
"" Kalau menurut saya Bu Maira gak salah."jawab Andini.
"Hmmmm,kamu aja ngerti. Semoga saja nanti Bima juga bisa memahami perasaanku yang tak mau diduakan. " ujar Maira sambil mendudukkan bokongnya dikursi kebesarannya.
"Apa ada hal lain lagi?. " tanyanya pada Andini.
"Saya mendapatkan kabar dari Pak Danu, katanya lusa Pak Bima akan terbang ke Surabaya. "
"Lusa??, kok Bima gak bilang sama aku ya?. Memangnya penting banget ya dia harus kesana?. " tanya Maira penuh selidik.
"Iya Bu, kebetulan Hotelnya Pak Bima terpilih untuk menjadi lokasi menginap bagi para tamu-tamu yang datang dari berbagai daerah, dan juga ada yang dari mancanegara dalam rangka event besar yang akan diadakan di Kota Surabaya Bu. "jelas Andini.
" Wah,beruntung sekali ya. "ujar Maira lirih.
" Mungkin itu rejeki bayi yang Ibu Maira kandung. "jawab Andini.
Maira tersenyum mendengar ucapan Andini itu,mungkin apa yang Andini katakan itu benar adanya. Semua tak luput dari kuasa yang di atas,bisa jadi itu memang rejeki bayinya juga.
"Kamu bisa aja Andini. Oo iya, tolong kamu fotokopi berkas ini dan tolong di jilid sebanyak 15 jilid ya, besok kita akan mengadakan rapat.Kabari yang lain juga. "ujar Maira sambil menyodorkan berkas laporan proyek yang ia tangani yang sebentar lagi akan finish.
Setelah kepergian Andini dari ruangannya, Maira kembali terkenang apa yang tadi Andini katakan, bahwa Bima akan kembali meninjau hotelnya,dan itu artinya dia akan ditinggal di Jakarta. Mungkin Bima akan lama di Surabaya, karena mengingat ini event besar, dan jarang sekali ada kesempatan yang besar seperti ini untuk hotel yang baru berdiri seperti BIMAIRA Hotel.
Maira ingin sekali membantu suaminya itu,tapi dia tidak yakin kalau Bima akan melibatkan dirinya.Buktinya Bima belum memberitahunya sama sekali soal ini.
Maira tidak mau ambil pusing, yang penting sekarang ia menyelesaikan semua pekerjaan nya dulu.Soal itu, ia akan tanyakan pada Bima nanti setelah tiba di rumah.
******
Tak terasa sekarang sudah pukul 5 sore,Maira sudah berada di dalam mobilnya sekarang.Sialnya dia terjebak dalam kemacetan, seorang wanita hamil ditengah kemacetan.Rasanya pinggang Maira sangat pegal sekali, mana bayinya sudah berdenyut-denyut didalam sana. Sudah hampir satu jam dia dijalan.
Ponselnya berbunyi,Maira melihat dilayar tertera nama Bima sang suami.Dengan lesu Maira pun menjawab panggilan itu
📱"Assalamu'alaikum, sayang. " sudah
jawab Maira.
📲"Wa'alaikumsalam istriku sayang." jawab Bima membuat Maira senyum-senyum sendiri.
📲"Kamu kok belum nyampe? , aku sudah dirumah sekarang. Kamu lagi dimana?. " tanya Bima.
📱"Aku masih dijalan, nih aku terjebak macet." ujar Maira.
__ADS_1
📲"Ya Allah,kasihan sekali istri dan anakku.Bagaimana kalau aku jemput?. "tanya Bima.
📱" Mau jemput bagaimana?, orang jalanannya macet gini. "keluh Maira.
📲" Share lokasi nya sayang, aku usahain untuk kesana. "pinta Bima.
📱" Gak usah deh sayang,mungkin setengah jaman lagi lah aku nyampe."jawab Maira, lagian nanti malah repot kalau harus nunggu Bima datang, mending dia jalankan mobil aja, pelan-pelan mengikuti arus kendaraan yang lain.
📲"Baiklah kalau itu mau kamu,kamu hati-hati ya sayang nyetir nya.Aku akan nunggu kamu didepan gerbang. "Bima sedikit gusar mengetahui Maira terjebak macet,pasti gak nyaman banget apalagi sekarang Maira sedang hamil dan perutnya mulai membesar.
" 📱"Iya, kamu do'ain aja ya agar kami segera sampai dirumah. "ujar Maira.
" Aamiin, aku tutup ya agar kamu fokus nyetirnya. "ucap Bima.
****
Bima mondar-mandir di depan gerbang rumahnya, dia menunggu Maira yang belum juga sampai setelah hampir setengah jam berlalu,sekarang hari pun mulai menggelap karena sang surya mulai turun keperaduannya.
" Coba kamu nurutin aku buat pake supir, aduh sayang... kamu memang keras kepala sekali. "Bima benar-benar cemas dibuatnya.
Disaat Bima sedang mondar-mandir didepan gerbangnya, ada tukang sate lewat.
" Te-sate... sate nya Mas?. "tanya si Tukang sate pada Bima yang berjalan mondar-mandir didepan gerbang rumahnya.
"Baik Mas. " jawab Si penjual sate.
Tak lama kemudian, ada suara seorang wanita yang memanggil-manggil si tukang sate."Mister, satay, i want to buy satay!!. "
Wanita yang menggunakan bahasa Inggris itu teriak-teriak sambil menghampiri si tukang sate,dan betapa terkejutnya ia saat matanya tak sengaja bersirobok dengan netra Bima.
"Bim,are you here?!!. " tanya wanita yang tak lain adalah Ester.Sepertinya dia kaget melihat Bima ada disana.
Keduanya terdiam sejenak, sama-sama terkejut satu sama lain karena tak menyangka bisa bertemu disini.
"Ester??!,Why are you here??!. " tanya Bima.
"I have moved from Surabaya to Jakarta,i work here." jawab Ester.
"Work here??!. " Bima kaget bukan kepalang.
Bima bingung harus berbuat apa, bagaimana kalau Maira melihat ada Ester yang tinggal tak jauh dari rumahnya,dan rumah itu persis rumah yang dikabarkan dibeli oleh Pak Krisna oleh si Shakti tempo hari, bahkan Bima dan Maira juga pernah melihat sendiri mobil Pak Krisna keluar dari gerbang rumah itu.
__ADS_1
"Apa hubungannya Pak Krisna dengan Ester? kenapa Ester bisa tinggal disana? " batin Bima.
"Ini Mas satenya. " panggil Bapak tukang sate pada Bima yang tengah sibuk berfikir, sehingga dia tidak sadar kalo dari tadi Bapak tukang sate itu sudah menyelesaikan pesanannya.
Bima pun tersadar ketika mencium bau sate yang menyengat didepan hidungnya.
"Oh iya, maaf Pak. Tadi saya melamun. " jawab Bima sambil merogoh kantongnya, untung saja ada uang seratus ribuan disana, Bima pun memberikan uang itu kepada Bapak penjual sate.
"Ester,sorry.I'am must in first. "Ujar Bima pamit.
" This is your home?."tanya Ester menunjuk kearah rumah Bima, wajahnya seketika berbinar. Wanita itu ingin ikut melangkah ke dalam rumah Bima,walaupun Bima tidak menawarinya untuk masuk.
"MAS, UANG KEMBALIANNYA!. " teriak Bapak penjual sate itu.
"Ambil aja Pak. " sahut Bima,ia ingin cepat menghindari Ester, namun sayangnya mobil Maira kini sudah sampai didepan gerbang. Maira melihat Ester yang ingin memegang lengan Bima, Maira sangat kesal dan juga marah.
"TINNNN... TINNNN..... " Maira membunyikan klakson keras-keras membuat Bima dan Ester spontan menoleh kearah mobil Maira yang menyoroti mereka dengan lampu nya.
"Sayang." Bima segera menghampiri Maira.
Bima khawatir kalo Maira akan salah faham lagi seperti dulu.
"Naik !!. " Ucap Maira tegas, dia memerintahkan Bima untuk naik ke mobilnya.
Untung saja Bima mau menurut dan naik ke dalam mobilnya.
Maira kembali membunyikan klakson mobilnya agar Ester menyingkir dan tak menghalangi jalannya. Setelah wanita itu menyingkir, Maira segera melajukan mobilnya memasuki pekarangan rumah mereka.
Bima tau, pasti Maira sudah salah menduga dan beranggapan kalau dia sudah bertemu Ester diam-diam dibelakang nya.
"Sayang, aku bisa jelasin semuanya.Tadi itu..."
Belum sempat Bima menjelaskan, Maira telah membuka sitbelnya dan ingin membuka pintu mobilnya."Kamu tunggu disini,atau masukkan mobilku kegarasi.Jangan kemana-mana!."ancam Maira,mukanya sudah seperti Singa yang akan mengamuk, membuat Bima semakin khawatir saja.Namun ia hanya bisa menuruti istrinya itu sekarang.
Maira segera turun dari mobilnya dan malah berjalan kearah gerbang menghampiri Ester yang terlihat bingung.
" Kamu Ester ???!!. "tanya Maira dengan tatapan tajam setajam silet.
" Yes, I am. "jawab wanita bule Prancis itu.Wajahnya tak kalah memasang tatapan tajam ke arah Maira.
"Maira." ucap Maira sambil menyodorkan tangan kanannya kearah Ester dan raut wajahnya berubah seketika jadi tersenyum ramah.
__ADS_1
Wanita itu menatap bingung ke arah Maira, ia ia sudah tau siapa wanita yang ada dihadapannya ini, yang tak lain adalah istri Bima dan ia baru yakin kalau istrinya Bima ini sekarang memang sedang hamil karena perutnya Maira sudah mulai menampakan kehamilannya.
Baru kali ini mereka benar-benar bertatap muka setelah kejadian hari itu.