Flash Marriage

Flash Marriage
Episode 73


__ADS_3

Di gudang tempat Netta disekap


Sudah tidak terdengar lagi suara tangisan dan jeritan dari Netta dari gudang itu, sekarang Netta sudah bisa sedikit bernafas lega setelah tikus-tikus itu dimasukkan kembali ke kandangnya oleh anak buah Bu Parida.


Ternyata πŸ€tikus-tikus itu hanya digunakan untuk membuat video ancaman saja. Setelah video itu dibuat tikus-tikus itu dimasukkan lagi ke kandangnya.


Kretttttt


Suara pintu itu dibuka dan masuklah si Ibu mertua yang gak ada akhlak itu.


"Lepaskan ikatan di kakinya dan juga di tangannya, kalian cukup memastikan dia tidak akan bisa melarikan diri dari tempat ini.Ingat itu!!. " ujar wanita tua itu.


"Baik Nyonya. "


"Biarkan dia makan dulu,terus awasi dia!."


"Siap!. "


Netta yang tadinya pingsan karena takut dengan tikus-tikus itu, akhirnya tersadar setelah diciprati air oleh salah satu anak buah Bu Parida.


"Bu??!. "Panggil Netta pada Ibu dari suaminya itu.


" Ibu mau apalagi?."tanya Netta ketika melihat keberadaan Bu Parida di kamar itu.


"Saya mau kamu cepat habiskan makanan ini!. " ujar wanita tua itu.


"Saya gak mau makan, bagaimana kalau ternyata Ibu ingin meracuni saya?!. " Netta menolak makanan itu.


"Kamu fikir saya tidak bakalan tega buat menyakiti kamu?!. " Ancam Bu Parida.


"Saya tau Ibu pasti masih punya hati nurani, walau bagaimana pun saya adalah menantu Ibu, istrinya Mas Rico. " ujar Netta.


"Memang Kau istrinya anakku, tapi aku juga tidak pernah sudi menganggap anak Sasongko yang sudah menyebabkan kematian suamiku sebagai menantu. Bagiku kau itu hanyalah sebagai pion untuk kami balas dendam ke keluarga mu saja!. " ungkap Bu Parida.


Air mata Netta kembali menetes,terasa hatinya begitu sakit mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Ibu mertuanya itu.


"Jadi selama ini??kalian sengaja mendekatiku hanya untuk balas dendam pada orang tuaku?? ".tanya Netta.


Hatinya semakin hancur,sudah tak berbentuk. Selama ini dia sangat tergila-gila kepada Rico suaminya. Sampai-sampai dia sering melakukan apa-apa saja yang diminta oleh Rico.


Karena cinta butanya juga dia sudah mengkhianati keluarganya dan korupsi diperusahaan, sehingga membuat perusahaan Ayahnya itu hampir kolaps.


Untung saja Maira bisa mengembalikan keadaan,kalau tidak pasti keluarganya sekarang sudah jadi gembel.


"Kalian itu memang pantasnya dihancurkan seperti apa yang sudah dilakukan oleh Ayahmu Si Sasongko itu pada keluargaku!. " ujar Bu Parida.


Keliahatan sekali kalau wanita itu sangat membenci ayahnya.


Netta ingin bersimpuh memohon kepada Ibu mertuanya agar tidak menyakiti keluarganya, terutama Ayahnya dan Mamanya.Namun sayangnya wanita tua itu malah melengoskan wajahnya dan berlalu keluar dari gudang itu.


Netta hanya bisa menangis, dia harus bisa bertahan.Entah sampai kapan, tapi yang pasti dia ingin ada seseorang yang bisa menyelamatkan dirinya dari tempat itu.


"Kunci pintunya dengan benar dan awasin terus jangan sampai lengah!. " perintah Bu Parida kepada para anak buahnya.


Pintu itu pun kembali dikunci dari luar.

__ADS_1


Lalu setelah itu dia pergi dari sana dan kembali kerumah nya.


Sedangkan di dalam gudang, Netta terus saja menangis.


"Aku harus kuat, aku harus bisa melarikan diri dari sini. " 😭😭


Sekali lagi tangisnya pecah di keheningan gudang yang lumayan gelap karena hanya punya satu lampuπŸ’‘ didalamnya.


Perlahan Netta menarik piring yang ada diatas meja kecil,dia fikir kali ini sebaiknya dia mengisi perutnya dulu agar bisa kuat dan tetap bisa bertahan.


Netta mulai memakan nasi dan juga lauknya.Beruntung Ibu mertuanya ini ternyata masih punya sedikit perasaan padanya.Bu Parida memberinya lauk yang layak dan juga minuman yang berkualitas.


Setidaknya masih ada kebaikan didalam diri wanita itu.


****


Sementara itu dirumah Sasongko,suaminya Tiara,Farhan,baru saja pulang dari kuliah.Dari tadi Tiara sudah berulang kali menelepon dirinya.


"Farhan." Tiara menghambur kepelukan suaminya dengan wajahnya yang sembab.


"Ada apa Tiara, ada apa dengan Kak Netta?. "tanya Farhan.


"Kak Netta.. 😭Kak Netta di culik dan.. sampai sekarang belum juga kembali. " jelas Tiara sambil tersedu-sedu.


"Apa sudah lapor kekantor polisi?. "


"Justru Polisi lah yang memberikan kabar kerumah ini. " 😭jelas Tiara dengan berurai air mata.


"Lalu, apakah sudah ada perkembangannya?. " tanya Farhan lagi.


"Semoga saja Kak Netta cepat ditemukan . " ujar Farhan.


Sepertinya laki-laki muda itu juga sangat khawatir akan kakak iparnya.


"Farhan, sebaiknya kamu bawa Tiara kekamar, disini banyak angin. Kurang baik untuk Ibu hamil. " ujar Maira.


"Baik Kak. "


Farhan menuruti apa yang disarankan oleh Maira dan mengajak Tiara pergi ke kamar mereka diatas.


Tinggallah Maira sendiri diruang tamu yang terbuka pintunya.


Sekarang Maira malah mengkhawatirkan Bima yang masih belum mengabari dirinya sejak tadi.


Maira jadi gusar dan cemas, takut kalau Bima menemui kendala diluar sana.Bagaimana kalau Bima nekad mencari Netta sendirian?, Bagaimana kalau Bima terluka?. 'fikir Maira.


Ingin rasanya ia menelpon Bima, tapi rasanya gengsi,karena kebekuan diantara mereka belum juga mencair.


Kalau saja tadi dia tidak terlalu cuek sama Bima, pasti tidak akan sekaku ini.


Maira mondar-mandir sambil memainkan ponselnya, dia bingung harus bagaimana. Masalah hilangnya Netta ini apakah akan mempengaruhi perusahaan?.


"Ah, sudahlah. Sekarang aku harus fokus untuk menyelamatkan Kak Netta dulu. Aku harus menelpon Bima." ujar Maira.


Baru saja dia mau menelpon suaminya itu, Tiba-tiba ponselnya berbunyi.Ada telepon masuk,tapi dari nomor yang tidak dikenal.

__ADS_1


Maira gemeter,entah mengapa dia merasa yakin kalau ini adalah telepon dari sang penculik.


Maira mencoba meredakan gejolak didalam dirinya,berulang kali ia mengambil nafas dan membuangnya secara teratur,barulah setelah itu Maira memberanikan dirinya untuk menjawab telepon itu.


πŸ“±"Hallo, dengan siapa ini?. " tanya Maira.


πŸ“²"Ini saya,wanita yang puteranya kamu penjarakan. "jawab suara diseberang sana.


πŸ“±" Maksud anda, Anda Bu Parida??. "tanya Maira kaget.


πŸ“²" Tepat sekali! Gadis pintar. "jawab Bu Parida.


πŸ“±" Ada apa Anda menelpon saya?? "tanya Maira geram.


πŸ“²" Pasti kalian sudah berkumpul untuk mencari keberadaan Netta kakakmu bukan?."


πŸ“±"Apa maksud Anda?, apa itu artinya Andalah yang menculik Kak Netta ?."tanya Maira.


πŸ“²"Iya! benar!! akulah yang menculik menantuku sendiri, bagaimana? apa kalian terkejut?. "


πŸ“±"Cepat katakan, dimana Kak Netta sekarang?lepaskan dia!."ujar Maira.


πŸ“²" πŸ˜‚hahahaa, tentu saja aku tidak akan melepaskan Netta begitu saja, di dunia ini tidak ada yang gratis.Kamu tau itu gadis manis, asal kamu tau saja, dulu Rico sering menceritakan tentang dirimu. Dia sangat mencintaimu,tapi sayang sekali kamu menolak cintanya dan akhirnya dia beralih kepada kakakmu karena Netta itu lebih naif daripada dirimu. "ujar Bu Parida.


Kata-kata yang keluar dari mulut wanita tua itu membuat Maira merinding.


πŸ“±" Lalu apa yang Anda mau? cepat bebaskan Kak Netta, atau jangan-jangan kalian berdua memang sudah berkomplot untuk mengecoh kami agar kami mau membebaskan anak Anda yang tidak tau diri itu!. "Maira mulai terpancing.


πŸ“²" Aku memang sudah menawarkan pada menantuku itu, tapi dia tetap tidak mau bekerjasama denganku, apa kau tau? Kakakmu itu sangat payah. "


πŸ“±"Apa maksud Anda?. "


πŸ“²"Yaaa, dia tidak mau membantuku untuk membebaskan Anakku Rico. "ujar Bu Parida lagi.


πŸ“±" Lalu apa yang Anda mau sekarang?. "


πŸ“²"Kamu harus menggantikan kakakmu disini kalau kamu mau menyelamatkannya. "


πŸ“±"Apa???, apa Anda sudah gila??!."bentak Maira.


πŸ“²" Terserah kamu mau atau tidak, sebentar lagi aku akan kirim orang kerumah keluargamu. Jangan beritahu siapa-siapa!.""ujar Bu Parida.


Kemudian panggilan itu segera ditutup.


" Tunggu dulu,hallo, hallo.. "


Suara teriakan Maira membuat Tiara dan juga suaminya turun ke bawah.


"Ada apa Kak?. " tanya Tiara.


"Tadi,tadi..... " Maira tak bisa memberitahukan semuanya pada Tiara.


Tapi suara mobil di depan rumah ayahnya itu mebuatnya sadar dan harus segera pergi ke tempat Netta disekap.


Maira mengirim pesan kepada Bima, kali ini ia akan mengesampingkan egonya demi bisa menyelamatkan Netta Kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2