
Pagi-pagi sekali,Maira sudah bersiap untuk pergi ke kantor.Disamping memang mau bekerja, dia juga tidak sabar untuk bertemu dengan Andini yang ia percaya untuk membantunya dalam misi perjodohan kali ini.
Maira juga tak lupa mengontak Rasty agar sahabatnya itu juga terus melaporkan perkembangannya.
["Kalau sampai mereka jadian dan wanita itu gak suka aku kerja dikantornya Pak Krisna, karier ku akan tamat say. "]ujar Rasty.
[" Elo tenang aja, apa elo lupa kalau sohib loh ini seorang CEO perusahaan besar. "]ujar Maira meyakinkan.
[" Iya juga ya, tapiiii entar kalau aku pindah kerja di SN group, gaji nya harus lebih besar daripada di Krisna construction ya?!."]bujuk Rasty.
[" Ya, kita lihat aja nanti,berapa gue bisa gaji elo. "]jawab Maira santai.
[" Janji ya, gue udah habis-habisan nih ngebantu elo buat bisa nyomblangin mereka."]ujar Rasty lagi, ia menuntut Maira untuk bertanggung jawab atas nasib kariernya kedepan.
["Iya,elo tenang aja deh pokoknya.Toh ini semua kan usul elo sendiri yang mau menjebak duda dan janda beranak satu itu. "]Jawab Maira sambil terkekeh di ujung telepon.
Wajah Rasty udah kayak dompet tanggung bulan mendengar lelucon dari sahabatnya itu.Ia benar-benar sudah mengambil resiko besar dengan mempertaruhkan kariernya demi membantu Maira kali ini.
[" Apa sih yang gak buat elo say, ingat gak siapa yang udah cariin elo suami?? gue juga kan??!. "]ujar Rasty sewot.
[" Iya... iya,gue percaya kok. Kali ini elo pasti sukses, elo tuh memang sohib ter the best gue.Nanti gue traktir tas kremes keluaran terbaru kalau sampai rencana kita ini berhasil. Elo tenang aja deh. "]bujuk Maira.
["Benaran ya? ,awas kalau gak!!. Gue laporin ke Bima nih!. "]ancam Rasty.
[" Ya jangan dong,, benaran gue beliin. Tapi syaratnya harus berhasil dulu rencananya, baru elo bisa dapatkan yang elo mau. "]bujuk Maira lagi.
" Memang ya sih Rasty ini banyak maunya, tapi untung dia baik.Kalau gak udah gue depak deh dari daftar Bestie gue. Eh lupa emang cuma dia kan Bestie gue 😅. "Maira bergumam didalam benaknya,memang hanya Rasty lah yang selalu ada dikala suka dan duka didalam hidupnya.
[" Ya udah kalau gitu, entar gue bukti'in omongan gue. Elo cukup duduk manis dan jangan lupa siapin duit buat beliin gue tas kremes yang gue mau itu. "]ujar Rasty.
__ADS_1
[" Beres deh pokoknya, gampang itu mah."]Maira tersenyum senang, walaupun di hatinya agak nyesek 😂.
Yang penting Rasty akan lebih semangat dalam membantu dirinya mendekatkan Pak Krisna dengan si Esteler eh Ester maksudnya. 😁
****
Bima sedang disibukkan mengecek Mall nya, dia memeriksa dari satu toko ke toko yang lain. Sebagian toko yang ada di Mall ini adalah milik rekanan yang join, dan sebagian lagi memang dikelola oleh manajemen Mall.
Sambil berkeliling rutin bulanan,Bima tiba-tiba tertarik untuk memasuki satu toko yang isinya menjual perlengkapan baby.
Tentu saja Bima langsung antusias dan merasa terpanggil untuk melihat-lihat apa yang ada didalamnya.
Pelayan toko dengan senang hati memperkenalkan produk-produk yang ada di toko mereka kepada pemilik Mall itu.
Bima melihat-lihat apa yang ada, mulai dari stroller bayi,baju-baju bayi dari usia nol sampai usia anak-anak semuanya ada.Melihat itu Bima tidak sabar untuk mengajak Maira berbelanja perlengkapan untuk bayi mereka.
📹"[Ya, sayang ada apa? ]"terlihat di layar ponsel Bima kalau istrinya itu sedang sibuk bekerja sambil ditemani segelas susu disamping mejanya.
📹"[Kamu lihat ada apa di belakang aku sekarang?? ]"tanya Bima sambil berputar-putar agar istrinya itu bisa melihat apa saja yang ada di sekitar Bima.
📹"[Wah, bagus-bagus banget sayang.Tapi kata orang pamali kalau kita membeli pakaian dan perlengkapan bayi sebelum usia kandungan tujuh bulan. "]ujar Maira.
📹["Kata siapa sayang, itu cuma mitos saja.Yang penting itu kita selalu percaya sama yang di atas agar kita selalu dilindungi dari segala macam mara bahaya. "]Bima meyakinkan Maira sekaligus menasehati istrinya itu agar tidak percaya dengan yang berbau tahayul.
📹[" Iya deh iya, terus kamu maunya gimana sekarang?. "]tanya Maira.
📹[" Aku akan suruh seseorang untuk menjemput kamu kemari. "]ujar Bima tanpa basa-basi.
📹[" HAAA, apa??!. "]Maira sampai kaget mendengarnya.
__ADS_1
📹[Pokoknya kamu harus mau,kalau tidak aku akan borong semuanya dan pindahkan dirumah kita!?. "]ancam Bima.
📹[" Ya gak semuanya juga sayang, untuk apa sebanyak itu.Nanti malah mubazir saja."]Maira bingung kenapa sekarang Bima yang ngebet banget pengen belanja perlengkapan bayi.Padahal pasangan lainnya rata-rata calon ibu lah yang sibuk pengen belanja soal itu.
📹[" Oke,oke, baiklah. "]mau tak mau kali ini Maira mau menuruti kehendak suaminya itu, anggap saja suaminya itu lagi ngidam kali ya 😅jadi harus diturutin agar bayinya tidak ileran.
Setelah panggilan videonya dimatikan, Maira mendengkus kesal karena ulah suaminya itu, sekarang dia jadi harus menunda pekerjaannya yang lagi banyak-banyaknya.
Maira berpesan pada Andini, nanti mereka bicara dan Maira akan segera kembali setelah acara berbelanja bersama Bima selesai.
Untung nya hari ini tidak ada jadwal rapat di kantor ataupun di luar,jadi Maira bisa pergi dengan leluasa.
Sesampainya di lobby kantor, ternyata mobil yang dikirim Bima untuk menjemput dirinya sudah tiba. Maira segera masuk dan mobil itu siap membawanya menuju Mall milik suaminya itu.
****
Bima mondar-mandir didepan toko yang menjual perlengkapan bayi itu, ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Maira.
Setelah lama menunggu, akhirnya yang ia tunggu-tunggu datang juga, Maira terlihat berjalan didampingi oleh seorang security yang tadi Bima suruh untuk menjemputnya.
"Aku sudah datang, sekarang maunya apa?. " tanya Maira.
"Apalagi, kamu bilang mau pilih sendiri perlengkapan baby boy kita.Ya aku turutin maunya kamu aja pilih yang mana, ayo buruan kita masuk. Sekarang toko ini sudah aku booking selama kita memilih tidak akan ada orang lain yang diperbolehkan masuk kedalamnya. " ujar Bima.
"Loh, kenapa seperti itu?!. Mendingan kita belanjanya kayak orang biasa aja, biar bebas dan Toko ini tidak akan kehilangan pelanggan gara-gara kamu main booking segala." jawab Maira jengah.
"Tapi kan biar kamu nya gak perlu rebutan sama yang lain, begitu maksudnya. " kilah Bima.
"Ya sudahlah, sekarang bebasin aja siapapun yang mau belanja, aku gak mau nanti anak kita jadi gak punya teman karena dari dalam kandungan saja dia sudah dibatas-batasin."pinta Maira, dia heran aja kenapa Bima malah semakin hari semakin posesif dan terlalu protektif terhadapnya dan juga bayinya yang masih ada didalam kandungan.
__ADS_1