " ujar Nyonya Shinta.


"Iya Ma,buruan makanya. " sahut suaminya itu.


"Tapi Papa berat tau gak?!. " balas Nyonya Shinta dengan ketus.


*****


Sementara itu di Jakarta..


Maira berhasil melumpuhkan satu dari anak buahnya Bu Parida yang akan menyerang suaminya dari belakang.Maira memukulnya dengan sebuah vas bunga yang berukuran lumayan besar. Akhirnya Bima juga berhasil melumpuhkan satu persatu anak buahnya Bu Parida. Walaupun tubuhnya dipenuhi keringat disekujur tubuhnya.


Namun disaat keduanya lengah karena sedang saling melemparkan senyuman,laki-laki yang tadi ia pukul dengan Vas tiba-tiba bangun dari pingsannya dan langsung ingin menyergap Maira.Ia mengancam Maira dengan pecahan Vas yang ia hunuskan disamping leher Maira.


Bima terkesiap melihatnya.


"BIIIMMM!!!" Teriak Maira ketakutan.


"SAYANG...!!!. " teriak Bima.


Keduanya terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan.


Untunglah dari arah belakang, Netta dan Pak Andi datang.Diam-diam Netta mengangkat sebuah kursi kayu dan menghantam bagian kepala preman itu. Setelah Netta mundur dan Maira terlepas dari cengkraman sang preman. Barulah Bima menendang Preman tadi dengan sekuat tenaga hingga pria besar itu tumbang dan tak berdaya.


Netta dan Maira berpelukan, dan setelah melihat Bima yang kini membuka bajunya karena kepanasan Maira langsung berlari kepelukan suaminya itu,bukan apa-apa, dia hanya tidak mau kalau kakak nya bisanya melihat tubuh suaminya itu yang terekspos, karena bagian perut Bima yang sangat keren dan bisa membuat wanita manapun berdecak kagum



Kira-kira begini lah tampang Bima sekarang 😍

__ADS_1


🤭


😁😁


__ADS_2