Flash Marriage

Flash Marriage
Bab 26 Tingkat Ketidaktahu Maluan Juwita (2)


__ADS_3

Benar saja...


Meskipun dia tidak mengatakan putus dengannya...tapi dia juga telah bertindak cukup jelas, Dia telah mendapatkan sahamnya, tentu saja dia tidak perlu lagi menjaga perasaan Tifanny.


"Putus? Bukankah kalian sangatlah mesra? mengapa kalian putus?"


"Apakah kalian benar-benar putus 5 hari yang lalu? 5 hari kemudian Direktur Raymond langsung mempunyai pacar baru? Apakah kamu tidak sedih? atau mungkin kamu putus dengan Tifanny karena adanya Juwita yang mencampuri hubungan kalian?"


Orang-orang juga tidak bodoh, meskipun perkataan Raymond membuat situasi membaik, namun ini juga mengundang tebakan orang-orang, apakah karena Juwita yang merusak hubungan orang, maka dari itu membuat Raymond putus dengan Tifanny.


"Alasan aku putus dengan Tifanny bukan karena adanya orang yang mencampuri hubungan kami, Alasannya adalah.... menurutku mungkin saja karena aku yang kurang bersabar, dan juga kurang bisa menerimanya, sehingga membuat cinta kami semakin hari semakin memudar."


Apa-apaan ini.... kurang bersabar, kurang bisa menerima Tifanny, bukankah ini mengatakannya dengan halus bahwa dia sangatlah gampang marah, mudah bersalah, manja, dan membutuhkan kesabaran untuk menerimanya?


Perkataan ini membuat semua orang membandingkan Tifanny dengan Juwita, image Juwita di internet memang lebih baik daripada Tifanny, seorang lelaki memilih wanita yang lembut juga memang masuk akal.


"Semuanya, aku..." Juwita lalu berkata ketika semua orang sedang termenung, matanya memancarkan rasa bersalah, suaranya lembut,"Direktur Raymond baru saja putus dengan adik, aku langsung menjalin hubungan dengannya, memang aku bersalah dengan adik, jadi disini aku ingin meminta maaf kepada adik, hanya saja... ajaran keluargaku sangat ketat, aku juga jarang berpacaran, orangtuaku dekat dengan Direktur Raymond, dan keluarga kami berharap untuk melihat anaknya menikah, aku bersama dengan Direktur Raymond hanya karena orang tuaku merasa Direktur Raymond adalah lelaki yang bisa diajak hidup bersama, dan pernikahan kami jugalah yang paling diharapkan oleh kedua keluarga, oleh karena itu... aku menjadi pacar Direktur Raymond."


Perkataan ini...


benar-benar tajam!


benar-benar pintar bicara!


benar-benar pintar menjebak!


Tifanny ingin langsung memberikan pengarang cerita terbaik kepada Juwita.

__ADS_1


Jika semua orang mempercayai perkataannya, maka dia bisa langsung membersihkan nama buruknya dalam sekejap...


perkataan Juwita ini mengatakan bahwa dia akan bersama dengan Raymond setelah Tifanny putus dengannya.Dan alasan untuk bersama dengannya adalah karena biasanya dia sangat polos, tidak pernah pacaran, dan keluarganya juga mengharapkannya menikah, jadi dia memperkenalkan Raymond kepada keluarganya.


Dia benar-benar adalah wanita yang baik dan berbakti, maka dari itu dia mendengarkan perkataan orang tuanya dan mencoba untuk berpacaran dengan Raymond.


Karena jika dia berhasil menikah dengan Raymond, itu sangat membantu bisnis kedua keluarga, perkataan ini malah membuat orang kasihan dan lebih suka terhadap Juwita, merasa bahwa dia adalah seorang putri yang berbakti yang rela menikah dengan orang lain demi keluarganya!


Ditambah lagi Juwita sekarang terlihat merasa bersalah dan bimbang, serasa dia merasa bersalah dengan Tifanny namun dia juga ingin melancarkan pernikahan ini agar tidak mengecewakan harapan orang tuanya, dia terlihat sangatlah bimbang.


Perkataannya ini memang membuat orang percaya.


"Ternyata seperti itu. aku sudah bilang bahwa orang sebaik Juwita mana mungkin menjadi pelakor."


"Juwita, jika Direktur Raymond sudah putus maka kamu tidak masalah bersama dengannya, hanya saja Tifanny yang tidak bisa mempertahankan lelakinya, kamu tidak perlu merasa bersalah."


"Jika begitu, Apakah kalian berencana untuk menikah?"


Ada orang yang berhasil menangkap poin penting yang lain.


Berarti mereka akan menikah?


.....


Raymond Jiang tidak menyangka bahwa Juwita bisa mengarang cerita begitu indah, dia bisa membalikkan kenyataan, bukan seperti Tifanny yang bodoh seperti itu...


Namun, menikah...

__ADS_1


Raymond berpikir sejenak, lalu dia membenarkan perkataan Juwita, dan tersenyum,"Juwita adalah wanita yang baik, cantik, dan lembut, aku sangatlah senang bisa bersama dengannya, hari ini aku datang membawanya membeli cincin pernikahan, kami berencana menikah, aku juga bersedia mengorbankan sedikit tenaga demi pernikahan antara kedua keluarga kami."


Hshhhh.....


Wanita yang populer akan menikah! tentu saja akan ada sebuah kabar yang akan booming


Sedangkan mengenai apakah Juwita adalah pelakor atau tidak... sudah ada sebagian orang yang sudah mempercayai perkataan Juwita, dan tetap masih ada sebagian orang yang tidak mempercayainya.


Sampai saat ini, tidak ada orang yang memperhatikan bahwa Tifanny tiba-tiba tersenyum, senyumannya sangatlah ceria, hanya saja didalam keceriannya terasakan rasa yang sangat sedih.


Putus? Menikah? sama sekali tidak perlu bertanya kepadanya dan langsung mengumumkannya ke publik, dan dalam perkataannya menyiratkan bahwa dirinya punya sifat yang buruk dan tidak bisa dibandingkan dengan Juwita yang lemah lembut.


Tawa Tifanny sama sekali tidak ditutupnya, terdengar dengan jelas ditambah lagi suaranya yang membuat orang sedikit familiar, tentu saja banyak orang yang menelusuri suara ini, dan menatapi orang yang sedang tertawa ini....


Tifanny saat ini sedang tertawa dengan lepas namun terasa sedih, dia melepaskan masker diwajahnya, tentu saja senyuman diwajahnya mengekspresikan marah dan sakit yang diterimanya, dan langsung terlihat olehnya.


"Tif...Tifanny......"


Setelah maskernya dibuka, tentu saja semua orang berhasil mengenalinya.


"A...adik......" Juwita tercengang, dia tidak menyangka bahwa ditempat ini dan dalam kondisi seperti ini bisa bertemu dengan Tifanny.


Tifanny ada disini, kalau begitu perkataannya tadi...


******


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2