Flash Marriage

Flash Marriage
Bab 36 Putri Bai (1)


__ADS_3

Setelah Tifanny Wen turun dari mobil, dia lalu langsung naik lift menuju lantai 18, tempat syuting Five Musts.


Sekali terpikirkan kejadian tadi, wajah Tifanny Wen masih sedikit merah, dia berpikir, jika begini terus, dirinya pasti akan disantap oleh Tuan Mu, tapi dia adalah suaminya, ada beberapa hal yang cepat atau lambat juga harus dialami, dia juga harus mengatur suasana hatinya, dan melakukan persiapan terlebih dahulu.


Tak terasa, dia sudah tiba di lantai 18.


Tifanny Wen datang sangat pagi, tapi meskipun begitu juga sudah ada banyak pemeran lain yang sudah tiba.


Ketika Tifanny Wen masuk ke lokasi syuting, banyak petugas dan aktor yang sedang sibuk, oleh karena itu tidak begitu banyak orang memperhatikan bahwa dia telah datang.


Malahan Sutradara, Aliando Zhang sedang mengambil beberapa design gaya, dia langsung menyadari kedatangan Tifanny Wen, dia menoleh dan melihat Tifanny Wen lalu berkata,"Sudah datang? pergilah ke ruang makeup dulu."


Tifanny Wen menyapa sutradara dan beberapa petugas lainnya dengan sopan lalu memasuki ruang make-up.


Tifanny Wen hitungannya sudah tidak populer, baik dia mendapatkan peran sebagai pemeran utama atau tidak, itu tetap tidak akan merubah fakta kedudukannya di dunia hiburan. Oleh karena itu, banyak orang yang berlaku tidak sopan kepadanya.


Bagaimanapun juga beberapa hari ini, banyak berita mengenai Tifanny Wen.


Baik orang-orang iri, dengki, penasaran atau curiga terhadap dirinya, apalagi curiga dengan orang yang sudah mundur dari belakang layar selama 2 tahun, apakah masih bisa memerankan peran dengan baik atau tidak.


Meskipun Aliando Zhang memang menggunakan orang yang mahir berakting, namun mereka tetap lebih merasa bahwa Tifanny Wen bisa mendapatkan peran ini dengan cara kurang bersih.


Mencari seorang artis yang sudah tidak populer untuk menjadi pemeran utama, benar-benar membuat orang tidak habis pikir.


Dan juga.... tindakan Tifanny Wen membeli cincin itu, lebih membuat orang merasa dibelakang Tifanny Wen ada orang kaya. Bagaimanapun juga mereka tidak pernah merasa latar belakang keluarga Tifanny Wen kuat.

__ADS_1


Maka dari itu, dengan perasaan iri dan dengki, orang-orang tidak ingin begitu dekat dengan Tifanny Wen.


Yang lebih pentingnya lagi adalah, siapapun tahu bahwa Tifanny Wen dan Juwita Wen tidaklah akrab.


Baik Juwita adalah orang ketiga atau tidak, sekarang kedudukannya didunia hiburan sudah mendekati top, mereka tidak berani bermusuhan dengan Juwita demi seorang aktor yang sudah tidak populer dan mempunyai masalah, maka dari itu mereka menjauhi Tifanny Wen.


Semua ini dilihat jelas oleh Aliando Zhang.


Tapi dia melihat bahwa Tiffany Wen terlihat biasa saja dan masuk kedalam ruang make-up dengan tenang, dia tidak tahan terpikirkan kejadian dua tahun lalu ketika Tifanny Wen menghadapi media, dia terlihat tegang dan panik.


Dia tersenyum, dan terpikirkan tentang respon Tifanny Wen lewat live atau video klip beberapa hari ini, penampilannya sudah berbeda dengan dirinya dua tahun yang lalu.


Sikapnya ini.... Aliando Zhang merasa dirinya tidak salah memilih orang.


"Sutradara Aliando Zhang."


Wanita itu tersenyum, sekali melihat design ditangan Aliando Zhang, dia lalu berjalan melangkah kearahnya,"Sini, aku lihat detail dari design gaya dari ini yang sudah menghabiskan banyak waktuku, ini tidak boleh hancur begitu saja di penampilan gaya mereka."


Wanita itu tersenyum dan datang ke lokasi syuting, melihat Aliando Zhang dia sama sekali tidak bertindak merendah dan membaik-baikkannya, seolah mereka berdua adalah teman baik saja.


Terhadap keadaan ini, banyak petugas dan aktor yang sudah biasa saja.


Karena wanita ini adalah Putri Bai!


Identitas pertamanya adalah pengarang dari semua karakter, begitu disukai orang karena sebuah hak patent yang besar, itu di ambil dari karakter di dalam novel Putri Bai!

__ADS_1


Novel sudah laris 10 tahun lamanya, ini juga adalah alasan banyak orang yang mengetahui karakter di dalam film.


Tentu saja, hanya identitas diatas saja belum membuatnya bisa berbicara begitu dengan Aliando Zhang.


dia masih punya identitas kedua, Dia adalah pemegang kendali Bank Makmur Mandiri, dia adalah orang terkenal didunia Finance, terlebih dia adalah istri dari Direktur Utama Sentum Group Tuan Besar Mu, suaminya adalah orang ternama di dunia politik.


Kabarnya, anaknya dulu pernah menjadi kepala militer tingkat provinsi, sekarang sudah pensiun dan bekerja di Sentum Group sebagai seorang CEO, meskipun hanya CEO, namun Tuan Besar Mu selaku Direktur utama sudah sama sekali tidak mengatur perusahaan, setiap hari dia pergi berlibur, dan semua pekerjaan di Sentum Group diserahkan ke cucunya sendiri.


Orang nomor satu seperti ini bahkan Aliando Zhang saja susah untuk bertemu dengannya.


Namun pertemanan Aliando Zhang dengan Putri memang lumayan baik, karena mereka dulunya adalah teman satu sekolah selama 10 tahun, sekarang entah bagaimana identitas mereka berubah, pertemanan mereka sejak kecil tetap ada.


Ini juga salah satu alasan utama Putri memberikan karyanya kepada Aliando Zhang.


Putri adalah orang yang berkeluarga kaya, dan nyonya keluarga kaya juga, terlebih dirinya juga adalah seorang wanita hebat, tidak kekurangan uang dan nama, hanya saja dia terus saja mempunyai sebuah hobi, yaitu mengarang.


Karena ini adalah karyanya , maka dari itu dia datang kemari sengaja untuk melihat kondisi syuting.


Bagaimanapun juga, dia juga tidak ingin melihat karakter yang dibuatnya hancur, jadi dia juga pasti harus mengawasinya.


"Tenang saja, gaya ini telah melewati berbagai seleksi dan voting, pasti sesuai dengan settingan awal dari karakter, jika tidak percaya kamu lihat sendiri saja."


Aliando Zhang segera memberikan design gaya kepada Putri.


tatapan Putri langsung terhenti di design pertama.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2